[[Berkas:Etruscan civilization map.png|jmpl|ka|Area yang ditutupi adalah bagian dari peradaban Etruria]]
'''Etruria''' adalah nama yang digunakan oleh [[bangsa Romawi]] untuk menyebut wilayah yang dihuni oleh [[bangsa Etruria|bangsa Etruska]] (atau Etruria) di [[Italia]] kuno. Wilayah ini terletak di bagian tengah [[Italia]], mencakup sebagian besar wilayah yang kini menjadi kawasan [[Toscana]], [[Lazio]] utara, dan [[Umbria]] barat. [[bangsa Etruria|Bangsa Etruska]] adalah salah satu peradaban tertua di [[Italia]], berkembang sejak sekitar abad ke-8 SM hingga penaklukan mereka oleh [[bangsa Romawi]] pada abad ke-3 SM. Budaya, seni, dan teknologi [[bangsa Etruria|bangsa Etruska]] memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan peradaban Romawi.
'''Etruria''' (merujuk pada teks bahasa Yunani dan [[bahasa Latin]]) adalah bagian Tengah [[Italia]]. Etruria pada masa kejayaannya dikenal dengan sebutan bangsa Etruria.
==Sejarah==
Etruria saat ini tidak banyak dibahas secara luas. Namun hasil peradabannya masih ada hingga saat ini, abjad Latin yang saat ini digunakan adalah hasil kebudayaan dari bangsa Etruria. Abjad Latin yang digunakan di zaman dahulu umumnya dimulai dengan ''a, b, g'' (seperti ''alfa'', ''beta'', ''gamma'' dalam [[bahasa Yunani]] atau ''aleph'', ''beth'', ''gimel'' dalam bahasa [[Ibrani]]). Namun, para [[Filologi|filolog]] mengetahui bahwa abjad Etruria dimulai dengan ''a, b, c'', bahasa Etruria masih sulit untuk dipahami dan termasuk sebagai salah satu misteri bangsa Etruria.
====Asal Usul Bangsa Etruska====
Asal usul [[bangsa Etruria|bangsa Etruska]] telah menjadi perdebatan di kalangan para sejarawan. Menurut [[sejarawan]] [[Yunani]] [[Herodotos]], [[bangsa Etruria|bangsa Etruska]] berasal dari [[Lydia]] (di [[Anatolia]], sekarang [[Turki]]) dan bermigrasi ke [[Italia]]. Namun, teori lain yang didukung oleh [[Dionysios dari Halikarnassos]] menyebutkan bahwa [[bangsa Etruria|bangsa Etruska]] adalah penduduk asli [[Italia]]. Penelitian genetik modern menunjukkan adanya hubungan antara [[bangsa Etruria|bangsa Etruska]] dan penduduk lokal di wilayah [[Toscana]], meskipun beberapa unsur budaya mereka memiliki pengaruh dari [[Mediterania Timur]].
====Periode Awal (Villanova)====
Selama berabad-abad, para sejarawan telah berspekulasi mengenai asal-usul kebudayaan bangsa Etruria. Pada masa kejayaannya di abad kelima SM, bangsa Etruria membentuk federasi 12 kota dengan jaringan komersial yang memiliki jangkauan luas, hingga ke wilayah Eropa dan Afrika Utara. Namun setelah empat abad kemudian, daerah ini sepenuhnya dikuasai oleh bangsa Roma baru.
Peradaban Etruska berkembang dari budaya Villanova (sekitar 900–700 SM), yang merupakan kebudayaan [[Zaman Besi]] di [[Italia tengah]]. Pada periode ini, [[bangsa Etruria|bangsa Etruska]] mulai menetap di desa-desa kecil yang kelak berkembang menjadi kota-kota besar.
====Periode Arkais dan Klasik====
== Asal-Usul Bangsa yang Misterius ==
Pada abad ke-8 hingga ke-5 SM, [[bangsa Etruria|bangsa Etruska]] membangun kota-kota yang makmur seperti [[Veii]], [[Tarquinia]], Cerveteri, dan Clusium. Mereka juga mendirikan federasi kota-kota Etruska, meskipun setiap kota tetap memiliki otonomi politik. Pada periode ini, [[bangsa Etruria|bangsa Etruska]] mengembangkan seni, arsitektur, dan sistem politik yang kompleks.
====Periode Hellenistik dan Penaklukan Romawi====
Sejarawan, arkeolog, dan linguis berspekulasi tentang asal usul bangsa Etruria selama beberapa waktu. Apakah mereka beremigrasi dari [[Lidia (Anatolia)|Lydia]], sebuah provinsi di Asia Kecil, sebagaimana pemikiran oleh [[Herodotos|Herodotus]], atau apakah mereka penduduk asli Italia, sebagaimana dinyatakan oleh Dionysius dari Halicarnassus pada abad pertama SM? Mungkinkah mereka memiliki asal usul yang beraneka ragam? Apa pun jawabannya, perbedaan etnik dan kebudayaan antara mereka dan masyarakat di sekeliling mereka sedemikian besarnya sehingga dewasa ini kita tidak dapat memastikan permulaan mereka.
Seiring dengan melemahnya kekuatan Etruska pada abad ke-4 SM, wilayah mereka mulai jatuh ke tangan [[bangsa Romawi]]. Pada abad ke-3 SM, Etruria sepenuhnya berada di bawah kendali Romawi, dan budaya mereka secara bertahap berasimilasi dengan budaya Romawi.
==Kebudayaan==
Sejak sekitar abad kedelapan SM, bangsa Etruria hidup makmur di seluruh Italia bagian tengah. Bangsa Romawi menyebut mereka ''Tusci'', atau ''Etrusci.'' Mereka berada diantara Sungai Arno di utara dan Sungai Tiber di selatan, dimana daerah tersebut dikenal sebagai Tuskan. Kebudayaan Etruria pernah menguasai sekitar 50 bangsa Italia purba.
====Seni dan Arsitektur====
[[bangsa Etruria|Bangsa Etruska]] terkenal dengan [[seni pahat]], terutama patung-patung terakota dan makam-makam yang dihiasi fresko berwarna-warni. Seni Etruska sering menampilkan pengaruh [[Yunani]], terutama dalam gaya dan [[ikonografi]]. Mereka juga dikenal karena kemampuan mereka dalam membangun struktur monumental, seperti kuil, jembatan, dan saluran air.
====Bahasa====
Meskipun bangsa Etruria pada dasarnya menggunakan bentuk abjad Yunani awal, namun bahasa ini sebenarnya sangat berbeda dengan bahasa lain manapun yang dikenal. Sebagian besar kosakata yang digunakan oleh bangsa Etruria sulit diterjemahkan. Namun, kesusastraan mereka berlimpah, karena buku memainkan peranan penting dalam kebudayaan mereka, khususnya dalam hal-hal yang berkaitan dengan agama. Meskipun ribuan contoh tulisan Etruria masih ada saat ini—pada batu nisan, vas, dan sarkofagus dari pualam—relatif sedikit kata yang tertera sehingga hal ini tidak banyak membantu dalam menjelaskan asal usul dan makna dari kata-kata tersebut dalam bahasa Etruria.
[[Bahasa Etruska]] adalah '''bahasa non-Indo-Eropa''' yang unik, dan sebagian besar [[inskripsi]] yang ditemukan berasal dari makam, monumen, dan artefak sehari-hari. Meskipun alfabet Etruska telah dipecahkan, bahasa ini masih sulit dipahami karena kurangnya teks panjang.
== ==Kepercayaan Agama yang Aneh ==== ▼
== Cara Bangsa Etruria Hidup Sejahtera ==
Bangsa Etruska menganut kepercayaan politeistik dengan [[dewa-dewi]] yang mirip dengan [[dewa Yunani]] dan [[dewa-dewa Romawi|Romawi]]. Mereka percaya pada ramalan dan mempraktikkan berbagai ritual, seperti membaca tanda-tanda dari hati hewan kurban (''haruspicy'') dan kilat (''augury'').
==Organisasi Politik==
Bangsa Etruria merupakan negara-kota yang berdiri sendiri, pada awalnya bangsa ini diperintah oleh raja yang kemudian berganti dengan pejabat pengadilan ([[magistrat]]). Kota-kota ini bersatu membentuk liga Etruria, suatu lembaga agama, ekonomi, dan politik. Beberapa rumah Etruria diperlengkapi dengan air ledeng dan terletak di jalan-jalan berlapis keras, serta memiliki sistem irigasi yang baik. Sistem pengairan tanah digunakan secara ekstensif. Oleh raja-raja Etruria, kota Roma diubah dari desa menjadi sebuah kota yang anggun dan bertembok serta memiliki jaringan irigasi, termasuk ''[[Cloaca Maxima]]'', yang masih dapat disaksikan sampai saat ini.
====Kota-Kota Negara====
Etruria terdiri dari serangkaian kota-negara independen yang sering kali bekerja sama dalam konfederasi. Setiap kota memiliki sistem pemerintahan sendiri yang biasanya dipimpin oleh seorang raja atau pemimpin aristokrat.
====Federasi Dua Belas Kota====
Kesejahteraan bangsa Etruria berasal dari adanya kandungan mineral yang berlimpah di daerah kekuasaan mereka, seperti tambang besi di Pulau Elba yang berdekatan dengan wilayah Etruria. Bangsa Etruria memproses besi, perak, dan tembaga dan mengimpor timah putih dari Kepulauan Inggris. Selain kekayaan bahan tambang, daerah yang mereka tempati menyediakan lahan pertanian dan padang rumput yang subur, sehingga menghasilkan sereal, [[minyak zaitun]], dan anggur serta kayu. Sumber daya alam melimpah serta perdagangan yang ekstensif di dalam dan di luar negeri turut memajukan perekonomian yang makmur dari bangsa Etruria.
Konfederasi Dua Belas Kota adalah lembaga utama politik [[bangsa Etruria|bangsa Etruska]]. Meskipun kota-kota ini bersatu dalam beberapa hal, seperti agama, mereka jarang bekerja sama dalam urusan militer atau diplomasi.
==Ekonomi==
[[bangsa Etruria|Bangsa Etruska]] memiliki ekonomi yang beragam, melibatkan pertanian, perdagangan, dan pertambangan. Mereka terkenal karena kemampuan mereka dalam menambang logam seperti tembaga dan besi, yang diperdagangkan ke seluruh [[Mediterania]]. Mereka juga membangun jaringan perdagangan yang luas, menjalin hubungan dengan [[Yunani]], [[Fenisia]], dan [[Kartago]].
==Warisan dan Pengaruh==
{{cquote|'''“Sedemikian kondangnya Etruria sehingga namanya memenuhi Bumi dan Laut.”—''LIVY, Sejarawan Abad Pertama''}}
[[bangsa Etruria|Bangsa Etruska]] meninggalkan warisan yang signifikan bagi peradaban Romawi. Banyak elemen budaya Romawi, termasuk sistem keagamaan, simbol politik, dan arsitektur, dipengaruhi oleh Etruria. Salah satu warisan yang paling mencolok adalah penggunaan toga sebagai pakaian resmi dan sistem ramalan yang kemudian diadopsi oleh Romawi.
==Penemuan Arkeologi==
Bangsa Etruria adalah pelaut ulung. Pada tahun 540 SM, gabungan armada kapal Etruria dan [[Kartago]] mengalahkan bangsa Yunani, sehingga mampu mengamankan perdagangan luar negeri Etruria. Dengan penemuan balok penggempur pada kapal perang, mereka siap bertempur. Produk-produk terkenal seperti ''bucchero'' (tembikar hitam dari tanah liat) diekspor melalui laut hingga mencapai Spanyol dan Mesir. Melalui rute perdagangan darat, bangsa Etruria mengekspor anggur ke [[Galia|Gaul]] (Prancis) dan [[Germania (personifikasi)|Germania]] (Jerman), dengan demikian menyebarkan kemasyhuran mereka.
Sejumlah besar artefak Etruska telah ditemukan di berbagai situs, termasuk [[nekropolis]] (kompleks makam) seperti Cerveteri dan [[Tarquinia]], yang kini menjadi [[Situs Warisan Dunia UNESCO]]. Penemuan artefak ini telah memberikan wawasan berharga tentang kehidupan, kepercayaan, dan seni bangsa Etruska.
== Cara Bangsa Etruria Menikmati Kehidupan ==
Salah satu sumber informasi yang mampu menggambarkan mengenai bangsa Etruria adalah karya seninya. Sebagai bangsa yang cinta akan kemewahan, bangsa Etruria menghasilkan perhiasan emas mewah, termasuk anting-anting, bros, liontin, gelang, dan kalung. Bahkan sampai saat ini cara mereka membentuk perhiasan rumit dengan desain jalinan dan bulir-bulir halus, dan menggunakan manik-manik emas kecil, masih merupakan misteri. Selain piala, cawan, dan peralatan makan dari perak dan logam berharga lainnya, bangsa Etruria memahat dan mengukir bahan-bahan lain yang bernilai, seperti gading.
Banyak pahatan, karya seni, dan lukisan dinding yang telah ditemukan memberikan informasi bahwa bangsa Etruria menyukai berbagai kegiatan pertunjukan. Mereka gemar menonton perlombaan kereta perang, pertandingan tinju, adu gulat, dan pertandingan atletik. Raja menonton semua ini, barangkali sambil duduk di kursi gading, dengan dikelilingi oleh budak yang ditangkap pada waktu penaklukan. Jubah ungu yang melambangkan kedudukannya belakangan diadopsi oleh bangsa Romawi. Di rumah, ia duduk berbaring bersisian dengan istrinya pada waktu makan dan mendengarkan seruling atau alat tiup lainnya, serta menyaksikan tarian, sambil dilayani oleh budak-budaknya.
Kontras dengan bangsa Yunani dan Romawi, wanita dalam masyarakat Etruria menikmati kedudukan sosial yang sederajat dengan pria. Mereka mendapat hak kepemilikan tanah, dan menikmati acara-acara sosial. Wanita-wanita Etruria memiliki nama pribadi dan nama keluarga, sebagai bukti bahwa mereka memiliki hak-hak hukum.
▲== Kepercayaan Agama yang Aneh ==
Seorang sejarawan abad pertama menyebut bangsa Etruria "bangsa yang membaktikan diri kepada kebiasaan agama lebih daripada bangsa lain manapun". Bangsa Etruria menyembah banyak sekali dewa-dewi, cenderung menghormati [[Tritunggal]] (Trinitas), dimana untuk menghormatinya mereka membangun kuil-kuil tiga ruangan. Masing-masing berisi sebuah patung. Kebudayaan Etruria berkisar seputar gagasan mistik Babilonia. Hal utama pada mistik Babilonia adalah mengenai kehidupan setelah kematian dan alam baka. Jenazah boleh dikubur, boleh pula di[[kremasi]]. Jika dikremasi, abunya disimpan dalam tempayan dengan berbagai bentuk dan rupa. Tempayan itu ditempatkan dalam sebuah makam, bersama dengan semua barang yang dianggap perlu untuk kehidupan di alam baka, diikuti dengan upacara, [[sesajen]], dan pencurahan air. Dinding makam orang-orang kaya dihiasi dengan lukisan dinding ala ''[[Fresko|fresco]]'' yang berwarna-warni yang melukiskan berbagai adegan, kadang-kadang melukiskan hantu-hantu atau beraneka ragam makhluk yang menakutkan. Sebagaimana dikatakan sebuah sumber, "bangsa Etruria selalu menyukai monster".
Praktik hepatoskopi, yakni mempelajari liver sebagai suatu bentuk ilmu tenung, dari bangsa Etruria dapat ditelusuri asal-usulnya, yakni dari [[Babilon]]. (Bandingkan [[Kitab Yehezkiel|Yehezkiel]] 21:21) Semua aspek kehidupan dan pengambilan keputusan mereka berpusat pada dewa-dewi. Orang-orang akan mengamati bumi atau langit untuk mendapatkan pertanda. Tenung sangat umum di Etruria sehingga praktik ini kemudian dikenal sebagai ''disciplina Etrusca'', sains Etruria.
== Peleburan dan Kepunahan ==
Pada tahun 509 SM, dinasti kerajaan Etruria yang telah berabad-abad memerintah Roma mulai berakhir. Ini menjadi awal dari peristiwa-peristiwa berikutnya. Di sebelah utara, bangsa Etruria diancam oleh bangsa [[Kelt]], yang gempurannya mengendurkan cengkeraman Etruria di daerah itu. Ke arah selatan, konflik yang berkepanjangan di perbatasan dengan orang-orang Italia purba mengancam kekuatan mereka dan menambah ketegangan sosial yang ada.
Menjelang abad ketiga SM, wilayah Etruria telah berada di bawah dominasi [[Romawi Kuno|Romawi]]. Dengan demikian, mulailah periode kemajuan kebudayaan Romawi, atau Romanisasi. Belakangan, pada tahun 90 SM, sewaktu kewarganegaraan Romawi ditawarkan kepada semua orang Italia purba, sisa-sisa identitas Etruria yang terakhir pun lenyap. Bangsa Etruria dituntut untuk berbicara bahasa Latin dan melebur dengan dunia Romawi. Tampaknya, tidak banyak sarjana Romawi yang berupaya menerjemahkan atau bahkan melestarikan karya sastra Etruria. Oleh karena itu, kebudayaan Etruria berakhir.
{{cquote|'''“Bangsa Etruria—Misteri yang Belum Terpecahkan”'''}}
== Warisan yang Tetap Bertahan ==
Warisan Etruria terlihat bahkan di kota Roma sampai saat ini. Bangsa Etruria mewariskan kepada bangsa Romawi [[Museum Capitolini|kuil Capitoline]] mereka, yang dibaktikan kepada Tritunggal (Trinitas) [[Jupiter (mitologi)|Jupiter]], [[Juno]], dan [[Minerva (mitologi)|Minerva]]; kuil-kuil tiga ruangan mereka; tembok kota merekayang pertama; dan selokan di sekeliling Forum. Bahkan serigala Capitoline (''Lupa Capitoline''), simbol kota Roma, memiliki asal usul Etruria. Selain itu, bangsa Romawi mengadopsi sejumlah kebiasaan bangsa Etruria, seperti pertarungan sampai mati dan pertarungan dengan binatang. (Bandingkan [[Surat Paulus yang Pertama kepada Jemaat di Korintus|1 Korintus 15:32]]) Jenis pawai kemenangan yang ada dalam pikiran [[Paulus dari Tarsus|Paulus]], seorang Rasul Kristen pada abad pertama M, dalam salah satu ilustrasinya, tidak diragukan berasal dari Etruria.—[[Surat Paulus yang Kedua kepada Jemaat di Korintus|2 Korintus 2:14]].
Lambang Etruria juga telah digunakan secara ekstensif. Tongkat para imam Etruria yang menyerupai tongkat gembala, memiliki asal usul yang sama dengan tongkat yang digunakan oleh para [[uskup]] Susunan Kristen. [[Fases]] (tongkat-tongkat) yang diikat bersama mengelilingi sepucuk kapak) dari Etruria digunakan sebagai lambang wewenang oleh bangsa Romawi, sebagai emblem selama [[Revolusi Prancis]], dan oleh [[Partai Fasis Nasional|partai Fasis]] Italia pada abad ke-20. Meskipun arkeolog telah mengerahkan upaya untuk menggali masa lalu Etruria, asal usul dan banyak aspek kehidupan bangsa itu masih menjadi misteri.
* Awake! November 8, 1997, p. 24-7, Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.
* Sedarlah! 8 November 1997, h. 24-7, Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.
# Cornell, T. J. (1995). ''The Beginnings of Rome''. Routledge.
# Haynes, S. (2000). ''Etruscan Civilization: A Cultural History''. Getty Publications.
# Pallottino, M. (1975). ''The Etruscans''. Penguin Books.
[[Kategori:Etruria| ]]
|