Surah Al-Kausar: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Efanovichz (bicara | kontrib)
→‎Isi: Mengubah Terjemahan menjadi Isi surah Al-Kautsar beserta terjemahannya
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Soufiyouns (bicara | kontrib)
+ {{Authority control}} + Kategori:Surah + Kategori:Makiyah
 
(12 revisi perantara oleh 9 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1:
{{Infobox Sura
| name = al-Kauṡar
| name = al-Kausar {{br}}<big>[[Berkas:Kaowthar.png|253px]]</big>
| arti = ''Nikmat Yangyang Berlimpah''Banyak
| image = Al-Kauthar.png
| caption =
| arti = ''Nikmat Yang Berlimpah''
| nama_lain =
| klasifikasi = [[Makkiyah]]
| surah_ke = 108
| nomor_juz = [[Juz 30]]
| waktu_pewahyuan =
| jumlah_ruku = 1 ruku'
| jumlah_ayat = 3 ayat
| jumlah_kata =10
| jumlah_huruf =
| ayat_sajdah =
| Harf-e-Mukatta'at =
|name-ar=الكوثر|prev_sura=[[Al-Ma'un]]|next_sura=[[Al-Kafirun]]}}
}}
'''Surah Al-Kausar''' ({{lang-ar|'''الكوثر'''|translit=al-Kauṡar|lit=Nikmat yang Banyak}}) adalah [[surah]] ke-108 dalam [[al-Qur'an]]. Surah ini tergolong surah [[Makkiyah]] dan terdiri dari 3 ayat yang menjadi surah terpendek dalam Al-Qur'an. Kata ''Al-Kausar'' sendiri berarti ''nikmat yang banyak'' dan diambil dari ayat pertama dari surah ini artinya karunia Allah SWT berupa telaga Al Kautsar bagi orang-orang penghuni surga. Pokok isi surah ini adalah perintah melaksanakan [[salat]] dan berkorban karena [[Allah]] memberikan banyak kenikmatan untuk untuk mereka yang beriman sedangkan para orang kafir pembenci Nabi SAW yang mengatakan keturunan Nabi terputus karena semua putranya wafat maka sesungguhnya merekalah yang terputus. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al Azhar).
 
Kata ''Kauṡar'' berasal dari akar kata Semitik ك - ث - ر ''k-ṡ-r'', yang berarti "bertambah, melimpah ruah, terjadi terus-menerus." Bentukan kata ''Kauṡar'' adalah kata benda deverbal yang berarti "melimpah", dalam hal ini yang melimpah adalah "nikmat Allah". Kata ini hanya satu kali muncul dalam Al-Qur'an.
== Hubungan surah Al-Kautsar dengan surah Al-Kafirun ==
Dalam surah Al-Kautsar Allah memerintahkan agar memperhambakan diri kepada Allah, sedang dalam [[surah Al-Kafirun]] perintah tersebut ditandaskan lagi.
 
== IsiTeks ==
{{center|'''بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم'''}}
{{center|{{small|Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang}}}}
{{Teks quran blok |tanpa nomor=y |s=108
|a=1
|t={{small|Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.<br>{{Cite quran|b=n|108|1}}}}}}
{{Teks quran blok |tanpa nomor=y |s=108
|a=2
|t={{small|Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri pada Allah).<br>{{Cite quran|b=n|108|2}}}}}}
{{Teks quran blok |tanpa nomor=y |s=108
|a=3
|t={{small|Sungguh, orang-orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).<br>{{Cite quran|b=n|108|3}}}}}}
 
* [[Salat]] dan [[Kurban (Islam)|kurban]] sebagai tanda syukur atas nikmat Allah (1–3)
== Pranala luar ==
{{Teks quran blok |tanpas=108 nomor|nama surat=y |sbasmalah=108y
{{wikisource|Al-Qur'an/Al-Kausar|Surah Al-Kausar}}
|aa1=1
|tt1={{small|Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.<br>{{Cite quran|b=n|108|1}}}}}}
 
|aa2=2
{{Sura|108|[[Surah Al-Ma’un]]|[[Surah Al-Kafirun]]}}
|tt2={{small|Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri pada Allah).<br>{{Cite quran|b=n|108|2}}}}}}
 
|aa3=3
|tt3={{small|Sungguh, orang-orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).<br>{{Cite quran|b=n|108|3}}}}}}
|attr="[https://quran.com/108 Surah Al-Kautsar]" Quran.com}}
 
== Telaga Kausar ==
{{Utama|Telaga Kausar}}
Telaga Kausar ({{Lang-ar|حَوْضُ ٱلْكَوْثَرِ|Ḥauḍ al-Kauṡar}}<ref name="Houtsma1993">{{Cite book|last=Houtsma|first=M. Th.|year=1993|url=https://books.google.com/books?id=7CP7fYghBFQC&pg=PA835|title=E. J. Brill's First Encyclopaedia of Islam, 1913-1936|publisher=BRILL|isbn=90-04-09790-2|page=835}}</ref>) adalah sebuah telaga yang diyakini dalam tradisi Islam, muncul pada [[Pengadilan Terakhir|Hari Pengadilan Terakhir]]. Ketika manusia dibangkitkan, mereka akan haus dan ingin meminum sesuatu. Selanjutnya, [[Allah (Islam)|Allah]] memerintahkan Nabi [[Muhammad]] untuk menjawab permohonan orang-orang beriman agar menawarkan minuman dingin menyegarkan dari telaga tersebut. Para mufassir yang lain beranggapan bahwa kata ''Kauṡar'' dalam Surah al-Kausar tidak merujuk langsung kepada sebuah "telaga", melainkan merujuk pada nikmat yang diberikan Allah kepada Muhammad.<ref>[[Tadabbur-i-Quran]] by [[Amin Ahsan Islahi]] - [http://www.monthly-renaissance.com/issue/content.aspx?id=1091 exegesis available here]</ref><ref>[http://www.monthly-renaissance.com/issue/content.aspx?id=806#3 Exegesis by Javed Ahmad Ghamidi]</ref>
 
Dalam tradisi Islam, telaga ini diperuntukkan bagi umat Muhammad yang teguh dalam agama Islam. Orang-orang yang mati dalam keadaan [[Murtad|keluar]] dari agama Islam, pelaku [[bid'ah]] (yang mengubah ajaran Nabi Muhammad), serta kelompok yang akidahnya sesat, merupakan kelompok yang terusir dari telaga ini.<ref>{{Cite web|date=2021-03-17|title=Hadits: Telaga Al-Kautsar di Surga - Suara Muhammadiyah|url=https://suaramuhammadiyah.id/2021/03/17/hadits-telaga-al-kautsar-di-surga/|website=suaramuhammadiyah.id|language=id|access-date=2023-04-13}}</ref>
 
== Referensi ==
{{wikisource|Al-Qur'an/Al-Kausar|Surah Al-Kausar}}{{Reflist}}{{Sura|108|[[Surah Al-Ma’un]]|[[Surah Al-Kafirun]]}}
{{Qur'an}}
{{Authority control}}
 
[[Kategori:Surah|K]]
[[Kategori:Makiyah|K]]
[[Kategori:Fatimah]]