Syrian Air: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
InternetArchiveBot (bicara | kontrib)
Rescuing 1 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.8
InternetArchiveBot (bicara | kontrib)
Rescuing 1 sources and tagging 1 as dead.) #IABot (v2.0.8
 
Baris 36:
Maskapai ini berdiri pada tahun 1946 (dengan nama Syrian Airways) dengan 2 pesawat dan terbang perdana setahun kemudian antara [[Damaskus]], [[Aleppo]], [[Deir ez-Zour]] dan [[Al-Qamishli]] . Namun, karena kesulitan keuangan, maskapai ini berhenti beroperasi dan kembali beroperasi tahun 1951 dengan pendanaan dari pemerintah. Rute-rute yang diterbangi pun bertambah, mencakup Beirut, Baghdad, Jerusalem, Kairo, Kuwait, dan Doha, dengan tambahan penerbangan [[Haji]]. Pada tahun 1950-an ini, armadanya telah mencakup [[Douglas DC-3]], [[Douglas DC-4]], dan [[Douglas DC-6]]
 
Tahun 1961, maskapai ini digantikan oleh '''Syrian Arab Airlines''', yang dimiliki pemerintah Suriah.<ref>[{{Cite web |url=http://www.syriaair.com/AboutSAA/AboutSAA.aspx |title=Syrian Air – About Us] |access-date=2011-01-03 |archive-date=2010-04-18 |archive-url=https://web.archive.org/web/20100418182335/http://www.syriaair.com/AboutSAA/AboutSAA.aspx |dead-url=yes }}</ref> Maskapai baru ini mengambil alih rute-rute yang dimiliki Syrian Airways. Tahun 1960-an, maskapai ini mulai terbang ke Eropa, melayani rute [[Roma]], [[Munich]], [[London]], dan [[Paris]], Maskapai ini memasuki era jet tahun 1965 dengan pesawat [[Sud Aviation Caravelle]]. Tahun 1976, maskapai ini membeli [[Boeing 727]] dan [[Boeing 747|Boeing 747SP]].
 
Tahun 1970 dan 1980-an ini juga, maskapai ini mulai membeli pesawat buatan [[Uni Soviet]] karena kedekatan politik Suriah dengan Uni Soviet, ditambah dengan dukungan Syria terhadap [[Revolusi Islam Iran]], isu [[Palestina]] dan [[Lebanon]], yang membuat hubungan Suriah dan dunia Barat (terutama Amerika Serikat), memanas. Armada Soviet mencakup [[Antonov An-26]], [[Ilyushin Il-76]], [[Yakovlev Yak-40]], [[Tupolev Tu-134]], dan [[Tupolev Tu-154]], yang didatangkan tahun 1980-an. Pesawat Soviet dioperasikan bersama dengan pesawat barat yang tersisa, yaitu 3 [[Boeing 727]], 2 Boeing 747SP, dan 2 [[Sud Aviation Caravelle|Super Caravelle]]
Baris 42:
Maskapai ini mulai mengalami masa sulit ketika [[Amerika Serikat]] memberikan sanksi ekonomi dan politik kepada Suriah (sebagai akibat dukungannya terhadap isu-isu regional di atas dan tuduhan mendukung terorisme), terutama dalam merawat armadanya serta pembelian pesawat baru. Situasi diperparah dengan runtuhnya Uni Soviet pada awal tahun 1990-an. Kemudian, hubungan Suriah dengan Barat sedikit membaik dengan dukungan Suriah terhadap koalisi Amerika Serikat dalam [[Perang Teluk]]. Pada tahun 1995, maskapai ini mengumumkan laba sebesar 71 juta dolar AS. Pada dekade ini pula, maskapai ini mulai mengurangi operasi armada pesawat Tupolevnya, dan kemudian memensiunkan mereka (kecuali pesawat Tu-134 registrasi YK-AKE, yang tetap dipertahankan untuk penerbangan domestik dan VIP)Setahun sebelumnya, [[Kuwait]] memberikan 3 [[Boeing 727]] kepada maskapai ini, menggantikan Caravelle. Tahun 1998, maskapai ini kembali dapat membeli pesawat baru, yakni 7 [[Airbus A320]]. Maskapai ini juga memperkenalkan corak baru pada saat itu, pertama kali pada armada Airbus A320nya.
 
Tahun 2005, maskapai ini mengusulkan ide maskapai regional bernama '''Phoenician Express''' yang merupakan proyek ''joint-venture'' (kerjasama) dengan maskapai Lebanon [[Middle East Airlines]].<ref>{{cite news|title=Directory: World Airlines|work=[[Flight International]]|page=63|date=2007-04-10}}</ref> Namun, proyek ini dibatalkan.<ref>[http://www.airlineupdate.com/content_public/airlines/middle_east/syria.htm Phoenician Express at airlineupdate.com]{{Pranala mati|date=Mei 2021 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}</ref> Tahun 2004, meskipun situasi regional sedang sulit, ditambah sanksi AS, maskapai ini membawa 1,07 juta penumpang. Tahun 2005, Syrianair membawa 1,4 juta penumpang dan maskapai ini berencana memperbarui armada dengan membeli 3 [[Airbus A330]] and 4 [[Airbus A321]] untuk menggantikan Boeing 727 and 747 yang sedah menua. Rencana ini terhalang oleh pengetatan sanksi AS terhadap Suriah, dan maskapai ini mempertimbangkan membeli pesawat [[Rusia]] sebagai penggantinya.
 
Tahun 2008, maskapai ini menyimpan [[Boeing 747|Boeing 747SPnya]]. Maskapai ini sepenuhnya dimiliki pemerintah Suriah dan mempekerjakan 5,235 karyawan.