Benteng Kapahaha: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Ben Ias S (bicara | kontrib)
k Yang pertama menambahkan spasi setelah tanda baca. Kedua, menyamakan penggunaan tata kata. Pada paragraf 5 baris 7 terdapat kata “barang atau benda”, tetapi di kalimat akhir paragraf tersebut diubah menjadi “benda/barang”. Saya ubah sehingga sama dengan tata kata di kalimat awalnya.
Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Tugas pengguna baru
k Penambahan keterangan waktu pada sebuah kalimat
Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Tugas pengguna baru Newcomer task: copyedit
 
(Satu revisi perantara oleh satu pengguna lainnya tidak ditampilkan)
Baris 1:
{{wikify|date=30 Oktober 2011}}{{rapikan|date=2011}}
'''Benteng Kapahaha''' adalah sebuah [[Pembentengan|benteng]] alam (benteng pertahanan) pada perang [[perang Ambon]] IV]] (Ruhmpius) atau sering disebut dengan [[Perang Kapahaha]] [[1637]]-[[1646]]. Letaknya ± 4 KM ke arah utara Pusat Uli Sailessy. Sebelum menjadi Benteng Pertahanan tempat ini sudah dihuni oleh manusia sejak berabad-abad lamanya. Manusia yang menghuni tempat ini berasal dari Ulapokol (Tempat hunian Roh-roh Gaib "Rijalal Gaib")di Gunung [[Salahutu, Maluku Tengah|Salahutu]], Manusia pertama di Ulapokol tersebut adalah Uka Latu Tapil.
 
Dalam perkembangan selanjutnya anak-anak dari Uka Latu Tapil melakukan perpindahan Ke Amaela (Gunung Kukusan), setelah itu kemudian mereka pindah dan menetap di Kapahaha. Dari waktu ke waktu melalui proses perkawinan, maka semakin banyak manusia di tempat ini kemudian mereka membentuk sebuah Aman/Hena (Negeri). Aman (negeri) tersebut terdiri dari beberapa rumah tau yaitu: Rumah Tau [[Marga Ambon|Sasole]], Rumah Tau [[Marga Ambon|Sialana]], Rumah Tau [[Marga Ambon|Leikawa]] dan Rumah Tau [[Marga Ambon|Manilet]]. Keempat rumah tau inilah yang merupakan turunan asli yang menetap di aman (Negeri Lama) Kapahaha. Rumah Tau Manilet adalah turunan dari seorang penyiar agama islam yang berasal dari timur tengah bernama Syekh Qalam Abdul Kahar. Dia datang sekitar abad ke-8 Masehi dan mengislamkan Penduduk Kapahaha yaitu empat rumah tau tersebut.