Tahlilullah: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
Alamnirvana (bicara | kontrib) kTidak ada ringkasan suntingan |
Alamnirvana (bicara | kontrib) |
||
(11 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
Baris 95:
Adat istana yang ideal untuk mendapatkan pewaris mahkota diperoleh dari perkawinan anak laki-laki dari sultan dan anak perempuan dari mangkubumi, sebaliknya kalau Sultan hanya memiliki anak perempuan maka akan dinikahkan dengan anak laki-laki mangkubumi.
Sultan Tahlilullah (
== Raden Bagus dan Raden Basus ==
Dalam naskah Cerita Turunan Raja-raja Banjar dan Kutaringin ([[Hikayat Banjar]]) resensi I menyebutkan bahwa raja Banjar Sultan Saidullah (Sultan Ratu Anum)
== Sultan Amarullah Bagus Kasuma ==▼
Menurut salah satu naskah Hikayat Banjar versi resensi 1 koleksi Belanda dari University Library, Leiden: Codex Or. 1701, '''Raden Bagus''' diberi gelar '''Sultan Amarullah Bagus Kasuma''' oleh [[Pangeran Ratu]] 01 alias Sultan Ri'ayatullah (1660-1663) yang merupakan Wali Kerajaan (Penjabat Sultan) untuk Raden Bagus yang usianya masih
== Kedatangan pedagang Portugis dan misionaris Katolik ==
Baris 133 ⟶ 136:
}}</ref>
▲== Sultan Amarullah Bagus Kasuma ==
▲Menurut salah satu naskah Hikayat Banjar versi resensi 1 koleksi Belanda dari University Library, Leiden: Codex Or. 1701, '''Raden Bagus''' diberi gelar '''Sultan Amarullah Bagus Kasuma''' oleh [[Pangeran Ratu]] (1660-1663) yang merupakan Wali Kerajaan (Penjabat Sultan) untuk Raden Bagus yang masih usia kanak-kanak tersebut. Yang memberi gelar kepada Raden Bagus adalah Sultan [[Rakyatullah dari Banjar|Ri'ayatullah]] yang saudara sepihak (tiri) Sultan 'Inayatullah. Namun tidak diketahui nama kedua dari Raden Basus.
== Kematian ==
|