Bandar Udara Sisingamangaraja XII: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
Arif Faturahman (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
(122 revisi perantara oleh 42 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1:
{{Infobox airport
| name = Bandar Udara Internasional<br>Raja Sisingamangaraja XII
| nativename = <small>{{lang|en|Raja Sisingamangaraja XII International Airport }}</small>
| nativename-a =
| nativename-r =
| image = Silangitairport.jpg
| image-width = 250
|image2 =
| image2-width = 270Silangitairport 2.jpg
| image2-width = 250
| IATA = DTB
| ICAO = WIMN
| type = Publik
|owner = [[Pemerintah Indonesia]]
| owner = [[InJourney]]
| operator = [[Angkasa Pura|PT Angkasa Pura II]]
|city-served = [[Siborong-Borong]]
|location city-served = [[Siborong-Borong]], [[Tapanuli]], [[Indonesia]]
| location = [[Siborong-Borong]], [[Sumatera Utara]], Indonesia
|hub =
| hub =
| elevation-f = 4660
|coordinates = {{coord|02|15|35|N|098|59|43|E|region:ID|display=inline,title}}
| timezone = [[Waktu Indonesia Barat|WIB]]
| image_map = LocationSumatra.svg
| utc = [[UTC+07:00]]
| image_map_caption = [[Sumatera]] daerah di Indonesia
| coordinates = {{coord|02|15|35|N|098|59|43|E|region:ID-SU|display=inline,titleit}}
| pushpin_map = Indonesia Sumatra#Indonesia
| image_map = LocationSumatra.svg
| image_map_caption = [[Sumatera]] daerah di Indonesia
| pushpin_map = Indonesia Sumatra#Indonesia
| pushpin_map_caption = Lokasi di Sumatera
| pushpin_label = DTB
| website = http://www.silangit-airport.co.id/
| metric-rwy = y
| r1-number = 09/27
| r1-length-m = 2650
| r1-surface = [[Aspal beton|Aspal]]
| r1-length-f = 8694
| footnotes = SumberSource: Direktorat Jenderal PerhubunganSipil DaratUdara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia<ref name="MOTI"/>
}}
 
'''Bandar Udara InternasionalRaja Sisingamangaraja XII''' ({{lang-en|Raja Sisingamangaraja XII International Airport}}) {{airport codes|DTB|WIMN}} adalah sebuah [[bandar udara internasional]] yang terletak di kecamatan [[Siborong-borongSiborongborong, Tapanuli Utara|Siborongborong]], -kabupaten [[Kabupaten Tapanuli Utara|Tapanuli Utara]], provinsi [[TapanuliSumatera Utara]]., Bandar udara ini memiliki ukuran landas pacu 2[[Indonesia]].400 m x 30 m. Jarak dari pusat kota sekitar 7&nbsp;km.
 
Bandara ini juga dikenal sebagai '''Bandar Udara Silangit''' sebelum akhirnya berubah nama resminya sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor KP 1404 Tahun 2018 tentang Perubahan Nama Bandar Udara Internasional Silangit menjadi Bandar Udara Internasional Raja Sisingamangaraja XII tanggal 3 September 2018 <ref>{{Cite web|last=Media|first=Kompas Cyber|date=2018-09-10|title=Bandara Silangit Resmi Berganti Nama Jadi Bandara Internasional Sisimangaraja XII|url=https://regional.kompas.com/read/2018/09/10/20254551/bandara-silangit-resmi-berganti-nama-jadi-bandara-internasional|website=KOMPAS.com|language=id|access-date=2023-07-08}}</ref>.
=== Sejarah ===
Bandar Udara Silangit dibangun pada masa penjajahan Jepang. Pembangunan kembali bandara ini mulai dilakukan sejak tahun 1995 dengan menambah landas pacu sepanjang 900 meter sehingga menjadi 1.400 meter. Pada Maret 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan langsung pengoperasian Bandara Silangit, sejak saat itu pembangunan Bandara pun mulai dilakukan dengan gencar. Pada tahun 2011, Bandara Silangit akhirnya memiliki landas pacu sepanjang 2.400 meter dan direncanakan pada tahun 2015 akan diperpanjang kembali menjadi {{convert|3800|x|45|m|}}, sehingga bisa didarati pesawat berbadan lebar secara reguler. Pada tanggal 18 Januari 2011, Bandara Silangit didatangi oleh Presiden RI beserta rombongan yang menggunakan pesawat Boeing 737-500. Dengan kedatangan Presiden tersebut, dinyatakanlah bahwa Bandara Silangit telah sanggup melayani pesawat sekelas A320, A320neo, A330, & B737 Next Generation, & MAX.
 
Meskipun telah berganti nama, papan nama di bandara sendiri masih menggunakan nama lama, dan dalam berbagai aplikasi pencarian daring juga masih menggunakan nama lama, yakni [[Bandar Udara Internasional Silangit]]. Bandar udara ini memiliki ukuran landas pacu 2.650 m x 45 m. Jarak bandara dari pusat [[Siborongborong]] sekitar 8&nbsp;km.<ref name="SILANGIT">{{cite web|first=Julian|last=Alsen|url=https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/10/15/mengenal-bandara-silangit-yang-menghubungkan-kita-lebih-dekat-dengan-danau-toba|title=Mengenal Bandara Silangit yang Menghubungkan Kita Lebih Dekat dengan Danau Toba|date=15 Oktober 2017|website=www.goodnewsfromindonesia.id |accessdate=21 Mei 2021}}</ref>
Luas Terminal saat ini = 100 m2 (Terminal A) & 700 m2 (Terminal B), Fasilitas Navigasi = NDB, AFIS, PAPI & DVOR/DME, Fasilitas Keamanan Penerbangan = X-Ray Baggage, X-Ray Cabin, Walk-through Metal Detector & Handheld Metal Detector, Fasilitas Keselamatan Penerbangan = PKP-PK Type V, Gunebo & Ambulance, Fasilitas Listrik = Generator Set 25 & 125 KVA, Airfield Lighting System (AFL), Apron Light & Apron Flood Light, Fasiitas Terminal = Conveyor Belt, Timbangan Digital, Running Text, LCD Information, Fasilitas Peralatan = Wheel Tractor Rotary Mower, Hand Mower, .
 
=== Sejarah ===
Dengan fasilitas dan kemampuan pelayanan yang dimilikinya, saat ini Bandara Silangit adalah satu-satunya bandara kelas IV yang memiliki fasilitas dan kemampuan setara bandara kelas II di Indonesia. Pada 14 Desember 2012, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan secara resmi menyerahkan operasional pengelolaan Bandara Silangit kepada [[PT Angkasa Pura II (Persero)]]. Dengan demikian, status bandara ini secara otomatis berubah dari bandara UPT menjadi bandara komersial.
Meskipun bandara internasional ini baru diresmikan pada tahun [[2017]], namun faktanya pembangunan bandara milik APII di Tapanuli Utara, Sumatera Utara ini dibangun pertama kali pada masa penjajahan Jepang. Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan pendiri [[Silalahi Center]], Letjen (Purn) [[TB Silalahi]] dalam penerbangan perdana Wings Air rute [[Batam]] - Silangit, 6 September 2013, kepada awak media mengatakan bahwa bandara Silangit merupakan bandara yang bersejarah namun terbengkalai, dan bandara Silangit sudah dibangun sejak tahun [[1944]] oleh [[Jepang]], tetapi tidak dikembangkan.<ref name="SEJARAH">{{Cite news|first=Sakina Rakhma Diah|last=Setiawan|editor=Bambang Priyo Jatmiko|url=https://money.kompas.com/read/2013/09/06/2143229/Silangit.Bandara.Bersejarah.yang.Terbengkalai|title=Silangit, Bandara Bersejarah yang Terbengkalai|work=[[Kompas.com]]|accessdate=21 Mei 2021|editor-last=Jatmiko|editor-first=Bambang Priyo}}</ref>
 
Pembangunan Bandar Udara Silangit ini kemudian dilakukan secara bertahap, yaitu;<ref name="KARGO">{{cite web|url=https://kargoku.id/bandara-silangit/|title=Bandara Silangit|website=www.kargoku.id|accessdate=21 Mei 2021}}</ref>
Sebagai Bandara ke 13 PT. Angkasa Pura II (Persero), pembenahan fasilitas pelanan terus dilakukan hingga saat ini, renovasi toilet untuk pemenuhan standar toilet juara, renovasi Musholla dan Tempat Wudhu yang layak, pembuatan Kid Zone, pengadaan Free Charging, penguatan sinyal wifi, perbaikan area counter check in dan pembenahan Nursery Room, adalah sebagian dari pembenahan tersebut.
* Tahun [[1944]] dibangun pertama kali oleh [[Jepang]]. Presiden [[Soekarno]] menggunakan bandara ini saat berkunjung ke kawasan Danau Toba. Namun setelah dibangun, bandara ini terbengkalai.
* Tahun [[1995]], pembangunan bandara ini dilanjutkan dengan menambahkan panjang landas pacu, dari 900 meter menjadi 1.400 meter.
* Bulan Maret [[2005]], bandara tersebut diresmikan oleh presiden [[Susilo Bambang Yudhoyono]] dengan panjang runway mencapai 2.400 m x 30 m.
* Pada tahun [[2011]], bandara tersebut menjadi jalur yang sering digunakan oleh pelancong untuk menjelajah ke kawasan Tapnuli, termasuk [[Danau Toba]], [[Parapat]], [[Merek Raya, Raya, Simalungun|Merek Raya]], [[Balige]], [[Tigaras]] dan sekitarnya. Bandara Silangit akhirnya memiliki landas pacu sepanjang 2.400 meter.
* Pada akhir tahun [[2012]], kepemilikan bandara berpindah tangan dari Pemerintah ke PT Angkasa Pura II melalui Kementerian Perhubngan.
* Tahun [[2017]], bandara tersebut direnovasi, sekaligus diresmikan oleh presiden Indonesia [[Joko Widodo]] menjadi salah satu bandara berkelas [[internasional]] di pulau Sumatra.
* Tahun [[2019]] telah dilakukan perpanjangan runway menjadi {{convert|2650|x|45|m|}} dengan PCN 40/F/C/X/T Asphalt sehingga bisa didarati pesawat berbadan lebar secara reguler.
 
Sebagai Bandara ke 13 PT Angkasa Pura II (Persero), pembenahan fasilitas pelayanan terus dilakukan hingga saat ini, renovasi toilet untuk pemenuhan standar toilet juara, renovasi Musholla dan Tempat Wudhu yang layak, pembuatan Kid Zone, pengadaan Free Charging, penguatan sinyal wifi, perbaikan area counter check in dan pembenahan Nursery Room, adalah sebagian dari pembenahan tersebut. Bandar Udara Silangit juga sedang mengupayakan kesempurnaan Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja, demi mewujudkan program ''zero incident'', ''zero accident'' &dan ''zero workplace accident''.<ref name="SILANGIT"/>
 
Saat ini Penerbangan silangitSilangit dilayani beberapa operator Wingsyakni Air[[Garuda untukIndonesia]], Rute[[Citilink]], Batam[[Batik -Air]], Silangit[[Sriwijaya]], dan[[Wings SusiAir]] dan [[Air untukAsia]]. RuteProgress Medanpenumpang -dari dan ke Bandara Silangit sigifikan setiap tahunnya. Pada Tahun 2018, penumpang dari dan Gunungke SitoliBandara -Silangit SIlangit.berjumlah Programlebih penerbangandari langsung400.000 Jakartapenumpang. -Bandara Silangit terusdipersiapkan diupayakanuntuk denganmelayani optimalpeningkatan melaluiwisatawan pembenahanke fasilitasDanau keamananToba dan keselamatanarea Tapanuli penerbanganlainnya.
 
== Fasilitas Pendukung ==
Progress penumpang dari dan ke Bandara SIlangit mencapai rata-rata 100% setiap tahunnya. Pada Tahun ini penumpang dari dan ke Bandara SIlangit ditargetkan mencapai 25.000 pax, meningkat 120 % dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 12.009 pax.
[[Berkas:AirAsia Silangit.jpg|kiri|jmpl|Pesawat AirAsia di bandara Silangit]]
Bandar Udara Silangit memiliki 2 (dua) Apron, yakni Apron A dengan dimensi 60m x 40 m dengan PCN 16/F/C/Y/U untuk parkir pesawat ringan dan Apron B yang memiliki dimensi 250.5 m x 100 m yang memiliki 6 (enam) slot parkir pesawat jet sekelas A320 hingga B737 MAX 10. Pada tanggal 18 Januari 2011, Bandara Silangit didatangi oleh Presiden RI beserta rombongan yang menggunakan pesawat Boeing 737-500.<ref name="SILANGIT"/>
 
Luas Terminal saat ini =yakni 100 m2 (Terminal A) & 700 m2 (Terminal B),. Fasilitas Navigasi =yakni NDB, AFIS, PAPI & DVOR/DME, dan Fasilitas Keamanan Penerbangan =berupa ''X-Ray Baggage'', ''X-Ray Cabin'', ''Walk-through Metal Detector'' &dan ''Handheld Metal Detector,''. Sementara Fasilitas Keselamatan Penerbangan =yakni PKP-PK Kategori 6, ''Foam Tender Type VII'', Gunebo''Nurse Tender'', ''Commando Car & Ambulance,Ambulans''. Untuk Fasilitas Listrik, =yakni Generator Set 25 & 125150 KVA, ''Airfield Lighting System'' (AFL), ''Apron Light & Apron Flood Light,''. FasiitasDan Terminaluntuk =fasilitas terminal, terdapat ''Conveyor Belt'', Timbangan Digital, ''Running Text'', ''LCD Information,''. Semnetara untuk Fasilitas Peralatan =berupa ''Wheel Tractor Rotary Mower,'' dan ''Hand Mower, ''.
Bandara Silangit juga sedang dipersiapkan untuk melayani peningkatan wisatawan ke Danau Toba dan area Tapanuli lainnya.
 
Dengan fasilitas dan kemampuan pelayanan yang dimilikinya, saat ini Bandara Silangit adalah satu-satunya bandara kelas IV yang memiliki fasilitas dan kemampuan setara bandara kelas II di Indonesia. Pada 14 Desember 2012, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan secara resmi menyerahkan operasional pengelolaan Bandara Silangit kepada [[Angkasa Pura|PT Angkasa Pura II (Persero)]]. Dengan demikian, status bandara ini secara otomatis berubah dari bandara UPT menjadi bandara komersial.
== Fasilitas Pendukung ==
 
=== Sarana pendukung ===
Beberapa sarana atau fasilitas pendukung yang sudah ada dan yang dikembangkan di bandara Silangit adalah;<ref name="KARGO"/>
{{Col|3}}
* Display jadwal bus dan penerbangan
* Free Wi-Fi
* Mesin tiket bus
* Informasi turis
* ''Self-check-in''
* ''E-payment''
* E-kios
* Ruang VIP
* Masjid, Mushola & Perangkat Sholat
* Wi-Fi
* Charger Ponsel
* Tempat Bermain anak
Baris 61 ⟶ 84:
* Kursi Roda
* Area Merokok
{{EndDiv}}
 
== Maskapai penerbangan dan tujuan ==
{{airport-dest-list
|[[AirAsiaBatik Air]]|[[Bandar Udara Internasional Kuala LumpurSoekarno–Hatta|Kuala Lumpur—InternasionalJakarta–Soekarno–Hatta]]
|[[Batik AirCitilink]]|[[Bandar Udara Internasional HalimHang PerdanakusumaNadim|Jakarta—Halim PerdanakusumaBatam]], [[Bandar Udara Internasional Soekarno-HattaHalim Perdanakusuma|Tangerang—Soekarno—HattaJakarta–Halim Perdanakusuma]]
|[[Super Air Jet]]| [[Bandar Udara Internasional Hang Nadim|Batam]] (dimulai 22 September 2024),<ref>{{Cite web|url=https://agent.lionair.co.id/LionAirAgentsPortal/Default.aspx|title=Super Air Jet Buka Rute Baru Batam ke Silangit 22 September 2024|website=agent.lionairid|access-date=2 September 2024}}</ref> [[Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta|Jakarta–Soekarno–Hatta]]}}
|[[Citilink]]|[[Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara|Bandung]], [[Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma|Jakarta—Halim Perdanakusuma]], [[Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta|Tangerang—Soekarno—Hatta]]
|[[Garuda Indonesia]]|[[Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta|Tangerang—Soekarno—Hatta]]
|[[Malindo Air]]|[[Bandar Udara Sultan Abdul Aziz Shah|Kuala Lumpur—Subang]]
|[[Sriwijaya Air]]|[[Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta|Tangerang—Soekarno—Hatta]]
|[[Susi Air]]|[[Bandar Udara Binaka|Gunungsitoli]], [[Bandar Udara Internasional Kualanamu|Medan]]
|[[Wings Air]]|[[Bandar Udara Internasional Kualanamu|Medan]], [[Bandar Udara Internasional Minangkabau|Padang]]
|air asia=KUALA LUMPUR}}
 
== Daftar Kepala Bandara ==
{{Col|2}}
* [[Hasan Basri]] (1995 - 2000)
* [[Golden Damanik]] (2000 - 2003)
Baris 80 ⟶ 99:
* [[Marthinus Hutasoit]] (2004 - 2011)
* [[Poltak Gordon Siburian]] (2011 - 2013)
* Hotasi Manalu (2016 - 2017)
* Eri Braliantoro (2018)
* M. Hendra Irawan (2018 - 2019)
* M. Iwan Sutisna (2019- 2020)
* R. Indra Crisna Seputra (2020- Sekarang)
{{EndDiv}}
 
== Galeri ==
<gallery>
File:Silangit Airport.jpg|Bandara Silangit dari udara
</gallery>
 
== Referensi ==
{{reflist|2}}
 
== Pranala luar ==
* {{id}} [http://silangit-airport.co.id Situs resmi Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII di Angkasa Pura II] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20220208082934/https://silangit-airport.co.id/ |date=2022-02-08 }}
* {{id}} [http://hubud.dephub.go.id/?id+info_bandara+detail+66 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara]
* [http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/12/14/16022373/Bandara.Silangit.Diserahkan.ke.Angkasa.Pura.II {{id}} Bandara Silangit Diserahkan ke Angkasa Pura II]
 
{{Bandar Udara di Indonesia}}
{{Bandar udara di pulau Sumatera|state=autocollapse}}
 
[[Kategori:Bandar udara di TapanuliSumatera Utara|Silangit]]
[[Kategori:Kabupaten Tapanuli Utara]]
[[Kategori:Bandar udara internasional di Indonesia|Silangit]]
[[Kategori:Bandar udara yang dikelola Angkasa Pura II|Silangit]]