Petis: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
M.akbar.raf (bicara | kontrib)
k koreksi tanda baca
Bot5958 (bicara | kontrib)
k Perbarui referensi situs berita Indonesia
 
(Satu revisi perantara oleh satu pengguna lainnya tidak ditampilkan)
Baris 8:
 
Selain itu, di ([[Boyolali]]), [[Jawa Tengah]], [[Indonesia]], yang diketahui merupakan wilayah penghasil produk berbahan baku [[sapi]] seperti [[susu]] segar, [[dendeng]], [[abon]], kulit dan [[rambak]] ([[Rambak petis|kerupuk yang dibuat dari kulit sapi]]), dikenal juga petis sapi, yaitu petis yang terbuat dari hasil sampingan dalam proses pembuatan dendeng dan abon sapi. Aroma 'amis' petis yang dihasilkan tentu berbeda antara petis udang, petis kupang, dengan petis sapi.
 
Di pantai utara [[Jawa Tengah]], khususnya di [[Kendal]] dan [[Semarang]], terdapat petis banyar yang terbuat dari ikan banyar ([[Kembung lelaki]]). Salah satu masakan yang dibuat menggunakan petis banyar yaitu petis bumbon.<ref>{{Cite news|title=Gurihnya petis bumbon khas semarang makin mantap disantap bareng lontong |url=https://www.detik.com/jateng/kuliner/d-6018946/gurihnya-petis-bumbon-khas-semarang-makin-mantap-disantap-bareng-lontong |work=[[Detik.com|detikcom]] |access-date=27 Juni 2022|first=Angling Adhitya |last=Purbaya }}</ref>
 
Berbeda dengan [[terasi]] yang dikenal dan dikonsumsi oleh penduduk Asia Tenggara umumnya, petis tampaknya hanya dikenal di Indonesia dan juga [[Malaysia]]. Hampir semua negara di [[Asia tenggara]], seperti Indonesia, Malaysia, [[Singapura]], [[Thailand]], [[Vietnam]], [[Filipina]] mengenal terasi dengan aneka variasi bentuk sediaan, kering, basah atau setengah basah, dan nama. Namun aroma yang keluar dari terasi hasil olahan negara-negara tersebut sama.