Nederlandsch-Indische Radio Omroep Maatschappij: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Pratama26 (bicara | kontrib)
Majalah: Menambah konten dari halaman Soeara Nirom
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
kTidak ada ringkasan suntingan
 
(3 revisi perantara oleh 2 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 32:
|footnotes =
}}
'''''Nederlandsch-Indische Radio Omroep Maatschappij''''' ({{lang-id|Maskapai Siaran Radio Hindia Belanda}}), disingkat '''NIROM''', adalah sebuah [[jaringan radio]] di [[Hindia Belanda]]. NIROM didirikan pada tahun 1928, namun beroperasi antara tahun 1934 hingga 1942. Setelah [[Kampanye Hindia Belanda|sebagian besar wilayah Hindia Belanda dikuasai Jepang]], stasiun-stasiun yang sebelumnya merupakan bagian dari NIROM menjadi bagian dari "Jawatan Radio" (''放送局, Hoso Kyoku'') di bawah pemerintahan [[Pendudukan Jepang di Hindia-Belanda|pendudukan Jepang]], dan kemudian, setelah kemerdekaan Indonesia, diambil alih orang-orang Indonesia sebagai stasiun-stasiun radio milik [[Radio Republik Indonesia]] (RRI).
 
NIROM pertama kali mengudara pada tahun 1934. Salah satu stasiun NIROM yang paling terkenal adalah Bataviaasche Radio Vereniging (BRV) yang melakukan siaran dari [[Hotel des Indes]]. Pada tahun 1928 di [[Amsterdam]], NIROM didirikan dengan rencana untuk menyiarkan siaran radio ke seluruh [[Jawa]] dan kemudian ke seluruh [[Hindia Belanda]] dalam waktu tiga tahun. Namun, karena persiapan teknis yang diperlukan, NIROM baru dapat memulai siarannya pada tahun 1934.
 
AwalnyaPada awalnya, NIROM hanya melakukanmenyiarkan siaranprogramnya dalam bahasa Belanda,. tetapiNamun, mulai tahun 1935, siaran-siarannyasiaran jugamulai dilakukan dalammenggunakan bahasa-bahasa setempatlokal. PenggunaanSeiring waktu, penggunaan bahasa-bahasa setempat semakinmenjadi lebih dominan dalam siaran-siaran NIROM padamenjelang akhir masa operasinya.
 
Salah satu pegawai NIROM yang terkenal di [[Belanda]] adalah pembawa acara terkenal Wim Kan, yang pada tahun 1939 mengunjungi [[India]] dan memutuskan untuk tinggal di [[Asia]] setelah [[invasi]] Jerman ke Belanda. Seorang penyiar lainnya adalah Bert Garthoff, yang pada tanggal 8 Maret 1942, setelah penyerbuan Jepang dan penyerahan pemerintah Hindia Belanda, menutup siarannya dengan kalimat: ''Wij gaan nu sluiten. Vaarwel, tot betere tijden. Leve de Koningin!'' (Kami akan menutup siaran kami sekarang. Selamat tinggal, hingga waktu yang lebih baik. Hidup Sang Ratu!). Meskipun demikian, NIROM masih melanjutkan siarannya selama seminggu lagi dan menyiarkan lagu kebangsaan Belanda, ''[[Wilhelmus]]''. Ketika Jepang mengetahui musik yang disiarkan tersebut, tiga pegawai siaran NIROM dihukum mati.
Baris 170:
| website =
}}
'''''NIROM-bode''''' dan '''''Soeara NIROM''''' adalah majalah yang pernah terbit untuk mempromosikan NIROM.<ref>{{cite web|url=http://koleksikemalaatmojo.blogspot.com/2012/05/majalah-lama-soeara-nirom-tahun-1940.html|title=Majalah lama Soeara Nirom tahun 1940|authors=Kemala Atmojo|publisher=Kemala Atmojo|date=4 Mei 2012|accessdate=4 Agustus 2015}}</ref>
 
Kontennya, selain artikel yang berkaitan dengan masalah radio, cerita legenda, rumah tangga, dan musik. Adaada profil komponis, beberapa foto pemain musik, penyanyi, dan group musik era itu. Dalam edisi No. 12/Tahun VII/24 Maret 1940 misalnya, ada foto T.S. Albar, (seorang pemain orkes gambus dari Surabaya. Lalu ada), T. Soehji, (pemain kecapi dari Bandung. Kemudian ada), Nji Walet, (penyanyi orkes kecapi Sunda.), Dan adadan group The Sweet Malay Islanders dari (Surabaya). Di halaman belakang, dimuat daftar acara siaran NIROM di berbagai daerah.
 
Majalah ini diterbitkan oleh Penerbit Radio Soeara-Nirom dengan alamat redaksi dan administrasi atau ''Redactie dan Administratie'' Koningsplein West 5, Batavia Centrum. Serta perwakilan redaksi per wilayah: Alamat Studio di Tegallega Oost 23, Bandoeng. Embong Malang 87-9, Soerabaja. Medan, Serdangweg 28, Soematera Oetara.