Kota Bima: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
→Sejarah: Penambahan pranala Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan aplikasi seluler Suntingan aplikasi Android |
Ariandi Lie (bicara | kontrib) k Membatalkan 2 suntingan oleh 125.166.127.48 (bicara) ke revisi terakhir oleh Herryz(✨) Tag: Pembatalan |
||
(32 revisi perantara oleh 22 pengguna tidak ditampilkan) | |||
Baris 2:
{{coord|8|27|16.7|S|118|43|33.1|E|display=title}}
{{dati2
|
|
|
|caption = Tradisi Pacuan Kuda Bima
|koordinat = {{Coord|-8.462309|118.748302}}▼
|
|peta = Lokasi_NTB_Kota_Bima.svg
|semboyan = ▼
▲|koordinat = {{Coord|-8.462309|118.748302}}
|provinsi = [[Nusa Tenggara Barat]]▼
|motto = Maja labo dahu<br/>{{small|{{lang icon|Bima}} Merasa malu dan takut akan perilaku yang menyimpang atau melanggar hukum}}
|
▲|provinsi = [[Nusa Tenggara Barat]]
|luasref = <ref name="Permendagri">{{cite web |url=https://www.kemendagri.go.id/pages/detail/108-permendagri-no137-tahun-2017 |title=Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan |publisher=Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia |access-date=05-12-2018 |archive-date=2019-09-19 |archive-url=https://web.archive.org/web/20190919205500/https://www.kemendagri.go.id/pages/detail/108-permendagri-no137-tahun-2017 |dead-url=yes }}</ref>▼
|penduduktahun = [[2021]]▼
|pendudukref = <ref name="DUKCAPIL"/>▼
|kepadatan = 694▼
▲|kecamatan = 5 [[kecamatan]]<ref name="Permendagri"/>
▲|kelurahan = 38 [[kelurahan]]<ref name="Permendagri"/>
|desa = ▼
▲|dasar hukum = UU RI No.13 Tahun 2002 {{br}}PP RI No.77 Tahun 1998
|tanggal = 10 April 2002 {{br}}22 Oktober 1998
|hari jadi = [[10 April]] [[2002]]
|
|nama_wakil_walikota = ''lowong''
|
|
▲|luasref = <ref name="Permendagri">{{cite web |url=https://www.kemendagri.go.id/pages/detail/108-permendagri-no137-tahun-2017 |title=Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan |publisher=Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia |access-date=05-12-2018 |archive-date=2019-09-19 |archive-url=https://web.archive.org/web/20190919205500/https://www.kemendagri.go.id/pages/detail/108-permendagri-no137-tahun-2017 |dead-url=yes }}</ref>
▲|ketua DPRD =
|
|kodepos = 84111 - 84119▼
▲|pendudukref = <ref name="DUKCAPIL"/>
|nomor_polisi = '''EA xxxx''' S*▼
|bahasa = [[Bahasa Indonesia|Indonesia]], [[Bahasa Bima|Bima]]▼
|agama = {{ublist |item_style=white-space;
|98,65% [[Islam]]
|{{Tree list}}
* 1,24% [[Kekristenan]]
|zona waktu = [[UTC+08:00]]/[[Waktu Indonesia Tengah|WITA]]▼
** 0,76% [[Protestan]]
** 0,48% [[Katolik]]
|apbd =Rp 783.522.889.046,-<ref name="APBD 2018">{{cite web|url=http://www.djpk.kemenkeu.go.id/?p=5412 |title=APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018 |date=2018-05-04|accessdate=2018-07-06}}</ref>▼
{{Tree list/end}}
|pad =Rp 33.353.699.104,-▼
|0,10% [[Hindu]] |0,01% [[Agama Buddha|Buddha]]<ref name="DUKCAPIL"/>}}
▲|bahasa = [[Bahasa Indonesia|Indonesia]], [[Bahasa Bima|Bima]]
|dauref =<ref>{{cite web|url=http://www.djpk.kemenkeu.go.id/wp-content/uploads/2019/09/2.-DAU.pdf |title=Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020|website=www.djpk.kemenkeu.go.id|date=(2020)|accessdate=22 Agustus 2021|format=pdf}}</ref>▼
|IPM = {{increase}} 76,11 ([[2021]])<br> {{fontcolor|Green|Tinggi}}<ref name="IPM">{{cite web|url=https://www.bps.go.id/indicator/26/413/1/-metode-baru-indeks-pembangunan-manusia.html|title=Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021|website=www.bps.go.id|accessdate=6 Maret 2022|format=pdf|archive-date=2021-01-27|archive-url=https://web.archive.org/web/20210127193437/https://www.bps.go.id/indicator/26/413/1/-metode-baru-indeks-pembangunan-manusia.html|dead-url=no}}</ref>
|kodearea = (+62) 374
|web = {{URL|https://bimakota.go.id/}}▼
▲|kodepos = 84111 - 84119
▲|nomor_polisi = '''EA xxxx''' S*
▲|zona waktu = [[UTC+08:00]]/[[Waktu Indonesia Tengah|WITA]]
▲|apbd = Rp 783.522.889.046,-<ref name="APBD 2018">{{cite web |url=http://www.djpk.kemenkeu.go.id/?p=5412 |title=APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018 |date=2018-05-04 |accessdate=2018-07-06 |archive-date=2018-07-06 |archive-url=https://web.archive.org/web/20180706132521/http://www.djpk.kemenkeu.go.id/?p=5412 |dead-url=no }}</ref>
▲|pad = Rp 33.353.699.104,-
▲|
▲|web = {{URL|https://bimakota.go.id/}}
}}
'''Kota Bima''', atau oleh suku Mbojo disebut dengan nama ''Dana Mbojo'', adalah sebuah [[kota]] yang terletak di [[Pulau Sumbawa]] bagian Timur, [[provinsi]] [[Nusa Tenggara Barat]], [[Indonesia]]. Pada pertengahan tahun [[
== Geografi ==
Secara geografis Kota Bima terletak di bagian timur Pulau Sumbawa pada posisi 118°41'00"-118°48'00" Bujur Timur dan 8°20'00"-8°30'00" Lintang Selatan. Kota Bima sendiri mempunyai luas wilayah sebesar 222,25
=== Batas wilayah ===
Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:<ref>http://www.bimakota.go.id {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20080917114501/http://www.bimakota.go.id/ |date=2008-09-17 }} [http://www.bimakota.go.id/?buka=selayang_pandang Batas wilayah Kota Bima] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20080819214207/http://www.bimakota.go.id/?buka=selayang_pandang |date=2008-08-19 }}</ref>
{{Batas_USBT
|utara=
|selatan=
|barat=[[Laut Flores|Teluk Bima]]
|timur=
}}
=== Iklim ===
Berdasarkan kategori iklim, Kota Bima memiliki iklim [[Iklim sabana tropis|sabana tropis]] (''Aw''). Tingkat curah hujan tahunan kota Bima berkisar antara 1000–2000
{{Bima weatherbox}}
Baris 74 ⟶ 78:
Masa kesultanan berlangsung lebih dari tiga abad lamanya. Sebagaimana ombak di lautan, kadang pasang dan kadang pula surut. Masa-masa kesultanan mengalami pasang dan surut disebabkan pengaruh imperialisme dan kolonialisme yang ada di bumi nusantara. Pada tahun 1951 tepat setelah wafatnya sultan ke-14 yaitu Sultan Muhammad Salahudin, Bima memasuki Zaman kemerdekaan dan status Kesultanan Bima pun berganti dengan pembentukan Daerah Swapraja dan Swatantra yang selanjutnya berubah menjadi daerah kabupaten.
Pada tahun [[2002]] wajah Bima kembali di mekarkan sesuai amanat Undang-undang Nomor 13 tahun 2002
Sebagai sebuah daerah yang baru terbentuk, Kota Bima memiliki karakteristik perkembangan wilayah yaitu: pembangunan infrastruktur yang cepat, perkembangan sosial budaya yang dinamis, dan pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi.
Baris 163 ⟶ 167:
=== Perbankan ===
Dunia perbankan cukup berkembang yang didukung oleh sejumlah Bank Pemerintah dan Swasta, yaitu: Bank Negara Indonesia (BNI) 1 Kantor Cabang, Bank Rakyat Indonesia (BRI) 1 Kantor Cabang dan 2 Kantor Unit, Bank NTB 1 Kantor Cabang, Bank Danamon 1 Kantor Cabang, Bank Mandiri 1 Kantor Cabang, Bank Mandiri Syariah 1 Kantor Cabang, Bank Sinarmas 1 Kantor Cabang, Bank Central Asia (BCA) 1 Kantor Cabang serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang meliputi BPR LKP dan Bank Bias.
== Media Massa ==
Baris 188 ⟶ 192:
== Sarana dan prasarana ==
=== Transportasi Udara ===
Transportasi udara melalui [[Bandar Udara Muhammad Salahuddin]] di
=== Transportasi darat ===
Transportasi di Kota Bima ditunjang oleh prasarana jalan: terminal dan pelabuhan laut. Panjang jalan raya sekitar 805,02 km yang terdiri dari Jalan Negara (38,56 km), Jalan Provinsi (52,20 km) dan Jalan Kabupaten (174,26 km)yang sebagian besar merupakan jalan beraspal dan sebagian lainnya jalan perkerasan batu dan jalan tanah. Fasilitas terminal sebanyak 3 buah, terdiri dari 1 buah terminal tipe B terletak di Kampung Dara yang merupakan terminal regional yang menghubungkan Kota Bima dengan kabupaten/kota lainnya dan Terminal Tipe C yang terdapat di Kelurahan Kumbe, yaitu terminal angkutan umum yang menuju ke [[Kecamatan Sape]] Kabupaten Bima dan di Desa Jati Baru, yaitu terminal angkutan umum yang menuju ke [[Kecamatan Wera]] Kabupaten Bima. Sarana angkutan darat dalam Kota Bima dilayani oleh bemo, benhur dan ojek.
Baris 203 ⟶ 208:
Sumber penerangan listrik berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah XI, Kantor Cabang Bima dengan sumber tenaga Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Secara umum kondisi kelistrikan telah dapat melayani kebutuhan penduduk kota walaupun dengan daya yang masih terbatas. Produksi energi listrik mencapai 46.610.246 KWH dengan energi listrik yang disalurkan sebesar 45.032.712 KWH pada 17.266 KK pelanggan. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, sejumlah toko dan hotel mempunyai pembangkit listrik ''portable'' sendiri. Kondisi ini memberikan peluang yang cukup menjanjikan untuk investasi dibidang kelistrikan.
== Pendidikan Dasar & Menengah ==
Fasilitas pendidikan<ref>
Untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumberdaya manusia yang berkualitas, sebuah kota otonom penting memiliki Perguruan Tinggi Negeri yang berbasis kebutuhan lokal dengan orientasi global.
== Perguruan Tinggi ==
# [[Universitas Muhammadiyah Bima]] (perubahan bentuk dari STIH Muhammadiyah Bima).
# Universitas Mbojo Bima (perubahan bentuk dari STISIP Mbojo).
# Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Bima.
# Sekolah Tinggi Keguruan & Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima.
# Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima.
# Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima.
# Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bima.
# Akademi Kebidanan (AKBID) Harapan Bunda Bima.
# Akademi Teknik Bima (ATB).
# Akademi Kebidanan (AKBID) Surya Mandiri Bima.
# Poltekkes Kemenkes Mataram cabang Bima.
== Kesehatan ==
{{utama|Daftar Rumah Sakit di Kota Bima}}
Fasilitas kesehatan<ref>
== Pariwisata ==
Baris 233 ⟶ 252:
{{commonscat|Bima}}
* {{id icon}} [http://www.bimakota.go.id/ Situs web resmi Pemerintah Kota Bima]
* (Public Center Kota Bima) http://publiccenter.bimakota.go.id {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20161024090028/http://publiccenter.bimakota.go.id/ |date=2016-10-24 }}
{{Kota Bima}}
|