Kota Soe, Timor Tengah Selatan: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
→Geografi: Salah parameter Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
Baris 7:
|nama dati2 =Timor Tengah Selatan
|luas =28,94
|penduduk =
|penduduktahun=30 Juni [[
|pendudukref =<ref name="DUKCAPIL">{{cite web|url=https://gis.dukcapil.kemendagri.go.id/peta/|title=Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri
|kelurahan =2 [[desa]] / 11 [[kelurahan]]
|nama camat =
|kepadatan =
|kodepos =855xx
}}
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Een groep Atoni's op een weg bij Soé TMnr 60033650.jpg|jmpl|275px|Kota Soe pada tahun 1930-an]]
'''Kota Soe''' (ditulis So'E/Soe dibaca So'E) adalah sebuah [[Kecamatan]] yang juga merupakan [[ibukota]] dari [[Kabupaten Timor Tengah Selatan]], provinsi [[Nusa Tenggara Timur]], [[Indonesia]]. Kota ini biasa disebut "''The Freezing City''" atau "''Kota Membeku''" karena cuaca di kota ini jauh lebih dingin dibandingkan kota lainnya di [[Timor Barat|Pulau Timor]]. Kota ini berjarak 110 km dari [[Kupang]], atau sekitar 185 km dari [[Atambua]]. Luas kota Soe sekitar 28,94 km<sup>2</sup> dengan populasi ditahun [[
== Demografi ==
Jumlah penduduk tahun [[
Salah satu ritual adat yang masih melekat di Timor Tengah Utara ialah ritual adat ''Tulu Nekak Ansaof Neu Ahonit Ma Ataos Amoet Apakaet''. Ritual ini dilakukan oleh para ketua adat di tiga wilayah besar yakni, Insana, Miomaffo dan Biboki, yang di dalamnya terdapat 18 kevetoran dan Raja Sonbai. Dalam ritual, mereka akan menyembelih seekor kerbau besar. Selain kerbau, tokoh adat juga akan memberi sesajian berupa sirih pinang, seekor ayam, sebotol minuman lokal dan beberapa keping uang perak. Ritual ini merupakan simbol penyerahan diri kepada leluhur orang Timor.<ref name="SUKU"/>
|