Gangguan depresi mayor: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan |
|||
(11 revisi perantara oleh 10 pengguna tidak ditampilkan) | |||
Baris 1:
{{Psikiatri}}
'''Gangguan Depresi Mayor (GDM)''', juga dikenal sebagai '''depresi''', (
== Jenis ==
[[DSM-5]] memuat sembilan kriteria diagnosis untuk
* Depresi melankolis (melancholia)
* Depresi dengan fitur atipikal
Baris 9 ⟶ 10:
== Gejala ==
Orang dengan gangguan depresi mayor juga memiliki selera makan yang buruk, kehilangan atau bertambah berat badan secara mencolok, memiliki masalah tidur atau tidur terlalu banyak, dan menjadi gelisah secara fisik, atau yang pada situasi ekstrem lainnya menunjukkan melambatnya aktivitas motorik mereka. Orang dengan depresi mayor dapat kehilangan minat pada hampir semua aktivitas rutin dan kegiatan senggang mereka, memiliki kesulitan dalam berkonsentrasi dan membuat keputusan, memiliki pikiran yang menekan akan kematian, dan mencoba [[bunuh diri]].
GDM memiliki presentasi klinis heterogen sehingga 2 pasien yang [[diagnosis]] mungkin hanya memiliki beberapa gejala yang sama.<ref>Thase ME. The multifactorial presentation of depression in acute care. J Clin Psychiatry. 2013;74 Suppl 2:3-8</ref> Faktor etnis, agama, dan budaya dapat mempengaruhi presentasi, interpretasi, dan deskripsi gejala depresi.<ref name="ReferenceA"/><ref>Institute for Clinical Systems Improvement (ICSI). Adult Depression in Primary Care Guideline. ICSI Mar 2016 PDF or at National Guideline Clearinghouse 2014 Dec 16:47315</ref> Presentasi umum meliputi:
Baris 24 ⟶ 25:
== Faktor risiko ==
* riwayat keluarga atau [[pribadi]] atau penyalahgunaan obat
* penyakit kronis
* peristiwa kehidupan yang penuh stres (termasuk berkabung atau perceraian)
Baris 35 ⟶ 36:
* pendapatan rendah atau pengangguran. Orang dengan taraf sosioekonomi yang lebih rendah memiliki risiko yang lebih besar dibanding mereka dengan taraf yang lebih baik
* kecacatan.
* faktor [[Genetika|genetik]]. s-alel [[serotonin]] transporter promoter polymorphism (5-HTTLPR) plus stress dikaitkan dengan peningkatan terjadinya depresi
* ketergantungan alkohol masa lalu terkait dengan peningkatan risiko depresi berat
|