Kerajaan Inderapura: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Ego.arianto (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
HsfBot (bicara | kontrib)
k Bot: namun (di tengah kalimat) → tetapi
 
(4 revisi perantara oleh satu pengguna lainnya tidak ditampilkan)
Baris 41:
 
== Posisi Geografis dan Potensi Alam Inderapura ==
Paling tidak ada beberapa daerah di Sumatera yang memiliki nama Inderapura. Di provinsi Riau sekarang terdapat nama Siak Sri Inderapura. Sedangkan di Sumatera Utara, ditemukan daerah bernama Inderapura. Selain itu, di Provinsi Nangro Aceh Darussalam ada juga nama daerah Inderapuri. Bahkan negeri Pahang di Malaysia dahulunya bernama Inderapura.<ref name=":1">{{Cite book|last=Asnan|first=Gusti|date=2013|title=Kerajaan Inderapura|location=Jakarta|publisher=Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan|isbn=978-602-8766-84-5}}</ref>
 
Kesultanan Inderapura adalah wilayah yang terletak di kesatuan administratif Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Posisi geografis dapa dilihat dari beberapa periode perkembangan. Pertama, jika dilihat dari ruang lingkup sekarang, posisi geografis terletak dari utara ke selatan, yaitu 1<sup>o</sup> 41' - 2<sup>o</sup> 24' lintang selatan dan 100<sup>o</sup> 51' - 101<sup>o</sup> 17' bujur timur, sedangkan luas wilayah mencapai 740 km<sup>2</sup> . Sebelah utara berbatasan dengan Linggo Sari Baganti, sebelah selatan berbatasan dengan Lunang Silaut, sebelah timur berbatasan dengan Basa Ampek, Balai Tapan, dan sebelah barat berbatas dengan Samudera Indonesia. Dua sungai besar mengalir melewati wilayah ini hingga bermuara ke Samudera Indoenesia, dan berfungsi sebagai jalur transportasi masyarakat pada masa dahulu bahkan hingga saat ini. Inderapura merupakan pelabuhan niaga dan bnadar dagang penting di kawasan pantai barat pada masa lalu. Hal ini dikarenakan Inderapura merupakan dataran rendah dan lebih dekat ke pantai.<ref name=":1" />
 
Kedua, pada masa pemerintahan kesultanan , wilayan geografis Inderapura sangat luas, yaitu: bagian utara berbatasan dengan Sikilang Air Bangis - Batang Toru (Batak); Bagian Selatan berbatas dengan Taratak Ait Hitam Muara Ketaun; bagian timur berbatas dengan Durian Ditakuak Rajo, Nibuang Balantak Basi, lingkaranTanjung Simalindu (sepadan Jambi) dan; bagian Bara berbatasan dengan laut lepas, yang dikena dengan ''ombak nan badabua'' (Samudera Indonesia).<ref name=":1" />
 
Ketiga, posisi geografi pada masa VOC (kolonial Belanda) masuk dalam gugusan wilayah ''Sumatras's Weskust'' atau ''de Westkust van Sumatera.'' Wilayah di bagian pantai barat menyusut karean dipersempit oleh Belanda, karena satu persatu daerah tersebut dilepaskan oleh Belanda dan Inggris dari ikantan administratif Inderapura. DI bagian Selatan, di Muko-muko dilepaskan secara "paksa" oleh Inggris. Untuk menggantikan kedudukan sultan telah diangkat pula seorang ''regen .'' Semenjak itu, Inderapuramasuk dalam ''afdeling'' Painan. Terakgir Inderapura merupakan bagian dari ''afdeling'' balai selasa.<ref name=":1" />
 
== Kebangkitan ==
Baris 62 ⟶ 66:
Berdasarkan laporan [[Belanda]], pada tahun 1616 Inderapura digambarkan sebagai sebuah kerajaan yang makmur di bawah pemerintahan [[Raja Itam]], serta sekitar 30.000 rakyatnya terlibat dalam [[pertanian]] dan [[perkebunan]] yang mengandalkan komoditas [[beras]] dan [[lada]]. Selanjutnya pada masa Raja Besar sekitar tahun 1624, [[VOC]] berhasil membuat perjanjian dalam pengumpulan hasil pertanian tersebut langsung dimuat ke atas kapal tanpa mesti merapat dulu di pelabuhan, serta dibebaskan dari cukai pelabuhan. Begitu juga pada masa Raja Puti, pengganti Raja Besar, Inderapura tetap menerapkan ''pelabuhan bebas cukai'' dalam mendorong perekonomiannya.<ref name="Kat1" />
 
Setelah ekspedisi penghukuman tahun 1633 oleh [[Kesultanan Aceh]], sampai tahun 1637 Inderapura tetap tidak mampu mendongkrak hasil pertaniannya mencapai hasil yang telah diperoleh pada masa-masa sebelumnya. Di saat penurunan pengaruh Aceh, [[Muzzaffar Syah dari Inderapura|Sultan Muzzaffar Syah]] mulai melakukan konsolidasi kekuatan, yang kemudian dilanjutkan oleh anaknya Sultan Muhammad Syah yang naik tahta sekitar tahun 1660 dan mulai kembali menjalin hubungan diplomatik dengan [[Belanda]] dan [[Inggris]].<ref name=":1" />
 
Selain komoditi lada, potensi wilayah Inderapura lainnya yang tidak kalah penting adalah emas. Emas yang dihasilkan didapat dari proses pendulangan yang dilakukan penduduk di kawasan aliran sungai yang ada. Emas ini juga didapat dari proses penambangan yang dilakukan di daerah pedalaman (termasuk daerah di Kerinci). Tanah yang berada disekitar Inderapura memang mengandung cadangan emas. Potensi tersebut juga sesungguhnya juga terdapat pada hampir semua kawasan pantai di selatan Kota Padang, tetapi kandungan yang relatif banyak terdapat di daerah sekitar Inderapura dan kerinci serta Salido (dekat Painan). Akan tetapi, jumlah kandungan emas tidak begitu banyak, sehingga tidak menguntungkan bila dieksploitasi dengan skala besar. <ref name=":1" />
 
== Kemunduran ==
Baris 96 ⟶ 102:
Sewaktu pertikaian mulai dilupakan terjadi pula pertikaian dengan Prancis, dimana Raja [[Louis XIV dari Prancis|Louis XIV]] menikah dengan putri [[Spanyol]] dan dengan demikian menganggap ia berhak atas daerah Nederlanden bagian selatan. Atas peristiwa tersebut, Belanda harus mencari dukungan dari negara lain di Eropa agar kedudukan negaranya tetap terjaga, dan Belanda pun mendekati Inggris dan [[Swedia]], dan karena persekutuan inilah Belanda harus menahan pergerakannya di daerah jajahan untuk tidak berkonfrontasi langsung dengan Inggris yang membela Belanda di Eropa.<ref name=":0" />
 
Kondisi politik di Eropa ini pula dimanfaatkan oleh Inggris untuk kembali membangun kantor-kantor dagang di wilayah Sumatera yang dikuasai oleh Belanda seperti di Inderapura, Airhaji, dan di Batangkapeh. Inggris kemudian tetap merencanakan pertahanan di tempat-tempat lain di Pantai Barat tanpa menghiraukan protes VOC, namuntetapi Inggris yang sudah mendapatkan surat perjanjian dengan raja-raja kecil termasuk Inderapura yaitu Raja Adil dan Raja Ibrahim, EIC menganggap ia berhak menduduki Bengkulu, Inderapura, Manjuto, Batangkapeh dan seluruh daerah Bandar X.
 
Kemudian atas muslihat Belanda, para pemimpin pribumi yang pro Belanda diperintahkan untuk menyerang pertahanan Inggris, akan tetapi atas perintah dari Amsterdam pengusiran bangsa Inggris di Sumatera Barat haruslah menggunakan cara yang halus tanpa perang langsung melawan Inggris. Oleh karena itu, Belanda memanfaatkan pribumi untuk menyerang dan Inggris pun juga mempergunakan Pribumi untuk mempertahankan kantor-kantor mereka. Bahkan sebelum penyerangan, Belanda membantu bangsa Inggris untuk mengungsi sebelum di serang, baru lah perang antar Belanda dan Inggris dilaksanakan dengan menggunakan pasukan orang Pribumi yang pro Belanda dan Inggris.
Baris 135 ⟶ 141:
Batas wilayah kekuasaan Kerajaan Indrapura ini pada akhirnya diakui oleh kerajaan lain di Nusantara, terutama kerajaan yang berdekatan dengannya. Selain itu, batas wilayah ini juga diakui oleh kerajaan di luar Nusantara, seperti Malaka dan kerajaan di Negeri Cina.
 
Pada 1665, VOC merilis sebuah peta yang memuat pembagian wilayah di pesisir barat. Pada peta tersebut juga diterangkan batas wilayah kekuasaan Kerajaan Indrapura, namuntetapi berbeda dengan batas wilayah sebelumnya.<ref>{{Cite book|last=M.s.|first=M. Nur|date=2003|title=Kerajaan Maritim dan Kota Pantai di Pesisir Selatan Pantai Barat Sumatera|publisher=Laporan Penelitian di Lembaga Penelitian Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang|pages=25|url-status=live}}</ref>
 
== Daftar Raja Inderapura ==