Tri Marhaeni Pudji Astuti: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
kTidak ada ringkasan suntingan |
|||
(23 revisi perantara oleh 13 pengguna tidak ditampilkan) | |||
Baris 1:
{{Infobox Person
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
}}
Prof. Dr. '''Tri Marhaeni Pudji Astuti''', M.Hum. ({{lahirmati|[[Purwodadi]], [[Jawa Tengah]]|9|6|1965}}) adalah
== Masa Kecil Tri Marhaeni Pudji Astuti ==
Tri kecil lahir dari keluarga guru. Lahir di sebuah desa yang cukup jauh dari kota. Saat bersekolah ia harus berjalan kaki. Ia bercerita tentang bagaimana masa-masa sekolah di SD. "Dulu lantainya dari tanah, sekarang sudah berkeramik. Tapi kayu-kayunya, jendela, dan pintunya masih seperti yang dulu. Sering kami mendapat tugas mengambil pasir dari kali untuk menguruk sekolah ini," kenangnya. Menurutnya untuk sampai di sekolah, dia harus berjalan kaki sekitar 2
== Pendidikan<ref name="Sucipto Hadi Purnomo">{{cite web|url=http://unnes.ac.id/profesor/tri-marhaeni-pudji-astuti/|title=Prof. Dr. Tri Marhaeni Pudji Astuti, M.Hum.|author=Sucipto Hadi Purnomo|access-date=2015-01-25|archive-date=2015-02-16|archive-url=https://web.archive.org/web/20150216152303/http://unnes.ac.id/profesor/tri-marhaeni-pudji-astuti/|dead-url=yes}}</ref>
▲== Pendidikan<ref>{{cite web|url=http://unnes.ac.id/profesor/tri-marhaeni-pudji-astuti/|title=Prof. Dr. Tri Marhaeni Pudji Astuti, M.Hum.|author=Sucipto Hadi Purnomo}}</ref> ==
* S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, [[Universitas Negeri Semarang]] (UNNES)
* S2 Kajian Wanita [[Universitas Indonesia]] (UI)
* S3 bidang Antropologi, [[Universitas Gajah Mada]] (UGM)
== Pengalaman Organisasi/
* Sekretaris Pusat Studi Wanita (PSW) [[Unnes]]
* Peneliti di Lembaga Pengkajian dan Sumber Daya Pembangunan (LPSPP)
* Badan pembina [[Yayasan Puan Amal Hayati]]
* Ketua Bidang Pengembangan Profesi dan
* Perintis LSM Purgatorio yang bergerak pada bidang pemberdayaan masyarakat dan perempuan
* Staf ahli bagian Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK), Kemdiknas (2008)
Baris 53 ⟶ 54:
== Karya Tulis ==
Karya tulis Tri Marhaeni Pudji Astuti sering dimuat di harian surat kabar terutama Suara Merdeka. Diantaranya adalah
* Memahami TKW di Malaysia (Suara Merdeka: 2011)
* Dekonstruksi Putih Itu Cantik (Suara Merdeka: 2011)
▲Karya tulis Tri Marhaeni Pudji Astuti sering dimuat di harian surat kabar terutama Suara Merdeka. Diantaranya adalah :
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
== Karya Penelitian ==
* Pengembangan Model Adopsi Inovasi Pertolongan Persalinan Sehat oleh Dukun Bayi (3 tahun) Program : Hibah Bersaing Tahun : 1998 (Ketua)▼
* Pengembangan Model Adopsi Inovasi
▲* Pengembangan Model Adopsi Inovasi
* Poverty, Migration, and The Loss of Womenhood: The Life-history and Story of Poor Women from Central Java In Malaysia and Singapura (1999) ;
* Redefinisi Eksistensi Perempuan sebagai Model Pemberdayaan Perempuan Migran (2 tahun) Program
* Penaggulangan Faktor
* Pemberdayaan Politik Perempuan Berbasis Pesantren (2003) ;
* Model Penyadaran Kesetaraan dan Keadilan Gender di Pondok Pesantren (2 tahun) Program
* Pemetaan Trafficking di Jawa Tengah (2006)
* Gender Construction in Pesantren In Malaysia and Indonesia (2006) ;
Baris 101:
* Pemberdayaan Perempuan Perajin Batik di Kabupaten Banjarnegara (2008)
* Image Masyarakat terhadap Jurusan IPA IPS di SMA dalam Konteks Perubahan Kurikulum (ketua)
* Pemberdayaan Perempuan Perajin Batik di Kabupaten Banjarnegara
* Model Pengembangan Museum Batik Pekalongan sebagai Sarana Pewarisan Budaya Batik Bagi Masyarakat Pekalongan 2010 (*ketua)
* Pemberdayaan perempuan perajin batik di kecamatan susukan kabupaten Banjarnegara dengan pelatihan kewirausahaan dan peningkatan kualitas produk 2011 (ketua)
* Pemberdayaan Perempuan Perajin Batik di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara dengan pelatihan Kewirausahaan dan Peningkatan Kualitas Produk
* Model sosialisasi gender di sekolah dasar melalui komik 2012 (ketua
* Pengembangan model Penanggulangan Trafficking Berbasis Masyarakat di Daerah Perbatasan Indonesia Dengan Malaysia (Kasus di Entikong Kalimatan Barat)
* Strategi pemerataan pendidikan dan penguatan ekonomi sektor pariwisata dan pertanian melalui program sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, tertinggal (sm- 3t) 2014 (ketua)
== Pengabdian Masyarakat ==
* Penyuluhan dan pembinaan Tertib Administrasi Pertanahan di Kalangan Masyarakat Gunungpati Semarang,
* Penyuluhan Gender dalam pendidikan, bagi masyarakat Kelurahan Kandri Program
* Sosialisasi Kesetaraan Gender bagi Guru SD Sekaran 01 Gunungpati Semarang
* Workshop Penyusunan Bahan Ajar Responsif gender Bidang pendidikan 2010
* Sosialisasi kesetaraan Gender dalam Pendidikan bagi Guru SD Negeri 1 DAN 2 Sekaran-Gunungpati, 2008 (ketua)
* Peningkatan SDM Guru SMPN 24 Semarang melalui Pelatihan PTK,
== Karya Buku ==
* Konstruksi Gender Dalam Realita Sosial (UNNES Press)
* Penghargaan Sosial Semu dan Liminalitas Perempuan Migran (Widya Karya Semarang)
== Raih Penghargaan 100 Perempuan Peneliti Indonesia ==
Wanita paruh baya ini pada tahun 2010 meraih penghargaan “100 Perempuan Peneliti Indonesia” dari KNI (Komisi Nasional untuk Indonesia) dan UNESCO.<ref
Salah satu penelitiannya mengenai TKW ilegal di Malaysia dan Singapura untuk penyelesaian disertasinya. Judul yang diangkat mengenai ’Redefinisi Eksistensi Perempuan Migran (Kasus TKW di Malaysia dan Singapura)'.<ref>{{cite web|url=http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/05/02/185167/Penghargaan-Sosial-Semu-TKI|title=Penghargaan Sosial Semu TKI|author=Tri Marhaeni Pudji Astuti|access-date=2015-01-25|archive-date=2016-03-04|archive-url=https://web.archive.org/web/20160304194159/http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/05/02/185167/Penghargaan-Sosial-Semu-TKI|dead-url=yes}}</ref> Dari hasil penelitiannya itu Ia berpandangan bahwa pemeritah belum tegas melindungi tenaga kerja perempuan yang bekerja di luar negeri.
== Aktif di Forum Profesor ==
Tri Marhaeni Pudji Astuti memiliki kepedulian dalam menyikapi fenomena bangsa. Ia menggagas berdirinya [[forum profesor]] yang diantaranya ikut merumuskan pernyataan sikap sebagai ungkapan keprihatinan atas kondisi politik di tanah air. Dalam pandangannya seorang [[guru besar]] tidak boleh hidup di menara gading. Guru besar harus ikut berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan bangsa yang semakin carut marut. Menurutnya saat ini perkembangan praktik politik banyak mendegradasi perjalanan pendewasaan demokrasi sejak era reformasi.<ref>{{cite web|url=http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/forum-profesor-untuk-ungkapkan-keprihatinan/|title=”Forum Profesor” untuk Ungkapkan Keprihatinan|author=Suara Merdeka|access-date=2015-01-25|archive-date=2014-10-12|archive-url=https://web.archive.org/web/20141012014212/http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/forum-profesor-untuk-ungkapkan-keprihatinan/|dead-url=yes}}</ref>
== Suka Berbagi ==
Mantan guru SMA ini sering didaulat menjadi narasumber<ref>{{cite web|url=http://epaper.suaramerdeka.com/read/2012/12/23/18EM23L12MGU.pdf|title=”Tri Marhaeni Pudji Astuti, Melatih Guru dari sabang sampai Merauke|author=Miftahun Nikmah|access-date=2015-01-25|archive-date=2016-03-04|archive-url=https://web.archive.org/web/20160304140225/http://epaper.suaramerdeka.com/read/2012/12/23/18EM23L12MGU.pdf|dead-url=yes}}</ref>
to schools|author=The Jakarta Post, Semarang}}</ref>
== Referensi ==
{{reflist|1}}
{{ISPI}}
{{DEFAULTSORT:Astuti, Tri Marhaeni Pudji}}
[[Kategori:Tokoh ISPI]]
|