Rudus: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
HsfBot (bicara | kontrib)
k Bot: Perubahan kosmetika
k Bibliografi: clean up, removed stub tag
Tag: AWB Pengembalian manual
 
(11 revisi perantara oleh 7 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1:
[[Berkas:Sword (Rudus) and Scabbard MET DP701267.jpg|jmpl|340px|ka|Sebuah pedang rudus yang diukir dengan gaya tipikal [[Sumatera Utara]], terutama pada sarung pedangnya.]]
 
'''Rudus''' adalah senjata pedang atau golok yang diasosiasikan dengan kebudayaan [[Melayu]] di Sumatera[[Sumatra]]. Bersama dengan pedang pemandap, rudusRudus adalah salah satu senjata berukuran terbesar dalam kebudayaan bangsa[[Suku Melayu]]. Rudus juga merupakan simbol dari beberapa Provinsi di pulau SumateraSumatra, misalnya Provinsi [[Bengkulu]] di Sumatera[[Sumatra]], [[Indonesia]].{{sfn|Newbold|1839|p=212}}
 
== Description ==
Rudus diasosiasikan dengan kebudayaan [[Islam]] [[Melayu]]. Rudus lebih umum ditemukan di Sumatera[[Sumatra]] daripada di [[Semenanjung Melayu]]. Bersama dengan pemandap, rudusRudus adalah simbol bangsa[[Suku Melayu]] di Sumatera[[Sumatra]]. Orang Aceh dan orang Melayu di Provinsi [[Bengkulu]] memasukkan rudus sebagai bagian dari identitas kebudayaannya. Rudus juga merupakan senjata tradisional orang-[[orang Banjar]] di [[Kalimantan Selatan]], bersama dengan senjata kuduk.{{sfn|Newbold|1839|p=212}}
 
Selama masa periode Islam di Indonesia, pulau SumateraSumatra terbagi atas kerajaan-kerajaan kecil yang saling berperang satu dengan yang lain. Provinsi Bengkulu sendiri pada saat itu memiliki banyak sekali Kesultanan, diantaranya Kesultanan Sungai Serut, Selebar, Pat Petulai, Balai Buntar, Sungai Lemau, Sekiris, Gedung Agung dan Marau Riang. Masing-masong kesultanan kecil ini memiliki prajuritnya masing-masing dan mengembangkan berbagai macam senjata perang seperti badik, rambai ayam, dan rudus untuk berperang dengan kesultanan lain. Selain sebagai senjata perang, rudus juga digunakan dalam upacara pengangkatan datuk, kepala [[adat]].<ref name="beng"/>
 
Selama masa kolonial, rudus digunakan oleh penduduk asli sebagai sebuah bentuk perlawanan terhadap pemerintah kolonial. Karena gagasan patriotik yang romantis ini dimana pedang rudus digunakan sebagai simbol kebangkitan melawan penindas, rudus sering kali ditampilkan sebagai simbol kenegaraan atau simbol provinsi. Salah satu contoh adalah Provinsi Bengkulu yang menggunakan rudus dalam lambang provinsi Bengkulu, dalam hal ini pedang rudus adalah simbol dari kepahlawanan.<ref name="beng">{{cite web |url=http://www.kamerabudaya.com/2017/05/inilah-5-senjata-tradisional-dari-bengkulu.html |title=5 Senjata Tradisional Bengkulu |trans-title=Five Traditional Weapon of Bengkulu |language=Indonesian |publisher=Kamera Budaya |website=Kamera Budaya |ref=harv |date=2017}}</ref>
 
== Bentuk ==
[[Berkas:Bengkulu_coaCoat of arms of Bengkulu.pngsvg|jmpl|120px|kiri|Lambang Provinsi Bengkulu memiliki dua pedang rudus.]]
Sebuah rudus terdiri atas beberapa elemen yaitu ''mata'' (secara harfiah "mata", mata pisau), ''ulu'' ("gagang"), dan ''sarung'' ("sarung").<ref name="beng"/>
 
Rudus sering kali ditulis dengan tulisan-tulisan [[Jawi]] di bagian pedangnya atau dibagian gagangnya. [[Abjad Jawi]] adalah sejenis abjad Persia-Arab yang digunakan sebagai salah satu dari tulisan resmi untuk negara-negara Melayu seperti di Brunei, dan juga di [[Malaysia]], Indonesia, [[Patani]], [[Banjar]] dan [[Singapura]] untuk keperluan religius. Pembuat pedang rudus biasanya akan mengukirkan tanggal selesainya pembuatan pedang, beserta nama dirinya dan dari desa mana dia berasal. Dalam beberapa kasus, tulisan yang tertulis bukan merupakan tanggal pembuatan pedang itu, namuntetapi tanggal pedang tersebut dihias kembali. Sebuah rudus yang disimpan di [[Metropolitan Museum of Art]] di [[New York City]] memiliki sebuah tulisan yang mengidentifikasikan bahwa seniman tersebut berasal dari sebuah desa di [[Semenanjung Malaysia]], namuntetapi bentuk hiasannya tidak endemik di Semenanjung Malaysia, melainkan lebih kepada wilayah SumateraSumatra utara yang dihuni oleh [[orang Aceh]] dan Batak Pakpak. Hal ini menunjukkan bahwa rudus tersebut sebetulnya dibuat di SumateraSumatra, namuntetapi direstorasi di [[Semenanjung Malaya]].<ref name="met"/>
 
Tulisan-tulisan abjad Jawi pada rudus bisa ditulis di mata pisau atau di gagangnya. Contoh dari [[Museum Metropolitan of Art]] memiliki tulisan yang disepuh dengan emas. Beberapa contoh rudus memiliki tulisan yang dipahat dipangkal gagang kayunya.<ref name="met">{{cite web |url=https://www.metmuseum.org/art/collection/search/662961 |title=Sword (Rudus) and Scabbard |language=Indonesian |ref=harv |publisher= The Metropolitan Museum of Art |website= The Metropolitan Museum of Art|date=2017}}</ref>