LRT Jabodebek: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
penambahan informasi pada infobox armada |
|||
(97 revisi perantara oleh 45 pengguna tidak ditampilkan) | |||
Baris 1:
{{
{{Infobox Public transit
| name = LRT Jabodebek
| image =
| imagesize =
|
| image2size = 300px
| transit_type = [[Angkutan cepat]], [[Kereta api perkotaan|kereta api perkotaan]], [[transportasi umum]]▼
| caption2 = KRL LRT Jabodebek sesaat setelah memutar balik di [[Stasiun LRT Jatimulya]]
|
* [[DKI Jakarta]]
| stations = 18 (Fase 1)<br>51 (rencana) ▼
* [[Jawa Barat]]
| headway = 5-10 menit▼
** [[Kabupaten Bekasi|Bekasi]]
| ridership = ▼
** [[Kota Bekasi]]
| system_length = {{convert|47.3|km|lk=on|abbr=on}} (Fase 1)<br>{{convert|130.4|km|lk=on|abbr=on}} (rencana)▼
** [[Kota Depok]]
| track_gauge = {{RailGauge|1435mm|lk=on}}▼
** [[Kabupaten Bogor|Bogor]]
| operator = [[Kereta Api Indonesia|PT Kereta Api Indonesia]]<br>[[Daerah Operasi 1 Jakarta|Divisi LRT Jabodebek]]▼
** [[Kota Bogor]]
** [[Kabupaten Karawang|Karawang]]
▲| transit_type = [[Angkutan cepat]], [[
| began_operation = {{Start date and age|2023|08|28|df=yes}}<ref name="operasional LRT Jabodebek">{{cite news|url=https://www.kompas.id/baca/metro/2023/05/24/masyarakat-bisa-jajal-naik-lrt-jabodebek-per-12-juli-2023|title=Masyarakat Bisa Jajal LRT Jabodebek Mulai 12 Juli 2023|last=Francisca Nababan|first=Helena|newspaper=[[Harian Kompas]]|url-access=subscription|location=[[Jakarta]]|publisher=[[KG Media]]|date=24 Mei 2023|accessdate=27 Mei 2023}}</ref>
| lines = 2 lintas pelayanan
▲| system_length = {{convert|
▲| operator = [[Kereta Api Indonesia|PT Kereta Api Indonesia (Persero)]]<br>[[Daerah Operasi 1 Jakarta|Divisi LRT Jabodebek]]
| owner = [[Direktorat Jenderal Perkeretaapian]]<br>[[Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek]]
| headquarters =Kantor Divisi LRT Jabodebek<br>Jalan Irigasi Tarum Barat<br>Kelurahan [[Jatimulya, Tambun Selatan, Bekasi|Jatimulya]], Kecamatan [[Tambun Selatan, Bekasi|Tambun Selatan]]<br>[[Kabupaten Bekasi|Bekasi]], [[Jawa Barat]] 17512
| el = 750 V DC [[arus searah|DC]] [[rel ketiga]]
| website =
| map =
| map_name = Peta LRT Jabodetabek
| map_state = show
|top_speed={{convert|90|km/h|mph|lk=on|abbr=on}}}}
}}▼
'''Lintas Rel Terpadu Jabodebek''' atau yang disingkat '''LRT Jabodebek'''
Layanan LRT Jabodebek mengadakan uji coba operasional yang dibagi menjadi 2 tahap, dimulai tanggal 12 s.d 26 Juli 2023 yang diperuntukkan untuk pihak [[Kementerian Perhubungan Republik Indonesia|Kementerian Perhubungan]], [[Direktorat Jenderal Perkeretaapian]], [[Wartawan|jurnalis]], dan [[komunitas]], sedangkan tanggal 27 Juli s.d 15 Agustus 2023 akan diuji coba untuk [[masyarakat]] umum yang sudah mendaftar melalui [[formulir]] daring. Operasional secara komersial awalnya diperkirakan akan mulai pada 18 Agustus 2023, Satu hari setelah HUT [[Hari Kemerdekaan Republik Indonesia|Kemerdekaan RI]] ke-78 tahun bersama dengan operasional [[Kereta Cepat Indonesia China|Kereta Cepat Jakarta Bandung]], namun operasional LRT Jabodebek ini diundur hingga 27 Agustus 2023 dikarenakan adanya ujicoba LRT Jabodebek dengan bayar Rp1 untuk masyarakat umum hingga tanggal 27 Agustus 2023 yang telah mendaftarkan lewat [[Daring dan luring|daring]] Google Formulir; Pada tanggal 28 Agustus 2023 secara resmi LRT Jabodebek beroperasi penuh.<ref name="operasional LRT Jabodebek"/> Untuk Tarif LRT Jabodebek hanya Rp 5000 (flat) saja, selama Periode HUT RI ke 78 Tahun dari Tanggal 28 Agustus 2023 s.d 30 September 2023 mendatang.
== Sejarah ==
=== Latar belakang ===
[[Berkas:JakartaMonorail1.JPG|jmpl|Sebagian pilar proyek [[monorel Jakarta]] yang terbengkalai
Usulan sistem LRT di Jakarta muncul ketika proyek pembangunan [[Jakarta Eco Transport|Monorel Jakarta]] mangkrak. Sama seperti tujuan utama [[monorel]], LRT Jabodebek juga bertujuan untuk mengurangi [[kemacetan]] di [[Daerah Khusus Ibukota Jakarta|Jakarta]]. Mangkraknya pembangunan monorel disebabkan oleh [[Daftar Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta|Gubernur DKI Jakarta]], [[Basuki Tjahaja Purnama]] tidak menyetujui pembangunan depo monorel di atas Waduk Setiabudi. Rencana depo ini ditolak agar kejadian [[Banjir Jakarta 2013]] yang disebabkan oleh jebolnya Tanggul Latuharhari tidak terulang kembali. Pada akhirnya, proyek monorel benar-benar dihentikan karena investornya tidak memenuhi persyaratan lanjutan yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta.<ref>{{Cite
=== Tahap 1 ===
Peletakan batu pertama (''groundbreaking'') LRT Jabodebek dilakukan pada tanggal 9 September 2015 oleh Presiden [[Joko Widodo]]. ''Groundbreaking'' ini dilaksanakan di wilayah dekat rencana [[Stasiun LRT Taman Mini|Stasiun TMII]].<ref>{{Cite
Target pembangunan LRT Jabodebek yang dapat selesai sebelum Asian Games tidak tercapai karena beberapa kendala, seperti masalah pembebasan lahan yang belum selesai. Pada saat Asian Games diadakan, konstruksi LRT Jabodebek baru mencapai 45%.<ref>{{Cite
Pada bulan Oktober 2020, armada kereta LRT Jabodebek mulai diuji coba. Uji coba tersebut juga untuk mengecek persinyalan dan kesiapan jalur yang akan dilalui.<ref>{{Cite news|last=
Hingga Maret 2023 pembangunan telah mencapai 90%, direncanakan mulai beroperasi pada kuartal ke-3 tahun 2023. Jadwal uji coba operasional bagi masyarakat akan dilaksanakan pada 12 Juli 2023 selama satu bulan sebelum operasional secara komersial yang akan diperkirakan pada tanggal 18 Agustus 2023, satu hari setelah [[Hari Kemerdekaan Republik Indonesia]] ke-78 tahun.<ref name="operasional LRT Jabodebek"/> <ref>{{Cite news|date=2023-03-20|title=Erick Sebut LRT Jabodebek Bakal Beroperasi Kuartal III Tahun Ini|url=https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230320125106-92-927264/erick-sebut-lrt-jabodebek-bakal-beroperasi-kuartal-iii-tahun-ini|work=[[CNN indonesia]]|access-date=2023-04-07}}</ref>
== Dasar hukum ==
Pembangunan LRT Jabodebek dilandasi oleh Perpres Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/''Light Rail Transit'' Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Perpres ini mengatur bahwa pembangunan LRT Jabodebek akan dilakukan oleh [[Adhi Karya|PT Adhi Karya]]. Pembangunan tersebut termasuk lintasan konstruksi layang, stasiun, dan fasilitas operasi. Dengan ini, PT Adhi Karya menyusun dokumen teknis dan dokumen anggaran biaya rencana pembangunan yang selanjutnya akan diberikan persetujuan oleh [[Daftar Menteri Perhubungan Indonesia|Menteri Perhubungan]].<ref>{{Cite news|last=Permana|first=Fidel Ali|date=8 September 2015|title=Presiden Jokowi Terbitkan Perpres untuk Proyek LRT|url=https://properti.kompas.com/read/2015/09/08/16392561/Presiden.Jokowi.Terbitkan.Perpres.untuk.Proyek.LRT?page=all|work=[[Kompas.com]]|publisher=[[KG Media]]|access-date=2021-01-23|editor-last=Permana|editor-first=Fidel Ali}}</ref> Perpres ini juga mengatur adanya komite pengawas yang akan mengawasi proyek LRT yang dilakukan oleh PT Adhi Karya. Selain itu, perpres ini juga meminta kepala daerah terkait untuk menyesuaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) daerahnya masing-masing akan adanya proyek LRT.<ref>{{Cite news|last=
Pada tahun 2016, Perpres tersebut diubah melalui Perpres Nomor 65 Tahun 2016. Pada perubahan ini, PT Adhi Karya ditugaskan untuk membangun prasarana depo, dari yang sebelumnya hanya konstruksi jalur layang, stasiun, dan fasilitas operasi. Metode pembangunan menggunakan pola ''design and built'' serta menggunakan lebar [[sepur standar]] (1.435
PT KAI ditugaskan sebagai penyelenggara sarana yang terdiri atas pengadaan sarana, pengoperasian sarana, perawatan sarana, dan pengusahaan sarana, penyelenggaraan sistem tiket otomatis dan menyelenggarakan pengoperasian dan perawatan prasarana. PT KAI juga diperbolehkan untuk bekerja sama dengan badan usaha lain untuk menyelenggarakan integrasi LRT Jabodebek dengan moda lainnya.<ref>{{Cite news|last=
Pada tahun 2017, Perpres tersebut diubah kembali dengan Perpres Nomor 49 Tahun 2017. Perubahan ini mendasarkan pada perubahan skema pendanaan LRT Jabodebek. Pendanaan proyek LRT tidak lagi menggunakan APBN. PT KAI selaku operator LRT menjadi investor utama dan mencari pendanaan untuk LRT Jabodebek. Meskipun begitu, negara memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT KAI dan PT Adhi Karya sebagai bantuan pendanaan.<ref>{{Cite
==
{{Infobox train|name=INKA LRT Jabodebek|electricsystem=750 V [[Arus searah|DC]]|Weight=30.500 kg (MC)<
LRT Jabodebek menggunakan rangkaian kereta yang diproduksi oleh [[Industri Kereta Api (perusahaan)|PT INKA]]. Kontrak pembuatan rangkaian kereta ini ditandatangani tanggal 18 Januari 2018. LRT Jabodebek memesan sejumlah 31 rangkaian dengan 6 kereta di setiap rangkaiannya, sehingga total ada 186 unit kereta.<ref>{{Cite
=== Tahap 1 ===▼
Rangkaian kereta pertama tiba dikirimkan dari Pabrik [[Industri Kereta Api (perusahaan)|INKA]] [[Kota Madiun|Madiun]] pada tanggal 8 Oktober 2019 dan tiba di Jakarta tanggal 11 Oktober 2019. Pengiriman tersebut menggunakan jalur darat.<ref>{{Cite
Dalam pengoperasiannya, kereta ini tidak dikemudikan oleh masinis. Dalam hal ini, sistem ''Communication-Based Train Control'' (CBTC) diterapkan dengan ''Grade of Automation'' (GoA) level 3.<ref>{{cite web|url=https://finance.detik.com/infrastruktur/d-6512666/teknologi-canggih-tanpa-masinis-di-balik-lrt-jabodebek-yang-operasi-juli-2023|title=Teknologi Canggih Tanpa Masinis di Balik LRT Jabodebek yang Operasi Juli 2023|first=Herdi Alif Al|last=Hikam|website=detikfinance|accessdate=15 Juni 2024}}</ref>
<gallery>
Tampak Dalam Kereta LRT Jabodebek (2023) 01.png|Tampak dalam bagian depan kereta
Tampak Dalam Kereta LRT Jabodebek (2023) 02.png|Tampak dalam bagian depan kereta
</gallery>
== Operasi ==
[[Kementerian Perhubungan Republik Indonesia|Kementerian Perhubungan]] akan mengambil alih kepemilikan LRT Jabodebek setelah konstruksi oleh PT Adhi Karya selesai. Hal ini dilakukan agar harga tiket tetap terjangkau. Pengambilalihan ini dilakukan dengan cara skema beli dan akan selesai setelah pengauditan oleh [[Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan]] (BPKP) selesai.<ref>{{Cite news|last=Sukmana|first=Yoga|date=8 September 2015|title=Harga Tiket LRT Dipatok di Kisaran Rp 10.000-Rp 15.000 per Orang|url=https://money.kompas.com/read/2015/09/08/185802326/Harga.Tiket.LRT.Dipatok.di.Kisaran.Rp.10.000-Rp.15.000.per.Orang|work=[[Kompas.com]]|publisher=[[KG Media]]|access-date=2017-07-28|editor-last=Jatmiko|editor-first=Bambang Priyo}}</ref> Pada bulan Desember 2017, PT KAI resmi menandatangani perjanjian dengan Kementerian Perhubungan. Perjanjian tersebut menunjuk PT KAI sebagai [[operasi perkeretaapian|penyelenggara sarana]] dan
==
[[Berkas:Greater Jakarta LRT map.jpg|ka|
▲{{Infobox train|name=INKA LRT Jabodebek|electricsystem=750 V [[Arus searah|DC]]|Weight=30.500 kg (MC)</br>30.500 kg (M)</br>26.000 kg (T)|Traction=[[Construcciones y Auxiliar de Ferrocarriles|CAF]] VVVF-IGBT|MaxSpeed=90 km/jam|Gauge=1.435 mm [[Sepur standar]]|CarLength=17.100 mm|CarBody=[[Aluminium paduan]]|Deceleration=1 m/s² (normal)</br>1,3 m/s² (darurat)|Acceleration=1 m/s²|coupling=AAR Tightlock Tipe H|bogies=MB-718 (motor)</br>TB-(?) (trailer)|collectionmethod=Contact Shoe Wabtec [[Faiveley Transport|Faiveley]]|hvac=[[Industri Kereta Api (perusahaan)|INKA]] I-Cond ACI-3601|manufacturer=[[Industri Kereta Api (perusahaan)|PT INKA]]|powersupply=[[Rel ketiga|Listrik Aliran Bawah (LAB)]]|poweroutput=16 x 100 kW|doors=3 pasang per sisi|floorheight=1.000 mm|height=2.991 mm (atap)</br>3.685 mm (AC)|width=2.650 mm|operator=[[Kereta Api Indonesia]]|capacity=740 (normal)</br>1480 (padat)|fleetnumbers=K1 1 19 01 - K1 1 19 42</br>K1 1 20 19 - K1 1 20 114</br>K1 1 21 01 - K1 1 21 60 (?)|formation=6 kereta per rangkaian</br>MC - M - T - T - M - MC|numberbuilt=186 unit (31 rangkaian)|yearconstruction=2019-2021|wheeldiameter=780 mm (baru)<br>700 mm (usang)|image=lrtjabodebek.png|imagesize=300px|lines={{Rint|jakarta|l1}} [[Lin Cibubur (LRT Jabodebek)|LRT Lin Cibubur]]</br>{{Rint|jakarta|l3}} [[Lin Bekasi (LRT Jabodebek)|LRT Lin Bekasi]]}}
LRT Jabodebek direncanakan akan memiliki enam lintas pelayanan
▲LRT Jabodebek menggunakan rangkaian kereta yang diproduksi oleh [[Industri Kereta Api (perusahaan)|PT INKA]]. Kontrak pembuatan rangkaian kereta ini ditandatangani tanggal 18 Januari 2018. LRT Jabodebek memesan sejumlah 31 rangkaian dengan 6 kereta di setiap rangkaiannya, sehingga total ada 186 unit kereta.<ref>{{Cite web|last=Supriyanti Rikin|first=Ari|date=15 Januari 2019|title=Kereta LRT Jabodebek Produksi INKA Siap Dikirim Juni 2019|url=https://www.beritasatu.com/megapolitan/532694/kereta-lrt-jabodebek-produksi-inka-siap-dikirim-juni-2019|work=[[BeritaSatu]]|publisher=[[BeritaSatu Media Holdings]]|access-date=2021-01-24}}</ref> Kereta LRT menggunakan lebar gandar 1.435 mm dengan sumber listrik disalurkan melalui [[rel ketiga]]. Setiap rangkaian dapat mengangkut hingga 740 penumpang ketika normal dan hingga 1.300–1.500 penumpang dalam kondisi padat.<ref>{{Cite news|last=Diah|first=Femi|date=17 November 2020|title=LRT Jabodebek Jalani Uji Sarana Menuju Beroperasi|url=https://travel.detik.com/travel-news/d-5258751/lrt-jabodebek-jalani-uji-sarana-menuju-beroperasi|work=[[Detikcom]]|publisher=[[Trans Media]]|access-date=2021-01-24}}</ref><ref>{{Cite web|last=|first=|date=|title=Product INKA - LRT Jabodebek|url=https://www.inka.co.id/product/view/76|website=PT Industri Kereta Api|access-date=2021-01-24}}</ref> Seluruh rangkaian kereta memiliki warna paduan merah, hitam, dan putih.<ref name=":5">{{Cite news|last=Adam Sidiq|first=Dicky|date=13 Oktober 2019|title=Foto: Rangkaian LRT Jabodebek Diangkat ke Atas Stasiun Harjamukti|url=https://kumparan.com/kumparanbisnis/foto-rangkaian-lrt-jabodebek-diangkat-ke-atas-stasiun-harjamukti-1s304DREjN4/full|work=[[Kumparan (situs web)|Kumparan]]|access-date=2021-01-24}}</ref>
Ketiga lintas pelayanan diantaranya sudah beroperasi sebagai dua lin pelayanan, dengan rute sebagai berikut:
▲Rangkaian kereta pertama tiba dikirimkan dari Pabrik [[Industri Kereta Api (perusahaan)|INKA]] [[Kota Madiun|Madiun]] pada tanggal 8 Oktober 2019 dan tiba di Jakarta tanggal 11 Oktober 2019. Pengiriman tersebut menggunakan jalur darat.<ref>{{Cite web|last=Lidyana|first=Vadhia|date=12 Oktober 2019|title=Penampakan LRT Jabodebek yang Tiba di Jakarta|url=https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4743363/penampakan-lrt-jabodebek-yang-tiba-di-jakarta|work=Detikcom|publisher=Trans Media|access-date=2021-01-24}}</ref><ref>{{Cite news|last=Bimo Pratomo|first=Harwanto|date=15 Oktober 2019|title=Fakta-Fakta Terbaru LRT Jabodebek, Termasuk Tarif Rp 12.000|url=https://www.merdeka.com/uang/fakta-fakta-terbaru-lrt-jabodebek-termasuk-tarif-rp-12000.html?page=all|work=[[Merdeka.com]]|publisher=[[KapanLagi Youniverse]]|access-date=2021-01-24}}</ref> Pada 13 Oktober 2019, proses pengangkatan rangkaian tersebut ke jalur [[Stasiun LRT Harjamukti|Stasiun Harjamukti]] dihadiri oleh Menteri Koordinator Kemaritiman [[Luhut Binsar Panjaitan]] dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.<ref name=":5" />
* {{Rint|jakarta|l1}} '''[[Lin Cibubur (LRT Jabodebek)|
* {{Rint|jakarta|l3}} '''[[Lin Bekasi (LRT Jabodebek)|Lin Bekasi (Dukuh Atas–Jatimulya)]]''' (sebelumnya Cawang–Bekasi Timur)
Lintasan yang telah beroperasi terdiri dari tiga segmen rel: Dukuh Atas–Cawang, Cawang–Harjamukti, dan Cawang–Jatimulya, dengan segmen Dukuh Atas–Cawang dilewati oleh kedua lin pelayanan.
▲[[Berkas:Greater Jakarta LRT map.jpg|ka|350px|jmpl|Jalur LRT Jabodebek dalam Lampiran Perpres 98/2015]]
Adapun dua lintas pelayanan lainnya yang akan dibangun memiliki rute sebagai berikut:
▲LRT Jabodebek direncanakan akan memiliki enam lintas pelayanan. Tiga dari lintas pelayanan tersebut sedang dalam proses konstruksi. Keseluruhan rute LRT Jabodebek telah tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Rencana Umum Jaringan Jalur Kereta Api Pada Kawasan Jabodetabek. Pada peraturan tersebut, nama sistem LRT masih menjadi sistem monorel.<ref name=":2" /><ref name=":3">{{Cite news|last=Ariefana|first=Pebriansyah|date=9 September 2015|title=Ini Rute LRT dari Bekasi, Bogor, Depok dan Jakarta|url=https://www.suara.com/news/2015/09/09/110743/ini-rute-lrt-dari-bekasi-bogor-depok-dan-jakarta?page=all|work=Suara|publisher=PT. Arkadia Media Nusantara|access-date=2021-01-23}}</ref> Keenam lintas pelayanan tersebut memiliki rute sebagai berikut:
* {{Rint|jakarta|l1}} Perpanjangan [[Lin Cibubur (LRT Jabodebek)|Lin Cibubur (Harjamukti–Baranangsiang)]] (lanjutan, disebut juga Cibubur–Bogor)
* {{Rint|jakarta|l3}} Perpanjangan [[Lin Bekasi (LRT Jabodebek)|
Pembangunan tahap satu dilaksanakan untuk lintas pelayanan Cibubur–Cawang–Dukuh Atas (tahap 1A) dan Cawang–Bekasi Timur (tahap 1B). Pembangunan tahap dua untuk lintas pelayanan Cibubur–Bogor dan Bekasi-Karawang.<ref name=":2" /><ref name=":3" /><ref>{{cite news|url=https://kumparan.com/kumparanbisnis/lrt-beroperasi-agustus-2023-bakal-diperluas-ke-karawang-dan-bogor-20hQPX8CTo1/full|title=LRT Beroperasi Agustus 2023, Bakal Diperluas ke Karawang dan Bogor|last=Sukmawijaya|first=Angga|work=[[Kumparan]]|location=[[Jakarta]]|date=30 Juni 2023}}</ref>
▲* {{Rint|jakarta|l1}} [[Lin Cibubur (LRT Jabodebek)|Cawang–Cibubur]]
▲* {{Rint|jakarta|l3}} [[Lin Bekasi (LRT Jabodebek)|Cawang–Bekasi Timur]]
Jalur lintas pelayanan Cibubur–Bogor direncanakan akan dibangun di atas tanah. Konsep pembangunan di atas tanah diyakini akan menghemat biaya pembangunan hingga 50%.<ref>{{Cite news|last=Fabian Thomas|first=Vincent|date=14 Oktober 2019|title=LRT Jabodebek Tahap 2 Arah Bogor Dibangun di Darat, Biaya Turun 50%|url=https://tirto.id/lrt-jabodebek-tahap-2-arah-bogor-dibangun-di-darat-biaya-turun-50-ejFj|work=[[Tirto|Tirto.id]]|access-date=2021-01-24|language=id}}</ref> Hingga saat ini, lintas pelayanan Cibubur–Bogor masih dalam proses perencanaan desain.<ref>{{Cite news|last=
== Jumlah penumpang ==
▲Jalur lintas pelayanan Cibubur–Bogor direncanakan akan dibangun di atas tanah. Konsep pembangunan di atas tanah diyakini akan menghemat biaya pembangunan hingga 50%.<ref>{{Cite news|last=Fabian Thomas|first=Vincent|date=14 Oktober 2019|title=LRT Jabodebek Tahap 2 Arah Bogor Dibangun di Darat, Biaya Turun 50%|url=https://tirto.id/lrt-jabodebek-tahap-2-arah-bogor-dibangun-di-darat-biaya-turun-50-ejFj|work=Tirto|access-date=2021-01-24}}</ref> Hingga saat ini, lintas pelayanan Cibubur–Bogor masih dalam proses perencanaan desain.<ref>{{Cite news|last=Doni Tolok|first=Aprianus|date=11 November 2019|title=Pembangunan Lintas Rel Terpadu Tahap II Rampung dalam 3 Tahun|url=https://ekonomi.bisnis.com/read/20191111/98/1168964/pembangunan-lintas-rel-terpadu-tahap-ii-rampung-dalam-3-tahun|work=[[Bisnis Indonesia]]|access-date=2021-01-24}}</ref><ref>{{Cite news|last=Siregar|first=Efrem|date=11 November 2019|title=Kabar Gembira! LRT Cibubur-Sentul-Bogor Siap Dieksekusi|url=https://www.cnbcindonesia.com/news/20191111212810-4-114474/kabar-gembira-lrt-cibubur-sentul-bogor-siap-dieksekusi|work=[[CNBC Indonesia]]|publisher=NBCUniversal International Networks, [[Trans Media]]|access-date=2021-01-24}}</ref>
Pada tahun pertama beroperasi LRT Jabodetabek telah mengangkut 4.554.751 orang.
{| class="wikitable"
|+ Jumlah Penumpang
|-
! Tahun !! Penumpang !! Referensi
|-
| 2023 || 4.554.751 || [https://www.majalahlintas.com/lrt-jabodebek-catat-rekor-jumlah-penumpang-pada-september-2023/ Ref]
|-
| 2024 || ||
== Penghargaan ==
Jembatan LRT yang terletak di persimpangan [[Jalan HR Rasuna Said (Jakarta)|Jalan HR. Rasuna Said]] dan [[Jalan Jenderal Gatot Subroto (Jakarta)|Jalan Gatot Subroto]], [[Kota Administrasi Jakarta Selatan|Jakarta Selatan]], mencatat rekor dunia dan rekor MURI. Jembatan yang membentang sepanjang 148 meter dengan panjang lengkungan 115 meter ini menjadi struktur jembatan kereta api lengkung dengan struktur beton terpanjang di dunia.<ref>{{Cite news|last=Simorangkir|first=Eduardo|date=1 November 2019|title=Rekor Dunia di LRT Jabodebek|url=https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4767439/rekor-dunia-di-lrt-jabodebek|work=[[
[[Museum Rekor Dunia Indonesia|Rekor MURI]] diberikan kepada jembatan ini sebagai jembatan kereta boks beton lengkung dengan bentang terpanjang dan radius terkecil di [[Indonesia]] serta rekor pengujian axial statistic loading test pada fondasi bored pile dengan beban terbesar di tanah air.
Jembatan ini dibangun dengan metode balance cantilever yaitu metode pembangunan jembatan dengan memanfaatkan efek kantilever seimbangnya sehingga struktur dapat berdiri sendiri, mendukung beratnya tanpa bantuan sokongan lain supaya tidak mengganggu aktivitas dibawahnya saat konstruksi. Jembatan ini dirancang oleh seorang insinyur indonesia, Arvila Delitriana.<ref>{{Cite news|last=
==
{{Utama|Tabrakan LRT Jabodebek 2021}}
Pada tanggal 25 Oktober 2021, dua rangkaian
== Referensi ==
{{reflist}}
== Pranala luar ==
* {{id}} {{url|
{{Transportasi perkotaan di Indonesia}}
▲{{Commonscat|Greater Jakarta LRT}}
{{Jakarta Metro Transport lines}}
{{Daftar KA penumpang Indonesia}}
{{Angkutan cepat di Asia}}
[[Kategori:LRT Jabodebek| ]]
[[Kategori:Transportasi di Jakarta]]
[[Kategori:
[[Kategori:
|