Ikuanisme: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Vendyxiao (bicara | kontrib)
Vendyxiao (bicara | kontrib)
k yiguandao -> I kuan tao
 
(4 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 22:
Kelompok-kelompok [[Agama keselamatan Tiongkok|agama keselamatan]] menjadi sangat populer di jaman [[dinasti Ming]] (1368-1644), dan Luo Qing / Luo Menghong (羅清 /羅夢鴻 / 羅孟 鴻) yang menulis Wubu Liuce / "Five Books in Six Volumes" (五部六冊) di tahun 1509 adalah salah satu tokoh yang menonjol di kala itu. Di kalangan I Kuan Tao, Luo Qing ini dikenal sebagai sesepuh ke-8. Kalangan I Kuan Tao meyakini Luo Qing mendapatkan Firman Tuhan dari Maha Guru ke 7 dan menjadi penerus silsilah Maha Guru selanjutnya. Para pengikut Luo Qing mendirikan kelompok yang kemudian dikenal dengan nama [[Luoisme|Jalan Luo]] (罗道) / Luosime (罗教) / Wuweiisme (无为教).<ref name=":0" />
 
    Di abad ke-16, Yin Ji'nan (應繼南) dari [[Zhejiang]] yang mengklaim diri sebagai titisan Luo Qing memulai sebuah aliran independen yang berhasil menyebar ke seluruh provinsi asalnya, Fujian, Jiangxi, dan provinsi-provinsi di selatan sekitarnya. Dia menjadi pemimpin sebuah kelompok Luoisme dan mereformasi aliran tersebut menjadi Laoguan ZhaiJiao (老官斋教) / Long Hua Jiao (龍華齋教), yang pada abad-abad berikutnya melahirkan aliran Xiantiandao (先天道) yang belakangan melahirkan 一貫道 I Kuan Tao.<ref name=":2">{{Cite book|last=Ma|first=Xisha|last2=Huiying|first2=Meng|date=2011|title=Popular Religion and Shamanism|publisher=Brill|isbn=978-9004174559|url-status=live}}</ref> Yin Ji'nan mengorganisir gerakannya ke dalam sebuah hirarki dan mengintegrasikan teologi tentang Maitreya, [[Wusheng Laomu|Wuji Lao Mu]] (舞技老母) sebagai inti kepercayaan, eskatologi 三阳 Tiga Masa Pancaran dan silsilah Maha Guru ke dalam doktrin-doktrin asli Luoisme.
 
    Xiantiandao didirikan di Jiangxi pada abad ke-17 dinasti Qing sebagai cabang dari Sekte Teratai Hijau (青蓮教) yang sebelumnya merupakan aliran Dacheng (大乘) atau Yuandun (圆顿), salah satu cabang dari perkembangan Luoisme di bagian timur.<ref name=":2" /><ref>{{Cite journal|last=Palmer|first=David|date=2011|title=Redemptive Societies in Cultural and Historical Context|url=https://www.academia.edu/8280221|journal=Journal of Chinese Theatre, Ritual and Folklore / Minsu Quyi|volume=173}}</ref> Sekte Dacheng (乘教) dari Luoism di tangan kepemimpinan Yuang Zhiqian (袁志謙) berubah nama menjadi Sekte Teratai Hijau. Sekte ini menyatukan tiga agama dengan mempraktikkan tata krama [[Konfusianisme]], praktik-praktik [[Taoisme]], dan sila-sila [[Buddhisme]]. Sekte ini juga menyakini akan segera hadirnya Buddha Maitreya yang dikirim Ibu Suci untuk menjemput anak-anaknya yang tersesat kembali ke [[Nirwana]]. Dinamakan Teratai Hijau untuk bersaing dengan sekte [[Seroja Putih|Teratai Putih]] yang populer saat itu.<ref>{{Cite book|first=酒井忠夫|date=2010|title=《中國善書研究》|location=南京|publisher=江蘇人民出版社|isbn=7214063190|url-status=live}}</ref> Akibat ditekan pemerintah, sekte Teratai Hijau ini bergerak secara sembunyi-sembunyi dan akhirnya terpecah menjadi banyak kelompok. Salah satu kelompok yang bertahan yang dipimpin oleh 黃德輝 Huang De Hui (sesepuh ke-9) kemudian berganti nama menjadi Xiantian Dao.<ref>{{Cite journal|first=志賀市子|date=2011|title=〈先天道嶺南道脈的思想和實踐:以廣東清遠飛霞洞為例〉|url=http://readopac3.ncl.edu.tw/nclJournal/search/detail.jsp?sysId=0006658359&dtdId=000040&search_type=detail&la=ch&checked=&unchecked=0010006770921,0020006658359,0030006646049,0040006530972,0050006193068,0060005945280,0070005892714,0080006112229,0090004813875,0100004801271,0110004746750,0120004693399,0130004684315,0140003839238,0150004664704,0160004642775,0170004554102,0180005507820,0190005274206,0200004258655,|journal=《民俗曲藝》|volume=173|pages=23-58}}</ref>
 
    Karena dianggap sebagai heterodoks, Xiantian Dao ditekan pemerintah di awal abad 19 tapi berhasil bertahan. Para penganut Xiantiandao melihat diri mereka sendiri sebagai pelaksana dari misi Ibu Suci dengan melintasi orang-orang dan membimbing mereka di jalan pembinaan yang pada akhirnya akan membawa mereka kembali ke Surga. Aliran Xiantian Dao masih ada di Indonesia dalam bentuk kelenteng-kelenteng. Salah satu cabang Xiantian Dao yang dipimpin oleh 王覺一 Wang Jue Yi mulai berjalan sendiri dan memisahkan diri dari Xiantian Dao. Di kalangan I Kuan Tao, Wang Jue Yi dikenal sebagai maha guru ke-15. Di tahun 1877, berdasarkan titah Ibu Suci dari Tulisan Pasir (扶乩) menunjuk Wang Jue Yi sebagai maha guru ke-15. Dan kelompok cabang yang dia pimpin selanjutnya dinamakan Mohou Yizhujiao / Agama Akhir Jaman (末后一着教).<ref name=":0" /> Maha Guru Wang yang mengubah teologis dan ritualnya. Maha Guru Wang juga menghapus syarat "bervegetarian" dan "menjalankan pantangan" untuk para pengikutnya, sehingga membuat kelompoknya berkembang cepat saat itu. Dokumen dinasti Ching yang ditemukan belakangan ini menunjukkan bahwa Wang Jue Yi (王覺一), sesepuh ke-15, mendirikan aliran "I Kuan Ciao" (一貫教) pada zaman dinasti [[Dinasti Qing|Qing]] (sekitar tahun 1850). Di tahun 1883, pemerintahan Qing melarang kelompok ini sehingga menekannya. Maha Guru Wang hidup bersembunyi sampai meninggal.<ref>{{Cite web|date=2006|title=Impact of the State on the Evolution of a Sect|url=http://www.baylor.edu/content/services/document.php/37386.pdf|publisher=Baylor University|archive-url=https://web.archive.org/web/20160306081508/http://www.baylor.edu/content/services/document.php/37386.pdf|archive-date=2024-10-31|access-date=2024-10-31}}</ref> Xiantian Dao di bawah kepemimpinan Wang Jue Yi secara signifikan banyak menggunakan ajaran Konfusius sebagai dasar ajarannya; para praktisi harus mengikuti kitab suci [[Da Xue|Daxue]] (大學), sementara praktik Taoisme seperti pertapaan dan pengobatan dihapuskan. Dari sesepuh ke-15, silsilah Tao berlanjut ke Liu Hua Pu (劉化普) sebagai sesepuh ke-16. Di tahun 1905, maha guru ke 16 menggunakan kata-kata Konfusius yang berkata bahwa 吴道一以贯之 "jalan yang saya ikuti adalah jalan yang menyatukan semua" yang selanjutnya menamakan kalangan Tao dengan nama I Kuan Tao (一貫道).<ref name=":0" />
 
Selanjutnya setelah Liu Qingxu meninggal, kepemimpinan kalangan YiguandaoI Kuan Tao dilanjutkan oleh Lu Zhong Yi (路中一) yang menjadi maha guru ke 17. Pada tahun 1895, pada usia 46 tahun, beliau dikatakan bermimpi dan Tuhan yang memerintahkannya untuk menjadi murid dari maha guru ke-16 Liu Qingxu. Dia menjadi maha guru ke-17 pada tahun 1905, di [[Qingzhou]]. Kalangan YiguandaoI Kuan Tao mengyakini Lu Zhong Yi sebagai maha guru pertama di era Pancaran Putih, era terakhir dari Tiga Pancaran, dan merupakan reinkarnasi dari Buddha Maitreya.
 
I Kuan Tao mulai berkembang pesat saat sesepuh ke-18 Zhang Thien Ran (張天然) memegang pemimpin. Sesepuh Zhang lahir tahun 1889 pada tanggal Imlek 19 bulan 7, di [[Jining]], provinsi [[Shandong]]. Sesepuh Zhang mengikuti aliran I Kuan Tao sejak tahun 1914. Sesepuh ke-17 Lu Zhong Yi yang dipercaya adalah inkarnasi Buddha Maitreya melihat talenta Sesepuh Zhang. Dan setelah meninggalnya sesepuh ke-17 tahun 1925, Sesepuh Zhang diangkat menjadi sesepuh ke-18 tahun 1930. Sesepuh Zhang dikatakan sebagai inkarnasi Buddha [[Ji Gong]] (濟公) , atau disebut Buddha Hidup Ji Gong (濟公活佛). Sesepuh Zhang Thien Ran disebut sebagai Se Cun 師尊 (Bapak Guru Agung). Sesepuh Zhang dikatakan atas mandat Lao Mu, bersama Sesepuh Sun Su Zhen (孫素真) yang disebut sebagai inkarnasi Bodhisatwa Yue Huei 月慧菩薩 (Dewi Bulan Bijaksana). Sesepuh Sun Su Zhen besama Sesepuh Zhang Thien Ran menjabat sebagai sesepuh ke-18 I Kuan Tao. Sun dihormati sebagai Se Mu 師母 (Ibu Guru Suci).
 
I Kuan Tao menyebar pesat dari tahun 1930 sampai 1936. Dari tahun 1937-1947 selama kekuasaan [[Jepang]], I Kuan Tao juga berhasil menarik penganut dari utara, tengah sampai selatan Tiongkok. Melalui aktivitas misionaris, dalam kekacauan politik dan sosial yang disebabkan oleh invasi Jepang ke Tiongkok pada tahun 1940-an, yang membuat kepercayaan [[Milenarianisme]] I Kuan Tao menjadi meyakinkan buat masyarakat saat itu, agama ini berkembang dengan sangat cepat, hingga mencapai sekitar 12 juta orang pengikut.<ref name=":0" /> Sesepuh Zhang Thien Ran meninggal tahun 1947 saat komunis mulai berkuasa di Tiongkok.
 
Setelah meninggalnya Sesepuh Zhang, dan bangkitnya Partai Komunis Tiongkok pada tahun 1949, I Kuan Tao mengalami tekanan dari pemerintah Tiongkok waktu itu.<ref>{{Cite journal|last=Irons|first=Edward A.|date=2018|title=The List: The Evolution of China's List of Illegal and Evil Cults|url=https://www.orlir.org/wp-content/uploads/2018/02/tjoc_2_1_3_irons.pdf|journal=The Journal of CESNUR|volume=2|issue=1|pages=33–57|doi=10.26338/tjoc.2018.2.1.3}}</ref> I Kuan Tao ditindas, karena dianggap sebagai kelompok reaksioner terbesar (反動會道門). Pada bulan Desember 1950, The People's Daily (人民日报) menerbitkan editorial “Melarang Keras I Kuan Tao” (堅決取締一貫道), yang menyatakan bahwa gerakan ini telah digunakan sebagai alat kontrarevolusi oleh kaum imperialis dan Kuomintang. Editorial tersebut menandai dimulainya kampanye nasional pemberantasan I Kuan Tao di China. Target utama dari kampanye ini adalah untuk menghancurkan organisasi dan kepemimpinan gerakan tersebut. Para pemimpin tertinggi dieksekusi atau dikirim ke penjara, para anggota dipaksa untuk menjalani pendidikan ulang politik dan mereka diawasi dengan ketat.<ref name=":0" />
Setelah meninggalnya Sesepuh Zhang, dan berkembangnya komunis di China, I Kuan Tao mengalami tekanan dari pemerintah Tiongkok waktu itu. <ref name=":0" /> Sesepuh Sun Su Zhen (Se Mu) mengambil alih kedudukan dan membawa ajaran I Kuan Tao ke Hong Kong dan Taiwan. Sementara itu, para murid Sesepuh Zhang secara individual menyebarkan ajaran I Kuan Tao, sehingga muncul kelompok-kelompok I Kuan Tao dengan sesepuh atau pemimpin yang berbeda-beda, hampir semua dari mereka pindah ke Taiwan.
 
Sebuah pameran yang mengecam I Kuan Tao diadakan di Beijing pada bulan Januari 1951. Pada tahun 1952, komunis merilis “The Way of Persistently Harming People” (一贯害人道 Yiguan Hairen Dao), sebuah film yang menentang I Kuan Tao.<ref name=":0" /> Sejumlah penganut I Kuan Tao, termasuk Sun Suzhen, melarikan diri ke Hong Kong dan kemudian ke Taiwan, di mana agama tersebut saat ini berkembang pesat. Sementara itu, para murid Sesepuh Zhang secara individual juga menyebarkan ajaran I Kuan Tao di Taiwan, sehingga muncul kelompok-kelompok I Kuan Tao dengan sesepuh atau pemimpin yang berbeda-beda.<ref name=":0" />
Di Taiwan sendiri I Kuan Tao juga sempat ditekan oleh pemerintah mulai tahun 1952, tapi pada tanggal 13 Januari 1987, pemerintah [[Kuomintang]] di Taiwan pada akhirnya secara resmi melegalkan I Kuan Tao. I Kuan Tao menjadi agama pertama yang bertransformasi dari kelompok yang ditindas menjadi kelompok agama yang sah di kalangan masyarakat Tiongkok modern.<ref name=":0" />
 
Di Taiwan sendiri, I Kuan Tao juga sempatdilarang ditekansejak olehtahun pemerintah1952. mulaiTapi tahunkelompok-kelompok 1952,I Kuan Tao tetap bergerak secara sembunyi-sembunyi dan menyebarkan tapiajaran. padaPada tanggal 13 Januari 1987, pemerintah [[Kuomintang]] di Taiwan pada akhirnya secara resmi melegalkan I Kuan Tao. I Kuan Tao menjadi agama pertama yang bertransformasi dari kelompok yang ditindas menjadi kelompok agama yang sah di kalangan masyarakat Tiongkok modern.<ref name=":0" />
 
== Doktrin dan Ajaran ==
 
=== Ibu Suci Abadi ===
YiguandaoI Kuan Tao berfokus pada pemujaan terhadap [[Wusheng Laomu|Ibu Suci Tanpa Batas]] (舞技母 Wujimu), yang juga dikenal sebagai Ibu Suci Abadi (無聲老母Wusheng Laomu) atau disingkat Lao Mu, yang juga merupakan ciri khas dari agama-agama rakyat Tiongkok lainnya. Sumber dari segala sesuatu, bukan laki-laki maupun perempuan, meskipun disebut “Ibu” atau “Ibu Surgawi”. Ini adalah kekuatan primordial alam semesta, api, yang menjiwai segala sesuatu. Ini adalah Tao, seperti yang dijelaskan oleh doktrin I Kuan Tao.<ref name=":0" />
 
Pada abad ke-16, sebuah mitologi seputar Ibu Suci mulai terbentuk, diintegrasikan kepercayaan tentang Maitreya, yang telah tersebar luas sejak dinasti Yuan. Kepercayaan Maitreya bersifat milenarian, yang menyatakan bahwa dunia akan segera berakhir dan Maitreya akan menjelma di alam fisik untuk menyelamatkan umat manusia.<ref name=":0" />
Baris 50 ⟶ 52:
 
=== Eskatologi ===
I Kuan Tao menyakini bahwa pencipta alam semesta, bumi, dan seluruh mahluk hidup adalah Lao Mu. Satu lingkaran (元) siklus dunia terbentuk sampai musnah kembali adalah selama 129.600 tahun. Satu lingkaran tersebut dibagi 12 periodefase (會) yang tiap periodenyafasenya adalah selama 10.800 tahun, dan I Kuan Tao menyakini bahwa kita kini berada dalam zaman terakhir dimana manusia telah hidup 60.000 tahun. Manusia sebagai anak-anak dari Tuhan (Lao Mu) karena telah terlalu lama di bumi, tersesat dalam hidup duniawi, terjerumus dalam dosa menyebabkan mereka hidup dalam roda [[reinkarnasi]] dan tidak bisa kembali ke Surga. Lao Mu sangat merindukan anak-anaknya di bumi ini, dan mengutus 10 Buddha untuk menyelamatkan anak-anaknya di bumi. 7 Buddha pertama telah datang saat bermulanya kebudayaan manusia, dan 3 Buddha terakhir mengemban tugas penyelamatan. Sehingga dibagi 3 Masa Pancaran (三陽) : Masa Pancaran Hijau, Pancaran Merah, dan Pancaran Putih. Buddha [[Dipankara]] diutus saat Masa Pancaran Hijau (sekitar 3000 SM) sampai lahirnya [[Siddharta Gautama|Siddharta Buddha]]. Masa Pancaran Merah bermula dengan diutusnya [[Siddharta Gautama]]. Zaman Pancaran Putih atau zaman terakhir bermula saat Buddha [[Maitreya]] diutus. Seperti sering diutarakan oleh para Sesepuh I Kuan Tao bahwa Buddha Maitreya telah datang ke dunia sebagai Guru ke-17 Lu Zhong Yi.<ref name=":3" />
 
Sejarah resmi I Kuan Tao membagi perkembangan Tao dalam 3 periode. Periode pertama disebut sebagai 18 Sesepuh Pertama dari Timur, yang bermula dari awal adanya manusia. Sesepuh pertama adalah [[Fúxī|Fu SiXi]], tokoh dari Tiongkok, pencipta [[Pa KwaKua]] (8 triagram). Kemudian berlanjut ke [[Shennong|Shen Nong]] (penemu pertanian), [[Huang TiDi]] (Kaisar Kuning), diteruskan ke raja-raja Tiongkok, sampai [[Kong Hu Cu]], dan terakhir [[Lao Zi|Lau Zi]] (Penulis [[Daodejing|Tao Te Ching]]). Dikatakan bahwa karena perang saudara di daratan Tiongkok, menyebabkan Lau Zi membawa Tao ke India dan meneruskan ke [[Siddharta Gautama]]. Di sini bermula periode ke-2 yang disebut 28 Sesepuh dari Barat, bermula dari Siddharta Gautama, diteruskan ke [[Mahakassapa]], dan menurut aliran [[Zen]] sampai terakhir [[Bodhidharma]]. Bodhidharma dikatakan membawa Tao kembali ke Tiongkok, dan bermulalah periode ke-3: 18 Sesepuh Terakhir dari Timur. Bermula dari Bodhidharma sampai sesepuh ke-6 [[Huineng|Hui Neng]] (sama seperti aliran Zen). Dari sesepuh ke-7 sampai ke-18 dimulainya periode rumah api di mana Tao diturunkan secara rahasia dan berakhir di sesepuh ke-18 yaitu Zhang Thien Ran dan Sun Hui Ming.<ref name=":3" />
Bodhidharma dikatakan membawa Tao kembali ke Tiongkok, dan bermulalah periode ke-3: 18 Sesepuh Terakhir dari Timur. Bermula dari Bodhidharma sampai sesepuh ke-6 [[Huineng|Hui Neng]] (sama seperti aliran Zen). Dari sesepuh ke-7 sampai ke-18 dimulainya periode rumah api di mana Tao diturunkan secara rahasia dan berakhir di sesepuh ke-18 yaitu Zhang Thien Ran dan Sun Hui Ming.<ref name=":3" />
 
=== Tao sebagai Jalan Keselamatan untuk Terlepas dari Tumimbal Lahir ===
I Kuan Tao menyakini bahwa di dunia ini ada yang dinamakan Tao. Tao adalah Kebenaran Mutlak. Tao sudah ada sebelum Langit dan Bumi diciptakan. Tao bakal tetap ada setelah hancurnya langit dan bumi. Tao adalah sumber dari segalanya. Tao ada di manapun. Tao adalah inti dari segalanya. Dengan berkembangnya jaman, moralitas telah menurun dan hati manusia tidak lagi murni. Bencana turun di mana-mana. Untuk menyelamatkan manusia dari bencana akhir jaman, Lao Mu menurunkan guru-guru penerang yang memiliki firman Tuhan (天命) turun ke dunia untuk menurunkan Tao ini kepada umat manusia. Setelah orang mendapatkan Tao, maka roh sejati-nya akan terselamatkan dari bencana akhir.<ref name=":3">{{Cite book|last=南屏道|first=济|date=1988|title=性理題釋 Explanations of the Answers to the Truth|location=Hongkong|publisher=Jiu-hua Central Altar of the I-Kuan|url-status=live}}</ref>
 
Sejak zaman dahulu, Tao jarang sekali ditunjukkan kepada manusia. Oleh karena itu melampaui siklus kelahiran dan kematian sangat sulit dicapai. Pada masa itu, seseorang harus melatih diri selama banyak kehidupan dan melakukan perjalanan jauh untuk mencari Guru Penerang untuk menerima Tao. Saat ini, umat manusia mendekati Masa Penghakiman Terakhir. Untuk menyelamatkan yang baik, Tuhan membuat Tao bisa didapatkan oleh semua orang.<ref name=":3" /> Di masa pancaran terakhir ini, keselamatan dapat dicapai dengan cara mendapatkan "tiga mustika" pada saat upacara memohon Tao (求道 ''qiudao''), yaitu "pintu suci" (玄關), "ucapan suci" (口诀), "pertanda suci" (合同). Ketiga mustika ini memungkinkan para pengikut YiguandaoI Kuan Tao untuk melampaui lingkaran kelahiran dan kematian dan langsung naik ke Dunia Surga yang Kekal (理天) setelah mereka meninggal.<ref name=":0" />
 
=== Vegetarianime ===
Vegetarianisme adalah salah satu ajaran inti dari YiguandaoI Kuan Tao .<ref>{{Cite book|last=Billioud|first=Sébastien|last2=Thoraval|first2=Joel|date=2015|title=The Sage and the People: The Confucian Revival in China|publisher=Oxford University Press|isbn=978-0190258146|url-status=live}}</ref> Vegetarianisme diajarkan dari berbagai sudut pandang termasuk kesehatan, ekologi, kelestarian alam, mengurangi penderitaan hewan<ref name=":0" />, dan pengembangan spiritual.<ref name=":1" /> Pengikut YiguandaoI Kuan Tao disebut-sebut mengoperasikan 90% restoran vegetarian di Taiwan.<ref>{{Cite book|last=Davison|first=Gary Marvin|date=1998|title=Culture and Customs of Taiwan|publisher=Greenwood Press|isbn=978-0313302985|url-status=live}}</ref>
 
== Struktur dan Organisasi ==
Organisasi dalam I Kuan Tao ini didefinisikan dengan jelas, dan jajaran para misionaris dan umat dapat dibagi ke dalam urutan berikut :<ref>{{Cite web|first=李紀勳|first2=劉怡君|title=道親|url=https://religion.moi.gov.tw/Knowledge/Content?ci=2&cid=516|publisher=內政部全國宗教資訊網|archive-url=https://web.archive.org/web/20210516131150/https://religion.moi.gov.tw/Knowledge/Content?ci=2&cid=516|archive-date=2021-05-16|access-date=2024-10-31}}</ref>
 
# Maha Guru / Patriark (祖師 zhushi) : Secara khusus mengacu pada Zhang Tian Ran dan Sun Hui Ming dan semua patriark yang ada dalam silsilah I Kuan Tao
# Pemimpin Kelompok (道長 daozhang) : Tokoh senior yang menjadi pemimpin kelompok yang tugasnya diberikan langsung oleh Maha Guru. Kelompok-kelompok I Kuan Tao biasanya dibedakan berdasarkan tokoh daozhang yang memimpin ini.
# Sesepuh Tua (老前人 lao qianren) : Tokoh senior dalam kalangan I Kuan Tao yang sekaligus daozhang ataupun sesepuh yang bertugas di bawah kepemimpinan daozhang.
# Sesepuh (前人 qianren) : Pandita yang menjadi perwakilan senior dan biasanya memimpin kelompok-kelompok yang lebih kecil di bawah sesepuh tua atau daozhang. Seorang sesepuh mendapat firman Tuhan dari Maha Guru sesuai kuota yang disetujui.
# Pandita (點傳師 dian chuanshi) : Pandita yang memiliki firman Tuhan yang bisa mengadakan ritual upacara qiudao. Para pandita biasanya berada di bawah kepemimpinan qianren. Sebutan lain untuk seorang dian chuanshi adalah jingli (經理) yang berarti manager.
# Master vihara (壇主 tanzhu) : Umat yang biasanya membuka vihara pribadi di rumahnya disebut dengan tanzhu.
# Penceramah (講師 jiangshi) : Para pengajar yang biasanya bertugas untuk memberikan kotbah atau ceramah di vihara.
# Tiga Medium (三才 sancai) : Tiga gadis yang menjadi medium pada saat ada fuji / peminjaman roh. Terdiri dari 天才 Tiancai, 人才 Rencai, dan地才Dicai.
# Umat (道親 daoqin) : Mereka yang telah memohon Tao (''qiudao''), disebut dengan "daoqin", yang artinya adalah kerabat Tao. Ini merupakan istilah untuk menunjukkan rasa kasih sayang di antara penganutnya. Para umat pria disebut dengan sebutan "qian dao" (乾道), sedangkan yang wanita disebut "kun dao" (坤道).
 
== Aliran Buddha Maitreya di Indonesia ==
{{noref}}
 
[[I Kuan Tao]] bermula di [[Indonesia]] pada tahun 1949 di [[Malang]] oleh seorang pengikut [[I Kuan Tao]] dari [[Taiwan]] bernama Tan Pik Ling (Hokkian) atau Chen Po Ling (陳伯齡) atau dikenal sebagai [[Maitreyawira]] (Indonesia). Tan adalah seorang [[dokter gigi]], pertama sekali datang ke [[Indonesia]] sejak tahun 1930. Ia dikatakan diutus oleh Se Mu ([[Ibu]] [[Guru]] [[Suci]]) dan Pan Hua Ling (潘華齡) pemimpin Kelompok ''Pau Kuang'' (寶光組). [[Sejarah]] lain dari [[kelompok]] ''Pau Kuang Cien Te'' (寶光建德) mengatakan bahwa sesepuh ''Li Su Ken'' (呂樹根) mengutus Tan Pik Ling ke [[Indonesia]]. Vihara Maitreya pertama didirikan di [[Malang]] bernama ''Chiao Kuang'' pada tahun 1950. [[Vihara]] ini adalah ''Fo Tang'' (佛堂) pertama yang berdiri di luar [[China]] dan [[Taiwan]]. Di bawah pimpinan Tan, ajaran YiguandaoI Kuan Tao (Buddha Maitreya) berkembang pesat ke [[Surabaya]], [[Jakarta]], [[Medan]], [[Bagansiapi-api]], [[Pontianak]], dll, dengan perkataan lain mencakup hampir ke seluruh wilayah [[Indonesia]]. Tan [[meninggal]] pada tahun 1985. Di [[Indonesia]], I Kuan [[Tao]] menempel sebagai [[agama Buddha]], karena [[pemerintah]] hanya mengakui 5 [[agama]] resmi. Sehingga di [[Indonesia]] Buddha Maitreya muncul sebagai [[aliran]] [[agama Buddha]], membentuk Majelis Pandita Buddha Maitreya [[Indonesia]] (MAPANBUMI) dan bernaung di bawah [[Walubi]].
 
Se Mu (師母) yang artinya Ibu Suci, sewaktu di [[Taiwan]] berada di bawah asuhan Wang Hao Te (王好德) atau sesepuh Ong selama 11 tahun, Wang sendiri adalah pengikut [[kelompok]] Pao Kuang (寶光組). Dengan [[meninggal]]nya Se Mu 4 April 1975, Wang Hao Te meneruskan sebagai penerus asli YiguandaoI Kuan Tao yang diangkat oleh Se Mu. Hanya melalui dia Kuasa [[Firman]] [[Tuhan]] ''Tien Ming'' dapat diberikan, Sesepuh Ong meneruskan sebagai penerus ''Benang Emas'' yang sejati. Banyak kelompok I Kuan [[Tao]] yang tidak terima sehingga Wang Hao Te meneruskan [[aliran]] sendiri yang disebut [[Tao]] Agung [[Maitreya]] atau Maha [[Tao]] [[Maitreya]] (彌勒大道). Tan Pik Ling di [[Indonesia]] yang juga pengikut [[kelompok]] Pao Kuang memutuskan untuk bergabung dengan Wang Hao Te.
 
I Kuan Tao membentuk [[organisasi]] sendiri dengan kantor pusat di [[El Monte]], [[California]], pada tahun 2000 membentuk [[organisasi]] Majelis I Kuan Tao Indonesia (dari kelompok Pau Kuang Cien Te).
Baris 77 ⟶ 91:
{{noref}}
Aliran kepercayaan I Kuan Tao berada di bawah naungan [[Perwakilan Umat Buddha Indonesia]] (WALUBI). Tujuan [[Perwakilan Umat Buddha Indonesia]] (WALUBI) adalah mengayomi dan membina seluruh umat Buddha di Indonesia serta berperan aktif melaksanakan kegiatan sosial kemanusiaan untuk membantu masyarakat, bangsa dan negara sebagai bentuk Dharma Negara, tidak memandang aliran-aliran Buddha tertentu, dan saling merangkul dibawah naungan [[Perwakilan Umat Buddha Indonesia|WALUBI]]. Inti dari semua ajaran [[Agama Buddha]] adalah tidak saling membenci satu sama lain dikarenakan ajaran agama Buddha mengajarkan saling mengasihi, mencintai semua mahkluk hidup, tidak mengenal pertikaian, dan tidak mengenal konfrontasi dan ''non-provocative''.
 
I Kuan Tao merupakan sebuah ajaran yang mengajarkan kebaikan, cinta kasih, mencintai semua makhluk hidup, dan akhlak baik kepada masyarakat tanpa membedakan agama yang dianut oleh pemeluk agama lain, dan tidak menyudutkan ajaran agama lainnya.
 
== Referensi ==