Muslim bin al-Hajjaj: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Wiki taqim (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
Fazily (bicara | kontrib)
k Mengembalikan suntingan oleh 103.22.99.229 (bicara) ke revisi terakhir oleh Alfiyah Rizzy Afdiquni
Tag: Pengembalian
 
(4 revisi perantara oleh 4 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 7:
 
<!-- Image and Caption -->
| image_name image =ImamMuslim1.png | image_caption =
 
<!-- Information -->
Baris 27:
[[Al-Ghazali|Imam Al-Ghazali]] dalam kitab ''Ihya Ulumuddin'' terdapat istilah ''akhraja hu'' yang berarti mereka berdua meriwayatkannya. Ia belajar hadis sejak masih dalam usia dini, yaitu mulai tahun 218 H. Ia pergi ke [[Hijaz]], [[Irak]], [[Syam]], [[Mesir]] dan negara-negara lainnya.{{Butuh rujukan}}
 
Di [[Khurasan]], ia berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih; di Ray ia berguru kepada [[Muhammad bin Mahran]] dan [[Abu `Ansan]]. Di Irak ia belajar hadis kepada [[Imam Ahmad]] dan [[Abdullah bin Maslamah]]; di Hijaz belajar kepada [[Sa`id bin Mansur]] dan [[Abu Mas`Abuzar]]; di Mesir berguru kepada [[`Amr bin Sawad]] dan [[Harmalah bin Yahya]], dan kepada ulama ahli hadis yang lain.<ref>{{ButuhCite rujukanweb|last=Haqiqi|first=Rif'an|date=2023-01-19|title=Imam Muslim bin Al-Hajjaj, Pecinta Ilmu Hadits Sejak Usia Belia|url=https://www.nu.or.id/tokoh/imam-muslim-bin-al-hajjaj-pecinta-ilmu-hadits-sejak-usia-belia-z7W0Y|website=NU Online|access-date=2024-02-02}}</ref>
 
Dia berkali-kali mengunjungi Baghdad untuk belajar kepada ulama-ulama ahli hadis, dan kunjungannya yang terakhir pada 259 H, di waktu Imam Bukhari datang ke Naisabur, dia sering datang kepadanya untuk berguru, sebab ia mengetahui jasa dan ilmunya. Dan ketika terjadi fitnah atau kesenjangan antara Bukhari dan [[Az-Zihli]], ia bergabung kepada Bukhari, sehingga hal ini menjadi sebab terputusnya hubungan dengan Az-Zihli. Muslim dalam Sahihnya maupun dalam kitab lainnya, tidak memasukkan hadis-hadis yang diterima dari Az-Zihli padahal ia adalah gurunya. Hal serupa ia lakukan terhadap Bukhari. Ia tidak meriwayatkan hadis dalam Sahihnya, yang diterimanya dari Bukhari, padahal iapun sebagai gurunya. Tampaknya pada hemat Muslim, yang lebih baik adalah tidak memasukkan ke dalam Sahihnya hadis-hadis yang diterima dari kedua gurunya itu, dengan tetap mengakui mereka sebagai guru.<ref>{{Cite web|url=https://republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/11/08/01/lp92b1-para-perawi-hadits-imam-muslim-murid-sekaligus-penerus-bukhari|title=Para Perawi Hadits: Imam Muslim, Murid Sekaligus Penerus Bukhari|date=2011-08-01|website=Republika Online|access-date=2020-02-01}}</ref>