Klepu, Keling, Jepara: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
Baris 18:
Bismillah ........
 
Konon ceritaneceritanya.
 
Sebelum kedatangan Diabeliau berdua didesa Klepu sudah ada tiga makam tua atau punden, yaitu:
 
1. Mbah Goto atau Mbah Gomerto atau ada yang menyebut Ronggo Toh Joyo atau ada lagi yang menyebut Ronggo Jati di Klero (baca digeogledi [[Google]] Ki Gede Klero mungkin adamemiliki hubungannya) diabeliau adalah panglima perang mataram. yang pergi meninggalkan jabatan dan kedudukan untuk nyepi atau menyendiri mencari Ridlo [[Allah (Islam)|Allah Subhanahu Wa Ta'ala]] terbukti makam atau pundennya tidak boleh dibangun tertutup.
 
2. Mbah Ranten atau Mbah Ratmo Wijoyo (laki-laki) di Pondok
Baris 28:
3. Mbah Niah (perempuan) di Krajan.
 
Yang jelas diamereka bertiga Islam. Kemudian pada tahun kurang lebih 1835 M datanglah Mbah Kiyai Suro Baut (pemakaian nama 'Suro' orang zaman dahulu berarti bukan orang sembarangan) konon diabeliau dilahirkan dari daerah [[Tuban]] bersama gurunya yang bergabung menjadi pasukan perang Pangeran Diponegoro dari mataram[[Kesultanan Mataram]] yang melawan penjajahan Belanda pada tahun 1825 - 1830 M, jadi diabeliau adalah sisa sisa pasukan P. Diponegoro yang ditugaskan didaerah sekitar Pati - Juwana untuk mengawasi Loji Belanda yang berada di desa Kaliori Juwana. Bersama teman dekatnya Ki Sambong, oleh karena P. Diponegoro ditawan karena kelicikan Belanda akhirnya Ki Suro Baut dan Ki Sambong melarikan diri kearah utara sampailah Ki Suro Baut di desa Sirahan sedang Ki Sambong kedesa Dukuh Seti. (dahuluDi keluarga Klepu dan Dukuh Seti saling bersilaturrahim, ingat Mbok Suriem). Didesadesa Sirahan tidak lama Ki Suro Baut melanjutkan perjalanannya kembali dan menemukan tempat yang cocok yaitu Klepu. Tidak lama Ki Suro baut menemukan pendamping hidup yang dicintai yaitu Mbah Menak asli warga Klepu. Waktu itu didesa Klepu vakum, tidak ada pemerintahan desa. Penduduk masih sangat jarang, (masih alas gung liwang liwung) beragama Islam tetapi belum mengenal Syariat Islam. Mulailah Ki Suro Baut mengenalkan Syariat Islam ke warga sekitar dengan mendirikan Surau Kecil disamping rumahnya di Dukuh Kauman Desa Klepu (tepatnya ditikungan depan rumah Kasban Klepu Rt. 15 Rw. 01), di antara santrinya dari luar desa yang dikenal adalah:
 
1. Mbah Entek dari Desa Damarwulan,
Baris 48:
1.4. Sibah: 1. Basirah, 2. Kardi, 3. Nawi, 4.Sholeh.
 
Baru pada tahun 1925 M Desa Klepu ada pemerintahan kembali Pemerintahan Persipan dibawah kekuasaan Belanda dengan Pejabat Sementara Petinggi Mbah Sowi Guno dari Dukuh Benggeng dia juga seorang Kiyai yang mengajarkan Syariat Agama Islam dan sudah mengenal Musikmusik Rebana[[rebana]], namun sayang dia tidak punya keturunan. Kepemimpinan Mbah Sowi Guno hanya dua tahun. Dan selanjutnya diadakan pemilihan Kepala Desa/Petinggi berturut-turut Petinggi Desa Klepu;
SELANJUTNYA JABARKAN SENDIRI DARI MANA ANDA ?? (diangen-angen dewe-dewe yo poro cucu-cucune Mbah Kiyai Suro Baut lan Mbah Kiyai Asmopani).
 
Baru pada tahun 1925 M Desa Klepu ada pemerintahan kembali Pemerintahan Persipan dibawah kekuasaan Belanda dengan Pejabat Sementara Petinggi Mbah Sowi Guno dari Dukuh Benggeng dia juga seorang Kiyai yang mengajarkan Syariat Agama Islam dan sudah mengenal Musik Rebana, namun sayang dia tidak punya keturunan. Kepemimpinan Mbah Sowi Guno hanya dua tahun. Dan selanjutnya diadakan pemilihan Kepala Desa/Petinggi berturut-turut Petinggi Desa Klepu;
 
1. Petinggi Den,
Baris 76 ⟶ 74:
12. Petinggi Sutoyo
 
Seangkatan Mbah Kiyai Sowi Guno Mbah Kiyai Asmopani meneruskan perjuangan Mbah Kiyai Suro Baut mendirikan mushola kecil yang sekarang menjadi Masjid Raudlotul Muttaqin Kauman, Klepu. (maaf tentu banyak kekurangannya).<ref>[www.facebook.com/endi.kusuma.79|Bapak Sururi]</ref> (Carik Desa Klepu) di <ref>[www.facebook.com/groups/wong.klepoe/permalink/730926283607351]</ref>
 
<nowiki>----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------</nowiki>
 
Seperti ditulis oleh: [[www.facebook.com/endi.kusuma.79|Bapak Sururi]] (Carik Desa Klepu) di [[www.facebook.com/groups/wong.klepoe/permalink/730926283607351]]
 
{{Keling, Jepara}}