Metode linear kongruen: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Irwan halim (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Irwan halim (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Baris 45:
Berdasarkan perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam pemilihan nilai konstanta pada a, c dan m telah sesuai dan tidak terjadi perulangan dalam menampilkan soal pada saat melakukan ujian. Untuk nilai Xn atau nilai awal akan selalu berubah sesuai dengan jumlah berapa kali pengguna menjawab soal. Jika saat melakukan ujian pertama kali maka nilai Xn = 1, namun jika dia melakukan ujian yang kedua kalinya nilai Xn = 1 + 1
 
Jumlah soal yang tersedia di dalam [[database]] atau jumlah nilai m adalah 50, sehingga hasil bilangan acak/nomor soal yang dihasilkan merupakan rentang dari angka 0-49. Pada nomor soal tidak terdapat nomor soal 0 sehingga apabila terdapat angkat 0 dalam salah satu nomor soal yang dihasilkan maka akan diganti menjadi angkatangka 50.<ref>Wardani [http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edukom/article/view/7856/5425''IMPLEMENTASI LINIER CONGRUENT METHOD UNTUK PENGACAKAN SOAL UJIAN PADA APLIKASI BELAJAR HIRAGANA''] diakses tanggal 31 maret, 2016 </ref><ref>Diana Lumban Gaol [http://pelita-informatika.com/berkas/jurnal/10.%20Diana%20Lum.pdf ''PERANCANGAN APLIKASI UJIAN TRY OUT MENGGUNAKAN METODE LINEAR CONGRUENT METHODS (LCM)''] diakses tanggal 31 maret, 2016 </ref><br />
 
== Referensi ==