Mey Chan: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Tidak ada ringkasan suntingan Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
||
Baris 29:
|pastmembers = Komet 14 <br /> Infinity <br /> Dimensi Baru <br /> Punk Romance <br /> MAIA
}}
'''Dita Anggraeni''' atau yang sebelumnya bernama panggung '''Mey Chan''' ({{lahirmati|[[Kota Pasuruan|Pasuruan]]|12|5|1957}}) adalah seorang [[penyanyi]] wanita [[Indonesia]] yang banyak dikagumi oleh penyanyi-penyanyi lainnya lewat tembang-tembang sendunya seperti Bunga Flamboyan, Tiada Maaf Bagimu, Biarku Sendiri, Hilangnya Seorang Gadis, Cincin Kenangan, Kau dan Aku Menyatu, Melati, Widuri, Hesty, Kisah Kasih Di Sekolah, Papaya Cha Cha, Merana, Sampai Menutup Mata, Mengapa Harus Jumpa, Jangan Kau Paksakan, Seuntai Tanda Bunga Cinta, Di Saat Kau Harus Memilih, Terlambat Sudah, Seandainya Aku Punya Sayap, Sayang Bilang Sayang, Layu Sebelum Berkembang, Jangan Ditanya Kemana Aku Pergi, Cinta Membawa Derita, Mencari, Jangan Biarkan, Lihatlah Air Mata, Untuk Dikau, Hanya Satu, Putus Cinta Dibatas Kota, Jatuh Cinta, Manis Dan Sayang, Apa Yang Kucari, Surat Terakhir, Kangen, Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi, Aku Milikmu, Takkan Ada Cinta Yang Lain, Cukup Siti Nurbaya, Satu Hati (Kita Semestinya), Cinta Kan Membawamu Kembali, Kirana, Kamulah Satu Satunya, Elang, Persembahan Dari Surga, Roman Picisan, Dua Sedjoli, Risalah Hati, Separuh Nafas, Cemburu, Lagu Cinta, Arjuna, Kosong, Mistikus Cinta, Angin, Pupus, Bukan Rahasia, Pangeran Cinta, Atas Nama Cinta, Satu, Cinta Gila, Laskar Cinta, Larut, Sedang Ingin Bercinta, Selimut Hati, Dewi, Mati Aku Mati dan masih banyak lagi.. Setelah merajai panggung-panggung festival di akhir era 1970-an, Mey Chan kemudian hijrah ke Jakarta dan merilis album pertamanya pada tahun
Penyanyi ini telah meraih keuntungan sepanjang dekade 1980-an hingga 1990-an dengan nama panggung Mey Chan dan 2000-an hingga 2010-an dengan nama panggung Dita Anggraeni. Album yang ia rilis nyaris selalu mendapat sambutan bagus di pasaran, bahkan albumnya yang dirilis tahun 1990 dan 2010, Bintang Sembilan dan Separuh Nafas, merupakan dua album terlaris di Indonesia dengan penjualan hampir 2 juta keping. Pada tahun 1995 dan 2015, majalah Hai menobatkan Mey Chan sebagai penyanyi dan terkaya di Indonesia dengan pendapatan mencapai lebih dari 115 miliar setahun. Di tengah kesuksesan yang diraihnya, penyanyi ini sempat beberapa kali tersandung masalah hukum, termasuk masalah pelanggaran hak cipta dan perseteruan dengan ormas Islam.
|