Kanon Alkitab Kristen: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
HsfBot (bicara | kontrib)
k Clean up, replaced: Dekrit → Dekret (3) using AWB
InternetArchiveBot (bicara | kontrib)
Add 1 book for Wikipedia:Pemastian (20240709)) #IABot (v2.0.9.5) (GreenC bot
 
(13 revisi perantara oleh 7 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 7:
 
Sebagaimana [[perkembangan kanon Perjanjian Lama]], kanon Perjanjian Baru juga mengalami proses secara bertahap. Sebuah artikel dari ''[[Catholic Encyclopedia]]'' tentang Perjanjian Baru menjelaskan proses perangkaian berbagai surat dan sejarah yang beredar dalam Gereja awal mula sampai kanon tersebut disahkan oleh serangkaian [[konsili]] yang berupaya memastikan legitimasi kitab-kitab tersebut sebagai kitab suci yang terinspirasi atau terilhami:
{{quote|Gagasan bahwa kanon yang lengkap dan jelas dari Perjanjian Baru telah ada sejak awal, yaitu dari [[Zaman Apostolik|masa Apostolik]], tidak memiliki dasar dalam sejarah. Kanon Perjanjian Baru, seperti yang Lama, merupakan hasil dari suatu perkembangan, dari suatu proses yang secara bersamaan dipicu oleh perdebatan dengan mereka yang meragukannya, baik di dalam maupun di luar [[Gereja]], diperlambat oleh berbagai keraguan alamiah dan ketidakjelasan tertentu, dan tidak mencapai kesepakatan akhir sampai definisi [[dogma]]tis yang dilakukan dalam [[Konsili Trente|Konsili TridentinTrento]].<ref>{{CathEncy|wstitle=Canon of the New Testament}}</ref>}}
 
== Lima Puluh Alkitab Konstantinus ==
{{utama|Lima Puluh Alkitab Konstantinus}}
 
Pada tahun 331, Kaisar [[Constantinus I dan Kristen|Konstantinus I]] menugaskan [[Eusebius dari Kaisarea]] untuk mengirimkan 50 Alkitab bagi [[Gereja Ortodoks Konstantinopel|Gereja Konstantinopel]]. [[Athanasius]]<ref>''Apol. Const. 4''</ref> mencatat para ahli kitab dari [[Pusat awal Kekristenan#Aleksandria|Aleksandria]] sedang mempersiapkan Alkitab-Alkitab untuk Kaisar [[Konstans]] pada sekitar tahun 340. Hanya sedikit hal lainnya yang diketahui, kendati ada banyak spekulasi seputar hal tersebut. Sebagai contoh, ada dugaan bahwa hal ini mungkin mendorong adanya pendaftaran kanon, dan bahwa [[Kodeks Vaticanus]] dan [[Kodeks Sinaiticus]] merupakan beberapa contoh dari Alkitab-Alkitab ini. Kodeks-kodeks tersebut nyaris merupakan versi lengkap dari [[Septuaginta]]; Vaticanus hanya kekurangan 1–3 [[Kitab Makabe|Makabe]] dan Sinaiticus tidak mencakup 2–3 Makabe, [[1 Esdras]], [[Kitab Barukh|Barukh]], dan [[Surat Nabi Yeremia]].<ref>{{en}} {{citation |url=https://books.google.com/books?id=LUmGZ0NiweAC |title=Septuagint As Christian Scripture |author=Martin Hengel |publisher=A&C Black |year=2004 |ISBN=9780567082879 |page=57}}</ref> Bersama dengan [[PeshittaPesyita]] dan [[Kodeks Alexandrinus]], Kodek Vaticanus dan Sinaiticus merupakan Alkitab-Alkitab Kristen paling awal yang masih ada hingga sekarang.<ref>''The Canon Debate'', pp. 414–15, for the entire paragraph</ref>
 
Tidak ditemukan bukti dalam [[Konsili Nicea I#Kanon Alkitab|kanon-kanon Konsili Nicea Pertama mengenai adanya suatu penetapan kanon Alkitab]]; namun [[Hieronimus]] (347–420), dalam ''Prologue to Judith'', mengklaim bahwa [[Kitab Yudit]] "ditetapkan oleh Konsili Nicea untuk dimasukkan dalam keseluruhan Kitab Suci".<ref>{{CathEncy|wstitle=Book of Judith}} Canonicity: "..."the Synod of Nicaea is said to have accounted it as Sacred Scripture" (Praef. in Lib.). It is true that no such declaration is to be found in the Canons of Nicaea, and it is uncertain whether St. Jerome is referring to the use made of the book in the discussions of the council, or whether he was misled by some spurious canons attributed to that council".</ref>
Baris 19:
{{utama|Vulgata}}
 
Penugasan oleh [[Paus (Katolik Roma)|Paus]] [[Paus Damasus I|Damasus I]] kepada [[Hieronimus]] untuk mengerjakan Alkitab edisi [[Vulgata]] ber[[bahasa Latin]], {{circa}} 383, memiliki peranan penting dalam penetapan kanon di [[Kekristenan Barat|Barat]].<ref>{{en}} {{cite book|first=F. F.|last=Bruce|author-link=F. F. Bruce|title=The Canon of Scripture|url=https://archive.org/details/canonofscripture0000bruc|publisher=[[InterVarsity Press]]|year=1988|page=[https://archive.org/details/canonofscripture0000bruc/page/225 225]}}</ref> Daftar di bawah ini konon disahkan oleh Paus Damasus I:
 
:[[Kitab Kejadian|Kejadian]], [[Kitab Keluaran|Keluaran]], [[Kitab Imamat|Imamat]], [[Kitab Bilangan|Bilangan]], [[Kitab Ulangan|Ulangan]], [[Kitab Yosua|Yesus Nave]], [[Kitab Hakim-hakim|Hakim-hakim]], [[Kitab Rut|Rut]], [[Kitab Raja-raja#Sejarah tekstual|4 kitab Raja-raja]], 2 [[kitab Tawarikh]], [[Kitab Ayub|Ayub]], [[Kitab Mazmur|Mazmur Daud]], 5 kitab Salomo, [[Nabi-nabi Kecil|12 kitab para Nabi]], [[Kitab Yesaya|Yesaya]], [[Kitab Yeremia|Yeremia]], [[Kitab Daniel|Daniel]], [[Kitab Yehezkiel|Yehezkiel]], [[Kitab Tobit|Tobit]], [[Kitab Yudit|Yudit]], [[Kitab Ester|Ester]], 2 kitab [[Esdras]], 2 [[kitab Makabe]], dan dalam Perjanjian Baru: 4 kitab [[Injil]], 1 kitab [[Kisah Para Rasul]], 13 kitab Rasul Paulus, [[Surat Ibrani|1 darinya kepada Jemaat Ibrani]], 2 dari [[Surat Petrus|Petrus]], 3 dari [[Surat Yohanes|Yohanes]], [[Surat Yakobus|1 dari Yakobus]], [[Surat Yudas|1 dari Yudas]], dan [[Kitab Wahyu|Apokalipsis Yohanes]].
Baris 25:
Kedua kitab [[Esdras]] merujuk pada [[Kitab Ezra]] dan [[Kitab Nehemia]] sebagaimana adanya dalam satu kitab (‘Ezrā) di [[Alkitab Ibrani]]; Hieronimus, dalam ''Kata Pengantar Kitab Samuel dan Raja-raja'', menjelaskan bahwa "untuk kelompok ketiga dalam ''[[Ketuvim|Hagiografa]]'', yang mana kitab pertama dimulai dengan Ayub, ... yang kedelapan, Ezra, yang mana juga dibagi menjadi dua kitab di kalangan Yunani dan Latin; yang kesembilan adalah Ester."<ref>{{en}} {{citation |chapter-url=http://www.ccel.org/ccel/schaff/npnf206.vii.iii.iv.html |chapter=Jerome's Preface to Samuel and Kings |title=Jerome: The Principal Works of St. Jerome |publisher=CCEL}}</ref> Kelima kitab Salomo mengacu pada [[Kitab Amsal|Amsal]], [[Kitab Pengkhotbah|Pengkhotbah]], [[Kidung Agung]], [[Kitab Kebijaksanaan Salomo|Kebijaksanaan Salomo]], dan [[Sirakh]] (Eklesiastikus).<ref>{{en}} {{citation|url=http://www.bible-researcher.com/innocent.html |title=Innocent I |publisher=Bible Research}}</ref>
 
Paus Damasus I seringkalisering kali dianggap sebagai bapa dari kanon Katolik, karena apa yang dipandang sebagai daftarnya sesuai dengan kanon Katolik saat ini. Apa yang disebut sebagai "daftar Damasian", yang mana sebagian kalangan mengaitkannya dengan ''[[Decretum Gelasianum]]'',<ref>{{en}} {{Citation | url = http://www.tertullian.org/decretum_eng.htm | title = Decretum Gelasianum | publisher = Tertulian}}.</ref> dianggap merujuk pada [[Konsili Roma]] tahun 382 di bawah kepemimpinan Paus Damasus I. Daftar tersebut identik dengan apa yang kemudian dirumuskan dalam [[Kanon Trente]],<ref name=Lindberg>{{cite book|last=Lindberg|title=A Brief History of Christianity|publisher=Blackwell Publishing|year=2006|page=15}}</ref> dan kendati ada yang menganggap teks tersebut bukan Damasian, setidaknya dianggap sebagai suatu kompilasi yang berharga dari abad ke-6.<ref>{{en}} {{cite book|first=F. F.|last=Bruce|title=The Canon of Scripture|url=https://archive.org/details/canonofscripture0000bruc|publisher=Intervarsity Press|year=1988|page=[https://archive.org/details/canonofscripture0000bruc/page/234 234]}}</ref><ref>{{en}} {{Citation | title = Damasian Canon | editor-first = CH | editor-last = Turner | editor-link = C. H. Turner | journal = JTS | volume = 1 | year = 1900 | pages = 554–60}}.</ref> ''The Oxford Dictionary of the Christian Church'' menyatakan bahwa, "Suatu konsili kemungkinan diadakan di [[Roma]] pada tahun [[382]] di bawah kepemimpinan St. Damasus yang memberikan sebuah daftar lengkap berisi kitab-kitab kanonik baik dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru (juga dikenal sebagai 'Dekret Gelasius' karena direproduksi oleh [[Paus Gelasius I|Gelasius]] pada tahun [[495]]), yang mana identik dengan daftar yang diberikan di [[Konsili Trente|Trente]]."<ref name=Cross>{{en}} {{citation |title=The Oxford Dictionary of the Christian Church |edition=2nd |editor=F.L. Cross, E.A. Livingstone |publisher=Oxford University Press |year=1983 |page=232}}</ref>
 
== Agustinus dan konsili-konsili Afrika Utara ==
Baris 41:
Perbedaan pendapat seputar kanon bukanlah pada hal pokok, tetapi pada yang "pinggiran".<ref>{{en}} Lee M. MacDonald, "The Formation of the Christian Biblical Canon", 1995, p 132</ref> Sejak abad ke-4 telah ada kebulatan suara di [[Gereja Barat|Barat]] mengenai kanon Perjanjian Baru (sebagaimana adanya sekarang),<ref>{{en}} F. F. Bruce, "The Canon of Scripture" (Intervarsity Press, 1988) p. 215</ref> dan pada abad ke-5 di [[Kekristenan Timur|Timur]], dengan beberapa pengecualian, telah sampai pada penerimaan Kitab Wahyu dan karenanya berada dalam keselarasan dengan Barat mengenai kanon Alkitab, setidaknya untuk Perjanjian Baru.<ref>{{en}} {{cite book|title=The Cambridge History of the Bible (volume 1)|author=P. R. Ackroyd and C. F. Evans, eds.|publisher=Cambridge University Press|year=1970|page=305}}</ref>
 
Periode ini menandai permulaan dari suatu kanon yang diakui secara lebih luas, meskipun [[Antilegomena|disertakannya beberapa kitab masih diperdebatkan]]: [[Surat Ibrani]], [[Surat Yakobus|Yakobus]], [[2 Yohanes]], [[3 Yohanes]], [[Surat Yudas|Yudas]], dan [[Kitab Wahyu|Wahyu]]. Alasan-alasan yang diperdebatkan misalnya pertanyaan atas siapa penulis kitab-kitab ini (yang disebut "Konsili Damasus di Roma" dikatakan menolak [[Yohanes sang Penginjil|Rasul Yohanes]] sebagai penulis 2 dan 3 Yohanes, namuntetapi tetap mempertahankan kitab-kitab tersebut), kelayakannya untuk digunakan (sejak masa tersebut Wahyu telah ditafsirkan dengan berbagai cara yang dipandang [[Bidah dalam Kekristenan|sesat]]), dan seberapa luas penggunaan kitab-kitab itu (2 Petrus dianggap sebagai yang paling lemah penegasannya di antara semua kitab dalam kanon Kristen).
 
Namun demikian para akademisi Kristen mengegaskan bahwa ketika para [[uskup]] dan [[konsili]] ini berbicara mengenai hal tersebut, mereka tidak mendefinisikan sesuatu yang baru, melainkan "meratifikasi apa yang telah menjadi pemikiran Gereja."<ref name="Ferguson, Everett"/><ref>{{en}} {{cite book|first=Bruce|last=Metzger|title=The Canon of the New Testament: Its Origins, Development, and Significance|location=Oxford|publisher=Clarendon|year=1987|pages=237–238}}</ref><ref>{{en}} {{cite book|first=F. F.|last=Bruce|title=The Canon of Scripture|url=https://archive.org/details/canonofscripture0000bruc|publisher=Intervarsity Press|year= 1988|page=[https://archive.org/details/canonofscripture0000bruc/page/97 97]}}</ref>
 
== Kanon-kanon Timur ==
[[Kekristenan Timur|Gereja-gereja Timur]] secara umum memiliki firasat yang lebih lemah dibandingkan dengan Barat berkenaan dengan kebutuhan untuk membuat suatu gambaran yang jelas terkait kanon Alkitab. Mereka lebih sadar akan adanya tingkatan kualitas rohaniah di antara kitab-kitab yang mereka terima (misalnya klasifikasi dari [[Eusebius dari Kaisarea|Eusebius]]; lihat pula [[Antilegomena]]) dan lebih jarang menegaskan bahwa kitab-kitab yang mereka tolak tidak memiliki kualitas rohaniah sama sekali.{{Citation needed|date=November 2014}}
 
Sebagai contoh [[Konsili Quinisextum]] tahun 692, yang mana ditolak oleh [[Paus Sergius I]]<ref>{{en}} Andrew J. Ekonomou (2007), ''[http://books.google.com/books?id=zomZk6DbFTIC&pg=PA222&dq=Ekonomou+%22captive+in+matters+of+religion%22&hl=en&sa=X&ei=Gw2cUI-xKsOzhAeNoIBo&redir_esc=y#v=onepage&q=Ekonomou%20%22captive%20in%20matters%20of%20religion%22&f=false Byzantine Rome and the Greek Popes]'', Lexington Books, ISBN 978-0-7391-1977-8, p. 222.</ref> (lihat pula [[Pentarki]]), mengesahkan kanonisitas daftar-daftar tulisan berikut ini: [[Kanon Para Rasul]] ({{circa}} 385), [[Konsili Laodikia]] ({{circa}} 363), [[Konsili Kartago]] yang Ketiga ({{circa}} 397), dan [[Surat Paskah]] Athanasius yang ke-39 (367).<ref>{{en}} {{citation |chapter-url=http://www.newadvent.org/fathers/3814.htm |chapter=Council in Trullo |title=Nicene and Post-Nicene Fathers, Second Series, Vol. 14 |editor=Philip Schaff, Henry Wace}}</ref> Dan selanjutnya daftar-daftar ini tidak disepakati. Demikian pula kanon-kanon Perjanjian Baru dari [[Gereja Ortodoks Suriah|Gereja Suriah]], [[Gereja Apostolik Armenia|Armenia]], [[Gereja Ortodoks Georgia|Georgia]], [[Gereja Ortodoks Koptik Aleksandria|Koptik Mesir]], dan [[Gereja Tewahedo Ortodoks Ethiopia|Ethiopia]] memiliki beberapa perbedaan kecil antara satu dengan yang lainnya.<ref>{{en}} {{cite book|last=Metzger|first=Bruce M.|title=The Canon of the New Testament: Its Origin, Development, and Significance|url=https://archive.org/details/canonofnewtestam0000metz|publisher=Clarendon Press|location=Oxford|year=1987}}</ref> [[Wahyu kepada Yohanes]] dikatakan sebagai salah satu kitab yang paling tidak pasti; di Timur, [[Premilenialisme|khiliasme]] dan [[Montanisme]] membuatnya dicurigai;<ref>{{en}} [http://books.google.com/books?id=AmMEhsEYHUsC&printsec=frontcover&dq=%22Eastern+Orthodox%22+Apocalypse&hl=en&sa=X&ei=fAx3VKzwGc2I7Aa54YCYCQ&redir_esc=y#v=onepage&q=%22Eastern%20Orthodox%22%20Apocalypse&f=false Eugenia Scarvelis Constantinou (editor) ''Commentary on the Apocalypse'' by Andrew of Caesarea (CUA Press 2011 ISBN 978-0-8132-0123-8), p. 3]</ref> kitab tersebut tidak diterjemahkan ke dalam [[bahasa Georgia]] sampai dengan abad ke-10, dan tidak pernah dimasukkan dalam [[leksionari]] resmi [[Gereja Ortodoks Timur]] sejak [[Kekaisaran Bizantium|zaman Bizantium]] hingga saat ini. Namun demikian status kanoniknya diakui.<ref>{{en}} {{cite web|url=http://www.pravoslavieto.com/docs/eng/Orthodox_Catechism_of_Philaret.htm#ii.xv.iii.i.p41|title=The Longer Catechism of The Orthodox, Catholic, Eastern Church • Pravoslavieto.com|publisher=}}</ref>
 
=== PeshittaPesyita ===
{{utama|PeshittaPesyita}}
 
[[PeshittaPesyita]] adalah versi standar Alkitab yang digunakan dalam gereja-gereja dengan [[Kekristenan Siria|tradisi Siria]]. Sebagian besar kitab [[deuterokanonika]] dari Perjanjian Lama ditemukan dalam Alkitab Siria; [[Sirakh|Kebijaksanaan Sirakh]] diterjemahkan dari teks [[bahasa Ibrani|Ibrani]], bukan dari [[Septuaginta]].<ref>{{en}} [http://www.bible-researcher.com/syriac-isbe.html Syriac Versions of the Bible by Thomas Nicol]</ref> Bagian Perjanjian Baru, awalnya tanpa memuat sejumlah [[Antilegomena|kitab yang saat itu masih diperdebatkan]] (2 Petrus, 2 Yohanes, 3 Yohanes, Yudas, dan Wahyu), telah menjadi standar pada awal abad ke-5. Kelima kitab itu ditambahkan dalam [[Versi Harklean]] (tahun 616 M) karya [[Thomas dari Harqel]].<ref>{{en}} Geoffrey W. Bromiley, ''The International Standard Bible Encyclopedia'': Q-Z 1995- Page 976 "Printed editions of the Peshitta frequently contain these books in order to fill the gaps. D. Harklean Version. The Harklean version is connected with the labors of Thomas of Harqel. When thousands were fleeing Khosrou's invading armies, ..."</ref>
 
Perjanjian Baru PeshittaPesyita dari [[United Bible Societies]] 1905 didasarkan pada edisi-edisi yang dipersiapkan oleh [[Philip E. Pusey]], [[George Gwilliam]], dan [[John Gwynn (profesor)|John Gwynn]].<ref>''Corpus scriptorum Christianorum Orientalium: Subsidia'' Catholic University of America, 1987 "37 ff. The project was founded by Philip E. Pusey who started the collation work in 1872. However, he could not see it to completion since he died in 1880. Gwilliam,</ref> Keseluruhan 27 kitab yang termasuk dalam [[Kitab dalam Alkitab#Perjanjian Baru|kanon Perjanjian Baru]] pada umumnya termasuk dalam edisi PeshittaPesyita tahun 1905 dari [[British and Foreign Bible Society]] ini.
 
=== Kanon Armenia ===
Alkitab Armenia memuat satu tambahan: [[Surat Paulus yang Ketiga kepada Jemaat di Korintus|sebuah surat yang ketiga kepada Jemaat di Korintus]], juga ditemukan dalam [[Kisah Paulus]], yang mana dikanonisasikan dalam Gereja Armenia, tetapi tidak termasuk dalam Alkitab Armenia masa kini. Namun Kitab Wahyu tidak termasuk dalam Alkitab Armenia hingga {{circa}} 1200 M ketika Uskup Agung Nerses mengorganisir suatu Sinode Armenia di [[Konstantinopel]] untuk memperkenalkan teks tersebut.<ref name = "Perspectives">{{en}} {{cite web |url=http://theologicalperspectives.com/RELIABILITY4.html |archiveurl=httphttps://waybackweb.archive.org/web/20090615222247/http://theologicalperspectives.com/RELIABILITY4.html |archivedate=2009-06-15 |title=Reliability |publisher=Theological Perspectives |access-date=2016-01-06 |dead-url=no }}</ref> Meskipun demikian ada upaya-upaya yang menemui kegagalan, bahkan sampai tahun 1290 M, untuk memasukkan beberapa kitab [[apokrif]] ke dalam kanon Armenia, yaitu: Nasihat Bunda Allah kepada Para Rasul, Kitab Criapos, dan [[Surat Barnabas]] yang pernah populer.
 
[[Gereja Apostolik Armenia]] terkadang memasukkan [[Perjanjian Kedua Belas Patriark]] dalam Perjanjian Lama dan [[Surat Paulus yang Ketiga kepada Jemaat di Korintus]], tetapi tidak selalu memasukkannya bersama dengan 27 kitab kanonik Perjanjian Baru yang lain.
Baris 66:
* Kanon Gereja-[[Gereja Tewahedo]] agak longgar dibandingkan dengan kelompok Kristen tradisional lainnya; pengurutan, penamaan, pembagian pasal/ayat dari beberapa kitabnya juga sedikit berbeda.
* Kanon Ethiopia "yang lebih sempit" mencakup 81 kitab sekaligus: 27 kitab Perjanjian Baru; kitab-kitab Perjanjian Lama yang terdapat dalam [[Septuaginta]] dan diterima oleh kalangan Ortodoks; serta [[Kitab Henokh]], [[Kitab Yobel|Yobel]], [[1 Esdras]], [[2 Esdras]], [[Paralipomena Barukh]] dan 3 kitab [[Makabian]] (ketiga kitab Makabe Ethiopia ini sama sekali berbeda isinya dengan keempat [[Kitab Makabe]] yang dikenal oleh kalangan lainnya).
* Kanon Perjanjian Baru Ethiopia yang "lebih luas" mencakup 4 kitab "Sinodos" (praktik menggereja), 2 "Kitab Kovenan", "Klemens Ethiopik", dan "Didaskalia Ethiopik" ([[Ordinansi-Gereja Apostolik]]). Namun kitab-kitab ini tidak pernah dicetak atau dipelajari secara luas. Kanon yang "lebih luas" ini terkadang dikatakan memasukkan juga, dalam Perjanjian Lama, suatu kisah sejarah Yahudi dalam 8 bagian yang berdasarkan pada tulisan [[Flavius Yosefus]], dan dikenal sebagai "Pseudo-Yosefus" atau "Joseph ben Gurion" (''Yosēf walda Koryon'').<ref name = "Islamic">{{en}} [http://www.islamic-awareness.org/Bible/Text/Canon/ethiopican.html Ethiopian Canon], Islamic Awareness.</ref><ref name = "CCEL">{{en}} {{cite web |url=http://www.ccel.org/p/pearse/morefathers/harden_ethiopic_literature.htm#CHAPTER%20IV |title=Fathers |publisher=Christian Classics Ethereal Library (CCEL) |access-date=2016-01-06 |archive-date=2009-09-17 |archive-url=https://web.archive.org/web/20090917033708/http://www.ccel.org/p/pearse/morefathers/harden_ethiopic_literature.htm#CHAPTER%20IV |dead-url=yes }}</ref>
 
== Era Reformasi ==
Baris 73:
{{utama|Kanon Luther}}
 
[[Martin Luther]] merasa terganggu dengan empat kitab Perjanjian Baru: [[Surat Yudas|Yudas]], [[Surat Yakobus|Yakobus]], [[Surat Ibrani|Ibrani]], dan [[Kitab Wahyu|Wahyu]]; dan meskipun ia menempatkannya dalam posisi yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan kitab lainnya, ia tidak mengeluarkannya. Luther mengusulkan untuk mengeluarkan kitab-kitab ini dari kanon,<ref>{{en}} {{cite web |url=http://www.wels.net/sab/qa/luther-03.html |archiveurl=httphttps://waybackweb.archive.org/web/20080322080915/http://www.wels.net/sab/qa/luther-03.html |archivedate=2008-03-22 |title=Martin Luther |access-date=2016-01-07 |dead-url=yes }}</ref><ref>{{en}} {{cite web |url=http://www.bible-researcher.com/antilegomena.html |title=Luther's Treatment of the 'Disputed Books' of the New Testament}}</ref> menyinggung dukungan dari beberapa umat Katolik seperti [[Kardinal]] [[Thomas Cajetan]] dan [[Desiderius Erasmus]], dan sebagian lagi karena kitab-kitab tersebut dianggap bertentangan dengan doktrin Protestan tertentu seperti ''[[sola gratia]]'' dan ''[[sola fide]]'', tetapi hal ini tidak diterima secara umum di antara para pengikutnya. Bagaimanapun kitab-kitab ini tetap ditaruh dalam urutan terakhir di [[Alkitab Luther]] ber[[bahasa Jerman]] hingga saat ini.<ref>{{de}} {{cite web |url=http://www.bibelcenter.de/bibel/lu1545/ |title=Gedruckte Ausgaben der Lutherbibel von 1545 |access-date=2016-01-07 |archive-date=2010-04-19 |archive-url=https://archive.today/20100419071230/http://www.bibelcenter.de/bibel/lu1545/ |dead-url=yes }} note order: ...Hebräer, Jakobus, Judas, Offenbarung</ref><ref>{{en}} {{cite web |url=http://www.bible-researcher.com/links10.html |title=German Bible Versions | publisher = Bible researcher}}</ref> Luther juga mengeluarkan kitab-kitab yang disebut "[[deuterokanonika]]" dari Perjanjian Lama Alkitab terjemahannya, ia menempatkan kitab-kitab tersebut dalam "[[Apokrifa Alkitab|Apokrifa]], yakni kitab-kitab yang tidak dianggap setara dengan Kitab Suci, namuntetapi berguna dan baik untuk dibaca".<ref>{{en}} {{cite book|url= http://books.google.com/books?vid=OCLC05742122&id=rl3lcbLkHV0C&pg=PA521|title=The Popular and Critical Bible Encyclopædia and Scriptural Dictionary, Fully Defining and Explaining All Religious Terms, Including Biographical, Geographical, Historical, Archæological and Doctrinal Themes|page =521|editor-first =Samuel|editor-last = Fallows|publisher=The Howard-Severance co|origyear=1901|year=1910|display-editors=etal}}</ref>
 
=== Konsili Trente ===
Baris 88:
{{utama|Apokrifa Alkitab|Apokrifa Perjanjian Baru}}
 
Sebagian besar kitab Perjanjian Lama dalam Apokrifa Protestan disebut [[deuterokanonika]] oleh kalangan Katolik sesuai hasil [[Konsili Trente]], dan semua kitab tersebut disebut ''[[anagignoskomena]]'' oleh kalangan Ortodoks Timur sesuai hasil [[Sinode Yerusalem (1672)|Sinode Yerusalem]]. [[Komuni Anglikan]] menerima "Apokrifa tersebut sebagai ajaran teladan hidup dan tata krama; tetapi tidak digunakan untuk menetapkan doktrin",<ref>{{en}} {{cite book|last=Ewert|first=David|title=A General Introduction to the Bible: From Ancient Tablets to Modern Translations|date=11 May 2010|publisher=Zondervan|isbn=9780310872436|page=104}}</ref> dan banyak "bacaan [[leksionari]] dalam [[Buku Doa Umum]] yang diambil dari Apokrifa ini", serta pengajaran ini "dibacakan dengan cara yang sama seperti pengajaran dari Perjanjian Lama".<ref>{{en}} {{cite book|last1=Thomas|first1=Owen C.|last2=Wondra|first2=Ellen K.|author-link2=Ellen Wondra|title=Introduction to Theology, 3rd Edition|url=https://archive.org/details/introductiontoth0000thom_t6n5|date=1 July 2002|publisher=Church Publishing, Inc.|isbn=9780819218971|page=[https://archive.org/details/introductiontoth0000thom_t6n5/page/56 56]}}</ref> Apokrifa Protestan mencakup tiga kitab (3 Esdras, 4 Esdras, dan Doa Manasye) yang diterima oleh banyak Gereja Ortodoks Timur dan [[Ortodoks Oriental]] sebagai kanonikal, tetapi dipandang non-kanonik oleh Gereja Katolik dan karenanya tidak termuat dalam Alkitab-Alkitb Katolik modern.<ref>{{en}} {{cite book|last1=Henze|first1=Matthias|last2=Boccaccini|first2=Gabriele|title=Fourth Ezra and Second Baruch: Reconstruction after the Fall|date=20 November 2013|publisher=Brill|isbn=9789004258815|page=383}}</ref>
 
Berbagai kitab yang tidak pernah dikanonisasikan oleh gereja apa pun, tetapi diketahui eksistensinya pada zaman awal, memiliki kemiripan dengan Perjanjian Baru dan sering kali kepengarangannya diklaim berasal dari para rasul; kitab-kitab ini dikenal sebagai [[apokrifa Perjanjian Baru]]. Beberapa tulisan ini dikutip sebagai [[Alkitab|kitab suci]] oleh kalangan Kristen awal, namuntetapi sejak abad ke-5 timbul suatu konsensus yang tersebar luas untuk membatasi Perjanjian Baru hingga [[Perkembangan kanon Perjanjian Baru|27 kitab sebagaimana dikenal dalam kanon modern]].<ref>{{en}} {{cite book|last=Van Liere|first=Frans|date=2014|title=An Introduction to the Medieval Bible|pages=68–69|publisher=Cambridge University Press|url=https://books.google.com/books?id=Dwd-AgAAQBAJ&pg=PA68}}</ref><ref name=Ehrman2003>{{en}} {{cite book|last=Ehrman|first=Bart D.|authorlink=Bart Ehrman|date=2003|title=Lost Christianities: Battles for Scripture and the Faiths We Never Knew|pages=230–231|publisher=Oxford University Press|url=https://books.google.com/books?id=HHDNe8KmMAIC&pg=PA230}}</ref> Karenanya kalangan Katolik Roma, Ortodoks Timur, dan Protestan pada umumnya tidak menganggap apokrifa Perjanjian Baru ini sebagai bagian dari Alkitab.<ref name=Ehrman2003/>
 
== Alkitab-Alkitab modern ==
Saat ini kebanyakan kompilasi Alkitab mengikuti baik standar yang ditentukan oleh [[British and Foreign Bible Society]] pada tahun 1825 yang mana sesuai dengan apa yang disebut "[[Alkitab Protestan]]", atau standar yang ditetapkan untuk penyertaan kitab-kitab deuterokanonika bagi [[Alkitab Katolik]] dan ''anagignoskomena'' bagi [[Alkitab Ortodoks Yunani / Timur]].
 
Variasi umum lainnya misalnya versi-versi dari [[Gideons International]] yang meliputi Perjanjian Baru, Mazmur, dan Amsal, namuntetapi pemilihan kitab-kitab yang disertakan ini tidak mewakili suatu kanon.
 
== Referensi ==
Baris 101:
 
== Pranala luar ==
* {{en}} {{citation |url=http://www.thesacredpage.com/2006/03/loose-canons-development-of-old.html |title=Loose Canons: The Development of the Old Testament (Part 1) |author=Michael Barber |publisher=The Sacred Page |accessdate=2016-01-07 |archive-date=2017-06-21 |archive-url=https://web.archive.org/web/20170621143333/http://www.thesacredpage.com/2006/03/loose-canons-development-of-old.html |dead-url=yes }}
* {{en}} {{citation |url=http://oyc.yale.edu/religious-studies/introduction-to-new-testament |title=Introduction to New Testament History and Literature" course materials |others=Open Yale course |publisher=Yale University |author=Dale B. Martin |accessdate=2016-01-07 |archive-date=2010-08-15 |archive-url=https://web.archive.org/web/20100815203224/http://oyc.yale.edu/religious-studies/introduction-to-new-testament |dead-url=yes }}
* {{en}} {{Citation | last = Pamphili | first = Eusebius |author-link=Eusebius dari Kaisarea | title = Ecclesiastical History | url = http://www.ccel.org/ccel/schaff/npnf201.iii.viii.xxv.html | editor-last = Schaff | editor-first = Philip | publisher =Christian Classics Ethereal Library}}.