Nyai: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
Sdavidsubijanto (bicara | kontrib)
Konotasinya (paragraf 1) diubah menjadi konotasi.
Baris 1:
'''Nyai''' adalah sebutan umum di [[Jawa Barat]], khususnya bagi wanita dewasa. Namun, kata ini memiliki konotasinyakonotasi lain pada zaman kolonial [[Hindia Belanda]]. Ketika itu nyai berarti gundik, selir, atau wanita piaraan para pejabat dan serdadu [[Belanda]].
 
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang diterbitkan [[Depdikbud]] pada [[1989]]. seorang nyai memiliki kesinoniman dengan gundik dan selir. Baik nyai, gundik maupun selir, dalam KBBI, diartikan sebagai bini gelap, perempuan piaraan, dan istri yang tidak pernah dikawini resmi.