Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur Kesepuluh: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Herryz (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
Herryz (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
Baris 14:
}}
'''Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur Kesepuluh''' ([[Bahasa Inggris|Inggris]]: The ''Tenth East Asia Summit'') adalah sebuah pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antar pemimpin negara dan pemimpin pemerintahan di [[Asia Timur]] dan juga negara-negara terdekat. Konferensi ini telah diadakan di kota [[Kuala Lumpur]], [[Malaysia]] pada tanggal 21-22 November 2015.
 
== Isu pembahasan ==
KTT Asia Timur Kesepuluh ini dihadiri sepuluh negara [[ASEAN]] dan negara [[Amerika Serikat]], [[Australia]], [[India]], [[Jepang]], [[Korea Selatan]], [[Rusia]], [[Selandia Baru]] dan [[Tiongkok]]. Pertemuan Kesepuluh ini menjadi agenda yang sangat penting karena menandai satu dekade sejak diadakan pertama kali pada tahun [[2005]], yang juga diadakan di [[Malaysia]]. Beberapa negara, termasuk [[Amerika Serikat]], meminta supaya EAS ini tidak hanya sekedar membahas isu regional saja melainkan juga menjangkau berbagai permasalahan atau krisis golbal yang terjadi di dunia.<ref name="ISU">{{cite web|url=https://thediplomat.com/2015/12/what-did-the-10th-east-asia-summit-in-malaysia-achieve/|title=What Did the 10th East Asia Summit in Malaysia Achieve|website=www.thedipolmat.com|accessdate=31 Oktober 2020|lang=en}}</ref>
 
Selain agenda tersebut, pertemuan ini juga melihat perpanjangan program ''plan of action'' (POA) untuk melaksanakan ''Phnom Penh Declaration on East Asia Summit Development Initiative'' hingga akhir 2017. Tujuan program POA guna meningkatkan kerjasama antar anggota EAS secara khusus di enam bidang prioritas, yakni bidang [[energi]], [[pendidikan]], [[keuangan]], [[kesehatan global]], [[lingkungan]] dan manajemen [[bencana alam]], dan juga konektivitas ASEAN.<ref name="ISU"/>
 
== Hasil Pertemuan ==
Dalam KTT Asia Timur 2015, setidaknya ada 5 catatan penting yang dihasilkan melalui pertemuan tersebut. Adapun kelima poin tersebut yakni;<ref>{{cite web|url=https://www.rappler.com/world/ktt-asean-summit-2015|title=KTT ASEAN Summit|website=www.rappler.com|accessdate=30 Oktober 2020}}</ref><br>
1) Negara anggota siap menyambut era komunitas ASEAN.<br>
2) [[Perdana Menteri India|Pedana Menteri]] [[India]], [[Narendra Modi]], menyatakan bahwa bahaya [[terorisme]] telah memasuki kawasan [[Asia Tenggara]].<br>
3) Negara-negara ASEAN, Tiongkok dan Amerika Serikat, menyepakati pentingnya kode etik dalam mengatur reklamasi di [[Laut Selatan]].<br>
4) [[Presiden Filipina|Presiden]] [[Filipina]], [[Benigno Aquino III]], menyampaikan perpisahan, mengingat masa jabatannya sebagai presiden Filipina akan selesai pada pertemuan KTT Asia Timur Kesebelas (2016).<br>
5) [[Indonesia]] berhasil membuat kerjasama [[maritim]] untuk kawasan [[Asia Timur]].<br>
 
==Kehadiran Delegasi==
Para pemimpin negara dan kepala pemerintaha yang hadir dalam KTT Asia Timur Kesepuluh di kota [[Kuala Lumpur]], [[Malaysia]];
Konferensi ini beranggotakan 18 kepala negara dan kepala pemerintahan, dan juga dihadiri oleh beberapa tamu undangan.
 
<gallery class="center" widths="145px">
Baris 38 ⟶ 51:
File:Mr. Nguyen Xuan Phuc.jpg|{{flagicon|VIE}} '''Vietnam'''<br />[[Perdana Menteri Vietnam|Perdana Menteri]] '''[[Nguyen Xuan Phuc]]'''
</gallery>
 
== Hasil Pertemuan ==
Dalam KTT Asia Timur 2015, setidaknya ada 5 catatan penting yang dihasilkan melalui pertemuan tersebut. Adapun kelima poin tersebut yakni;<ref>{{cite web|url=https://www.rappler.com/world/ktt-asean-summit-2015|title=KTT ASEAN Summit|website=www.rappler.com|accessdate=30 Oktober 2020}}</ref><br>
1) Negara anggota siap menyambut era komunitas ASEAN.<br>
2) [[Perdana Menteri India|Pedana Menteri]] [[India]], [[Narendra Modi]], menyatakan bahwa bahaya [[terorisme]] telah memasuki kawasan [[Asia Tenggara]].<br>
3) Negara-negara ASEAN, Tiongkok dan Amerika Serikat, menyepakati pentingnya kode etik dalam mengatur reklamasi di [[Laut Selatan]].<br>
4) [[Presiden Filipina|Presiden]] [[Filipina]], [[Benigno Aquino III]], menyampaikan perpisahan, mengingat masa jabatannya sebagai presiden Filipina akan selesai pada pertemuan KTT Asia Timur Kesebelas (2016).<br>
5) [[Indonesia]] berhasil membuat kerjasama [[maritim]] untuk kawasan [[Asia Timur]].<br>
 
==Referensi==