Perserang Serang: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
HsfBot (bicara | kontrib)
k Bot: Perubahan kosmetika
Baris 53:
 
== Stadion ==
[[Berkas:Stadion_Maulana_Yusuf.jpeg|140px|thumbjmpl|leftkiri]]
Sebelum menggunakan [[Stadion Maulana Yusuf]], lapangan yang dipergunakan oleh Perserang adalah Lapangan Baladika Milik [[Kopasus]] [[Kota Serang]] dan Lapangan [[Krakatau Steel]] [[Cilegon]]. Ketika perkembangan sepak bola Serang kian maju pesat, maka digunakanlah [[Stadion Maulana Yusuf]] sebagai home base dari Perserang.
 
== Suporter ==
[[Berkas:Balsing.jpeg|thumbjmpl|leftkiri]]
[[Perserang Serang]] memiliki suporter utama yang biasa disebut [[Balsing|BALSING]] atau Bala Singandaru. Balsing dibentuk pada tahun 2005 tersebut adalah hasil peleburan dari 3 kelompok suporter yang sama-sama mendukung [[Perserang Serang]] yang pada saat itu tengah berlaga di divisi II Liga Amatir Indonesia. Tiga kelompok suporter tersebut adalah Serang City (SC), Bootbois & Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS). Mereka yang berada dibalik terbentuknya BALSING adalah Daeng Djago, Atet, Ipay, Wira, Abi & Jeni. Adapun ketua umum (ketum) Balsing yang pertama adalah Lilis Karyawati seorang tokoh dari [[Serang|Kota Serang]] yang gila bola. Di kepemimpinan Lilis Karyawti, Balsing semakin maju dan dikenal oleh masyarakat sepak bola serang. [[Berkas:Logo_Balsing.jpeg|thumbjmpl|leftkiri]]Balsing sempat mengalami kevakuman ketika Pemkab Serang memutuskan untuk membubarkan Perserang dan membatalkan keikutsertannya pada kompetisi Divisi I Liga Indonesia tahun 2008, hanya dua hari menjelang kick off kompetisi. Meski sempat melancarkan sejumlah aksi protes, seperti menyuarakan protes melalui media massa dan aksi menanam pohon pisang di Stadion Maulana Yusuf, Balsing tak bisa menolong Perserang untuk tetap berkompetisi dan akhirnya terdegradasi ke Divisi II.
Setelah itu, Balsing berkutat di Divisi II Liga Indonesia. Meski Balsing tetap mendampingi Perserang di beberapa tahun yang kelam itu, antusiasme masyarakat untuk mendukung Perserang tak bisa didongkrak. Memasuki tahun 2013, geliat Balsing kembali muncul.
Promosi Perserang ke Divisi I pada tahun itu membuat pendukung Perserang, baik muka-muka lama maupun muka-muka baru mulai eksis memberikan dukungan kepada tim kesayangannya. Meski gagal promosi ke Divisi Utama pada musim kompetisi 2013, geliat Balsing tetap ada.