Pertempuran Fancheng: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
k ibukota → ibu kota |
k clean up |
||
(Satu revisi perantara oleh satu pengguna lainnya tidak ditampilkan) | |||
Baris 1:
{{Infobox military conflict|conflict = Pertempuran Fancheng|partof = [[Zaman Tiga Kerajaan]]|image = [[Berkas:Woodblock print guan yu xiangyang.png|200px]]|caption = Ilustrasi Fancheng dari abad ke-17|date = Juli – September 219|place = [[Fancheng]] (kini [[Distrik Fancheng]], [[Xiangyang]], [[Hubei]], [[Tiongkok]])|territory =|result = [[Kemenangan piris]] Cao Cao |combatant1 = [[Cao Cao]]|combatant2 = [[Liu Bei]]|commander1 = [[Cao Cao]]<br>[[Cao Ren]]<br>[[Yu Jin]] {{Surrendered}}<br>[[Pang De]] {{Executed}}<br>[[Xu Huang]]|commander2 = [[Liu Bei]]<br>[[Guan Yu]]|strength1 = ≈100.000 tentara|strength2 = 70.000+ tentara (30.000 dari pasukan yang menyerah + beberapa ribu pemberontak)|casualties1 = 40.000+ tentara|casualties2 = 40.000+|campaignbox = |casus =}}
{{Chinese|t=樊城之戰|s=樊城之战|p=Fánchéng Zhī Zhàn}}
'''Pertempuran Fancheng''' terjadi antara panglima perang [[Liu Bei]] dan [[Cao Cao]] pada tahun 219 di akhir [[Dinasti Han|Dinasti Han Timur]]. Pertempuran ini dinamakan sama dengan Fancheng (樊城; juga dikenal sebagai Benteng Fan atau Kota Fan), sebuah benteng kuno yang terletak di Fancheng Kabupaten, [[Xiangfan|Xiangyang]], [[Hubei]].
== Latar belakang ==
Pada Oktober 218, jenderal di pihak [[Cao Cao]], Hou Yin (侯音), beserta Wakil Jenderal Wei Kai (衛開) dari Wan (宛; kini [[Nanyang, Henan|Nanyang]], [[Henan]]), memberontak dengan ribuan pasukan dan meminta bantuan [[Guan Yu]].<ref
Menyadari serangan yang pasti datangnya dari Liu Bei dan Sun Quan, Cao Cao berencana untuk meluncurkan serangan pendahuluan terhadap Provinsi Jing (荊州; meliputi Hubei dan Hunan masa kini), bagian timur wilayah Liu Bei yang dipertahankan oleh Guan Yu. Rencana tersebut menyebabkan Liu Bei tidak bisa melanjutkan serangan di utara karena harus mengkonsolidasi apa yang baru saja ia peroleh, dan serangan terhadap Provinsi Jing pun tidak akan terhalang karena invasi Liu di tempat lain. Namun, rencana itu dibatalkan karena pasukan Cao Cao masih memerlukan waktu untuk pulih, berkumpul kembali dan membekali diri setelah penekanan pemberontakan Hou Yin dan Wei Kai, serta kemunduran dalam perjuangan Hanzhong yang sebelumnya. Pasukan yang babak belur ini belum siap untuk operasi militer lainnya.
Baris 19:
==== Pergantian Arus ====
[[Berkas:Pang_De_Portrait.jpg|jmpl|260x260px|Ilustrasi [[Pang De]] dalam Pertempuran Fancheng dari Roman Tiga Kerajaan edisi Dinasti Qing]]
Pada bulan Agustus, hujan lebat menyebabkan Sungai Han meluap. Pasukan di bawah komando Yu Jin dan Pang De disapu bersih oleh bencana alam, setidaknya terdapat 40.000 kematian sementara 30.000 lainnya ditahan oleh angkatan laut Guan Yu. Pang De dan Yu Jin ditangkap; Yu memohon ampun untuk tetap hidup dan mundur, Pang menolak menyerah dan dieksekusi. Cao Ren, bersama ribuan pasukannya yang selamat terpaksa bertahan di balik benteng. Pada saat itu, Xu Huang, yang ditempatkan di Wancheng dengan pasukan yang murni baru direkrut, hanya mampu menset benteng bertahan, bukannya keluar dan membebaskan Cao Ren. Merasakan bahwa arus berganti, Inspector Provonsi Jing (posisi yang memiliki wewenang untuk meningkatkan pasukan dari seluruh Provinsi Jing<ref>de Crespigny, Rafe (1996) Later Han Military Organisation.
Ancaman Guan Yu untuk Cao Cao setelah kesuksesan dininya sangat besar sehingga Cao Cao pernah bermaksud memindahkan ibu kota. Ketika Cao Cao meminta masukan dari penasihatnya, Sima Yi dan Jiang Ji (蔣濟) betul-betul keberatan. Mereka mengungkit bahwa persekutuan antara Liu Bei dan Sun Quan rapuh karena perseteruan mengenai kuasa atas Provinsi Jing dan Sun Quan pasti tidak akan senang atas kesuksesan Guan Yu. Mereka menyarankan agar Cao Cao mengirim utusan ke Sun Quan untuk menyodorkan Jiangnan jika Sun Quan setuju menusuk punggung Guan Yu.
Baris 31:
Begitu Xu Huang diperintahkan untuk membantu Cao Ren, Cao Cao mengirim dua jenderal, Xu Shang (徐商) dan Lü Jian (呂建) untuk memimpin bantuan lagi menyusul Xu Huang, menyuruhnya tidak menyerang hingga seluruh bala bantuan tiba. Sambil menunggu, Xu Huang menuju Lereng Yangling (陽陵), utara Fancheng. Karena sebagian besar pasukan Cao Cao di bawah Xu Huang terdiri atas rekrutan baru, Xu setia mematuhi perintah Cao Cao untuk menahan serangan. Guan Yu memahami benar situasi Xu Huang, ditambah kepercayaan diri berlebihan atas kemenangan sebelumnya, ia sama sekali mengabaikan ancaman Xu Huang dan membuat kesalahan besar dengan membagi pasukannya dan mengirim pasukan lain ke Xiangyang, salah paham bahwa Fancheng akan dengan mudah jatuh ke tangannya. Namun, karena kekuatan dan keteguhan pertahanan, kota ini masih jauh dari menyerah.
Guan Yu membuat kesalahan strategi lagi dengan membiarkan baris depannya maju terlalu jauh dari pasukan utama dan tidak berhubungan dengan baris depan tersebut padahal ia tidak mampu memisahkan pasukan saat itu. Hasilnya, saat baris depan berada tiga mil dari Fancheng utara, terdapat celah besar di antaranya dengan pasukan utama. Mengambil kesempatan, Xu Huang mengumpan dengan menggali parit panjang, berpura-pura akan memotong baris depan Guan Yu yang tertipu dan mundur.<ref name="SGZ Volume 17">Chen Shou.
=== Taktik ===
Baris 54:
Kesalahan Guan bukanlah melanjutkan pengepungan, melainkan memutuskan ikatan dengan Sun Quan. Di awal operasi, ia mengirim utusan untuk meminta pertolongan Sun, dan nyatanya bala bantuan diberikan meskipun sangat lama sampainya ke medan perang. Guan seharusnya sudah menyadari bahwa ia tidak dipercaya oleh Sun pada waktu itu; bukannya memperkuat persekutuan, ia justru menghina utusan Sun dan menolak lamaran pernikahan, lalu merebut persediaan makanan Sun di perbatasan secara paksa. Dengan ini, Sun sudah wajar kalau membalas. Namun, Guan terlalu percaya diri terhadap menara yang ia tegakkan di dataran tinggi sepanjang Sungai Yangtze untuk memantau pergerakan pasukan Sun. Perbuatannya ini mengakibatkan kehancuran (sebagaimana invasi Lü Meng's terhadap Provinsi Jing), tetapi tidak begitu signifikan untuk Pertempuran Fancheng sebab Guan tidak terpengaruh oleh tusukan Sun di punggungnya (Guan Yu malah mendirikan pertahanan terhadap Xu Huang).
Kesalahan pertama Guan menyangkut operasi ini adalah kesalahpahaman mengenai pengambil alihan Fancheng yang cepat. Ia tidak sadar bahwa banjir itu hanya sementara dan Cao Cao masih dapat mengirimkan unit demi unit bala bantuan jika ia tidak mampu merebut Fancheng dengan sebentar. Terdapat kesalahan strategi yang turut berkontribusi — Guan membagi pasukannya sekurang-kurangnya menjadi tiga: baris depan di Wilayah Jia, pasukan pengepung Xiangyang, dan pasukan utama yang ia sendiri kontrol. Karena itu ia melanggar hukum konsentrasi kekuatan sementara pengepungan di manapun itu akan lebih memakan waktu daripada jika ia mengkonsentrasikan kekuatannya. Lalu, ketika Xu Huang tiba di medan perang dengan tentara tak terlatih nan lemah, Guan seharusnya sudah menghabisi kawan lamanya sebelum Xu bersiap; ia justru memfokuskan diri pada pembangunan benteng dan mencoba meniru apa yang Zhou Yu lakukan di Pertempuran Jiangling. Kesalahan operasi yang terakhir ialah Guan memandang rendah rekan lamanya (mungkin Guan sebenarnya sudah cocok menilai Xu Huang sebab ia tidak begitu terpandang sebelum Pengepungan Fancheng). Di samping mengadakan dua pangkalan, Guan mendirikan sepuluh lapis barikade terhadap pasukan Xu yang kemudian masih memerintahkan penyerangan setelah menerima pasukan elite dan sukses menaklukkan pangkalan-pangkalan Guan.<ref name="SGZ Volume 17">Chen Shou.
Ahli sejarah lain memandang Guan dengan empati karena pada pecahnya perang, ia menghadapi dilema akibat hasil yang tidak memuaskan tidak peduli serangan diluncurkan atau tidak. Di barat, meskipun Liu Bei dengan sukses memperoleh benteng yang kuat, Hanzhong, Liu Bei tidak dapat melanjutkan momentumnya karena penduduk Hanzhong secara drastis berkurang sebab 80.000 di antaranya pindah ke wilayah Cao Cao ketika ia mengalahkan Zhang Lu beberapa tahun silam.<ref>(以丞相長史杜襲為駙馬都尉,留督漢中事。襲綏懷開導,百姓自樂出徙洛、鄴者八萬餘口。) Sima Guang.
Rentetan kemenangan Liu Bei akhirnya berakhir setelah sepuluh tahun ia menaklukkan dua provinsi terbesar, merangkul banyak komandan dan penasihat terkenal, dan memperoleh dukungan paling populer sebagai "Raja" Han Zhong. Cao Cao dan Sun Quan takut akan kemenangan berlanjut Liu dan cukup bijak dalam bekerja sama. Meski demikian, yang merupakan pemenang utama dari masalah ini pastinya adalah Sun Quan, tidak hanya merebut bagian besar Provinsi Jing dari Liu Bei dan memenggal Guan Yu (salah satu jenderal paling terkenal), ia juga mengambil alih lebih dari 40.000 pasukan Yu Jin dan Guan Yu; yang paling penting, Sun Quan mengamankan Komando Nan yang sangat vital demi bertahannya rezim Wu Timur di masa depan (waktu yang dibutuhkan untuk pergi dari Provinsi Jing ke Provinsi Yang ke hilir hanya sedikit, jika Provinsi Jing tidak dikuasai sama dengan pengontrol Provinsi Yang, pengontrol Provinsi Yang itu akan menghadapi potensi ancaman dari pihak lain sepanjang waktu). Cao Cao juga mengamankan domainnya di timur laut Provinsi Jing dengan menggagalkan serangan Liu Bei meskipun hampir saja tidak berhasil. Cao Cao pun lebih senang karena persekutuan antara Liu Bei dan Sun Quan berakhir walau Cao Cao meninggal tidak lama setelah pertempuran dan tidak menikmatinya. Liu Bei masih memegang kekuasaan di Jing, utamanya di barat laut meliputi Shangyong, Anyang, dan Xi Cheng.
|