Bahasa Jawa: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Bahasa Jawa halus dan kasar: Perbaikan kesalahan pengetikan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Wikinesia (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 234:
 
== Bahasa Jawa halus dan kasar ==
Jawa bagian tengah mempunyai bahasa Jawa kasar dan halus. Bahasa Jawa halus kebanyakan berada di kota-kota di sekitar ibu kota Jawa Tengah ini, contohnya di Solo dan di ibukotanya sendiri yaitu di Semarang. Daerah Istimewa Yogyakarta juga menggunakan bahasa yang halus, sedangkan untuk yang bahasa jawaJawa kasar berada di kota daerah perbatasan antara jawaJawa baratBarat dan jawaJawa tengahTengah yang biasanya di kota daerah sekitar pantai utara dan pantai selatan. Untuk wilayah Jawa Timur, Bahasabahasa Jawanyajawanya kebanyakan sama dengan bahasa yang ada di Jawa Tengah. Di Jawa Timur, cara bicaranyabicara di daerah ini agak lantang atau tegas, penutur bahasa ini terletak berdekatan dengan daerah Madura. Dan ada lagi daerah Bali yang bahasanya terdengar seperti bahasa jawa tetapi jauh sekali berbeda juga bahasa Nusa tenggara yang terdengar seperti bahasa bali.
 
== Tata Bahasabahasa ==
{{main|Tata Bahasa Jawa}}
Tingkat tutur dalam bahasa Jawa dibagi menjadi tiga yaitu tingkat tutur ngoko, tingkat tutur madya dan tingkat tutur krama. Atau secara umum dibagi menjadi dua saja yaitu tingkat tutur ngoko dan tingkat tutur krama.
Baris 1.039:
 
=== Gugon tuhon ===
Gugon tuhon berasal dari kata ''gugon'' yang berarti sifat mudah percaya terhadap dongeng atau perkataan orang lain, dan kata ''tuhon'' yang berarti mudah menaati kebaikan yang diujarkan orang atau dongeng.<ref>Padmosoekotjo, S (2009). Gugon Tuhon. Jurnal Terjemahan Alam & Tamadun Melayu I Vol.1, Hal.167-171. ISSN 2180-043X.</ref> Gugon tuhon berada di tengah masyarakat Jawa disebut pepali atau larangan atau pamali atau pantangan. Gugon tuhon ini tergolong kepercayaan yang sudah ada dari jaman dahulu dan menjadi solusi untuk beberapa masalah atau yang tidak ditemukan dalam akal sehat, terutama pada masa-masa teknologi belum berkembang.
 
Gugon tuhon adalah solusi tepercaya untuk beberapa masalah atau yang tidak ditemukan dalam akal sehat. Terhadap dengan beberapa orang-orang yang selalu rasa merasa sedih bahwa dia tidak bisa mempersiapkn atau mengantisipasi sesuatu yang dianggap berbahaya di kemudian hari.
Secara umum, Gugon tuhon berisikan pantangan, yang merupakan suatu hal yang dilarang untuk dilakukan karena akan mengakibatkan sesuatu yang buruk akan terjadi. Biasanya pantangan ini dipercayai orang Indonesia, terutama orang Jawa yang banyak mempercayai hal-hal yang ghaib.
 
SecaraPantangan umum, Gugon tuhon berisikan pantangan, yang merupakan suatuadalah hal yang dilarang untuk dilakukan karena akan mengakibatkan sesuatu yang buruk akan terjadi. Biasanya pantangan ini dipercayaihanya terjadi pada orang Indonesia, terutama orang Jawa yang banyak mempercayai hal-hal yang ghaib. Namun pantangan yang disebutkan ini merupakan pantangan yang unik dan aneh dan hanya dilakukan oleh orang Indonesia yang mempengaruhinya.
Pada umumnya nasihat dalam Gugon tuhon bersifat “wewaler” atau larangan. Rumusnya adalah: “Jangan melakukan .... nanti akan ..... “. Biasanya juga disebut sebagai "ora ilok" atau tidak elok/baik.
 
“Gugon tuhon” adalah mengikuti dengan setia dan “tanpa reserve”, pokoknya ikut. Pada umumnya nasihat dalam Gugon“gugon tuhontuhon” bersifat “wewaler” atau larangan. Rumusnya adalah: “Jangan melakukan .... nanti akan ..... “. Biasanya juga disebut sebagai "ora ilok" atau tidak elok/baik.
Wewaler untuk makanan bisa baik bisa buruk pengaruhnya. Kalau anak dilarang makanan yang justru zat bergizi, akan berpengaruh buruk untuk tumbuh-kembangnya. Sebaliknya andaikan ada gugon tuhon bahwa orang darah tinggi dilarang merokok, akan bagus untuk membantu menurunkan tekanan darahnya. Sayang tidak ada gugon tuhon yang seperti itu.