Arnold Mononutu: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Rachmat-bot (bicara | kontrib)
k Robot: Perubahan kosmetika
Tidak ada ringkasan suntingan
(48 revisi perantara oleh 26 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1:
{{Nama Minahasa|Mononutu}}
{{Infobox Officeholder
| honorific-prefix = <small>[[Profesor|Prof.]] [[Meester in de rechten|Mr.]]</small>
| name = {{PAGENAME}}
| image = Arnold mononutuMononutu, Kami Perkenalkan (1954), risp61.jpg
| imagesize =
| caption =
| office = [[Daftar Menteri Penerangan= Indonesia|Menteri Penerangan Indonesia]]
| order = ke-6
| president = [[Soekarno]]
|term_start = 27 April 1951
|term_end primeminister = 3 April[[Mohammad 1952Hatta]]
|president term_start = [[Soekarno]]20 Desember 1949
| term_end = 6 September 1950
|primeminister = [[Wilopo]]
| predecessor = = [[M.AR. PellaupessySyamsudin]]
| successor = [[Ferdinand LumbanR. TobingSyamsudin]]
| president1 = [[Soekarno]]
|term_start1 = 3 April 1952
| primeminister1 = [[Soekiman Wirjosandjojo]]
|term_end1 = 30 Juli 1953
|president1 term_start1 = [[Soekarno]]27 April 1951
| term_end1 = 3 April 1952
|primeminister1 = [[Sukiman Wirjosandjojo]]
| predecessor1 = M.A. Pellaupessy
|successor1 president2 = [[Ferdinand Lumban TobingSoekarno]]
| primeminister2 = [[Wilopo]]
|term_start2 = 20 Desember 1949
|term_end2 term_start2 = 63 SeptemberApril 1950 1952
|president2 term_end2 = [[Soekarno]]30 Juli 1953
|primeminister2 successor2 = [[MohammadFerdinand Lumban HattaTobing]]
| order3 = ke-1
|predecessor2 = Mr. Sjamsuddin
| office3 = Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok
|successor2 = Mr. Sjamsuddin
|order3 term_start3 = 328 Agustus 1953
|office3 term_end3 = [[Rektor Universitas Hasanuddin]]1955
|term_start3 predecessor3 = 1960''Tidak ada''
|term_end3 successor3 = 1965[[Sukarjo Wiryopranoto]]
| office4 = [[Rektor Universitas Hasanuddin]] ke-3
|predecessor3 = K.R.M.T. Djokomarsaid
|successor3 term_start4 = M. Natsir Said= 1960
|birth_date term_end4 = [[1896]]1965
| predecessor4 = K.R.M.T. Djokomarsaid
|birth_place = [[Sulawesi Utara]] {{negara|Indonesia}}
|death_date successor4 = M. Natsir Said
| birth_date = {{birth date|1896|12|4}}
|death_place =
| birth_place = [[Manado]], [[Celebes]], [[Hindia Belanda]]
|party =
| death_date = {{death date and age|1983|9|5|1896|12|4}}
|spouse =
|children death_place = [[Jakarta]], [[Indonesia]]
|residence party = {{Parpolicon|PNI}}
|alma_mater spouse =
|occupation children =
| residence =
|signature = Signature of Arnold Mononutu, Dari Srinagar ke Tokyo, p2.jpg
|religion alma_mater = [[Kristen= Protestan]]
| occupation =
| signature = Signature of Arnold Mononutu.svg
}}
[[Profesor|Prof.]] [[Meester in de rechten|Mr.]] '''Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu''' ({{lahirmati|[[Manado]], [[Sulawesi Utara]]|4|12|1896|Jakarta|5|9|1983}}) adalah [[Pahlawan Nasional Indonesia|pahlawan nasional]] yang pernah menjabat sebagai [[Menteri Penerangan]], anggota [[Konstituante|Majelis Konstituante]], dan rektor [[Universitas Hasanuddin]]. Selain itu ia adalah [[Daftar Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok|Duta Besar Indonesia pertama untuk Tiongkok]].<ref>{{Cite web|title=Arnold Mononutu - PNI (Partai Nasional Indonesia) - Profil Anggota|url=https://www.konstituante.net/id/profile/PNI_arnold_mononutu|website=Konstituante.Net|access-date=2021-10-24}}</ref>
 
== Kehidupan awal ==
[[Ir]].'''Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu''' adalah [[Menteri Penerangan]] pada era [[Kabinet RIS]]. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Parlemen [[Negara Indonesia Timur]]. Pada tahun [[1949]] sesudah berlangsungnya [[Konferensi Meja Bundar]] di [[Den Haag]], Belanda, yang menghasilkan kesepakatan pembentukan Negara [[Republik Indonesia Serikat]] (RIS), dalam suatu tim kerja dengan kolega terdekatnya sesama Diplomat, Mr. Soedibjo Wirjowerdojo (yang kemudian mendampinginya selaku charge d'affaires/Wakil Duta Besar di RRC tahun 1953 - 1955), ia yang pertama kali mengumumkan nama Batavia menjadi Jakarta. Sedangkan Mr. Soedibjo Wirjowerdojo mengumumkannya di [[Belanda]].<ref>[http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id/ministers/popup_biodata_pejabat.asp?id=112 Biodata: Arnold Mononutu]</ref>.
[[Berkas:Arnold mononutu with his parents, potret seorang patriot, p. 123.jpg|jmpl|kiri|200px|Mononutu muda bersama orangtuanya]]
Mononutu lahir di Manado pada tanggal 4 Desember 1896. Ayahnya bernama Karel Charles Wilson Mononutu dan ibunya bernama Agustina van der Slot.<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 9.</ref> Baik ayah dan kakeknya adalah tokoh terkemuka dalam masa-masa mereka. Ayahnya adalah seorang pegawai negeri (''ambtenaar'') [[Hindia Belanda]]. Kakeknya yang juga bernama Arnold Mononutu adalah orang [[Minahasa]] pertama yang menyelesaikan studi di sekolah untuk pelatihan dokter pribumi (''School tot Opleiding van Inlandsche Artsen'', STOVIA) di [[Batavia]].<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 5.</ref>
 
Ketika Mononutu berusia dua tahun, ayahnya ditugaskan ke [[Gorontalo]]. Empat adiknya lahir di Gorontalo, tetapi sayangnya keempatnya meninggal antara lima dan enam bulan. Pada tahun 1903, Mononutu mengikuti sekolah dasar bahasa [[Belanda]] (''Europeesche Lagere School'', ELS) di Gorontalo.<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 10.</ref> Ia melanjutkan studinya di tingkat sekolah yang sama di Manado setelah ayahnya dipindahtugaskan ke Manado. Pada tahun 1913, Mononutu belajar di sekolah menengah Belanda (''Hogere burgerschool'', HBS) di Batavia di mana ia bertemu dan berteman dengan [[Alexander Andries Maramis|AA Maramis]] yang juga dari Minahasa dan [[Achmad Soebardjo|Achmad Subardjo]].<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 15.</ref>
Ia salah satu seorang dari tokoh [[PNI]]. Persahabatannya dengan [[Hatta]] dan tokoh-tokoh PI ([[Perhimpunan Indonesia]]) lainnya terjalin saat mereka belajar di [[Eropa]]. Selain itu ia pernah pula menjadi anggota Majelis [[Konstituante]] ([[1956]]-[[1959]]) mewakili PNI.
 
== Sewaktu di Belanda ==
 
[[Berkas:Pengurus_perhimpunan_indonesia,_mononutu_potret_seorang_pahlawan,_p._124.jpg|jmpl|kiri|200px|Mononutu bersama pengurus Perhimpunan Indonesia lainnya (1925)]]
 
Pada tahun 1920, Mononutu berangkat ke Eropa untuk memulai studinya di Belanda. Setelah beberapa tahun mengambil kursus persiapan untuk mendaftar di universitas, ia memutuskan untuk mendaftar di Akademi Hukum Internasional Den Haag (''Académie de droit internasional de La Haye di Den Haag'').<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 55.</ref> Pada awalnya, Mononutu tidak memiliki jiwa nasionalisme. Namun, setelah menghadiri rapat-rapat [[Perhimpunan Indonesia]] (''Indische Vereeniging'') di Belanda, rasa nasionalisme untuk Indonesia mulai bertumbuh dalam dirinya. Dia menjadi lebih terlibat dalam organisasi tersebut dan terpilih sebagai wakil ketua pada periode yang sama di mana [[Mohammad Hatta]] terpilih sebagai bendahara.<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 48.</ref>
 
Ketika [[Soekiman Wirjosandjojo]] menjadi ketua Perhimpunan Indonesia, Mononutu diminta untuk mewakili organisasi ini di antara organisasi-organisasi mahasiswa di [[Paris]].<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 58.</ref> Selama berada di Paris, unsur-unsur dari Dinas Intelijen Politik Belanda (''[[Politieke Inlichtingen Dienst]]'') menjadi curiga terhadap kegiatan-kegiatan Mononutu. Pemerintah kolonial di Indonesia menyebarkan desas-desus palsu kepada ayahnya bahwa dia bersimpati kepada gerakan komunis. Ayahnya diancam akan dipindahkan dari posisinya jika ia terus mengirimkan uang kepada anaknya.<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 64.</ref> Ketika ayahnya berhenti membiayainya, Mononutu menjadi tergantung pada teman-temannya. Dia kembali ke Belanda dari [[Prancis]] dan tinggal bersama [[Ali Sastroamidjojo]] dan keluarganya.<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 71.</ref> Setelah diam-diam menerima uang dari ayahnya melalui pamannya yang datang ke Belanda, Mononutu dapat membayar semua hutangnya dan ia kembali ke Indonesia pada bulan September 1927.<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 76.</ref>
 
== Kembali ke Indonesia ==
 
Setelah kembali ke Indonesia, Mononutu segera terlibat dalam upaya nasionalisme. Ia menjadi anggota [[Partai Nasional Indonesia]] (PNI) yang baru dibentuk.<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 90.</ref> Ia juga bertemu dengan pendirinya, [[Soekarno]], untuk pertama kalinya.<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 95.</ref> Mononutu menyewa sebuah kamar di rumah yang sama dengan Suwirjo dan [[Sugondo Djojopuspito]] yang keduanya adalah pemimpin [[Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia]].<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 79.</ref> Organisasi ini adalah bagian dari [[Sumpah Pemuda|Kongres Pemuda Indonesia Kedua]] pada tahun 1928 yang menghasilkan Sumpah Pemuda.
 
Pada mulanya, Mononutu bekerja untuk sebuah perusahaan eksplorasi minyak [[Jepang]] bernama Mitsui Buissan Kaisha, tetapi kemudian memutuskan untuk bekerja di [[Perguruan Rakyat]] yang baru didirikan walaupun dengan gaji yang lebih rendah.<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 101.</ref> Ia mengelola dan mengajar di sekolah-sekolah yang didirikan oleh Perguruan Rakyat. Guru-guru lain termasuk [[Mohammad Yamin]] dan Gunawan Mangunkusumo (saudara [[Tjipto Mangoenkoesoemo]]).<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 104.</ref> Sekolah-sekolah tersebut memiliki total sekitar 300 siswa yang terdaftar. Pada tahun 1930, Mononutu harus meninggalkan posisinya di Perguruan Rakyat dan kembali ke Manado, karena dia menerima kabar bahwa ibunya sakit.
 
== Waktu di Manado dan Ternate ==
 
Mononutu tinggal di Manado selama 12 tahun dari 1930 hingga 1942. Selama waktu ini, ia menjadi direktur koperasi [[kopra]]. Koperasi ini memiliki sekitar 500 anggota yang tersebar di seluruh wilayah Minahasa dan [[Bolaang Mongondow]]. Mononutu berhasil mendapatkan kredit dari Bank Kredit Umum Rakyat (''Algemene Volkscredietbank'') yang sekarang [[Bank Rakyat Indonesia]] untuk membayar hutang-hutang para petani kopra. Ini memungkinkan para petani untuk menjual kopra mereka ke koperasi, yang menawarkan harga lebih stabil dan sesuai dengan standar. Kopra itu kemudian diekspor melalui ''Nationale Handelsbank'' yakni sebuah bank yang didirikan Belanda untuk membiayai perdagangan antara Belanda dan Hindia Belanda.<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 111, 112.</ref>
 
Pada awal pendudukan Jepang pada tahun 1942, Mononutu dicari oleh Jepang karena sikap nasionalisnya dan hubungannya dengan organisasi-organisasi nasionalis. Dengan bantuan seorang Jepang yang bersimpatik bernama Yamanishi, Mononutu melarikan diri ke pulau [[Ternate]] di [[Kepulauan Maluku]] dan menetap di sana sampai akhir pendudukan Jepang.<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 120.</ref>
 
== Keterlibatan dalam Negara Indonesia Timur ==
 
[[Berkas:Misi muhibah nit ke ri.jpg|jmpl|250px|Mononutu (ketiga dari kanan) bersama Hatta dan [[Hamengkubuwono IX]]]]
 
Setelah [[Proklamasi Kemerdekaan Indonesia]], Mononutu memfokuskan usahanya untuk membantu rakyat [[Maluku Utara]] untuk menentukan respon mereka yang terbaik. Dia adalah salah seorang yang mendirikan organisasi politik bernama Persatuan Indonesia. Sebuah koran bernama Menara Merdeka diterbitkan untuk mempromosikan cita-cita Persatuan Indonesia.<ref name="Prisma 1983 p. 110">[[#Prisma1983|Prisma (1983)]], p. 110.</ref> Koran ini memberikan pesan-pesan pro-republik dan mengkritik upaya-upaya Belanda untuk membentuk sebuah negara yang terpisah dari Republik Indonesia yang baru saja diproklamasikan.
 
Upaya Belanda untuk menemukan solusi federalis untuk Indonesia termasuk diantaranya pembentukan [[Negara Indonesia Timur]] (NIT) pada tahun 1946. Mononutu menjadi anggota parlemen NIT dan memimpin kelompok anggota parlemen yang pro-republik.<ref name="Prisma 1983 p. 110"/><ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 181.</ref> Dia memfokuskan usahanya untuk membujuk anggota parlemen lain untuk mendukung gagasan menyatukan NIT dengan Republik Indonesia. Setelah [[Agresi Militer Belanda I]] pada tahun 1947, Mononutu mendirikan Gabungan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia.<ref>[[#Sudarmanto2006|Sudarmanto (2006)]], p. 420.</ref> Organisasi ini berusaha menyoroti tindakan Belanda yang berupaya untuk kembali menjajah Indonesia. Pada bulan Februari 1948, ia memimpin sebuah delegasi NIT untuk mengunjungi dan bertemu dengan para pemimpin Republik Indonesia di [[Yogyakarta]].<ref>[[#Atmakusumah2011|Atmakusumah (2011)]], p. 315.</ref> Pada tahun 1949, NIT menjadi konstituen dari [[Republik Indonesia Serikat]] (RIS), yang kemudian dibubarkan pada 17 Agustus 1950 dan digantikan oleh Republik Indonesia yang bersatu.
 
== Menteri Penerangan ==
 
[[Berkas:Arnold mononutu giving a speech in garut on 10 juli 1951, potret seorang patriot, p. 132.jpg|jmpl|250px|Mononutu berpidato di [[Garut]]]]
[[Berkas:Arnold mononutu with sukarno in purwodadi on 15 september 1952, potret seorang patriot, p. 137.jpg|jmpl|250px|Mononutu bersama Soekarno di Purwodadi]]
 
Mononutu ditunjuk sebagai [[Menteri Penerangan]] dalam pemerintahan Indonesia pada tiga kesempatan terpisah:
 
* Di [[Kabinet Republik Indonesia Serikat]] mulai 20 Desember 1949 hingga 6 September 1950<ref>[[#Feith1962|Feith (1962)]], p. 47.</ref>
* Di [[Kabinet Sukiman-Suwirjo]] dari 27 April 1951 hingga April 1952<ref>[[#Feith1962|Feith (1962)]], p. 180.</ref>
* Di [[Kabinet Wilopo]] dari 3 April 1952 hingga 30 Juli 1953<ref>[[#Feith1958|Feith (1958)]], p. 94.</ref>
 
Selama menjabat sebagai menteri penerangan, beberapa daerah di Indonesia diguncang oleh pemberontakan-pemberontakan termasuk di [[Jawa Barat]] ([[Angkatan Perang Ratu Adil]]), [[Sulawesi Selatan]] (oleh [[Andi Azis]]), dan [[Maluku]] (oleh [[Christiaan Robbert Steven Soumokil|Chris Soumokil]]). Mononutu bersama dengan Soekarno mengunjungi daerah-daerah ini dan dalam rapat-rapat terbuka mempromosikan cita-cita sebuah bangsa yang bersatu.<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 202.</ref>
 
Pada tahun 1949 sesudah berlangsungnya [[Konferensi Meja Bundar]] di [[Den Haag]], Belanda, yang menghasilkan kesepakatan pembentukan RIS, dalam suatu tim kerja dengan kolega terdekatnya sesama Diplomat, Mr. Soedibjo Wirjowerdojo (yang kemudian mendampinginya selaku charge d'affaires/Wakil Duta Besar di RRT tahun 1953–1955), ia yang pertama kali mengumumkan nama Batavia menjadi Jakarta. Sedangkan Mr. Soedibjo Wirjowerdojo mengumumkannya di [[Belanda]].<ref>[http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id/ministers/popup_biodata_pejabat.asp?id=112 Biodata: Arnold Mononutu]{{Pranala mati|date=Februari 2021 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}</ref>
 
== Rektor Universitas Hasanuddin ==
 
Pada tahun 1960, Mononutu diminta oleh Soekarno untuk menjadi rektor Universitas Hasanuddin.<ref>[[#Sanovra2018|Sanorva (2018)]].</ref> Dalam lima tahun jabatannya sebagai rektor, jumlah mahasiswa bertumbuh dari 4000 mahasiswa menjadi 8000 mahasiswa. Pada awal jabatannya, universitas ini hanya memiliki tiga fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, dan Fakultas Kedokteran. Selama masa jabatannya, enam fakultas baru didirikan yakni Fakultas Ilmu Pasti dan Alam, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Sastra, Fakultas Sosial Politik, dan Fakultas Teknik.<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 239.</ref>
 
== Meninggal ==
[[Berkas:Prof. Arnoldus Izaak Zacharias Nononutu - TMP Kalibata.jpg|jmpl|Foto makam Arnoldus Izaak Zacharias N di TMPNU Kalibata, Jakarta]]
Pada tanggal 5 September 1983, Mononutu wafat dan dimakamkan di [[Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata|Taman Makam Pahlawan Kalibata Nasional Utama]], [[Kota Administrasi Jakarta Selatan|Jakarta Selatan]].
 
== Penghargaan ==
 
Pada tanggal 15 Februari 1961, Mononutu dianugerahi [[Bintang Mahaputra Utama]] yaitu penghargaan tertinggi yang diberikan kepada seorang warga sipil oleh pemerintah Indonesia.<ref>[[#Nalenan1981|Nalenan (1981)]], p. 255.</ref> Pada tanggal 10 November 2020, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh [[Joko Widodo|Presiden Joko Widodo]] dalam sebuah upacara di [[Istana Negara]].<ref>[[#SetNeg2020|Kementerian Sekretariat Negara (2020)]].</ref>
 
== Referensi ==
 
== Rujukan ==
{{reflist}}
 
'''Sumber referensi'''
 
* {{cite book
| last = Atmakusumah
| first =
| date = 2011
| title = Takhta untuk Rakyat: Celah-celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX
| location = Jakarta
| publisher = Gramedia
| ref = Atmakusumah2011
}}
 
* {{cite book
| last = Feith
| first = Herbert
| date = 1958
| title = The Wilopo Cabinet, 1952-1953: A Turning Point in Post-Revolutionary Indonesia
| publisher = Equinox Publishing
| ref = Feith1958
}}
 
* {{cite book
| last = Feith
| first = Herbert
| date = 1962
| title = The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia
| publisher = Equinox Publishing
| ref = Feith1962
}}
 
* {{cite web
| date = {{date|2020-11-10}}
| url = https://www.setneg.go.id/baca/index/presiden_jokowi_anugerahkan_gelar_pahlawan_nasional_kepada_enam_tokoh
| title = Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Enam Tokoh
| publisher = Kementerian Sekretariat Negara
| ref = SetNeg2020
}}
 
* {{cite book
| last = Nalenan
| first = R.
| date = 1981
| title = Arnold Mononutu: Potret Seorang Patriot
| location = Jakarta
| publisher = Gunung Agung
| ref = Nalenan1981
}}
 
* {{cite journal
| author = <!--Staff writer(s); no by-line.-->
| date = 1983
| title = Arnold Mononutu
| journal = Prisma
| volume = 12
| issue = 7-12
| pages = 110
| ref = Prisma1983
}}
 
* {{Cite news| author = Sanovra
| date = {{date|2018-11-05}}
| url = https://makassar.tribunnews.com/2018/11/05/tribunwiki-daftar-rektor-universitas-hasanuddin-makassar-dari-tahun-1956-2022?page=all
| title = TRIBUNWIKI: Daftar Rektor Universitas Hasanuddin Makassar, dari Tahun 1956-2022
| publisher = Tribun Timur
| ref = Sanovra2018
| last = Maharani
| first = Ina
| language = id
| work = [[Tribunnews|Tribunnews.com]]
}}
 
* {{cite book
| last = Sudarmanto
| first = J.B.
| date = 2006
| title = Jejak-jejak Pahlawan: Perekat Kesatuan Bangsa Indonesia
| publisher = Grasindo: Gramedia Widiasarana Indonesia
| location = Jakarta
| ref = Sudarmanto2006
}}
 
{{kotak mulai}}
{{s-gov}}
{{kotak suksesi | jabatan = [[Daftar Menteri Penerangan Indonesia|Menteri Penerangan]] | pendahulu = [[Sjamsuddin]] | pengganti = [[Sjamsuddin]] | tahun = 1949-1950 }}
{{kotak suksesi
{{kotak suksesi | jabatan = [[Daftar Menteri Penerangan Indonesia|Menteri Penerangan]] | pendahulu = [[M.A. Pellaupessy]] | pengganti = [[Ferdinand Lumban Tobing]] | tahun = 1951-1953 }}
| jabatan = [[Daftar Menteri Penerangan Indonesia|Menteri Penerangan]]
| pendahulu = [[R. Syamsudin]]
| pengganti = [[R. Syamsudin]]
| tahun = 1949–1950
}}
{{kotak suksesi
| jabatan = [[Daftar Menteri Penerangan Indonesia|Menteri Penerangan]]
| pendahulu = M.A. Pellaupessy
| pengganti = [[Ferdinand Lumban Tobing]]
| tahun = 1951–1953
}}
{{s-dip}}
{{s-new}}
{{s-ttl | title = [[Daftar Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok|Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok]] | years = 1953–1955}}
{{s-aft | after = [[Sukarjo Wiryopranoto]]}}
{{kotak selesai}}
 
{{Pahlawan Nasional Indonesia}}
{{indo-bio-stub}}
{{Menteri Penerangan Indonesia}}
{{Authority control}}
 
{{DEFAULTSORT:Mononutu, Arnold}}
 
[[Kategori:Menteri Indonesia]]
[[Kategori:Tokoh PNI]]
[[Kategori:Pahlawan nasional Indonesia]]
[[Kategori:Profesor Indonesia]]
[[Kategori:Rektor Indonesia]]
[[Kategori:Rektor Universitas Hasanuddin]]
[[Kategori:Tokoh Minahasa]]
[[Kategori:Marga Mononutu]]
[[Kategori:Tokoh Sulawesi Utara]]
[[Kategori:Tokoh dari Manado]]
[[Kategori:Tokoh Kristen Indonesia]]
[[Kategori:Politikus Indonesia]]
[[Kategori:Politikus Partai Nasional Indonesia]]
[[Kategori:Menteri Indonesia]]
[[Kategori:Menteri Penerangan Indonesia]]
[[Kategori:Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia]]
[[Kategori:Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok]]
[[Kategori:Anggota Konstituante Republik Indonesia]]
[[Kategori:Penerima Bintang Mahaputera Utama]]
[[Kategori:Daftar pahlawan nasional Indonesia yang beragama Kristen]]