Yudi Utomo: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Benyamin90 (bicara | kontrib)
Perbaikan dari kasus kriminalitas menjadi sengketa Korporasi. Ditambah dengan sumber dari surat kabar JawaPos/Network jawapos terkait pers rilis dari pihak Yudi Utomo
 
(25 revisi perantara oleh 19 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1:
{{Infobox person
| name = Yudi Utomo Imardjoko
| other_names =
| ethnicity =
| birth_date = 15 Maret 1963
| birth_place = [[Yogyakarta]]
| residence = [[Indonesia]]
| citizenship = [[Indonesia]]
| occupation = [[Ilmuwan]]
| networth =
| spouse = Dr Diatri Nari Ratih
| children =
}}
 
'''Dr. [[Insinyur|Ir.]] '''Yudi Utomo Imardjoko''', [[:en:Master of Science|M.Sc.]], [[:en:Doctor of Philosophy|Ph.D.]] atau dikenal dengan nama '''Yudi Utomo''' saja,({{lahirmati|[[Yogyakarta]]|15|03|1963}}) adalah seorang [[ilmuwan]] [[nuklir]] [[Indonesia]] yang dikenal atas rancangan penampung limbah nuklir dan direktur yang menyelamatkan BatanTek dari kebangkrutan. Ia lahir di [[Yogyakarta]] [[15 Maret]] [[1963]]. Beliau memiliki 3 anak yang bernama Tedjo Sondyako Imardjoko, Tedjo Ardyandaru Imardjoko, dan Tedjo Prabandhika Imardjoko.
 
== Pendidikan ==
Putra almarhum ProfProfesor Imam Barnadib-Prof & Profesor Sutari Barnadib ini merupakan alumnus [[SMA Negeri 1 Yogyakarta]] dan Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika [[Fakultas TeknologiTeknik Universitas Gadjah Mada|Fakultas Teknik UGM]] dengan program studi Teknik Nuklir [[UGM]] (Dahulu Jurusan Teknik Nuklir UGM). Yudi Utomo mendapat beasiswa untuk memperdalam ilmu nuklir di [[Universitas Iowa|Iowa State University]] pada jenjang S-2 dan S-3. Dia mampu meraih gelar MSc dan PhD dalam waktu enam tahun. Capaian itu mengukuhkan Yudi sebagai orang Indonesia termuda yang berhasil merengkuh gelar doktor di usia 32 tahun pada [[1995]].<ref>[http://acadstaff.ugm.ac.id/lecturer_cv.php?rand=MTMxODYyNzcx&uri= ''Lecturer CV Yudi Utomo'', diakses dari situs UGM.ac.id]{{Pranala mati|date=Mei 2021 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}</ref>
 
== Karier ==
Yudi mulai banyak dikenal di bidang nuklir sejak menimba ilmu di [[Amerika Serikat]], salah satunya dengan “memenangkan” kompetisi pembuatan penampung limbah nuklir di Amerika Serikat pada tahun [[1990]]-an. Saat itu pemerintah Amerika Serikat membutuhkan desain penampung limbah nuklir baru karena banyaknya pembangkit listrik tenaga nuklir. Rancangan Yudi itu dinilai paling bagus dan aman, sehingga dinilai layak masuk dalam lembaran Departemen Energi AS dan memenuhi kualifikasi untuk ikut tender pembuatan kontainer limbah nuklir.<ref>[http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/yudi.htm ''Yudi Utomo: Penemu Kontainer Limbah Nuklir'', diakses darisitus JAIST.ac.jp]</ref>
 
Karena prestasinya, ia ditawari menjadi pengajar Teknik Nuklir di Iowa University, namuntetapi ditolaknya karena lebih ingin mengajar di [[Universitas Gajah Mada]] dan sekarang aktif mengajar di [[www.poltek-gt.ac.id|Politeknik Gajah Tunggal]] . Selain mengajar,Yudi menjadi direktur Pusat Studi Energi UGM dan menjadi konsultan berbagai perusahaan energi. Setelah 25 tahun ia mencoba tantangan baru sebagai konsultan energi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang berkantor di [[New York]], AS. Namun setelah 5 bulan, ia dipanggil untuk menduduki posisi Direktur PT Batan Teknologi. <ref name="JPNN">[{{Cite web |url=http://www.jpnn.com/read/2012/07/14/133745/Perjuangan-Yudiutomo-Imardjoko-Hidupkan-BatanTek-yang-Hampir-Mati- |title=''Perjuangan Yuditomo Imardjoko Hidupkan BatanTek yang Hampir Mati'', diakses dari situs JPNN] |access-date=2013-03-15 |archive-date=2012-07-19 |archive-url=https://web.archive.org/web/20120719044044/http://www.jpnn.com/read/2012/07/14/133745/Perjuangan-Yudiutomo-Imardjoko-Hidupkan-BatanTek-yang-Hampir-Mati- |dead-url=yes }}</ref>
 
== Menyelamatkan Batan Tekonologi ==
Ia diangkat menjadi direktur utama PT BatanTek pada [[26 Juli]] [[2011]], dengan tantangan menyelamatkan BatanTekdariBatanTek dari kebangkrutan karena dilarangnya pengayaan [[uranium]] tingkat tinggi untuk produksi [[radioisotop]] oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) sejak [[2010]]. Padahal radioisotop diperlukan untuk kebutuhan kedokteran dalam menghasilkan diagnosis presisi tinggi dan menjadi bisnis utama BatanTek.
 
Karena seorang tenaga ahli dari AS gagal memberikan solusi bagi BatanTek, maka klien rumah sakit mengalihkan kepada produsen lain. Yudi Utomo mengajak Dr Kusnanto, sahabatnya saat menimba ilmu di UGM, untuk bergabung sebagai direktur produksi BatanTek. Akhirnya mereka berhasil menemukan teknik baru pengayaan uranium tingkat rendah untuk memproduksi radioisotop.<ref name="JPNN"/> Oleh Menteri BUMN [[Dahlan Iskan]], teknik yang belum dikenal di dunia ilmu nuklir ini kemudian dinamai “Formula YK” yang berasal dari gabungan nama Yudiutomo-Kusnanto.
 
Mulai November 2011, BatanTek kembali bisa memproduksi radioisotop dan menerima kembali pesanan dari klien sebelumnya. Di antaranya 11 rumah sakit di Indonesia, serta tambahan pesanan dari luar negeri seperti [[Malaysia]], [[Vietnam]], [[Filipina]], [[Jepang]], dan [[Bangladesh]], serta pembeli potensial [[China]].
 
Keberhasilan BatanTek memunculkan prospek baru karena hingga saat ini hanya ada delapan negara yang memproduksi radioisotop untuk keperluan medis, di antaranya [[Indonesia]], [[Kanada]], [[Australia]], [[Belgia]], [[Belanda]], dan [[HongariaHungaria]]. Kebutuhan radioisotop di dunia mencapai 12.000 curie per minggu. Kebutuhan itu tumbuh 10 persen per tahun. Artinya dibutuhkan reaktor berkapasitas lima kali lipat atau 60.000 curie untuk bisa memenuhi kebutuhan. Selanjutnya, BatanTek berencana mendirikan pabrik pengayaan uranium di Amerika Serikat untuk memenuhi kebutuhan di sana. <ref>[http://economy.okezone.com/read/2012/10/10/320/702051/dirut-batantek-dipuji-dahlan-di-depan-sby ''Dirut BatanTek Dipuji Dahlan di Depan SBY'', diakses dari situs Okezone]</ref>
 
== Sengketa Korporasi ==
==Catatan kaki==
Yudi Utomo berurusan hukum dengan PT. Energi Sterila Higiena. Polda Jatim menetapkan Yudi Utomo sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang ([[Tindak Pidana Pencucian Uang|TPPU]]) atas PT. Energi Sterila Higiena. Yudi memegang posisi sebagai direktur utama di PT tersebut dan terindikasi menggunakan posisinya untuk kepentingan pribadi. Yudi berposisi buron sejak 23 Januari 2024<ref name=":0">{{Cite web|last=Mahrus|first=M.|title=Ahli Nuklir UGM Yudi Utomo Imardjoko Jadi Buronan Polda Jatim, Ini Kasusnya - Radar Surabaya|url=https://radarsurabaya.jawapos.com/surabaya/774558341/ahli-nuklir-ugm-yudi-utomo-imardjoko-jadi-buronan-polda-jatim-ini-kasusnya|website=Ahli Nuklir UGM Yudi Utomo Imardjoko Jadi Buronan Polda Jatim, Ini Kasusnya - Radar Surabaya|language=id|access-date=2024-04-21}}</ref>, dan masuk dalam DPO Polda Jatim. Jumlah uang yang termasuk di dalam pusaran kasus yang dialami Yudi adalah sejumlah 9.2 Millar Rupiah. Sebelum kendala ini masuk dalam ranah hukum, pihak PT. Energi Sterila Higiena sudah berusaha melakukan pendekatan kekeluargaan kepada Yudi, dan berjanji dalam surat pernyataan akan mengembalikan uang pada 5 Desember 2022<ref name=":0" />, tetapi hal tersebut tidak dilakukan sehingga mendorong perusahaan melalui kuasa hukum yang ada melaporkan dan proses nya mencapai Yudi sebagai tersangka.
 
Dari sisi [[Universitas Gadjah Mada|UGM]], pihak universitas tidak bisa berkomentar banyak karena bukan merupakan ranah dalam akademik, tetapi profesional serta personal yang dilakukan di luar kegiatan akademik di [[Universitas Gadjah Mada|UGM]] sehingga bukan tanggung jawab universitas<ref>{{Cite web|last=Media|first=Kompas Cyber|date=2024-04-18|title=Eks Direktur Perusahaan yang Jadi DPO Polda Jatim Berstatus Dosen UGM Halaman all|url=https://yogyakarta.kompas.com/read/2024/04/18/215938178/eks-direktur-perusahaan-yang-jadi-dpo-polda-jatim-berstatus-dosen-ugm|website=KOMPAS.com|language=id|access-date=2024-04-21}}</ref>. Pihak [[Universitas Gadjah Mada|UGM]] menyerahkan semua nya kepada proses hukum yang berlaku.Selama beberapa tahun terakhir Yudi Utomo banyak mengajar secara daring <ref>{{Cite web|last=Times|first=I. D. N.|last2=Kusumo|first2=Herlambang Jati|title=Kini Buron, Ahli Nuklir UGM Terakhir Mengajar Hanya secara Daring|url=https://jogja.idntimes.com/news/jogja/herlambang-jati-kusumo/kini-buron-ahli-nuklir-ugm-terakhir-mengajar-hanya-secara-daring|website=IDN Times Jogja|language=In-Id|access-date=2024-04-21}}</ref>.
 
Pihak Yudi Utomo, melalui kuasa hukumnya mengatakan bahwa Yudi Utomo sedang berobat keluar negeri dan terkejut akan statusnya masuk sebagai [[Daftar Pencarian Orang|DPO]]/Daftar Buron Polda Jatim <ref name=":1">{{Cite web|last=harian.disway.id|title=Ahli Nuklir UGM Yudi Utomo Ingin Ajukan Praperadilan, MA Larang Buron Ajukan Praperadilan|url=https://harian.disway.id/read/779920/ahli-nuklir-ugm-yudi-utomo-ingin-ajukan-praperadilan-ma-larang-buron-ajukan-praperadilan|website=harian.disway.id|language=id|access-date=2024-05-01}}</ref>. Hingga sekarang kasus ini masih bergulir, dan pihak Yudi Utomo ingin mengajukan pra peradilan, tetapi berdasarkan pada aturan perundang-undangan, jika orang berstatus DPO tidak dapat mengajukan pra-peradilan<ref name=":1" />.
 
== Catatan kaki ==
<references/>
 
[[Kategori: Ilmuwan Indonesia]]
{{Authority control}}
[[Kategori:Tokoh Yogyakarta]]
 
[[Kategori: Ilmuwan Indonesia]]
[[Kategori:Dosen Indonesia]]
[[Kategori:Insinyur Indonesia]]
[[Kategori:Alumni Universitas Gadjah Mada]]
[[Kategori:Alumni SMA Negeri 1 Yogyakarta]]
[[Kategori:Tokoh Jawa]]
[[Kategori:Tokoh Yogyakarta]]
[[Kategori:Tokoh dari Kota Yogyakarta]]