Kepanikan: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
k Editing on Symptoms. |
Fitur saranan suntingan: 3 pranala ditambahkan. Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Tugas pengguna baru Disarankan: tambahkan pranala |
||
(15 revisi perantara oleh 9 pengguna tidak ditampilkan) | |||
Baris 1:
{{tak akurat}}
'''Kepanikan''', '''panik''', '''gangguan panik''' atau '''serangan panik''' (''panic, panic disorder,'' atau ''panic attack'') adalah suatu masalah kesehatan jiwa dalam ranah [[kecemasan]] dengan ciri diserang rasa takut yang luar biasa selama beberapa menit, timbulnya perasaan bahwa suatu bencana akan terjadi, atau adanya ketidakmampuan untuk mengendalikan diri sekalipun sebenarnya tidak ada sesuatu yang buruk yang benar-benar terjadi. Seseorang dapat merasakan sensasi fisik yang kuat selama serangan panik berlangsung. Sensasi fisik itu mungkin terasa seperti mengalami serangan jantung (lihat gejala-gejala yang mungkin timbul di bawah). Serangan panik dapat terjadi kapanpun, dan mereka yang mengalami serangan seperti ini dapat menjadi khawatir dan ketakutan jika hal tersebut sewaktu-waktu dapat terulang kembali.▼
{{cleanup rewrite}}
{{perhatian ahli}}
▲'''Kepanikan''', '''panik''', '''gangguan panik''' atau '''serangan panik''' (''panic, panic disorder,'' atau ''panic attack'') adalah
Mereka dengan gangguan seperti ini menjadi tidak bersemangat dan merasa malu, karena merasa tidak dapat melakukan pekerjaan rutin yang biasa seperti pergi ke sekolah, bekerja, atau mengemudikan kendaraan. Potensi akan timbulnya kembali gangguan yang seperti serupa
''Kecemasan'' sebenarnya adalah kondisi umum yang bisa dialami siapa saja. Kecemasan dalam kadar ringan yang datang hanya sesekali, adalah hal biasa. Namun kecemasan yang lebih dari dua pekan atau serangan panik yang datang berulang-ulang dapat mengindikasikan adanya suatu permasalahan kejiwaan yang harus segera dikelola dengan penanganan berupa terapi (medis, psikologis, atau sosial) yang tepat. Salah satu bentuk kecemasan yang lain, berupa ketakutan (fobia) di tengah kerumunan orang atau di tengah orang banyak, yang disebut dengan istilah agorafobia,
==
Dalam makna "
Selain makna yang dijelaskan dalam artikel ini, tokoh mitologi yang sama juga dianggap sebagai asal kata dari ''panic'' dalam arti "keprihatinan/kecemasan/ketakutan yang luas dalam hal kondisi keuangan" yang mulai digunakan sejak tahun 1757; serta frase ''tombol panik'' sebuah makna kiasan yang mulai digunakan dalam [[Bahasa Inggris]] sejak tahun 1955.<ref>{{Cite web|url=https://www.etymonline.com/search?q=panic|title=panic {{!}} Search Online Etymology Dictionary|website=www.etymonline.com|access-date=2019-06-26}}</ref>
==
Gangguan panik dapat diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga, namun tidak dapat diketahui secara akurat siapa saja di dalam keluarga yang dapat mengalami gangguan ini dan siapa saja yang tidak akan mengalaminya. Para peneliti menemukan ada beberapa bagian pada otak, dan juga proses biologis memainkan peranan penting sebagai penyebab gangguan tersebut. Beberapa peneliti yang lain berpendapat bahwa mereka yang menderita gangguan ini menanggapi berbagai macam sensasi biasa sebagai ''ancaman''.<ref name=":0" />
Sebagian ilmuwan berpendapat bahwa ''panik'' adalah sebuah reaksi di dunia yang tidak lagi berbahaya. Sementara pada zaman purba mekanisme semacam ini sangat berguna bagi manusia karena menghadapi alam dan hewan buas dalam rimba raya dengan perlindungan yang tidak memadai. Sementara dalam situasi di keramaian atau ruang tertutup (dalam lift, misalnya) pada zaman modern dalam kondisi yang aman, hal itu memiliki fungsi psikologis yang tidak lagi relevan. Namun karena secara turun-temurun manusia mewarisi gen yang serupa, maka hal itu masih dialami oleh manusia, walaupun ancaman seperti itu tidak ada atau tidak lagi berarti.
Dengan mempelajari secara seksama bagaimana otak dan tubuh berfungsi pada gangguan ini, para ilmuwan dapat mengharapkan cara penanganan masalah tersebut dengan lebih baik. Peneliti juga mempelajari bagaimana pengaruh stres dan peran lingkungan pada masalah ini.▼
▲Sebagaimana kecemasan yang lainnya, ''panik'' melibatkan mekanisme fisik. Dengan mempelajari secara seksama bagaimana otak dan tubuh berfungsi pada gangguan ini, para ilmuwan dapat mengharapkan cara penanganan masalah tersebut dengan lebih baik. Peneliti juga mempelajari bagaimana pengaruh stres dan peran lingkungan (yaitu faktor psikologis dan sosial) pada masalah ini.<ref name=":0" />
== Gejala ==
=== Gejala fisik ===
Beberapa gejala fisik dari orang yang mengalami panik antara lain:<ref name="AP FAQ">
* [[Jantung]] berdebar-debar dan berdenyut sangat cepat
* [[Sesak nafas]] dan/atau [[dada]] terasa sesak
* Sakit dada
* Sensasi tersedak
* [[Mulut]] kering
* [[Mulas]]
Baris 29 ⟶ 33:
* Gemetaran
* [[Keringat|Berkeringat]] dingin
* [[Parestesia]] (merasa kulit menjadi kebas, terbakar, nyeri, dsb)
* Hilangnya kemampuan untuk fokus kepada sesuatu hal
* Daya penglihatan menurun
=== Gejala psikologis ===
Sedangkan beberapa gejala psikologis dari orang yang panik antara lain:<ref name="AP FAQ" />
* Ketegangan batin▼
* Gelisah
* Takut kehilangan kendali, merasa tidak dapat mengendalikan diri, atau merasa sama sekali tidak berdaya
* Cemas bahwa ada bencana atau sesuatu yang buruk yang akan terjadi
Baris 44 ⟶ 48:
* Merasa sendirian
==
Dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan dan meneliti riwayat kesehatan untuk memastikan tidak ada masalah fisik lain yang dapat menjadi penyebab masalah ''panik'' ini. Dokter dapat merujuk orang yang mengalaminya kepada profesional kesehatan jiwa seperti psikater atau psikolog klinis.
Pada umumnya ''gangguan panik'' dapat ditangani melalui psikoterapi (yaitu terapi wicara), obat-obatan medis, atau keduanya. Dokter atau profesional kesehatan jiwa dapat menentukan mana yang merupakan penanganan atau kombinasi penanganan yang terbaik.<ref name=":0" />
=== Psikoterapi (atau Terapi Wicara) ===
Ada satu bentuk terapi kejiwaan, ''psikoterapi'' yang disebut ''Cognitive Behavioral Therapy'' (CBT – yaitu terapi pengubahan sudut pandang dan perilaku) sebagai terapi pertama yang sangat berguna untuk mengatasi masalah seperti ini. CBT melatih untuk dapat berpikir, berperilaku, dan bereaksi secara berbeda dalam menghadapi ''serangan panik''. Serangan tersebut dapat hilang setelah belajar untuk bereaksi secara berbeda terhadap berbagai sensasi fisik dan rasa takut yang terjadi selama ''serangan panik''.<ref name=":0" />
'''''SSRI''''' dan '''''SNRI''''' adalah obat yang umum digunakan untuk mengatasi ''depresi'', namun juga sangat berguna untuk mengatasi gejala-gejala serangan ''gangguan panik''. Obat-obat medis tersebut membutuhkan waktu beberapa pekan untuk dapat dirasakan khasiatnya. Obat-obatan ini bisa menyebabkan ''efek samping'' seperti [[sakit kepala]], mual, dan susah tidur. Efek samping ini biasanya tidak terlalu parah untuk sebagian orang, terutama apabila pengobatan dimulai dari dosis rendah dan baru kemudian ditingkatkan dosisnya dari waktu ke waktu.
Obat lain yang dapat digunakan adalah '''''penghambat beta''''' (''beta blockers'') yang dapat membantu anda untuk mengatasi ''gejala-gejala'' yang muncul pada ''gangguan panik'', seperti detak jantung yang cepat. Meskipun demikian dokter jarang meresepkan ''penghambat beta'' untuk ''gangguan panik'', tetapi obat ini mungkin dapat membantu untuk situasi-situasi tertentu sebelum ''serangan panik'' terjadi.
'''''Benzodiazepin''''', yang merupakan obat dengan efek menidurkan, sangat efektif dalam mengurangi gejala-gejala ''serangan panik'', namun obat ini dapat menghasilkan ''resistensi'' (yaitu kondisi ketika obat medis sudah tidak lagi efektif mengatasi gangguan) dan ''ketergantungan'' obat jika anda menggunakannya dalam jangka waktu yang lama. Oleh sebab itu dokter anda hanya akan memberikan obat ini untuk jangka waktu yang pendek jika memang diperlukan.<ref name=":0" />
Dokter dapat bekerjasama dengan orang yang mengalaminya untuk menemukan obat dan dosis yang terbaik.
'''''Psikoterapi''''' dan '''''obat-obatan medis''''' membutukan waktu untuk dapat bekerja dengan baik. ''Gaya hidup sehat'' juga dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah ini. Selalu cukup tidur dan olahraga, cukup makanan bergizi, dan selalu ada keluarga dan teman (dukungan secara sosial) dianggap para ahli sebagai faktor yang juga penting untuk penyembuhannya.<ref name=":0" />
== Beberapa Zat yang Harus Dijauhi ==
Beberapa zat harus dijauhi oleh orang yang mengalami ''panik'' karena zat-zat tersebut tidak hanya memperparah ''kepanikan'' namun juga dapat menjadi pemicu ''kepanikan'' itu sendiri. Orang yang mengalami panik harus menjauhi:
* [[Alkohol]]
* [[Nikotin]]
Baris 57 ⟶ 81:
* Zat yang mempengaruhi [[Kelenjar tiroid|tiroid]]
* Senyawa xantin (seperti [[teofilin]] dan [[kafeina]])
▲=== Pengobatan ===
== Referensi ==
Baris 67 ⟶ 88:
* {{en}} [http://www.asktog.com/columns/066Panic!.html Panic! How it works and What To Do About It]
* {{en}} [http://www.contextsmagazine.org/content_sample_v1-3.php Panic: Myth or Reality?] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20060217135939/http://www.contextsmagazine.org/content_sample_v1-3.php |date=2006-02-17 }}
* {{en}} [http://www.schneier.com/blog/archives/2005/08/the_myth_of_pan.html Bruce Schneier on the Myth of Panic]
[[Kategori:Emosi]]
|