Analisis matematis: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
k bot Mengubah: vi:Giải tích toán học |
Fitur saranan gambar: 1 gambar ditambahkan. |
||
(36 revisi perantara oleh 23 pengguna tidak ditampilkan) | |||
Baris 1:
[[Berkas:"Bow-tie" diagram of components in a directed network.jpg|jmpl|Diagram "dasi kupu-kupu" dari komponen-komponen dalam jaringan terarah]]
'''Analisis matematis''' adalah cabang ilmu [[matematika]] yang mencakup teori [[turunan]], [[integral]], [[ukuran (matematika)|ukuran]], [[limit]], [[deret (matematika)|deret]],<ref>Edwin Hewitt and Karl Stromberg, "Real and Abstract Analysis", Springer-Verlag, 1965</ref> dan [[analisis fungsional]]. Teori ini biasanya dipelajari dalam konteks [[bilangan riil]] dan [[bilangan kompleks]] dan [[fungsi (matematika)|fungsi]]. Analisis ini dikembangkan dari [[kalkulus]], yang mencakup konsep dasar dan teknik analisis. Analisis ini dapat dibedakan dari [[geometri]]. Namun, analisis ini dapat diterapkan di seluruh [[ruang (matematika)|ruang]] objek matematika yang memiliki definisi kedekatan ([[ruang topologi]]) atau jarak tertentu di antara objek ([[ruang metrik]]).
== Sejarah ==
Analisis matematis sudah ada sejak awal zaman matematika Yunani kuno. Sebagai contoh, suatu jumlah geometris yang terbatas tersirat dalam [[Paradoks Zeno|paradoks]] [[Zeno dari Elea|Zeno]].<ref name="Stillwell Infinite Series Early Results">{{cite book|last=Stillwell|authorlink=John Stillwell|title=|year=2004|chapter=Infinite Series|pages=170|quote=Infinite series were present in Greek mathematics, [...] There is no question that Zeno's paradox of the dichotomy (Section 4.1), for example, concerns the decomposition of the number 1 into the infinite series <sup>1</sup>⁄<sub>2</sub> + <sup>1</sup>⁄<sub>2</sub><sup>2</sup> + <sup>1</sup>⁄<sub>2</sub><sup>3</sup> + <sup>1</sup>⁄<sub>2</sub><sup>4</sup> + ... and that Archimedes found the area of the parabolic segment (Section 4.4) essentially by summing the infinite series 1 + <sup>1</sup>⁄<sub>4</sub> + <sup>1</sup>⁄<sub>4</sub><sup>2</sup> + <sup>1</sup>⁄<sub>4</sub><sup>3</sup> + ... = <sup>4</sup>⁄<sub>3</sub>. Both these examples are special cases of the result we express as summation of a geometric series}}</ref> Menyusul [[Matematika Yunani|matematikawan Yunani]] seperti [[Eudoksos dari Knidos|Eudoxus]] and [[Archimedes]] menjadikannya lebih eksplisit, tetapi tidak formal, menggunakan konsep [[limit]] dan konvergensi saat mereka menggunakan [[metode penghabis]] untuk menghitung luas bangun datar dan volume bangun ruang.<ref>(Smith, 1958)</ref> Di [[India]], [[matematikawan]] abad ke-12 [[Bhāskara II]] memberi contoh tentang [[turunan]] dan menggunakan konsep seperti yang sekarang dikenal dengan nama [[Teorema Rolle]].
Pada abad ke-14, [[Madhava dari Sangamagrama]] mengembangkan [[deret (matematika)|deret tak hingga]], seperti [[deret pangkat]] dan [[Deret Taylor|deret taylor]] sebagai fungsi seperti [[sinus]], [[kosinus]], [[tangen]] dan [[kotangen]]. Disamping pengembangan deret taylor dari [[fungsi trigonometrik]], ia juga mengestimasikan besarnya [[galat]] yang dihasilkan dengan memotong deret dan memberikan perkiraan yang rasional pada sebuah deret tak tak hingga. Pengikutnya di [[mazhab astronomi dan matematika Kerala]] melanjutkan karyanya hingga abad ke-16.
Di [[Eropa]], pada akhir abad ke-17, [[Isaac Newton|Newton]] dan [[Gottfried Leibniz|Leibniz]] secara independen mengembangkan [[kalkulus|kalkulus infinitesimal]], yang berkembang, dengan stimulus kerja terapan yang terus berlanjut sampai abad ke-18, menjadi topik analisis seperti [[kalkulus|kalkulus variasi]], [[persamaan diferensial biasa]] dan [[persamaan diferensial parsial]], [[analisis fourier]], dan [[fungsi pembangkit]]. Dalam periode ini, teknik kalkulus digunakan untuk memperkirakan [[matematika diskret|masalah diskret]] melalui pendekatan [[Analisis numeris|numerik]].
Pada abad ke-18, [[Leonhard Euler|Euler]] memperkenalkan konsep [[fungsi (matematika)|fungsi matematika]].<ref name="function">{{cite book|last = Dunham|first = William|title = Euler: The Master of Us All|year = 1999|publisher =The Mathematical Association of America|pages = 17}}</ref> Analisis yang sesungguhnya mulai muncul sebagai subjek independen saat [[Bernard Bolzano]] memperkenalkan definisi [[fungsi kontinu|kontinuitas]] pada tahun 1816,<ref>*{{cite book|first=Roger|last=Cooke|authorlink=Roger Cooke|title=The History of Mathematics: A Brief Course|url=https://archive.org/details/historyofmathema0000cook|publisher=Wiley-Interscience|year=1997|isbn=0-471-18082-3|pages=[https://archive.org/details/historyofmathema0000cook/page/379 379]|chapter=Beyond the Calculus|quote=Real analysis began its growth as an independent subject with the introduction of the modern definition of continuity in 1816 by the Czech mathematician Bernard Bolzano (1781–1848)}}</ref> tetapi hasil kerjanya tidak dikenal luas sampai tahun 1870. Pada 1821, [[Augustin Louis Cauchy|Cauchy]] mulai menempatkan kalkulus pada landasan yang kuat dengan menolak prinsip [[aljabar|aljabar umum]] yang secara luas digunakan dalam karya sebelumnya, terutama oleh Euler. Sebaliknya, Cauchy merumuskan kalkulus dalam bentuk ide geometris dan [[infinitesimal]]. Dengan demikian, apa yang ia definisikan sebagai kontinuitas memerlukan suatu perubahan kecil dalam "x" sesuai dengan perubahan kecil dalam "y". Ia juga memperkenalkan konsep [[Urutan Cauchy|urutan cauchy]], dan memulai teori formal [[analisis kompleks]]. [[Siméon Denis Poisson|Poisson]], [[Joseph Liouville|Liouville]], [[Jean Baptiste Joseph Fourier|Fourier]] dan lainnya mempelajari persamaan diferensial parsial dan [[Analisis Fourier|analisis harmonik]]. Kontribusi para matematikawan ini termasuk juga [[Karl Weierstrass|Weierstrass]], mengembangkan pendekatan [[definisi limit (ε, δ)]] membuka babak baru bidang analisis matematis modern.
Pada pertengahan abad, [[Georg Friedrich Bernhard Riemann|Riemann]] memperkenalkan teorinya mengenai [[integral]]. Pada akhir abad ke-19 melihat analisis [[aritmetika]] oleh [[Karl Weierstrass|Weierstrass]], yang berikir bahwa ada kekeliruan pemahaman mengenai penalaran geometris, dan ia memperkenalkan [[definisi limit (ε, δ)]] dari [[limit fungsi|limit]]. Hal ini mengakibatkan matematikawan khawatir bahwa mereka mengasumsikan adanya [[kontinum]] [[bilangan riil]] tanpa bukti. [[Richard Dedekind|Dedekind]] kemudian menyusun bilangan riil dengan [[potongan dedekind]], di mana [[bilangan irasional]] didefinisikan secara formal, yang berfungsi untuk mengisi "celah" di antara [[bilangan rasional]], sehingga menciptakan satu set kontinum bilangan riil yang telah dikembangkan oleh [[Simon Stevin]].
== Cabang ==
Analisis matematis mencakup cabang berikut:
* [[Persamaan diferensial]]
* [[Analisis riil]]
** [[Kalkulus multivariat]]
** [[Kalkulus skala waktu]]
* [[ukuran (matematika)|Teori pengukuran]]
* [[Kalkulus vektor]]
* [[Analisis fungsional]]
* [[Kalkulus variasi]]
* [[Analisis Fourier|Analisis fourier]]
* [[Analisis geometri]]
* [[Analisis kompleks]]
* [[Analisis Clifford]]
* [[Analisis p-adic]]
* [[Analisis non standar]]
* [[Analisis numeris]]
* [[Analisis komputasi]]
* [[Kalkulus stochastic]]
* [[Analisis multi fungsi]]
* [[Analisis convex]]
* [[Analisis tropikal]]
=== Analisis klasik ===
Analisis klasik biasanya dipahami sebagai suatu analisis yang tidak menggunakan teknik analisis fungsional, serta menggunakan metode yang lebih tradisional. Studi tentang [[persamaan diferensial]] sekarang berbagi dengan bidang lain seperti [[teori sistem dinamis]], meskipun beririsan dengan analisis konvensional masih cukup besar.
=== Aplikasi teknik analisis ===
Teknik dari analisis ini juga ditemukan di berbagai area seperti:
* [[Analisis teori bilangan]]
* [[Analisis kombinasi]]
* [[Sebaran probabilitas|Probabilitas kontinu]]
* [[Entropi diferensial]] dalam teori informasi
* [[Permainan diferensial]]
* [[Geometri diferensial]]
* [[Topologi diferensial]]
== Referensi ==
{{reflist}}
* Aleksandrov, A. D., Kolmogorov, A. N., Lavrent'ev, M. A. (eds.). 1984. ''Mathematics, its Content, Methods, and Meaning''. 2nd ed. Translated by S. H. Gould, K. A. Hirsch and T. Bartha; translation edited by S. H. Gould. MIT Press; published in cooperation with the American Mathematical Society.
*
* Binmore, K.G. 1980–1981. ''The foundations of analysis: a straightforward introduction''. 2 volumes. Cambridge University Press.
* Johnsonbaugh, Richard, & W. E. Pfaffenberger. 1981. ''Foundations of mathematical analysis''. New York: M. Dekker.
* Nikol'skii, S. M. 2002. [http://eom.springer.de/M/m062610.htm "Mathematical analysis"]. In [http://eom.springer.de/default.htm ''Encyclopaedia of Mathematics''], Michiel Hazewinkel (editor). Springer-Verlag. ISBN 1-4020-0609-8.
* Rombaldi, Jean-Étienne. 2004. ''Éléments d'analyse réelle: CAPES et agrégation interne de mathématiques''. EDP Sciences. ISBN 2-86883-681-X.
* [[Walter Rudin|Rudin, Walter]]. 1976. ''Principles of Mathematical Analysis''. McGraw–Hill Publishing Co.; 3rd revised edition (September 1, 1976), ISBN 978-0-07-085613-4.
* Smith, David E. 1958. ''History of Mathematics''. Dover Publications. ISBN 0-486-20430-8.
* [[E. T. Whittaker|Whittaker, E. T.]] and [[G. N. Watson|Watson, G. N.]]. 1927. ''[[Whittaker and Watson|A Course of Modern Analysis]]''. 4th edition. Cambridge University Press. ISBN 0-521-58807-3.
* http://www.math.harvard.edu/~ctm/home/text/class/harvard/114/07/html/home/course/course.pdf
== Pranala luar ==
* {{en}} [http://www.economics.soton.ac.uk/staff/aldrich/Calculus%20and%20Analysis%20Earliest%20Uses.htm Earliest Known Uses of Some of the Words of Mathematics: Calculus & Analysis]
* {{en}} [http://www.jirka.org/ra/ Basic Analysis: Introduction to Real Analysis] by Jiri Lebl ([[Creative Commons|Creative Commons BY-NC-SA]])
{{Bidang matematika}}
{{Authority control}}
[[Kategori:Analisis matematika| ]]
[[Kategori:Matematika]]
|