Negara Islam Indonesia: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
 
(177 revisi antara oleh lebih dari 100 100 pengguna tak ditampilkan)
Baris 1:
{{Infobox Former Country
[[Berkas:Flag of Islamic State of Indonesia.svg|thumb|Bendera NII]]
| conventional_long_name = Negara Islam Indonesia<br>نݢارا إسلام ايندونيسيا<br>دار الإسلام إندونيسيا
| native_name = ''DI/TII''
| common_name = Negara Islam Indonesia
| continent = Asia Tenggara
| region = Asia Tenggara
| country = Indonesia
| status = tidak diakui (de facto)
[[Berkas:| image_flag = Flag of Islamic State of Indonesia.svg|thumb|Bendera NII]]
| image_coat = Emblem of Islamic State of Indonesia.svg
| capital = [[Jakarta]]
| capital_exile =
| government_type = [[Darul Islam]], [[Islamisme]]
| title_leader = [[Imam]]
| leader1 = [[Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo]]
| year_leader1 = 1949–1962
| year_start = 1949
| date_start =
| event1 = Dideklarasikan
| date_event1 = 7 Agustus 1949
| event2 = Pemberontakan [[Daud Beureueh]] di [[Aceh]]
| date_event2 = 1953-1962
| event3 = Pemberontakan [[Amir Fatah]] di [[Jawa Tengah]]
| date_event3 = 1950-1959
| event4 = Pemberontakan [[Kahar Muzakar]] di [[Sulawesi Selatan]]
| date_event4 = 1950-1965
| event5 = Pemberontakan [[Ibnu Hadjar]] di [[Kalimantan Selatan]]
| date_event5 = 1950-1962
| year_end = 1962
| date_end = 2 September
| p1 = Pemerintahan Sipil Hindia Belanda{{!}}NICA
| flag_p1 = Flag of the Netherlands.svg
| p2 = Republik Indonesia
| flag_p2 = Flag of Indonesia.svg
| s1 = Republik Indonesia
| flag_s1 = Flag of Indonesia.svg
| demonym =
| Sekutu = Gerakan 26 Juli
Partai Komunis Kuba
}}
{{Sejarah Indonesia}}
'''Negara Islam Indonesia''' (disingkat '''NII'''; juga dikenal dengan<ref>{{Cite web|last=Arifianto|first=Bambang|title='Mekkah' dan 'Madinah' di Kabupaten Tasikmalaya, Jejak Pilu Konflik DI/TII dan TNI di Kawasan Cigalontang - Pikiran-Rakyat.com - Halaman all|url=https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-01348843/mekkah-dan-madinah-di-kabupaten-tasikmalaya-jejak-pilu-konflik-ditii-dan-tni-di-kawasan-cigalontang|website=www.pikiran-rakyat.com|language=id|access-date=2022-05-29}}</ref> nama '''Darul Islam''' atau '''DI''') yang artinya adalah "RumahNegeri Islam") adalah gerakankelompok politikpemberontak di Indonesia yang diproklamasikanbertujuan untuk pembentukan negara Islam di Indonesia. Pemberontakan dimulai pada [[7 Agustus]] [[1949]] (ditulisoleh sebagaisekelompok 12milisi SyawalMuslim, 1368dikoordinasikan dalamoleh [[kalenderseorang Hijriyah]])politisi olehMuslim, [[Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo]] di Desa CisampahCisampang, Kecamatan [[Ciawiligar]], Kawedanan [[Cisayong]], [[Tasikmalaya]], [[Jawa Barat]]. Kelompok ini mengakui [[syariat islam]] sebagai sumber hukum yang valid. Gerakan ini telah menghasilkan pecahan maupun cabang yang terbentang dari [[Jemaah Islamiyah]] ke kelompok agama non-kekerasan.
Diproklamirkan saat Negara Pasundan buatan belanda mengangkat [[Raden Aria Adipati Wiranatakoesoema]] sebagai presiden.
 
Gerakan ini bertujuan menjadikan [[Republik Indonesia]] yang saat itu baru saja [[Proklamasi Kemerdekaan Indonesia|diproklamasikan kemerdekaannya]] dan ada pada masa [[Perang Kemerdekaan Indonesia|perang dengan tentara Kerajaan Belanda]] sebagai negara [[teokrasi]] dengan [[agama Islam]] sebagai dasar negara. Dalam proklamasinya bahwa "Hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Syariat Islam", lebih jelas lagi dalam undang-undangnya dinyatakan bahwa "Negara berdasarkan Islam" dan "Hukum yang tertinggi adalah [[Al Quran]] dan [[HaditsSunnah|Al Hadist]]". Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan [[syari'atsyariat Islam]], dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Alqur'anAl Quran dan HaditsAl ShahihHadits, yang mereka sebut dengan "hukum [[kafir]]", sesuai dalam Qur'aan Surah 5. Al-Maidah, ayat 50.{{fact}}
 
== Pergerakan ==
Dalam perkembangannya, DI menyebar hingga di beberapa wilayah, terutama Jawa Barat (berikut dengan daerah yang berbatasan di [[Jawa Tengah]]), [[Sulawesi Selatan]], [[Aceh]] dan [[Kalimantan]] .<ref>Robert Cribb. 2000. ''Historical Atlas of Indonesia''. Halaman 162.</ref> <ref>http://www.crisisgroup.org/home/index.cfm?id=3280&l=1</ref> Setelah [[Kartosoewirjo]] ditangkap [[TNI]] dan dieksekusi pada [[1962]], gerakan ini menjadi terpecah, namun tetap eksis secara diam-diam meskipun dianggap sebagai organisasi ilegal oleh pemerintah Indonesia.<ref>http://jamestown.org/terrorism/news/article.php?articleid=2370020</ref>
[[File:Proclamation of Islamic State of Indonesia.jpg|thumb|left|Naskah proklamasi berdirinya Negara Islam Indonesia.]]
Dalam perkembangannya NII merekrut Mahasiswa baru yang datangnya dari luar pulau jawa untuk mendakterin (mencuci otak), DI menyebar hingga di beberapa wilayah, terutama Jawa Barat (berikut dengan daerah yang berbatasan di [[Jawa Tengah]]), [[Sulawesi Selatan]], [[Aceh]] dan [[Kalimantan selatan]] .<ref>Robert Cribb. 2000. ''Historical Atlas of Indonesia''. Halaman 162.</ref><ref>{{cite web|title=Relevansi Darul Islam Untuk Masa Kini|url=http://www.crisisgroup.org/en/regions/asia/south-east-asia/indonesia/op-eds/jones-relevansi-darul-islam-untuk-masa-kini.aspx|publisher=crisisgroup.org|date=16 Agustus 2010|accessdate=28 November 2014|archive-date=2014-12-05|archive-url=https://web.archive.org/web/20141205002340/http://www.crisisgroup.org/en/regions/asia/south-east-asia/indonesia/op-eds/jones-relevansi-darul-islam-untuk-masa-kini.aspx|dead-url=yes}}</ref>
Untuk melindungi kereta api, Kavaleri Kodam VI Siliwangi (sekarang Kodam III) mengawal kereta api dengan panzer tak bermesin yang didorong oleh lokomotif uap D-52 buatan Krupp Jerman Barat. Panzer tersebut berisi anggota TNI yang siap dengan senjata mereka. Bila ada pertempuran antara TNI dan DI/TII di depan, maka kereta api harus berhenti di halte terdekat. Pemberontakan bersenjata yang selama 13 tahun itu telah menghalangi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ribuan ibu-ibu menjadi janda dan ribuan anak-anak menjadi yatim-piatu. Diperkirakan 13.000 rakyat Sunda, anggota organisasi keamanan desa (OKD) serta tentara gugur. Anggota DI/TII yang tewas tak diketahui dengan tepat.<ref>{{cite web|title=History of Railways in Indonesia|url=http://keretapi.tripod.com/history.html|publisher=keretapi.tripod.com|date=|accessdate=28 November 2014}}</ref>
 
Setelah [[Kartosoewirjo]] ditangkap [[TNI]] dan dieksekusi pada [[1962]], gerakan ini menjadi terpecah, namun tetap eksis secara diam-diam meskipun dinyatakan sebagai organisasi ilegal oleh pemerintah Indonesia.<ref>{{Cite news|title=NII Has New Target, Pattern|url=http://lipsus.kompas.com/edukasi/read/2011/04/25/08274538/NII.Has.New.Target.Pattern|publisher=kompas.com|date=25 April 2011|accessdate=28 November 2014|archive-date=2015-12-22|archive-url=https://web.archive.org/web/20151222133215/http://lipsus.kompas.com/edukasi/read/2011/04/25/08274538/NII.Has.New.Target.Pattern|dead-url=yes|work=[[Kompas.com]]}}</ref><ref>{{cite web|title=Q&A: Indonesia’s Terrorism Expert on the Country’s Homegrown Jihadis|url=http://world.time.com/2013/08/26/qa-indonesias-terrorism-expert-on-the-countrys-homegrown-jihadis/|publisher=world.time.com|date=26 Agustus 2013|accessdate=28 November 2014}}</ref>
== Gerakan DI/TII Daud Beureueh ==
Pemberontakan DI/TII di [[Aceh]] dimulai dengan "Proklamasi" [[Daud Beureueh]] bahwa Aceh merupakan bagian "Negara Islam Indonesia" di bawah pimpinan Imam Kartosuwirjo pada tanggal [[20 September]] [[1953]].
 
=== Gerakan DI/TII Daud BeureuehBeureu'eh ===
Daued Beureueh pernah memegang jabatan sebagai "Gubernur Militer Daerah Istimewa Aceh" sewaktu agresi militer pertama Belanda pada pertengahan tahun 1947. Sebagai Gubernur Militer ia berkuasa penuh atas pertahanan daerah Aceh dan menguasai seluruh aparat pemerintahan baik sipil maupun militer. Sebagai seorang tokoh ulama dan bekas Gubernur Militer, Daud Beureuh tidak sulit memperoleh pengikut. Daud Beureuh juga berhasil memengaruhi pejabat-pejabat Pemerintah Aceh, khususnya di daerah [[Pidie]]. Untuk beberapa waktu lamanya Daud Beureuh dan pengikut-pengikutnya dapat mengusai sebagian besar daerah Aceh termasuk sejumlah kota.
[[Pemberontakan DI/TII di Aceh]] dimulai dengan "Proklamasi" [[Daud Beureu'eh]] bahwa Aceh merupakan bagian "Negara Islam Indonesia" di bawah pimpinan Imam Kartosuwirjo pada tanggal [[20 September]] [[1953]].<ref>{{Cite book|last=Damanik|first=Ahmad Taufan|date=Desember 2010|url=https://library.fes.de/pdf-files/bueros/indonesien/07852.pdf|title=Hasan Tiro: Dari Imajinasi Negara Islam ke Imajinasi Etno-Nasionalis|location=Jakarta|publisher=iedrich Ebert Stiftung (FES) dan Acheh Future Institute (AFI)|isbn=978-602-8866-01-9|pages=15|url-status=live}}</ref>
 
Daud Beureu'eh pernah memegang jabatan sebagai "Gubernur Militer Aceh" sewaktu agresi militer pertama Belanda dimulai pada tanggal 21 Juli 1947 untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Wilayah kekuasaan militer yang diberikan kepadanya oleh Pemerintah Indonesia meliputi wilayah Keresidenan Aceh, Kabupaten Langkat dan Tanah Karo. Pangkat yang diterima oleh Daud Beureu'eh adalah [[Mayor Jenderal|mayor jenderal]] dengan kepemimpinan atas [[angkatan bersenjata]] milik [[Tentara Nasional Indonesia]].<ref>{{Cite book|last=Abubakar|first=Al Yasa`|date=2020|url=http://dsi.acehprov.go.id/wp-content/uploads/2021/01/Pelaksanaan-Syariat-Islam-di-Aceh-NEW.pdf|title=Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh sebagai Otonomi Khusus yang Asimetris: Sejarah dan Perjuangan|location=Banda Aceh|publisher=Dinas Syariat Islam Aceh|isbn=978-602-58950-5-0|editor-last=Alidar|editor-first=E.M.K.|pages=99|url-status=live}}</ref>
Sesudah bantuan datang dari [[Sumatera Utara]] dan [[Sumatera Tengah]], operasi pemulihan keamanan ABRI ( TNI-POLRI ) segera dimulai. Setelah didesak dari kota-kota besar, Daud Beureuh meneruskan perlawanannya di hutan-hutan. Penyelesaian terakhir Pemberontakan Daud Beureuh ini dilakukan dengan suatu " Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh" pada bulan Desember [[1962]] atas prakarsa Panglima Kodam I/Iskandar Muda, Kolonel Jendral [[Makarawong]].
 
Daued Beureueh pernah memegang jabatan sebagai "Gubernur Militer Daerah Istimewa Aceh" sewaktu agresi militer pertama Belanda pada pertengahan tahun 1947. Sebagai Gubernur Militer ia berkuasa penuh atas pertahanan daerah Aceh dan menguasai seluruh aparat pemerintahan baik sipil maupun militer. Sebagai seorang tokoh ulama dan bekas Gubernur Militer, Daud Beureuh tidak sulitbisa memperoleh pengikut. Daud Beureuh juga berhasil memengaruhimempengaruhi pejabat-pejabat Pemerintah Aceh, khususnya di daerah [[Pidie]]. Untuk beberapa waktu lamanya Daud Beureuh dan pengikutanak-pengikutnyabuahnya dapat mengusai sebagian besar daerah Aceh termasuk sejumlah kota.
== Gerakan DI/TII Ibnu Hadjar ==
Pada bulan Oktober [[1950]] DI/ TII juga tercatat melakukan pemberontakan di [[Kalimantan Selatan]] yang dipimpin oleh [[Ibnu Hadjar]]. Para pemberontak melakukan pengacauan dengan menyerang pos-pos kesatuan ABRI (TNI-POLRI). Dalam menghadapi gerombolan DI/TII tersebut pemerintah pada mulanya melakukan pendekatan kepada Ibnu Hadjar dengan diberi kesempatan untuk menyerah, dan akan diterima menjadi anggota ABRI. Ibnu Hadjar sempat menyerah, akan tetapi setelah menyerah dia kembali melarikan diri dan melakukan pemberontakan lagi sehingga pemerintah akhirnya menugaskan pasukan ABRI (TNI-POLRI) untuk menangkap Ibnu Hadjar. Pada akhir tahun 1959 Ibnu Hadjar beserta seluruh anggota gerombolannya tertangkap dan dihukum mati.
 
Sesudah bantuan datang dari [[Sumatera Utara]] dan [[SumateraSumatra Tengah]], operasi pemulihan keamanan ABRI ( TNI-POLRI ) segera dimulai. Setelah didesak dari kota-kota besar, Daud Beureuh meneruskan perlawanannyapemberontakannya di hutan-hutan. Penyelesaian terakhir Pemberontakan Daud Beureuh ini dilakukan dengan suatu " Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh" pada bulan Desember [[1962]] atas prakarsa Panglima Kodam I/Iskandar Muda, Kolonel Jendral [[Makarawong]].<ref>{{cite web|url=http://www.acehbooks.org/pdf/ACEH_02539.pdf|title=Keterangan Pemerintah tentang peristiwa Daud Beureuh : [diutjapkan dalam rapat pleno terbuka Dewan Perwakilan Rakjat Republik Indonesia tanggal 28 Oktober 1953] ; Djawaban Pemerintah [atas pemandangan umum Dewan Perwakilan Rakjat mengenai keterangan Pemerintah] tentang peristiwa Daud Beureuh : [diutjapkan oleh Perdana Menteri dalam rapat pleno terbuka Dewan Perwakilan Rakjat tanggal 2 Nopember 1953] / [Ali Sastroamidjojo]|date=1953|format=PDF}}</ref>
== Gerakan DI/TII Amir Fatah ==
[[Amir Fatah]] merupakan tokoh yang membidani lahirnya DI/TII [[Jawa Tengah]]. Semula ia bersikap setia pada RI, namun kemudian sikapnya berubah dengan mendukung Gerakan DI/TII. Perubahan sikap tersebut disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, terdapat persamaan ideologi antara Amir Fatah dengan S.M. Kartosuwirjo, yaitu keduanya menjadi pendukung setia Ideologi Islam. Kedua, Amir Fatah dan para pendukungnya menganggap bahwa aparatur Pemerintah RI dan TNI yang bertugas di daerah Tegal-Brebes telah terpengaruh oleh "orang-orang Kiri", dan mengganggu perjuangan umat Islam. Ketiga, adanya
pengaruh "orang-orang Kiri" tersebut, Pemerintah RI dan TNI tidak menghargai perjuangan Amir Fatah dan para pendukungnya selama itu di daerah Tegal-Brebes. Bahkan kekuasaan yang telah dibinanya sebelum Agresi Militer II, harus diserahkan kepda TNI di bawah Wongsoatmojo. Keempat, adanya perintah penangkapan dirinya oleh Mayor [[Wongsoatmojo]]. Hingga kini Amir Fatah dinilai sebagai pembelot baik oleh negara RI maupun umat muslim Indonesia.
 
=== Gerakan DI/TII KaharIbnu MuzakkarHadjar ===
Pada bulan Oktober [[1950]] DI/ TII juga tercatat melakukan pemberontakan di [[Kalimantan Selatan]] yang dipimpin oleh [[Ibnu Hadjar]]. Para pemberontak melakukan pengacauan dengan menyerang pos-pos kesatuan ABRI (TNI-POLRI). Dalam menghadapi gerombolan DI/TII tersebut pemerintah pada mulanya melakukan pendekatan damai kepada Ibnu Hadjar dengan diberi kesempatan untuk menyerah, dan akan diterima menjadi anggota ABRI. Ibnu Hadjar sempat berpura-pura menyerah, akan tetapi setelah menyerah dia kembali melarikan diri dan melakukan pemberontakan lagi sehingga pemerintah akhirnya terpaksa menugaskan pasukan ABRI (TNI-POLRI) untuk menangkap Ibnu Hadjar. Pada akhir tahun 1959 Ibnu Hadjar beserta seluruh anggota gerombolannya tertangkap dan dihukum mati.<ref>{{Cite news|title=Mencari Ibnu Hajar dalam Sejarah|url=http://banjarmasin.tribunnews.com/2013/06/25/mencari-ibnu-hajar-dalam-sejarah|publisher=banjarmasin.tribunnews.com|date=25 Juni 2013|accessdate=28 November 2014|last=Saputra|first=Dheny Irwan|language=id|work=[[Tribunnews|Tribunnews.com]]}}</ref><ref>{{cite book|last =Singh|first =Bilveer| title =The Talibanization of Southeast Asia|publisher =Greenwood Publishing Group, Inc.|year = 2007|page =31}}</ref><ref>{{cite book|last =Sjamsuddin|first =Nazaruddin| title =The Republican Revolt: A Study of the Acehnese Rebellion|publisher = Institute of Southeast Asian Studies|year = 1985|page = 247}}</ref>
Pemerintah berencana membubarkan [[Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan]] (KGSS) dan anggotanya disalurkan ke masyarakat. Tenyata [[Kahar Muzakkar]] menuntut agar Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan dan kesatuan gerilya lainnya dimasukkan delam satu brigade yang disebut Brigade Hasanuddin di bawah pimpinanya. Tuntutan itu ditolak karena banyak di antara mereka yang tidak memenuhi syarat untuk dinas militer. Pemerintah mengambil kebijaksanaan menyalurkan bekas gerilyawan itu ke [[Corps Tjadangan Nasional]] (CTN). Pada saat dilantik sebagai Pejabat Wakil Panglima Tentara dan Tetorium VII, Kahar Muzakkar beserta para pengikutnya melarikan diri ke hutan dengan membawa persenjataan lengkap dan mengadakan pengacauan. Kahar Muzakkar mengubah nama pasukannya menjadi Tentara Islam Indonesia dan menyatakan sebagai bagian dari DI/TII Kartosuwiryo pada tanggal [[7 Agustus]] [[1953]]. Tanggal [[3 Februari]] [[1965]], Kahar Muzakkar tertembak mati oleh pasukan [[ABRI]] (TNI-POLRI) dalam sebuah baku tembak.
 
=== Gerakan DI/TII IbnuAmir HadjarFatah ===
[[Amir Fatah]] merupakanadalah tokoh yang membidani lahirnya DI/TII [[Jawa Tengah]]. Semula ia bersikap setia pada RI, namun kemudian sikapnya berubah dengan mendukung Gerakan DI/TII. Perubahan sikap tersebut disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, terdapat persamaan ideologi antara Amir Fatah dengan S.M. Kartosuwirjo, yaitu keduanya menjadi pendukung setia Ideologiideologi Islam. Kedua, Amir Fatah dan para pendukungnya menganggap bahwa aparatur Pemerintah RI dan TNI yang bertugas di daerah Tegal-Brebes telah terpengaruh oleh "orang-orang Kiri", dan mengganggu perjuangan umat Islam. Ketiga, adanya pengaruh "orang-orang Kiri" tersebut, Pemerintah RI dan TNI dianggap tidak menghargai perjuangan Amir Fatah dan para pendukungnya selama itu di daerah Tegal-Brebes. Bahkan kekuasaan yang telah dibinanya sebelum Agresi Militer II, harus diserahkan kepda TNI di bawah Wongsoatmojo. Keempat, adanya perintah penangkapan dirinya oleh Mayor [[Wongsoatmojo]].<ref>{{cite web|title=Gerakan DI/TII Amir Fatah 1949-1950 : suatu pemberontakan kaum Santri di Daerah Tegal-Brebes|url=http://lib.ui.ac.id/file?file=pdf/abstrak-71599.pdf|publisher=University of Indonesia Library|date=|accessdate=28 November 2014}}</ref>
 
=== Gerakan DI/TII AmirKahar FatahMuzakkar ===
Pemerintah berencana membubarkan [[Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan]] (KGSS) dan anggotanya disalurkan ke masyarakat. TenyataTernyata [[Kahar Muzakkar]] menuntut agar Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan dan kesatuan gerilya lainnya dimasukkan delamdalam satu brigade yang disebut Brigade Hasanuddin di bawah pimpinanya. Tuntutan itu ditolak karena banyak di antara mereka yang tidak memenuhi syarat untuk dinas militer. Pemerintah mengambil kebijaksanaan menyalurkan bekas gerilyawan itu ke [[Corps Tjadangan Nasional]] (CTN). Pada saat dilantik sebagai Pejabat Wakil Panglima Tentara dan Tetorium VII, Kahar Muzakkar beserta para pengikutnya melarikan diri ke hutan dengan membawa persenjataan lengkap dan mengadakan pengacauan. Kahar Muzakkar mengubah nama pasukannya menjadi Tentara Islam Indonesia dan menyatakan sebagai bagian dari DI/TII Kartosuwiryo pada tanggal [[7 Agustus]] [[1953]]. Tanggal [[3 Februari]] [[1965]], Kahar Muzakkar tertembak mati oleh pasukan [[ABRI]] (TNI-POLRI) dalam sebuah baku tembak.<ref name="Zurbuchen 2005">{{cite book|last =Zurbuchen|first =Mary| title =Beginning to remember : The past in the indonesian present|publisher = Seattle: University of Washington Press|year = 2005}}</ref>
 
== Lihat pula ==
* [[fr:Pemberontakan Darul Islam]]
 
== Referensi ==
{{reflist|2}}
 
=== Catatan kaki ===
* Dijk, C. van (Cornelis) ''Rebellion under the banner of Islam: the Darul Islam in Indonesia'' The Hague: M. Nijhoff,1981.ISBN 90-247-6172-7
 
== Pranala luar ==
* {{id}} [http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0904/18/0802.htm "Beban Sejarah Umat Islam Indonesia"] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20050507025707/http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0904/18/0802.htm |date=2005-05-07 }}, ''[[Pikiran Rakyat]]'', 18 September 2004
* {{id}} [httphttps://zaytunniikw9.blogspotwordpress.com/2006/02/serpihan-darul-islam.html Artikel mengenai NegaraNII IslamGaya IndonesiaBaru]
* {{id icon}} [http://www.dataphone.se/~ahmad/ Ahmad Sudirman page] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20061022151442/http://www.dataphone.se/~ahmad/ |date=2006-10-22 }}
* {{id}} [http://www.ekonurhuda.com/2008/08/sekarmadji-maridjan-kartosoewirjo.html Profil SM Kartosoewirjo, proklamator Negara Islam Indonesia (NII)]
* {{id}} [http://www.kebudayaan.depdiknas.go.id/BudayaOnline/SeniBudaya/Sejarah/PERANG/n_perang.htm Pemberontakan DI/TII Daud Beureuh] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20060515102925/http://www.kebudayaan.depdiknas.go.id/BudayaOnline/SeniBudaya/Sejarah/PERANG/n_perang.htm |date=2006-05-15 }}
* {{id}} [http://pasang-surut-islam-indonesia.blogspot.com/ Pergerakan Islam di Indonesia]
* {{id}} [http://www.jamestown.org/single/?tx_ttnews&#91;tt_news&#93;=795#.VHiQCMkucn5 Malaysia Announces the Arrest of 12 Darul Islam Members]
* {{id}} [http://www.kebudayaan.depdiknas.go.id/BudayaOnline/SeniBudaya/Sejarah/PERANG/n_perang.htm Pemberontakan DI/TII Daud Beureuh]
* {{id}} [http://historia.co.id/artikel/kuno/1068/Majalah-Historia/Akhir_Hidup_Sang_Imam_Negara_Islam_Indonesia Akhir Hidup Sang Imam Negara Islam Indonesia] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20141218004114/http://historia.co.id/artikel/kuno/1068/Majalah-Historia/Akhir_Hidup_Sang_Imam_Negara_Islam_Indonesia |date=2014-12-18 }}
{{Lembaran hitam Indonesia}}{{Islam di Indonesia}}
 
{{Lembaran hitam Indonesia}}
{{indo-sejarah-stub}}
 
[[Kategori:Organisasi Islam]]
[[Kategori:Sejarah Indonesia]]
[[Kategori:PolitikSejarah diJawa IndonesiaBarat]]
[[Kategori:Politik Indonesia]]
[[Kategori:Organisasi Islam]]
[[Kategori:Kelompok separatis]]
[[enKategori:Darul Islam (di Indonesia)]]
 
[[en:Darul Islam (Indonesia)]]
[[fr:Darul Islam]]
[[it:Darul Islam]]
[[nl:Darul Islam]]
[[th:ดารุลอิสลาม]]