Pecalukan, Prigen, Pasuruan: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
asasadas |
||
(7 revisi perantara oleh 5 pengguna tidak ditampilkan) | |||
Baris 8:
|kode pos = 67157
|nama pemimpin =
|luas =
|penduduk = 11.000+ Jiwa
|kepadatan =
}}
''' Pecalukan''' adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan [[Prigen, Pasuruan|Prigen]], [[Kabupaten Pasuruan]], Provinsi [[Jawa Timur]]. Secara Geografis Pecalukan Berbatasan Dengan Kelurahan Prigen Di Barat, Kelurahan Ledug dan Desa Sukolilo Di Timur, Desa Gambiran Di Utara, dan Hutan Negara Di Selatan. Kelurahan ini merupakan Kelurahan yang terletak di Lereng Gunung Arjuno dan Gunung Welirang dengan ketinggian rata-rata 678mdpl, dengan suhu rata-rata (23-29C DULU) 26-31C. Kondisi tanah sebagian berupa lahan pertanian dan lahan yang dipergunakan untuk real estate serta merupakan kawasan wisata. Secara administratif Kelurahan Pecalukan dibagi menjadi 4 bagian lingkungan, antara lain : Lingkungan Krajan, Lingkungan Geneng Tengah, Lingkungan Geneng Sari dan Lingkungan Taman Wisata. Dengan rincian 58 RT dan 12 RW.
== Batas ==
Baris 21:
* Hutan Negara di sebelah selatan.
== Potensi ==
=== Kopi Katana (exselsa) ===
Kopi Exselsa/Kopi nangka yang memiliki bau & rasa yang memang sangat unik sekaligus nikmat bagi para pecinta kopi di Indonesia. Kopi Exselsa sendiri memang tumbuh di kawasan Kelurahan Pecalukan Kecamatan Prigen yang dimana kopi jenis ini memang terbilang limited edition/Premium di kelas kopi Indonesia.
=== Kopi Katana Robusta & Arabika (wine Proses) ===
Kopi katana adalah nama brand kopi dari karang taruna kelurahan Pecalukan Kecamatan Prigen kopi katana sendiri berasal dari petani asli kopi arjuno,welirang. Untuk varian rasa,kopi ini mempunyai 2 andalan rasa yaitu Blend Robusta & Arabica dengan olahan Wine Proces dimana olahan ini sendiri adalah jenis proses pasca panen yang di alami kopi tersebut & melahirkan sebuah (yang katanya) cita rasa unik menyerupai aroma Wine.dengan kata lain Wine Cafffe juga bisa di sebut dengan coffe fermented atau kopi yang mengalami proses fermentasi sebelum menjadi biji kopi. harga dari kopi Katana ini terbilang cukup terjangkau untuk kopi dengan olahan & rasa yang khas yaitu Rp.19.000.
=== Telur Asin Asap ===
Jual Telor Asin Asap Bakar, oleh-oleh khas kota dingin Tretes. Dibuat dari telor bebek pilihan dan di asinkan selama 10 hari, kemudian di bakar menggunakan batok kelapa, sehingga rasanya jadi lebih gurih, lebih masir, lebih enak dan tahan lama masa simpannya. Bau amis telor jadi berkurang, digantikan dengan aroma bakar yang khas. Kulit telor berwarna coklat mengkilap keemasan, sehingga sangat menarik dan menggugah selera. Disamping itu, telor asap ini juga dikemas dengan bentuk yang menarik. Packing-nya menggunakan tali dari rumput mendong yang artistik dan elegan, sehingga sangat pas buat oleh-oleh orang tercinta. Sengaja menghindari kemasan plastik untuk menghindari limbah yang berbahaya bagi bumi kita.
== Pariwisata ==
Baris 30 ⟶ 38:
Bukit Watu Tumpeng adalah tempat yang cocok untuk ngopi dengan spot yang indah. Bukit Watu Tumpeng (BWT) berlokasi di Jalan Pecalukan (Watu Tumpeng), Prigen, Kabupaten Pasuruan. DI ERA sekarang kedai kopi telah menjamur. Mereka menambahkan konsep desain yang bervariasi untuk menciptakan kenyamanan bagi para pengunjungnya. Itu membuat para pengunjung yang datang tak hanya menikmati kopi tetapi juga menikmati suasana yang ada di sekitarnya. Bukit Watu Tumpeng (BWT) berlokasi di Jalan Pecalukan (Watu Tumpeng), Prigen, Kabupaten Pasuruan. BWT didirikan 30 Agustus 2017. Tidak butuh waktu lama, kedai kopi itu semakin nge-hits di kalangan anak muda di daerah Prigen dan sekitarnya.
===
Pecalukan bisa dikatakan sebagai wilayah terbesar di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Tretes sudah dikenal sebagai kawasan ‘Puncak’-nya Jawa Timur. Daerah pegunungan ini memang memiliki hawa yang dingin dan kerap dijadikan destinasi wisata warga Jatim yang sedang berlibur. Mencari sarana akomodasi di Tretes pun tidak sulit. Pasalnya di daerah Tretes ada banyak hotel, homestay, hingga villa yang disewakan untuk menampung para wisatawan yang kebetulan tengah liburan. Siapa yang tidak kenal dengan tretes terutama di daera pervillaan Geneng Sari Pecalukan prigen pasuruan. Wilayah ini mayoritas adalah wilayah villa. Banyak villa yang disediakan didaerah ini mulai yang harga terendah sampai tertinggi.
Taman Kahyangan ternyata memiliki nilai histori yang tinggi. Terjadinya taman tersebut berawal dari kisah percintaan antara Joko Truno dan Nyai Coban Wedok yang terjadi pada jaman dahulu. Joko yang baru menikah tiba-tiba mendapat tugas negara sehingga harus meninggalkan sang istri. Dalam perjalanannya, sampailah Joko di sebuah hutan yang sangat lebat. Akan tetapi, musibah terjadi padanya, karena Joko terjatuh ke dalam jurang yang sangat curam dan tidak dapat meminta pertolongan kepada siapapun. Sedangkan sang istri yang gelisah lantaran suami belum juga pulang, akhirnya memutuskan untuk mencari Joko hingga sampai di air terjun yang kini dinamakan Air Terjun Pucuk Truno.
▲Taman Kahyangan ternyata memiliki nilai histori yang tinggi. Terjadinya taman tersebut berawal dari kisah percintaan antara Joko Truno dan Nyai Coban Wedok yang terjadi pada jaman dahulu. Joko yang baru menikah tiba-tiba mendapat tugas negara sehingga harus meninggalkan sang istri. Dalam perjalanannya, sampailah Joko di sebuah hutan yang sangat lebat. Akan tetapi, musibah terjadi padanya, karena Joko terjatuh ke dalam jurang yang sangat curam dan tidak dapat meminta pertolongan kepada siapapun. Sedangkan sang istri yang gelisah lantaran suami belum juga pulang, akhirnya memutuskan untuk mencari Joko hingga sampai di air terjun yang kini dinamakan Air Terjun Pucuk Truno.
“Taman Kahyangan”, sebuah Point View yang menghadirkan pemandangan menakjubkan dari kaki perbukitan yang terletak di Lingkungan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
== Sejarah ==
'''Kelurahan Pecalukan''' sangat menarik sebagai kekayaan khasanah budaya bangsa.
▲𝗗𝗘𝗦𝗔 𝗣𝗘𝗖𝗔𝗟𝗨𝗞𝗔𝗡 dikenal banyak orang karena masyarakatnya yang agamis, pada saat tertentu banyak para santri dari berbagai daerah datang ke Pecalukan mengadakan kegiatan keagamaan yang secara rutin dilaksanakan.
Pada Jaman dahulu kala terbetik ceritera Raden
Dalam perjalanan tersebut beliau mendapat wangsit berupa petunjuk mereka harus berhenti di lereng Gunung Penanggungan. setelah tiba di tempat tersebut mereka berjalan memasuki hutan kemudian menemukan sebuah gua disalah satu
▲Pada Jaman dahulu kala terbetik ceritera Raden Mas Adiman putera dari Raden Mas Subronto dari kerajaan Mataram di Jawa Tengah mengadakan perjalanan laut menyusuri pantai selatan pulau jawa menggunakan perahu, hal tersebut dilakukan Raden Mas Subronto karena merasa perlu memberikan pengalaman kepada putranya yang saat itu menginjak dewasa. Disamping itu mereka meninggalkan Kerajaan Mataram karena pada saat itu Kerajaan Mataram mengalami penurunan karena diserang Kerajaan Demak pada saat pemerintahan Prabu Brawijaya ke – V.
Di dalam gua inilah Raden
▲Dalam perjalanan tersebut beliau mendapat wangsit berupa petunjuk mereka harus berhenti di lereng Gunung Penanggungan. setelah tiba di tempat tersebut mereka berjalan memasuki hutan kemudian menemukan sebuah gua disalah satu gunung kecil tepatnya disebelah utara gunung penanggungan yang saat ini gunung tersebut saat impian dinamakan masyarakat sekitar sebagai Gua Penanggungan.
▲Di dalam gua inilah Raden Mas Subronto bersemedi memohon petunjuk pada Yang Maha Kuasa dimanakah tempat yang cocok untuk puteranya bertempat tinggal memulai kehidupan yang baru.
Syahdan ditengah khusuknya beliau bersemedi datanglah jin pengganggu berwujud putri yang menginginkan supaya dikawinkan dengan Raden Mas Adiman dengan menghiba dan setengah memaksakan kehendaknya minta dikawinkan, tentu saja permintaan tersebut ditolak dengan halus oleh Raden Mas Subronto dengan mengatakan hal tersebut tidak mungkin terjadi karena kita berbeda, kami manusia berwujud kasar dan jin putrid berwujud halus ( gaib ). Merasa di tolak jin putri menjawab “ Baiklah kalau begitu, aku mengalah tetapi sebagai gantinya semua keturunan Raden Mas Adiman yang datang ke Gunung Penanggungan sampai dengan tujuh turunan menjadi bagianku. “▼
▲
Artinya semua keturunan Raden Mas Adiman tidak boleh datang ke Gunung Penanggungan sampai turunan ke tujuh, apabila hal ini dilanggar maka tentu mendapat halangan dan tidak bisa kembali ke rumah.
Syarat itupun disetujui oleh Raden Mas Subronto dan meneruskan semedinya tanpa diganggu apapun sampai mendapat wangsit/ petunjuk dari Yang Maha Kuasa,
Dari nama alat tersebut, maka Raden
Begitulah dengan menggunakan alat yang bernama Caluk tersebut mereka membabat alas, banyak sekali pohon-pohon ditebang dan dari kayu-kayunya mereka membangun rumah –rumah untuk tempat tinggal. Semakin luas daerah yang terbuka ternyata di sana banyak terdapat batu yang besar-besar dengan bentuk yang beraneka macam antara satu dengan yang lain. Sepertu yang berada di sebelah timur ditemukan batu berbentuk tumpeng, maka diberi nama “Watu Tumpeng”
Demikian sejak saat itu Raden
▲Demikian sejak saat itu Raden Mas Adiman menetap di desa Pecalukan sampai menikah dan mempunya keturunan 9 orang yang tersebar di berbagai daerah. Masyarakat sampai sekarang memanggil anak-anak RM Adiman tersebut degan sebutan “mbah” yaitu
1. Mbah Badjuri
2. Mbah Kapinah
Baris 69 ⟶ 72:
4. Mbah Kidjan yang diberi julukan Anggres
5. Mbah Sagimah
6. Mbah Pondok (satu-satunay keturunan
7. Mbah Sar
8. Mbah Mo
Anak no 1 dan 2 tinggal di daerah Gempol sampai akhir hayat beliau, sedangkan anak no 3 sampai dengan 9 tetap di Pecalukan tersebar di beberapa dusun yang sampai sekarang pesarean beliau semua terawat dengan baik.
Sepanjang hidupnya beliau menjadi sesepuh yang dihormati dan dibanggakan sampai akhir hayat beliau. Karena memang selama hidupnya beliau membaktikan diri dengan segenap hati untuk membantu masyarakat desa Pecalukan baik dalam hal mengatasi permasalahan keamanan, perkawinan, sampai pada wabah penyakit yang saat itu dinamakan Bug Geblug dalam istilah Jawa. Khususnya untuk masalah yang satu ini masyakat berkumpul bersama-sama dengan membawa obor kemudian denagan dipimpin satu orang ketua, mereka berkeliling kampong sambil membaca Nadumud Burda
Sampai sekarang kebiasaan ini masih dipakai, khususnya pada saat salah satu warga mengadakan tasyakuran akan menempati rumah baru selalu dibacakan sholawat Nadumud Burda dengan maksud agar sebelum dihuni hal-kal yang tidak baik dalam rumah tersebut supaya hilang semua. Sehingga waktu menempati rumah tercipta ketentraman dan kedamaian bagi semua penghuni rumah.
Untuk menghormati sesepuh yang merupakan leluhur
Demikianlah sampai sekarang semua tradisi dan ritual budaya tetap dipertahankan dan dipelihara masyarakat sebagai bagian dari kearifan lokal daerah tersebut.
== Kebudayaan ==
Baris 95 ⟶ 94:
{{Authority control}}
|