Africa (lagu Toto): Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
Baris 11:
Lagu itu disertai dengan video musik, yang ditayangkan perdana pada tahun 1983, dan disutradarai oleh Steve Barron, yang sebelumnya berkolaborasi dengan grup musik ini yang bermain untuk "Rosanna". Video ini menampilkan anggota Toto di perpustakaan, saat mereka menampilkan dan menampilkan berbagai aspek budaya Afrika. Sementara populer pada 1980-an dan 1990-an, dengan lagu yang disertifikasi emas oleh RIAA pada tahun 1991, "Africa" kembali populer melalui media sosial selama pertengahan hingga akhir 2010-an, termasuk penutup yang diminta penggemar oleh band rok Amerika [[Weezer]] yang memuncak di nomor 51 di ''Billboard'' Hot 100. Sejak itu lagu daur ulang tersebut telah disertifikasi empat kali lipat platinum.<ref>https://www.riaa.com/gold-platinum/?tab_active=default-award&se=toto+africa#search_section</ref>
== Latar
Gagasan dan lirik awal untuk lagu tersebut berasal dari David Paich. Paich sedang bermain-main dengan keyboard baru, CS-80,<ref name="Piano">{{Cite web|url=https://www.keyboardmag.com/artists/toto-the-synth-statesmen-of-progressive-pop-return|title=TOTO: The Synth Statesmen of Progressive Pop Return|last=Kovarsky|first=Jerry|date=July 13, 2015|website=Keyboard|archive-url=|archive-date=|dead-url=|access-date=April 18, 2018}}</ref> dan menemukan suara kasar yang menjadi riff pembuka. Sepuluh menit kemudian, ia menyelesaikan melodi dan lirik untuk paduan suara.<ref name="Classic Tracks">{{Cite web|url=http://www.mixonline.com/news/profiles/classic-tracks-totos-africa/375305|title=Archived copy|archive-url=https://web.archive.org/web/20150701111032/http://www.mixonline.com/news/profiles/classic-tracks-totos-africa/375305|archive-date=July 1, 2015|dead-url=no|access-date=July 1, 2015}}</ref> Paich, yang pada waktu itu tidak pernah menginjakkan kaki di Afrika, membayangkan dan mengingat dari sebuah artikel di [[National Geographic]].<ref name="Guardian">{{Cite web|url=https://www.theguardian.com/culture/2018/jan/30/toto-how-we-made-africa|title=Toto: how we made Africa|last=Simpson|first=Dave|date=January 30, 2018|website=the Guardian}}</ref> Jeff Porcaro menjelaskan ide di balik lagu itu: "Seorang anak laki-laki kulit putih sedang mencoba untuk menulis sebuah lagu di [[Afrika]], tetapi karena dia belum pernah ke sana, dia hanya bisa mengatakan apa yang dilihatnya di TV atau mengingat di masa lalu."<ref>{{Cite web|url=http://toto99.com/blog/ency.php?/archives/269-AFRICA.html|title=Official TOTO Website - Encyclopedia|date=April 18, 2007|publisher=www.toto99.com|archive-url=https://web.archive.org/web/20120714003540/http://www.toto99.com/blog/ency.php?%2Farchives%2F269-AFRICA.html|archive-date=July 14, 2012|dead-url=yes|access-date=December 2, 2015}}</ref> Paich berkata: <blockquote> Pada awal tahun 80-an saya menonton film dokumenter larut malam di TV tentang semua kematian dan penderitaan orang-orang di Afrika yang mengerikan. Keduanya bergerak dan mengejutkan saya, dan gambar-gambar itu tidak akan meninggalkan kepalaku. Saya mencoba membayangkan bagaimana perasaan saya jika saya ada di sana dan apa yang akan saya lakukan. <ref>{{Cite web|url=http://www.toto99.com/releases/toto/balladsrelease.shtml|title=Official TOTO Website - Releases|date=|publisher=www.toto99.com|archive-url=https://web.archive.org/web/20110928151620/http://www.toto99.com/releases/toto/balladsrelease.shtml|archive-date=September 28, 2011|dead-url=yes|access-date=November 3, 2011}}</ref> </blockquote> Pada 2015, Paich menjelaskan bahwa lagu tersebut adalah tentang cinta seorang pria terhadap sebuah benua Afrika, dan bukan hanya romansa pribadi.<ref name="Grant">{{Cite web|url=http://grantland.com/hollywood-prospectus/q80s-totos-dave-paich-on-writing-and-recording-africa/|title=Q&'80s: Toto's Dave Paich on Writing and Recording 'Africa'|last=Melissa Locker|date=May 5, 2015|website=Grantland.com|at=(end paragraph 2 and 8)|archive-url=https://web.archive.org/web/20160625035656/http://grantland.com/hollywood-prospectus/q80s-totos-dave-paich-on-writing-and-recording-africa/|archive-date=June 25, 2016|dead-url=no|access-date=June 4, 2016}}</ref> Beberapa lirik tambahan berhubungan dengan seseorang yang terbang masuk untuk menemui seorang misionaris yang kesepian, seperti yang dijelaskan Paich pada tahun 2018.<ref name="Guardian">{{Cite web|url=https://www.theguardian.com/culture/2018/jan/30/toto-how-we-made-africa|title=Toto: how we made Africa|last=Simpson|first=Dave|date=January 30, 2018|website=the Guardian}}</ref> Sebagai seorang anak, Paich bersekolah di sekolah Katolik. Beberapa gurunya telah melakukan pekerjaan misionaris di Afrika, dan ini menjadi inspirasi dengan doa: "Saya berdoa supaya hujan turun di Afrika." Paich menganggap bahwa ia memperbaiki lirik selama enam bulan sebelum menunjukkan lagu tersebut kepada anggota grup lainnya.<ref name="Classic Tracks">{{Cite web|url=http://www.mixonline.com/news/profiles/classic-tracks-totos-africa/375305|title=Archived copy|archive-url=https://web.archive.org/web/20150701111032/http://www.mixonline.com/news/profiles/classic-tracks-totos-africa/375305|archive-date=July 1, 2015|dead-url=no|access-date=July 1, 2015}}</ref>
|