Nongkojajar, Tutur, Pasuruan: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Baris 23:
Pada masa penjajahan belanda,ada sebuah motel/vila,yang di beri nama Motel Nongkojajar dan tepatnya vila itu didirikan di Dusun Ngadipuro. Konon di bagian taman vila di tanami pohon nangka yang diatur sejajar oleh para penjajah. Oleh sebab itu nama Desa Nongkojajar diambil dari vila itu
== Lainnya ==
Nama Kecamatan Nongkojajar dalam daftar kecamatan di wilayah Kabupaten Pasuruan. Meski begitu, Nongkojajar lebih familiar dibanding Tutur, nama kecamatan saat ini.
Desa Nongkojajar juga terkenal sebagai desa penghasil buah [[apel]], karena awal sejarah buah apel di tanam di indonesia,tepatnya pada desa Nongkojajar ini. Disamping suhunya yang ideal untuk tanaman apel dan tanahnya juga subur untuk bercocok tanam karena desa nongkojajar merupakan dataran tinggi. Kebanyakan masyarakat desa nongkojajar juga berternak sapi perah, jadi tak heran jika Nongkojajar menjadi penyuplai terbesar susu sapi untuk [[Nestle]] di area [[Jawa Timur]] serta juga terkenal sebagai desa lumbung susu.
 
Dikutip dari berbagai sumber, Nongkojajar semula adalah nama sebuah hotel di zaman koloni Belanda.
 
Saat itu, tepat di depan pasar Nongkojajar saat ini, berdiri bangunan hotel Belanda yang cukup megah. Berhalaman luas dan banyak berdiri pohon nangka, hotel itupun kemudian diberi nama ‘Nongkojajar’.
 
Karena itu, saat hotel itu tak ada, nama Nongkojajar pun kian tenggelam. Terlebih, Nongkojajar yang semula menjadi kecamatan kemudian berganti kecamatan Tutur.
 
Baru pada 2012, pihak Desa Wonosari, tempat dimana hotel itu sebelumnya mengganti nama salah satu dusunnya menjadi Dusun Nongkojajar.
 
Secara epitimologi, mengutip sejarah Tutur, Nongkojajar berasal dari bahasa Jawa. Nongko merujuk pada pohon nangka dan jajar artinya berbaris.
 
Berada di dataran tinggi dalam deretan pegunungan Bromo Tengger Semeru, Nongkojajar memiliki dibawah rata-rata wilayah bawah kabupaten.
 
Selain sayuran, wilayah ini juga dikenal sebagai penghasil apel. Bahkan, .menurut Balitbang Pertanian, di tempat ini pula apel pertama kali ditanam di Indonesia.
 
{{Commonscat|Nongkojajar}}