Taman Budaya Tegal: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Andriana08 (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Matabulanhari (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(30 revisi perantara oleh 11 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1:
{{Infobox taman budaya
[[Berkas:Tbt.jpg|thumb|300px|Teater Arena, Taman Budaya Tegal]]
|image=
'''Taman Budaya Tegal''' atau yang lebih dikenal dengan TBT adalah salah satu aset Pemerintah [[Kota Tegal]] berbentuk bangunan yang digunakan sebagai wahana apresiasi, pelatihan, pengembangan, pameran, pendokumentasian karya-karya seni-budaya seniman Kota Tegal dan sekitarnya. Pembangunan TBT dimulai pada tahun [[2009]] semasa Walikota Adi Winarso, S.Sos. Sedangkan peresmiannya dilakukan pada tanggal [[19 Desember]] [[2012]], semasa pemerintahan Ikmal Jaya, S.E, Ak.
|berdiri=2012
|pengelola=[[Kota Tegal|Pemerintah Kota Tegal]]
|fasilitas= Sekretariat, Pendapa ageng, Pendapa alit, Teater arena, Ruang pameran, Ruang dokumentasi, Ruang studio (audio/video), Wisma seni, Aula (ruang rapat), Area parkir
|alamat= Jl. Kol. Sugiono Kota Tegal
|telpon= -
|email= -
|website= -
}}
'''Taman Budaya Tegal''' atau '''TBT''' adalah sebuah kompleks gedung bangunan milik Pemerintah [[Kota Tegal]], provinsi [[Jawa Tengah]], [[Indonesia]]. Gedung ini dibangun untuk keperluan penyediaan wahana apresiasi, pelatihan, pengembangan, pertunjukan seni, pameran, pendokumentasian karya-karya para seniman dan kegiatan. Area seluas 1 hektar yang berlokasi di Jalan Kolonel Sugiono [[Kota Tegal]], ini diresmikan pada [[19]] [[Desember]] [[2012]] oleh [[Wali kota]] Tegal (saat itu), [[Ikmal Jaya|Ikmal Jaya, S.E., Ak.]]
 
== Latar belakang ==
Sementara ini, bangunan utama TBT masih berupa teater arena dengan kapasitas 700 tempat duduk, dilengkapi dengan tata ruang akustik, pendingin ruangan ([[AC]]), lampu berteknologi digital, dan sound sistem. Dengan kapasitas dan perlengkapan seperti ini menjadikan teater arena TBT menjadi teater arena terbesar di Indonesia, seperti pernah dituturkan oleh Murtidjono, mantan Kepala Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) saat menjadi pembicara dalam diskusi "Membedah Taman Budaya Tegal", di [[Dewan Kesenian Tegal]], tahun [[2011]]. Tahun-tahun selanjutnya, Pemerintah [[Kota Tegal]] masih akan melanjutkan dengan membangun pendhapa, ruang pamer, studio, pusat dokumentasi, dan wisma seni. Sedangkan pengelolaannya ditangani langsung oleh Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata.
[[Berkas:Ebiet at TBT.jpg|jmpl|kiri|Ebiet G. Ade, saat tampil dalam acara Reuni 4E di Taman Budaya Tegal]]
Denyut kesenian Kota Tegal, sejak era [[1980|1970]], sudah menampakkan gairahnya. Teater RSPD, Teater Puber, dan Teater Massa Hisbuma merupakan kelompok seni yang paling meramaikan khasanah kesenian Kota Tegal hingga dasawarsa [[1990]]-an. Tercatat pula, beberapa seniman/grup berskala nasional yang pernah berkunjung dan mementaskan karyanya seperti; [[WS Rendra]], Bengkel Teater, Teater Lingkar, Teater Tetas, [[ADA Band]], [[Kerispatih]], [[Dewa 19]], [[Ari Lasso]], Ari Sutedja (pianis), [[Luluk Purwanto]], dan masih banyak lagi. Selain itu, beberapa peneliti dari luar negeri juga pernah melakukan penelitiannya selama berbulan-bulan di Kota Tegal dalam rangka menyusun disertasi mereka yaitu Anton Lucas (penulis buku ''Peristiwa Tiga Daerah'') dan Richard Curtis.<ref name="Yono Daryono">{{cite web |url=http://nasional.kompas.com/read/2009/11/17/15194951/kutil.kardinah.dan.bu.sardjoe |title =Kutil, Kardinah, Dan Bu Sardjoe |author=Yono Daryono |publisher=Kompas.com |accessdate=27 Januari 2015}}</ref> Meningkatnya volume kegiatan kesenian yang kurang diimbangi tersedianya tempat pertunjukan merupakan keprihatinan bagi kalangan seniman setempat. Sementara Gedung Kesenian Tegal yang ada saat itu kuranglah memadai untuk menyelenggarakan pertunjukan-pertunjukan, karena beberapa bagian bangunan telah rusak. Maka pada tahun [[2009]], sejumlah seniman bersama [[Dewan Kesenian Tegal]], didampingi oleh staf dari Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan mengadakan studi banding ke Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta. Dan hasilnya, dengan mengusung spirit dari Taman Budaya Jawa Tengah, penyusunan usulan pembangunan gedung taman budaya pun disetujui oleh Pemkot Tegal. Selama kurun waktu 2010 sampai 2012 dibangunlah Taman Budaya Tegal dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp. 5 miliar.<ref>{{cite web |url=http://koran.tempo.co/konten/2009/05/06/164404/KilasKota-Tegal-Akan-Bangun-Taman-Budaya |title =Kota Tegal Akan Bangun Taman Budaya |author= |publisher=Tempo.co |accessdate=27 Januari 2015}}</ref>
 
== Pertunjukan yang sudah digelar ==
Jika di [[Kota Semarang]] sudah terdapat Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), di Surakarta sudah dibangun TBJT, maka pembangunan TBT diproyeksikan menjadi pusat aktivitas seni-budaya di Jawa Tengah bagian barat yang meliputi [[Kota Tegal]], [[Kabupaten Tegal]], [[Kabupaten Brebes]], [[Kabupaten Pemalang]], [[Kabupaten Pekalongan]], [[Kota Pekalongan]], dan [[Kabupaten Batang]].
* Resital piano ''Golden Finger'' oleh Jelia, dan Michael Gunadi Wijaya,.<ref danname="Yono kawan-kawan.Daryono"/>
 
==Pertunjukan yang sudah digelar==
* Resital piano ''Golden Finger'' oleh Jelia, Michael Gunadi Wijaya, dan kawan-kawan.
* Semenjana Voice dalam peresmian Teater Arena TBT
* Teater RSPD dalam lakon ''Testimoni'' ''Drupadi''.<ref>{{cite web |url=http://koran.tempo.co/konten/2012/06/16/277401/-KILAS--Drama-Testimoni-Drupadi-Dipentaskan |title =Drama Testimoni Drupadi Dipentaskan |author= |publisher=Tempo.co |accessdate=27 Januari 2015}}</ref><ref>{{cite web |url=http://www.promojateng-pemprovjateng.com/detilfoto.php?id=711 |title=Galery Foto Testimoni Drupadi |author=Pemprov Jateng |publisher=Pemprov Jateng |accessdate=27 Januari 2015 |archive-date=2013-03-23 |archive-url=https://web.archive.org/web/20130323140031/http://promojateng-pemprovjateng.com/detilfoto.php?id=711 |dead-url=yes }}</ref>
* Drupadi (Teater RSPD)[http://www.promojateng-pemprovjateng.com/detilfoto.php?id=711]
* Kusuma Budaya dalam peresmian Teater Arena TBT
* Seni ruparupa mahasiswa [[Unnes]]
* Teater Qi dan CressindO dalam drama musikal Rama Shinta.<ref>{{cite web |url=http://k99-news.com/berita-379-pentas-drama-musikal.html |title=Pentas Drama Musikal |author= |publisher=k99-news.com |accessdate=27 Januari 2015 |archive-date=2014-12-26 |archive-url=https://web.archive.org/web/20141226235128/http://k99-news.com/berita-379-pentas-drama-musikal.html |dead-url=yes }}</ref>
* Teater Qi dalam peresmian Teater Arena TBT
* Putu Wijaya, Agus R Sarjono, Iman Soleh, dan Joni Ariadinata dalam acara Sastrawan Bicara Siswa Bertanya (SBSB)
* Monolog Mbah Tohir (Sutradara [[Srimulat]])
* Reunion 4E ([[Ebiet G. Ade]], [[Emha Ainun Nadjib]], [[Eko Tunas]], dan E.H. Kartanegara) dalam launching buku kumpulan cerpen ''Tunas'' karya [[Eko Tunas]].<ref>{{cite web |url=http://www.beritasatu.com/musik/107406-reuni-4e-nostalgia-persahabatan-empat-dekade.html |title =Reuni 4E: Nostalgia Persahabatan Empat Dekade |author= |publisher=Beritasatu.com |accessdate=27 Januari 2015}}</ref>
 
== Lihat pula ==
* [[Eko Tunas]]
* [[Yono Daryono]]
* [[Dwi Ery Santoso]]
* [[Rudi Iteng]]
* [[Dewan Kesenian Tegal]]
 
==Pranala luarReferensi ==
{{reflist}}
* [http://www.promojateng-pemprovjateng.com/detilfoto.php?id=711]
* [http://www.infojawatengah.com/pemkot-tegal-siap-wadahi-aspirasi-seniman/]
 
[[Kategori:TamanKota BudayaTegal]]