Galesong Selatan, Takalar: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
Anhar Karim (bicara | kontrib) kTidak ada ringkasan suntingan |
menambahkan konten dan referensi |
||
Baris 10:
|provinsi=Sulawesi Selatan
}}
'''Galesong Selatan''' adalah sebuah [[kecamatan]] di [[Kabupaten Takalar]], [[Sulawesi Selatan]], [[Indonesia]]. Luas wilayahnya adalah 44 km<sup>2</sup> dan terbagi menjadi 17 desa. Di Kecamatan Galesong Selatan terdapat belasan [[badan usaha milik desa]]. Paham keagamaan yang berkembang di Kecamatan Galesong Selatan ialah [[Tarekat Naqsyabandiyah]].
== Wilayah administratif ==
[[Berkas:Kec. Galesong Selatan.jpg|jmpl|Peta administrasi Kecamatan Glesong Selatan]]Kecamatan Galesong Selatan adalah salah satu [[kecamatan]] yang ada di dalam wilayah [[Kabupaten Takalar]], [[Sulawesi Selatan]], [[Indonesia]].<ref>{{Cite journal|last=Fachry, M. E., dan Alwi, A.|date=24 September 2018|title=Analisis Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Pesisir yang Berkelanjutan di Sulawesi Selatan|url=https://www.researchgate.net/publication/346955815_IMFISERN_Indonesian_Marine_and_Fisheries_Socio-Economics_Research_Network|journal=Prosiding Seminar Nasional Ekonomi Kelautan dan Perikanan Tahun 2018|publisher=Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan|pages=366|isbn=978-602-0804-51-4}}</ref> Posisi Kecamatan Galesong Selatan berada di kawasan [[pesisir]] pantai.<ref>{{Cite journal|last=Asni, A., Jamal, M., dan Hamsiah|date=7 Desember 2020|title=PKM Kelompok Pengolah Ikan di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan|url=https://www.google.co.id/books/edition/Prosiding_UNISMA/-VZ0EAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Galesong+Selatan&pg=PA209&printsec=frontcover|journal=Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam Malang|pages=209|isbn=978-602-462-579-5}}</ref> Luas wilayahnya adalah 44 km<sup>2</sup>. Wilayah Kecamatan Galesong Selatan terbagi menjadi 17 [[desa]].<ref>{{Cite book|last=Nasruddin, dkk.|date=2011|url=https://www.academia.edu/8526861/Buku_kearifan_lokal|title=Kearifan Lokal di Tengah Modernisasi|publisher=Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia|editor-last=Makmur|editor-first=Ade|pages=164|url-status=live}}</ref>
Pada tahun 2020, jumlah desa di Kecamatan Galesong hanya 14 desa. Wilayah Kecamatan Galesong kemudian terbagi lagi menjadi 61 dusun, 122 [[rukun warga]] dan 244 [[rukun tetangga]].<ref>{{Cite book|last=Hasriyanti|date=2021|url=https://www.google.co.id/books/edition/Model_Pemberdayaan_Rumah_Tangga_Pesisir/Ptw_EAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Galesong+Selatan&pg=PA15&printsec=frontcover|title=Model Pemberdayaan Rumah Tangga Pesisir|location=Surabaya|publisher=Cipta Media Nusantara|isbn=978-623-97542-6-6|editor-last=Dewi|editor-first=Maharani|pages=15|url-status=live}}</ref> Sebanyak 14 desa di Kecamatan Galesong Selatan merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai Jeneberang. Luas daerahnya adalah 1.653,78 ha.<ref>{{Cite book|last=Takwim|first=Supriadi|date=September 2022|url=https://www.google.co.id/books/edition/DAS_JENEBERANG_KAWASAN_LINDUNG_PENYANGGA/SZ-SEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Galesong+Selatan&pg=PA102&printsec=frontcover|title=DAS Jeneberang: Kawasan Lindung, Penyangga, dan Budi Daya|location=Bantul|publisher=Jejak Pustaka|isbn=978-623-8007-15-8|editor-last=Efendi|editor-first=Ahmad Sudiyono|pages=102|url-status=live}}</ref>
== Pemerintahan ==
Di Galesong Selatan terdapat 12 unit [[badan usaha milik desa]] pada tahun 2018.<ref>{{Cite journal|last=Saleh, S., Hakim, L., dan Nasir, M.|date=7 Desember 2019|editor-last=Toiba, H., dkk.|title=Kondisi dan Kapasitas Kelembagaan BUMDes dalam Upaya Peningkatan Nilai Tambah dan Pemasaran Produk Rumput Laut|url=https://sosek.ub.ac.id/doc/2019/Semnas%202019/PROSIDING-SEMNAS-PEMBANGUNAN-IV-2019.pdf|journal=Prosiding Seminar Nasional Pembangunan IV: Pertanian Berkelanjutan di Era Digital dan Uncertainty|pages=39}}</ref>
== Keagamaan ==
Di Kecamatan Galesong Selatan banyak ditemukan naskah-naskah keagamaan yang ditulis oleh anggota [[Tarekat Naqsyabandiyah]]. Perkembangan tarekat ini dimulai setelah Syekh [[Yusuf Al-Makassari]] diasingkan ke [[Sri Lanka]] pada tahun 1683. Sebagian dari naskah-naskah ini ditulis menggunakan huruf yang berasal dari [[Kota Serang]], [[Banten]]. Sementara penjelasannya ditulis dalam [[bahasa Makassar]]. Tarekat Naqsyabandiyah berkembang di kalangan penduduk [[suku Makassar]].<ref>{{Cite book|last=Mukhlis P., dkk.|date=1995|url=https://www.academia.edu/43240921/Sejarah_Kebudayaan_Sulawesi_Cultural_History_of_Sulawesi_|title=Sejarah Kebudayaan Sulawesi|location=Jakarta|publisher=Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional|pages=94|url-status=live}}</ref>
== Referensi ==
<references />
{{Galesong Selatan, Takalar}}
{{Kabupaten Takalar}}
|