Dinamo: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
k Mengembalikan suntingan oleh 140.213.182.242 (bicara) ke revisi terakhir oleh Rusdi Ramazaki
Tag: Pengembalian
Kim Nansa (bicara | kontrib)
Fitur saranan suntingan: 3 pranala ditambahkan.
Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Tugas pengguna baru Disarankan: tambahkan pranala
 
Baris 1:
'''Dinamo''' atau istilah lainnya disebut sebagai generator adalah sebuah mesin [[listrik]] yang dapat mengubah [[energi kinetik]] menjadi [[energi listrik]]. Konsep kerja dinamo sama dengan [[Generator listrik|generator]] yaitu memutar kumparan di dalam [[medan magnet]] atau memutar magnet di dalam kumparan. Bagian dinamo yang berputar disebut rotor, sedangkan bagian dinamo yang tidak bergerak disebut stator. Pada posisi ini dinamo akan menerima [[energi dalam]] bentuk gerak dan mengeluarkannya menjadi sebuah aliran listrik statis. Pada konsep yang sederhana, dinamo terdiri dari sebuah lilitan kawat yang diletakan di dalam kumaparan atau medan magnet, hal ini dapat ditemui pada pembangkit listrik tenaga air, di mana aliran air akan diarahkan pada turbin untuk menghasilkan [[Rotasi|gerak rotasi]] yang berulang-ulang.<ref name=":0">{{Cite book|last=Risdiyani|first=Chasanah, dkk|date=2015|title=Fisika Peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam|location=Klaten|publisher=PT. Intan Pariwara|pages=135|url-status=live}}</ref>
 
== Klasifikasi ==
Dinamo atau istilah lainnya di sebut juga sebagai generator dibedakan menjadi dua, yaitu dinamo arus dua arah atau bolak-balik, Arus bolak-balik|AC (Alternating Current) dan dinamo arus satu arah DC (Direct Current).
 
* Dinamo AC memiliki dua buah cincin putar sehingga arus listrik yang dihasilkan berupa arus listrik bolak-balik. Dinamo AC juga disebut sebagai generator alternator. GGL ([[Gaya gerak listrik|Gaya Gerak Listrik]]) induksi pada generator AC bisa diperbesar dengan cara menambah dan memperbanyak lilitan kawat pada kumparan, mempercepat putaran rotor, menambahkan inti besi lunak ke dalam kumparan, hingga menggunakan magnet permanen yang lebih kuat dan tahan panas. Secara keseluruhan, generator AC terdiri dari rotor, stator, dan celah udara (ruang antara stator dan rotor).<ref name=":0" /><ref name=":1">{{Cite book|last=Aris Budiman|first=Hasyim Asy‟ari, dan Arief Rahman Hakim|date=2005|title=Desain Generator Magnet Permanen Untuk Sepeda Listrik|publisher=Emitor|pages=59-67|url-status=live}}</ref>
* Dinamo DC hanya memiliki satu cincin yang terbelah di tengah, cincin ini biasa disebut dengan komutator atau cincin belah. Dengan adanya komutator, arus listrik yang dihasilkan berupa arus listrik searah. Sedangkan prinsip kerja generator DC sama halnya dengan dinamo AC, namun yang membedakan dinamo AC dan DC adalah ada pada arah arus induksinya yang tidak berubah atau tetap, komutator ini dapat menghasilkan komutasi, di mana peristiwa komutasi ini dapat mengubah arus yang dihasilkan dinamo menjadi searah. Dinamo DC terdiri dari 2 bagian yaitu stator atau kumparan kawat yang diam, dan rotor berputar mengikuti arus magnet yang berputar.<ref name=":0" /><ref name=":1" />
 
Baris 10:
Prinsip kerja dinamo ini berlandaskan pada [[Hukum induksi Faraday|hukum Faraday]] yang membuktikan apabila lilitan kawat yang dapat menghantarkan listrik berada pada medan magnet yang dapat berubah-ubah, maka pada lilitan kawat tersebut akan terbentuk GGL induksi. Begitu pula sebaliknya, apabila lilitan kawat yang dapat menghantarkan listrik tersebut diubah sedemikian rupa dalam medan magnet, maka lilitan kawat tersebut akan terbentuk GGL induksi. Tegangan GGL induksi ini dapat dibentuk dan diperbesar dayanya, namun hal ini tergantung pada jumlah lilitan kawat dalam kumparan, kekuatan medan magnet yang dihasilkan, dan kecepatan perputaran dinamo. Hukum Faraday sangat berkaitan erat dengan sudut pandang [[Teori relativitas|Relativitas Einstein]] tentang [[induksi elektromagnetik]].<ref name=":1" /><ref>{{Cite journal|last=Igal Galili, Dov Kaplan|first=and Yaron Lehavi|date=2006|title=Teaching Faraday‟s Law of Electromagnetic Induction in an Introductory Physics Course|url=https://doi.org/10.1119/1.2180283|journal=American Journal of Physics|volume=74.4|pages=337-43}}</ref>
 
Alat [[pembangkit listrik]] [[arus bolak-balik]] yang paling sederhana ada pada dinamo sepeda. Tenaga yang digunakan untuk memutar rotor adalah roda sepeda. Jika roda berputar, kumparan atau magnet akan ikut berputar. Akibatnya akan timbul GGL (Gaya Gerak LIstrik) induksi pada setiap ujung kumparan dan arus listrik. Semakin kencang roda berputar maka akan semakin cepat pula magnet atau kumparan berputar. Dengan begitu maka semakin besar pula GGL induksi dan arus listrik yang dihasilkan. Contoh GGL ini dapat ditemui pada [[Baterai listrik|baterai]], [[akumulator]] (aki), dan dinamo itu sendiri. Pada kasus baterai dan aki, kedua benda in dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik, sedangkan dinamo dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.<ref name=":2">{{Cite book|last=Bambang|first=Ruwanto|date=2017|title=Fisika SMA Kelas XII|location=Jakarta|publisher=Yudhistira|pages=8|url-status=live}}</ref>
 
Jika magnet yang berada di dekat kumparan kawat tidak bergerak, maka jarum [[galvanometer]] juga tidak ikut bergerak. Hal ini menandakan bahwa tidak ada arus listrik yang mengalir. Jika magnet digerakkan, baik mendekati atau menjauhi kumparan, maka jarum galvanometer akan bergerak. maka itu artinya, dalam kumparan tersebubt terdapat arus listrik walaupun tidak ada sumber GGL di dalamnya.