Proses penyiaran: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
Taylorbot (bicara | kontrib)
kepada -> ke (tata bahasa, "kepada" untuk orang), +iw (mengurangi risiko kebingungan) | t=1'862 su=201 in=207 at=201 -- only 12 edits left of totally 214 possible edits | edr=000-0000 ovr=010-1111 aft=000-0000
 
(4 revisi perantara oleh 3 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1:
{{Orphan|date=Mei 2016}}
{{gabungkepada|Siaran}}
 
{{gabungkepadagabung ke|Siaran}}
 
'''Proses penyiaran''' terjadi sejak ide itu diciptakan sampai dengan ide itu disebarluaskan. Langkah-langkahnya meliputi penggagas ide yang dalam hal ini adalah komunikator, kemudian ide itu diubah menjadi suatu bentuk pesan yang dapat dikirimkan baik '''verbal''' maupun ''nonverbal'' melalui saluran dan atau sarana komunikasi yang memungkinkan pesan itu mampu menjangkau khlayak luas (komunikan).<ref>Wahyudi, JB 1986. Media Massa Televisi, Bandung</ref>
Baris 6 ⟶ 8:
'''Studio''' merupakan sistem yang cukup berperan dalam sebuah stasiun penyiaran, sebagai sub sistem yang terintegrasi secara total, bagian studio memberikan andil untuk penyedia program-program reguler yang bersifat berkesinambungan. Sistem studio pada umumnya terintegrasi dari berbagai unit sistem seperti bagian audio, video sistem, dan pencahayaan serta dilengkapi prasarana seni atau gambar sebagai pendukung produksi khususnya untuk produksi audio visual. Studio merupakan tempat produksi informasi sekaligus menyiarkan, yakni mengubah ide dan gagasan menjadi bentuk pesan baik gambar maupun suara.
 
Studio sebagai penyuplai program acara dibagi dalam dua kategori besar :
'''Siaran Langsung''', seperti program berita yang memiliki kekuatan informasi untuk segera disiarkan.
'''Siaran Rekam''', program acara yang direkam terlebih dahulu baik program acara nondrama seperti musik, olah ragaolahraga dan program acara drama.<ref>Domminick, Joseph R 1983,The Dynamic Of Mass Communication, Random House, New York</ref>
 
'''Transmitter''' merupakan salah satu unsur dalam proses penyiaran yang berfungsi mengantarkan gambar dan suara dari studio berupa gelombang elektromagnetik yang membawa muatan informasi untuk dipancarkan atau disalurkan melalui kabel atau serat optik. Ada tiga cara sistem satelit komunikasi Sistem DBS (Panduan Satelit Penyiaran), Sistem Semi DBS, serta sistem gabungan (penyaluran dan satelit).
 
'''Pesawat Penerima''' merupakan alat yang berfungsi mengubah gelombang eektromagnetik yang membawa muatan informasi berupa signal
suara dan atau signal suara dan signal gambar proyeksi menjadi bentuk pesan yang dapat dinikmati.Pancaran gelombang elektromagnetik yang membawa muatan signal suara yang terbentuk melalui microphone, kemudian panaran ini diterima oleh sistem antena untuk diteruskan ke pesawat penerima, dan signal suara itu diubah kembali menjadi suara di dalam audio loudspeaker.<ref>Effendy, Uchjana Onong, 1990. Radio Siaran Teori dan Praktik.</ref> Bandung Proses ini menghasilkan '''siaran radio''', sedangkan gelombang elektromagnetik yang masih membawa signal suara, yang dihasilkan oleh michrophone dan signal gambar proyeksi, yang dihasilkan oleh sisten lensa dan kemudian diubah menjadi signal gambar di dalam tabung pengambil gambar maka proses ini menghasilkan '''siaran televisi'''.<ref>Effendy, Uchjana Onong, 1984. Televisi Siaran Teori dan Praktik.Bandung.</ref>
 
'''Produk Penyiaran'''
Penyiaran merupakan kegiatan penyelenggaraan siaran, yaitu rangkaian mata acara dalam bentuk audio, suara atau visual gambar yang dtransmisikan dalam bentuk signal suara atau gambar, baik melalui udara maupun melalui kabel dan atau serat optik yang dapat diterima oleh pesawat penerima dirumah-rumah.
<ref>Tommy Suprapto 2006, Berkarier dibidang Broadcasting Media Pressindo,Yogyakarta.</ref>
 
Baris 29 ⟶ 31:
* Wahyudi, J.B., 1986. ''Media Massa Televisi'', Bandung
 
{{tv-stub}}
[[Kategori:Istilah televisi]]
[[Kategori:Televisi]]