Wikipedia:Artikel bagus/Usulan/Stasiun Madiun: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
RaFaDa20631 (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(12 revisi perantara oleh 4 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1:
{{Arsip AB ditolak atas|Pengusulan sudah berlangsung 2 bulan tetapi gagal memenuhi syarat 3 suara setuju. Nuwun, [[Pengguna:RaFaDa20631|RaFaDa]] ([[User talk:RaFaDa20631|arep ngopi lurr?]]) 22 September 2021 12.36 (UTC)}}
=== [[Stasiun Madiun]] ===
:<small>Pengusul: {{user-bkl|Rizal Febri}}
:{{Status/Usul|notdone|Ditarik oleh pengusul}}</small><!-- Jangan ubah ketiga baris di atas! -->
 
<!-- Isi alasan pengusulan di sini -->
Baris 18 ⟶ 19:
* {{Komentar}} Daftar pada bagian Layanan kereta api, sebaiknya dibuat vertikal, alih-alih horizontal.
 
:{|class = "wikitable"
|-
!Kota
Baris 42 ⟶ 43:
|...
|}
:Demikian usul saya. [[Pengguna:Adaptive611|Adaptive611]] ([[Pembicaraan Pengguna:Adaptive611|bicara]]) 6 Agustus 2021 07.58 (UTC).
::{{ping|Adaptive611}} {{sudah}} dengan menambahkan layanan kelas serta fitur "mw-collapsible" dan "mw-collapsed"
 
==== Komentar Aapriano ====
: {{ping|Adaptive611}} Kalau seandainya dibuat seperti ini cukup bagus, tetapi saya rasa terlalu panjan sehingga perlu ditambahkan "fitur ciutkan"
Setelah membaca artikel Stasiun Madiun, saya menemukan lima catatan terkait pengembangan artikel yang baik ini:
{|class = "wikitable"
# Pertama terkait penempatan kalimat dalam paragraf. Di paragraf pertama, alinea terakhir, sepertinya kalimat tersebut merupakan sebuah taksiran atau perkiraan. Agaknya untuk menempatkan kalimat ini dalam sebuah artikel bagus penyunting perlu melihat lagi standar [[artikel bagus]].
|+Daftar kereta api penumpang yang dilayani di Stasiun Madiun berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api per 10 Februari 2021.<ref name=":1" />
# Kedua bersifat pertanyaan terkait deskripsi paragraf kedua alinea akhir. Tertulis: "Di sebelah timur stasiun, terdapat percabangan jalur kereta api menuju Ponorogo–Slahung yang telah dinonaktifkan pada tahun 1984." Padahal sebelumnya penyunting sedang menjelaskan konteks kerusakan stasiun ini pada peristiwa Madiun. Jadi, seperti ada loncatan deksripsi. Apakah penyunting terlupa atau tidak ada data soal ini?
|-
# Ketiga terkait dengan asumsi yang muncul di sub bab Insiden. Di situ hanya tertulis satu kalimat saja dan nampaknya insiden ini tidak mengarah pada kehancuran total stasiun. Tidak seperti peristiwa Madiun yang sudah sangat baik dideksripsikan penyunting. Insiden itu hanya fenomena alam belaka dan rasanya bisa dilewati serta diganti sub bab ini.
!Kota
# Keempat, terkait dengan Rujukan, agaknya penulis belum sempat menambahkan rujukan di beberapa akhir kalimat. Padahal di bagian referensi ada banyak sekali rujukan yang penulis gunakan. Baiknya, ditambahkan rujukan-rujukan di akhir-akhir kalimat yang masih kosong.
!Stasiun
# Kelima, bersifat apresiasi. Artikel ini telah memperlihatkan deskripsi yang memancing semangat bagi pembaca untuk membacanya. Bahkan, dari deskripsi yang ada dapat mendorong pembaca untuk mendalami dan mengetahui sejarah Stasiun Madiun dan betapa bermanfaatnya keberadaan stasiun tersebut. Kemudian, dalam hal kesalahan ketik yang sangat minim. Hal ini membuktikan bahwa artikel ini layak diusulkan sebagai artikel bagus.
!Kereta Api
|-
| rowspan="2" |[[Daerah Khusus Ibukota Jakarta|Jakarta]]
|[[Stasiun Gambir|Gambir]]
|[[Kereta api Bima|Bima]]<br>[[Kereta api Gajayana|Gajayana]]<br>Brawijaya
|-
|[[Stasiun Pasar Senen|Pasar Senen]]
|[[Kereta api Brantas|Brantas]]<br>[[Kereta api Singasari|Singasari]]<br>[[Kereta api Gaya Baru Malam Selatan|Gaya Baru Malam Selatan]]<br>[[Kereta api Bangunkarta|Bangunkarta]]<br>[[Kereta api Jayakarta|Jayakarta]]<br>[[Kereta api Majapahit|Majapahit]]<br>[[Kereta api Matarmaja|Matarmaja]]
 
Demikian komentar dari saya, Semangat! - [[Pengguna:Aapriano]] ([[Pembicaraan Pengguna:Aapriano|bicara]]) 7 September 2021 09.20 (UTC)
|-
 
| rowspan="2" |[[Kota Bandung|Bandung]]
:Terima kasih banyak atas komentar yang Saudara {{ping|Aapriano}} berikan, tetapi kami ingin memberikan penjelasan lebih lanjut; mohon maaf baru saya balas karena ada kesibukkan lain.
|[[Stasiun Bandung|Bandung]]
:# Sebenarnya paragraf tersebut menjelaskan tentang sejarah stasiun secara umum mulai pendirian hingga pengoperasian stasiun. Untuk kasus percabangan jalur kereta api menuju Ponorogo–Slahung memang sengaja kami tampilkan karena percabangan tersebut cukup terkenal bagi masyarakat umum maupun penggemar kereta api.
|[[Kereta api Argo Wilis|Argo Wilis]]<br>[[Kereta api Turangga|Turangga]]<br>[[Kereta api Malabar|Malabar]]<br>[[Kereta api Mutiara Selatan|Mutiara Selatan]]
:# Untuk insiden stasiun sudah kami hapus. Setelah kami pantau, ternyata memang tidak mengarah pada kehancuran stasiun secara keseluruhan; hanya sebagian kecil.
|-
:# Dalam penambahan referensi, kami usahakan mencarinya secara bertahap untuk mendukung pernyataan di akhir kalimat; namun, sebelumnya kami rasa dengan referensi di akhir beberapa paragraf sudah cukup mendukung pernyataan beberapa kalimat di suatu paragraf.
|[[Stasiun Kiaracondong|Kiaracondong]]
:Karena artikel ini masih akan dilakukan pengembangan lebih lanjut, maka pengajuan artikel ini sebagai AB lebih baik ditangguhkan setelah kami melakukan musyawarah dengan komunitas SpoorWiki yang juga mengelola artikel perkeretaapian; maka {{ping|RianHS}} dipersilakan menangani ini lebih lanjut.
|[[Kereta api Kahuripan|Kahuripan]]<br>[[Kereta api Pasundan|Pasundan]]
:Tembusan: {{ping|RaFaDa20631}}
|-
:Demikian pernyataan dari kami, sebelumnya kami ucapkan terima kasih banyak atas komentar yang bersifat membangun. Salam! [[Pengguna:Rizal Febri|rzlfbrCC20340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Rizal Febri|bicara]]) 22 September 2021 11.34 (UTC)
|[[Kota Cirebon|Cirebon]]
{{Arsip AB bawah}}
|[[Stasiun Cirebon|Cirebon]]
|[[Kereta api Ranggajati|Ranggajati]]
|-
|[[Kabupaten Cilacap|Cilacap]]
|[[Stasiun Cilacap|Cilacap]]
|[[Kereta api Wijayakusuma|Wijayakusuma]]
|-
|[[Purwokerto (kota)|Purwokerto]]
|[[Stasiun Purwokerto|Purwokerto]]
|Kertanegara
[[Kereta api Logawa|Logawa]]
|-
| rowspan="2" |[[Kota Yogyakarta|Yogyakarta]]
|[[Stasiun Yogyakarta|Yogyakarta]]
|[[Kereta api Sancaka|Sancaka]]<br>Mutiara Timur
|-
|[[Stasiun Lempuyangan|Lempuyangan]]
|[[Kereta api Sri Tanjung|Sri Tanjung]]
|-
|[[Kota Blitar|Blitar]]
|[[Stasiun Blitar|Blitar]]
|Singasari<br>Brantas<br>Kahuripan
|-
|[[Kota Surabaya|Surabaya]]
|[[Stasiun Surabaya Gubeng|Surabaya Gubeng]]
|Argo Wilis<br>Bima<br>Turangga<br>Gaya Baru Malam Selatan<br>Mutiara Selatan<br>Sancaka<br>Jayakarta<br>Pasundan
|-
|[[Kota Malang|Malang]]
|[[Stasiun Malang|Malang]]
|Brawijaya<br>Gajayana<br>Malabar<br>Kertanegara<br>Majapahit<br>Matarmaja
|-
|[[Kabupaten Jember|Jember]]
|[[Stasiun Jember|Jember]]
|Ranggajati<br>Logawa
|-
|[[Kabupaten Banyuwangi]]
|[[Stasiun Ketapang (Banyuwangi)|Ketapang]]
|Wijayakusuma<br>Mutiara Timur<br>Sri Tanjung
|}