Republik Sosialis Cekoslowakia: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
HsfBot (bicara | kontrib)
k Bot: di zaman → pada zaman (WP:BAHASA)
Farahfarce (bicara | kontrib)
k Membuat kalimat menjadi efektif
Baris 60:
}}
[[Berkas:Czechoslovakia.png|jmpl|ka|250px]]
'''Republik Sosialis Cekoslowakia''' (''Československá socialistická republika'' dalam [[bahasa Ceska]] dan [[bahasa Slowakia|Slowakia]]) adalah nama resmi [[Cekoslowakia]] sejak [[1960]] hingga akhir [[1989]], beberapa saat setelah pecahnya [[Revolusi Beludru]]. Negara ini merupakanMerupakan [[negara satelit]] [[Uni Soviet]] di [[Blok Timur]] pada masa [[Perang Dingin]].
 
Setelah [[Partai Komunis Cekoslowakia]] merebut kekuasaan melalui [[Kudeta Cekoslowakia 1948|kudeta pada bulan Februari 1948]] yang didukung oleh Uni Soviet, negara ini dideklarasikan sebagai [[republik rakyat]] pasca berlakunya [[Konstitusi Sembilan Mei]]. NamaPergantian lamanama ''Československá republika'' (Republik Cekoslowakia) diganti pada tanggal [[11 Juli]] [[1960]] untuk menyesuaikan dengan [[Konstitusi Cekoslowakia 1960]] sebagai lambang "kemenangan terakhir sosialisme" di negara tersebut dan bertahan hingga pecahnya Revolusi Beludru. Beberapa simbol negara lainnya juga diubah pada tahun 1960.
 
== Keadaan geografis ==
Baris 72:
Sejarah Republik Sosialis Cekoslowakia dimulai dari naiknya rezim [[komunis]] pada tahun [[1948]], tetapi sesungguhnya pertarungan kekuasaan di dalam [[Partai Komunis Cekoslowakia]] (KSC) telah dimulai sejak berakhirnya [[Perang Dunia II|Perang Dunia ke-II]].
 
Waktu itu kepemimpinanKepemimpinan partai dipegang oleh [[Rudolf Slanský]] (Sekretaris Jenderal) dan [[Klement Gottwald]] (Ketua) yang juga menjabat Perdana Menteri Cekoslowakia. Selama [[Perang Dunia II|Perang Dunia ke-II]] mereka memilih mengungsi ke [[Moskow]] dan mengkoordinir perlawanan terhadap [[Nazi Jerman]] dari sana. Di [[Moskow]] mereka termasuk pemimpin-pemimpin negara tetangga [[Soviet]] yang dekat dengan [[Joseph Stalin]].
 
Sekembalinya ke [[Cekoslowakia]] mereka berdua berhasil membangun kembali partai [[KSC]] dan memenangkan pemilu pada 1946 dengan meraih sekitar 40% suara pemilih. Pemerintahan dijalankan oleh koalisi Front Nasional, sebuah koalisi 6 partai, di mana [[Partai Komunis Cekoslowakia]] (KSC) menduduki 2/3 kursi, sementara yang 5 partai lagi hanya memperoleh 1/3 bagian.
 
Tetapi kekompakan dan kerjasama antara kedua pemimpin [[Cekoslowakia]] tersebut tidak berlangsung lama. Menjelang tahun [[1950an]] [[Joseph Stalin]] yang menjalankan kekuasaan ‘tangan besi’ di Uni Soviet, mencurigai orang-orang partai [[komunis]] di negara-negara [[Eropa Tengah]] dan [[Eropa Timur|Timur]] dan terutama orang-orang [[sosialis]]-[[komunis]] keturunan [[Yahudi]], sebagai tidak loyal kepada [[Uni Soviet]].
 
[[Joseph Stalin|Stalin]] segera melakukan gerakan pembersihan terhadap orang-orang tersebut, yang berdampak pada timbulnya pertentangan internal dan saling mencurigai di berbagai partai di negara setempat antara yang mendukung dan menentang [[Joseph Stalin|Stalin]].
 
Di [[Uni Soviet]] sendiri, [[Josef Stalin|Stalin]] mengadakan pembersihan terhadap orang-orang yang dituduh tidak loyal, terutama yang dicap sebagai pengikut-pengikut Trotsky.
Baris 86:
[[Klement Gottwald|Gottwald]] adalah pengikut setia dari cara kepemimpinan [[Joseph Stalin|Stalin]]. Sebaliknya [[Rudolf Slanský|Slanský]] yang keturunan [[Yahudi]], bertentangan dengan [[Joseph Stalin|Stalin]], menyebabkan ia kemudian dicurigai, ditangkap dan diadili dengan tuduhan sebagai [[Titoisme|Titois]] dan [[Zionis]]. Dia disidang dalam serial ‘pengadilan politik’ bersama 13 orang lainnya dan dijatuhi hukuman mati, yang dilaksanakan pada [[Desember]] [[1952]].
 
Kembali ke tahunTahun [[1948]], setelah memenangkan pemilu [[1946]] [[Perdana Menteri]] [[Klement Gottwald]] berhasil membentuk kabinet [[Front Nasional]], yang melibatkan juga tokoh-tokoh dari 5 partai non-[[komunis]]. Tetapi kabinet koalisi tersebut tidak berjalan lama. Melalui berbagai intrik yang dilakukan oleh orang-orang partai [[KSC]] (Partai Komunis Cekoslowakia), terutama melalui menteri-menteri [[komunis]] yang ada di dalam kabinet, 12 orang menteri non-[[komunis]] akhirnya mengundurkan diri dari kabinet, yang menyebabkan [[Presiden|Kepala Negara]] [[Edvard Beneš]] mengambil keputusan untuk membubarkan kabinet.
 
[[Klement Gottwald|Gottwald]] kemudian membentuk kabinet baru, yang didominasi oleh [[menteri]]-[[menteri]] dari partai [[komunis]], dan dengan demikian terciptalah pemerintahan satu partai. Peristiwa inilah yang kemudian disebut orang sebagai ’kudeta-tak-berdarah’ atau ’kudeta-konstitusional’ Februari 1948, yaitu pengambil-alihan kekuasaan negara sepenuhnya oleh partai komunis.
 
Pada tahun-tahun berikutnya [[Klement Gottwald|Gottwald]] dan pengikut-pengikutnya melakukan pembersihan, mula-mula dengan cara menyingkirkan orang-orang non-[[komunis]] yang dicurigai sebagai ‘agen-agen Barat’, baru kemudian pembersihan terhadap orang-orang partai [[KSC]] sendiri. Di zaman itu berlangsung penangkapan-penangkapan berdasarkan tuduhan-tuduhan yang belum tentu benar dan banyak orang partai yang harus menjalani pengadilan-pengadilan politik, dihukum mati atau dipenjara, tanpa melalui proses peradilan yang layak. Selama 5 tahun [[Klement Gottwald|Gottlwad]] berkuasa, sebanyak 230 orang dijatuhi hukuman mati dan sekitar 200.000 orang dikirim menjalani hukuman di penjara-penjara atau kamp-kamp kerja-paksa'''.'''
 
Perubahan-perubahan politik selanjutnya di [[Cekoslowakia]], baru terjadi setelah [[Joseph Stalin|Stalin]] dan [[Klement Gottwald|Gottwald]] meninggal pada tahun [[1953]]. Sebagai pengganti [[Klement Gottlwald|Gottwald]], partai ditunjuk [[Antonín Novotný]] yang menduduki jabatan [[Sekretaris Jenderal]] Partai Komunis [[(KSC)]] dan [[Antonín Zápotocký]] yang menduduki jabatan Presiden [[Cekoslowakia|Republik Cekoslowakia]].
 
Tak lama setelahSetelah [[Joseph Stalin|Stalin]] meninggal segera timbul gelombang [[Destalinisasi]] di berbagai negara [[sosialisme|sosialis]] di [[Eropa Timur]] yang dimulai oleh [[Nikita Khrushchev]] di [[Uni Soviet]], dengan pidato-pidatonya yang mengutuk ‘kultus individu’ pada zaman [[Joseph Stalin|Stalin]].
 
Namun di [[Cekoslowakia]], [[Antonin Novotný|Novotný]] tidak begitu tanggap dalam menjalankan perubahan-perubahan di bidang politik. [[Destalinisasi]] berlangsung lambat dibandingkan negara-negara sosialis lainnya dan baru dimulai pada tahun [[1956]]. Sementara itu [[Antonin Novotný|Novotný]] sendiri (yang sejak tahun [[1957]] juga merangkap jabatan [[Presiden]]) menjalankan kekuasaannya dengan cara [[konservatisme|konservatif]] dan masih tetap menjalankan sentralisme selama kira-kira 10 tahun. Terutama ia masih melakukan pengekangan di bidang seni dan media-massa, walau sebenarnya pengendoran [[konservatisme]] di negara-negara [[komunisme|komunis]] lain telah dimulai sejak [[Joseph Stalin|Stalin]] meninggal.
 
Walau akhirnya [[Antonin Novotný|Novotný]] menyetujui liberalisasi dalam batas-batas tertentu dan mendekritkan rehabilitasi terhadap tokoh-tokoh partai yang telah dihukum mati pada zaman [[Klement Gottlwald|Gottwald]], [[Antonin Novotný|Novotný]] masih tetap membina hubungan baik dengan [[Moskow]]. Sikapnya yang kaku dan otoriter menyebabkan ia kurang populer di mata rakyat dan terlebih-lebih di kalangan mahasiswa. Pada tahunTahun [[1967]], [[Antonin Novotný|Novotný]] mulai kehilangan kontrol, terutama setelah menguatnya suara-suara yang menuntut langkah-langkah perubahan dan pertanggung-jawaban para pemimpin serta segera diadakannya pemilihan-pemilihan yang bebas dan wajar.
 
PadaDI waktu bersamaan, di dalam tubuh partai mulai timbul gerakan-gerakan yang menuntut adanya perubahan politik dan diperlonggarnya kendali [[Uni Soviet]]. Di pihak lain, golongan [[konservatisme|konservatif]] di dalam partai berusaha keras mempertahankan sistem yang ada dan mencurigai arah tuntutan perubahan-perubahan tersebut sebagai anti-pemerintah.
 
Sementara itu keadaanKeadaan politik yang bergejolak,pun diperparah pula oleh perkembangan di bidang ekonomi negara yang semakin memburuk. Pada akhir tahun [[1967]] pertarungan di dalam tubuh [[Partai Komunis Cekoslowakia]] [[(KSC)]] semakin memuncak. Dalam kongres partai tanggal [[5 Januari]] [[1968]], setelah [[Antonin Novotný|Novotný]] melihat dukungan terhadap dirinya semakin berkurang, terpaksa meletakkan jabatan dan menyerahkan kekuasaan kepada penggantinya, [[Alexander Dubček]].
 
[[Alexander Dubček|Dubček]] dan kelompok yang tidak puas dengan kondisi politik dan ekonomi pada waktu itu, segera memulai gerakan reformasi dan liberalisasi melalui [[Musim Semi Praha]] (yang kemudian terkenal dengan istilah ''Pražské jaro 1968'' (‘The Prague Spring 1968’)). Mereka memperkenalkan ide-ide alternatif tentang [[sosialisme]] yang diberi nama '''[[Sosialisme dengan wajah manusia|Sosialisme berwajah manusia]]''', yang dicurigai dan ditentang oleh kubu [[konservatisme|konservatif]].
 
[[Alexander Dubček|Dubček]] mendapat dukungan luas di masyarakat karena ia berusaha meninggalkan watak represif rezim [[komunisme|komunis]], memberikan berbagai kebebasan kepada masyarakat dan memberi kebebasan kepada terbentuknya organisasi-organisasi sosial dan politik di luar kontrol [[Partai Komunis Cekoslowakia]] (KSC). Kalangan cendekiawan dan terutama pengarang turut bersuara lantang dan menuntut lebih banyak lagi liberalisasi dan demokratisasi.
Baris 114:
Walau [[Alexander Dubček|Dubček]] dalam perundingan-perundingan menerima saran-saran dari sekutunya, tetapi yang terjadi di lapangan adalah perkembangan yang semakin memprihatinkan bagi [[Uni Soviet]]. Di pihak lain, kubu garis keras [[Partai Komunis Cekoslowakia]] [[(KSC)]], yang semakin tak didengarkan oleh pendukung-pendukung reformasi, mengusulkan kepada [[Uni Soviet]] agar segera bertindak untuk mengatasi keadaan.
 
Akhirnya padaPada [[20 Agustus]] [[1968]] malam, pasukan-pasukan [[Uni Soviet]] dan [[Pakta Warsawa]] menyerbu negara [[Cekoslowakia]] dari segala pintu perbatasan dan menduduki [[Cekoslowakia]] dalam waktu 24 jam. [[Alexander Dubček|Dubček]] dan pejabat-pejabat Cekoslowakia yang lainnya diculik dan diterbangkan ke Moskow untuk berunding dengan pemimpin-pemimpin [[Uni Soviet]]. Pimpinan [[Partai Komunis Cekoslowakia]] [[(KSC)]] lainnya juga didatangkan pula ke [[Moskow]], baik dari kubu reformis, [[konservatisme|konservatif]] maupun yang sentris (tengah).
 
pada tanggal [[27 Agustus]] [[1968]]. [[Alexander Dubček|Dubček]] dan kawan-kawannya setelah 6 hari perundingan yang melelahkan, akhirnya terpaksa menerima danmemutuskan menandatangani kesepakatan yang bernama [[Protokol Moskow]] tersebut dan pulang kembali ke [[Praha]] pada tanggal [[27 Agustus]] [[1968]].
 
Perombakan besar-besaran kemudian segera terjadi di dalam partai dan pemerintahan, di bawah tekanan dan kontrol dari penasehat-penasehat politik dan militer [[Uni Soviet]]. Segera setelah perombakan dilakukan, menyusul pembersihan besar-besaran di dalam partai. Seluruh pengikut-pengikut [[Alexander Dubček|Dubček]] diganti secara bertahap dengan orang-orang [[Partai Komunis Cekoslowakia]] [[(KSC)]] yang pro-[[Uni Soviet|Soviet]] di bawah pimpinan [[Gustáv Husák]]. [[Alexander Dubček|Dubček]] sendiri masih dibiarkan berkuasa sampai [[April]] [[1969]] namun semua hasil-hasil reformasi yang telah dicapai, dianulir atau dikembalikan oleh rezim baru ke kondisi sebelum Reformasi 1968.<ref name="gfsim.blogspot.co.id">[http://gfsim.blogspot.co.id/2015_08_01_archive.html].</ref>
 
=== Stabilisasi Kekuasaan dan Terpilihnya Gustáv Husák sebagai Sekretaris Jenderal ===
Baris 131:
[[Gustáv Husák|Husák]] segera melaksanakan [[Protokol Moskow]] dan mendapatkan kepercayaan dari [[Leonid Brezhnev|Brezhnev]] dan [[Pakta Warsawa]] untuk segera melakukan pembersihan di tubuh partai dan birokrasi secara bertahap dan juga mengembalikan garis-partai kepada program-program partai sebelum naiknya Dubček. Seluruh kebijakan reformis yang diputuskan pada zaman [[Alexander Dubček|Dubček]] dianulir, terkecuali satu yaitu federalisasi negara bagian [[Ceko]] dan [[Slowakia]].
 
Dalam waktu 2 tahun [[(1969)]]-[[(1971)]] [[Gustáv Husák|Husák]] berhasil mengganti seluruh pengikut-pengikut [[Alexander Dubček|Dubček]] di pemerintahan dan di partai dan menaikkan orang-orang non-reformis, termasuk kelompok Biľák, turut menduduki jabatan-jabatan penting.
 
[[Gustáv Husák|Husák]] menjalankan kekuasaannya dengan pragmatis, setia kepada [[Partai Komunis Uni Soviet|PKUS]] dan partai-partai sekawan tetapi juga tidak menempuh cara-cara represif seperti yang dilakukan pada masa pemerintahan [[Klement Gottwald|Gottwald]] dan [[Antonin Novotný|Novotný]].
Baris 137:
[[Gustáv Husák|Husák]] adalah seorang dosen dan orator ulung, dia pintar membaca situasi dan berusaha menjalankan kekuasaannya dengan menjaga keseimbangan antara berbagai faksi dan kelompok, baik di dalam maupun di luar partai. Ia menjalankan kebijakan [[Normalisasi]] dibidang [[politik]], ekonomi dan sosial sehingga dengan demikian ia ‘memerintah’ dengan stabil selama 20 tahun lebih, tanpa adanya guncangan-guncangan yang berarti di partai dan di masyarakat, terkecuali pada tahun-tahun terakhir kekuasaannya.
 
Dalam awal-awal masa [[Normalisasi]] dan [[Stabilisasi]] (yang disebut juga ''‘masa status quo’'') tersebut, keadaan ekonomi negara sedang mengalami pertumbuhan yang baik. Masyarakat memperoleh kesempatan untuk menikmati standard-hidup yang lebih tinggi, sehingga sebagian orang yang berpenghasilan baik, mulai terjerumus kedalam gaya-hidup materialisme dan konsumerisme. Mereka diberikan kesempatan untuk menikmati hidup yang sejahtera dengan diberikannya kemudahan-kemudahan untuk berbelanja barang-barang mewah termasuk memiliki rumah dan mobil baru. Rakyat yang terlena dan sudah melepaskan harapan atas enyahnya tentara pendudukan [[Uni Soviet|Soviet]], akhirnya juga tidak begitu peduli lagi pada masalah-masalah [[politik]] yang terjadi di negerinya.
 
Pada akhir tahun [[1970an|70-an]] dan awal tahun [[1980an|80-an]], keadaan [[status quo]] politik mulai mencair. Timbul gerakan [[Piagam 77]] atau lebih dikenal dengan nama [[Piagam 77|Charta 77]] pada tahun [[1977]] yang dimotori oleh pengarang [[Václav Havel]] dan kawan-kawan.
 
Gerakan ini segera mendapat dukungan luas, dari 243 penandatangan pada tahun [[1977]], pada pertengahan tahun [[1980an|80-an]] telah mencapai 12.000 orang penandatangan. Para pimpinan partai komunis [[Partai Komunis Cekoslowakia|KSC]] kewalahan menghadapi gejolak-gejolak baru di masyarakat, yang ternyata bukan berasal dari pertentangan-internal di dalam partai. Berbagai lapisan masyarakat di luar partai masih tetap menganggap kehadiran pasukan Rusia sebagai ''okupasi'' suatu negara oleh [[negara]] lain, dan bahwa perjuangan untuk kebebasan dan perlindungan [[Hak asasi manusia|HAM]] adalah bentuk kelanjutan dari semangat patriotisme dan reformasi [[1968]].
 
Gerakan lain yang timbul pada tahun [[1980an|80-an]] adalah kegiatan kelompok penganut agama [[Katoilik Roma|Katolik]], terutama di kalangan kaum muda, yang selama puluhan tahun mengalami penekanan dan pembatasan. Mereka berbicara senada dengan [[Piagam 77|Charta 77]] dan organisasi lainnya serta menuntut kebebasan yang lebih besar bagi kegiatan keagamaan.
 
Sementara itu, pada waktu bersamaan muncul pula deru angin perubahan yang datangnya bukan dari [[Barat]] tetapi justru dari [[Timur]], dari [[Uni Soviet]] yang waktu itu telah berada di bawah kepemimpinan Mikhail Gorbachev, setelahSetelah [[Leonid Brezhnev]] turun dan digantikan sebentar oleh [[Yuri Andropov]] ([[1982]]-[[1984]]) dan [[Konstantin Chernenko]] ([[1984]]-[[1985]]). Angin puting beliung itu bukan hanya menerpa [[Cekoslowakia]], tetapi hampir semua negara-negara [[sosialisme|sosialis]] di [[Eropa Tengah]] dan [[Eropa Timur|Timur]].<ref name="gfsim.blogspot.co.id"/>
 
== Tamatnya Kekuasaan ==
Baris 151:
Setelah menggantikan [[Konstantin Chernenko]] sebagai [[Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet]] ([[Partai Komunis Uni Soviet|PKUS]]) yang sudah wafat pada tanggal [[10 Maret]] [[1985]], pada tanggal [[11 Maret]] [[1985]] (bertepatan dengan dilantiknya sebagai [[Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet]], [[Mikhail Gorbachev]] memperkenalkan program [[Glasnost]] (Keterbukaan) dan [[Perestroika]] (Restrukturisasi) yang memberikan dampak yang luas terhadap kehidupan politik, ekonomi dan sosial di masyarakat yang telah terbiasa dengan sistem yang lama. Dampak itu tidak hanya terjadi di [[Uni Soviet]] tetapi juga di negara-negara tetangganya. Rezim [[Gustáv Husák|Husák]] dan [[Partai Komunis Cekoslowakia|KSC]] yang sudah mapan dengan kondisi [[status quo]] selama 20 tahun, tidak segera begitu saja menerima angin perubahan yang dilancarkan dari [[Moskow]].
 
Sebaliknya para mantan anggota partai dari zaman reformasi [[Alexander Dubček|Dubček]] pada [[1968]], maupun yang masih ada di dalam partai [[Partai Komunis Cekoslowakia|KSC]], yang terpengaruh dan merasa mendapat angin dari garis baru-nya [[Mikhail Gorbachev|Gorbachev]] berusaha melakukan tekanan-tekanan untuk terjadinya perubahan di dalam organisasi dan kebijakan partai, agar tetap berkiblat dengan konsisten kepada [[Moskow]] (Yang notabene telah dipimpin oleh seorang Pemimpin [[Uni Soviet|Soviet]] yang moderat, [[Mikhail Gorbachev|Gorbachev]]), Namun kekuatan [[konservatisme|konservatif]] masih tetap kuat dalam tubuh Partai Komunis Cekoslowakia [[KSC]], walaupun di [[Moskow]] kekuatan [[konservatisme|konservatif]] sudah digusur oleh kelompok kepemimpinan baru [[Mikhail Gorbachev|Gorbachev]]. Menghadapi tekanan-tekanan yang semakin gencar dari kekuatan-kekuatan liberalis, [[Gustav Husák]] akhirnya mau tidak mau harus bersikap mendukung angin perubahan tersebut dan pada bulan [[Maret]] [[1987]] ia menyatakan akan melaksanakan [[glasnost]] dan [[perestroika]] di [[Cekoslowakia]], walaupun dengan setengah hati.
 
Hal lain yang menambah dinamisasi tuntutan perubahan di [[Cekoslowakia]] adalah timbulnya kembali gerakan-gerakan mahasiswa, yang dimulai dengan '''demonstrasi lilin''' pada 1988 di ibu kota [[Slowakia]], [[Bratislava]] yang berlanjut dengan gerakan-gerakan mahasiswa di [[Praha]] walaupun menyadari akan menghadapi tindakan-tindakan represif dari aparat pemerintah.
 
Krisis yang juga terjadi di berbagai negara sosialis lainnya, akibat dari munculnya gerakan-gerakan reformasi seperti [[Solidarnosc]]-nya [[Lech Walesa]] di [[Polandia]] dan [[Duna Kor]] di [[Hongaria]], telah membuat mahasiswa [[Cekoslowakia]] termotivasi untuk juga turut bangkit menuntut perubahan.
Baris 159:
Puncak pergerakan mahasiswa adalah demonstrasi spontan non-stop sejak [[17 November]] [[1989]] di [[Praha]], yang mendapat dukungan tidak hanya dari kaum cendekiawan dan politisi-politisi senior lainnya yang bergabung di dalam [[Piagam 77|Charta 77]], tetapi juga dari kalangan masyarakat luas penduduk ibu kota. Bahkan pada saat-saat terakhir, [[buruh pabrik]] pun (yang merupakan basis keanggotaan partai KSC) ikut memihak gerakan [[oposisi]] dan turut melakukan aksi-aksi pemogokan dan bergabung dengan para demonstran.
 
Gerakan [[oposisi]] kemudian membentuk wadah baru bernama [[Forum Kewarganegaraan|Občanské forum]], yang menggabungkan [[Piagam 77|Charta 77]], [[VONS]] dan berbagai unsur [[oposisi]] lainnya untuk lebih kuat dan representatif dalam berunding dengan pihak Pemerintah.
 
Walaupun aksi demo para mahasiswa dicegah dengan penghadangan represif oleh aparat keamanan, semangat mereka tidak mengendor bahkan terus setiap hari mengadakan unjuk-rasa sampai [[Desember]] [[1989]]. Pada [[27 November]] [[1989]], sebuah pemogokan umum yang bertema "Akhiri pemerintahan satu partai!" dilakukan oleh penduduk [[Cekoslowakia]] sebagai pertanda mendukung gerakan mahasiswa.
Baris 165:
Sementara itu beberapa pemerintahan komunis di negara tetangga mulai juga dilanda krisis yang memuncak, yang secara psikologis berpengaruh pula pada kewibawaan partai [[Partai Komunis Cekoslowakia|KSC]]. Menghadapi situasi dalam dan luar negeri yang berkembang cepat, posisi pemimpin-pemimpin KSC menjadi semakin terpojok. Mereka menyadari bahwa kepercayaan rakyat kepada partai telah menurun drastis, demikian juga dukungan dari partai-partai sekawan di Eropa Timur tak dapat diharapkan lagi. Beberapa fungsionaris partai mulai bersikap netral dan berpihak kepada gerakan mahasiswa dan oposisi yang semakin lantang menuntut perubahan.
 
Dalam posisi yang semakin defensif demikian, partai [[Partai Komunis Cekoslowakia|KSC]] pada 28 November 1989 mengumumkan akan membagi kekuasaan dan mengakhiri sistem monopoli kepemimpinan negara oleh partai KSC.
 
Pada [[10 Desember]] [[1989]] atas desakan pihak oposisi, Presiden [[Gustáv Husák|Husák]] untuk pertama kalinya dalam era negara komunis Cekoslowakia, mengangkat sebuah kabinet yang didominasi oleh menteri-menteri non-komunis, dengan Perdana Menteri [[Marián Čalfa]], seorang tokoh [[Partai Komunis Cekoslowakia|KSC]] yang dapat diterima oleh [[Forum Kewarganegaraan|Občanské fórum]]. [[Gustáv Husák|Husák]] kemudian meletakkan jabatan sebagai Presiden hari itu juga.
 
Tiga minggu kemudian, pada [[29 Desember 1989]], rakyat [[Cekoslowakia]] kembali memilikidipimpin seorang presiden non-[[komunis]], yaitu dramawan, budayawan dan aktivis [[Václav Havel]], pemimpin tunggal gerakan [[oposisi]] yang pernah berkali-kali ditangkap dan dipenjarakan oleh rezim [[komunis]] yang berkuasa.
 
Pada saatSaat euforia anti-partai komunis [[(Partai Komunis Cekoslowakia|KSC)]] meluas di kalangan masyarakat [[Cekoslowakia]], partai [[KSC]] harus mempersiapkan diri menghadapi pemilihan umum demokratis pertama pada bulan [[Juni]] [[1990]]. Hasilnya, partai yang telah berganti baju menjadi [[Partai Komunis Bohemia dan Moravia (KSCM) di negara-bagian Ceko itu, hanya memenangkan 15% suara, sementara di negara-bagian Slowakia, [[Partai Komunis Slowakia]] (KSS) sama sekali tidak memenangkan satu kursi pun di Parlemen.
 
Dengan demikian tamatlahberakhir riwayat hegemoni sebuah kekuasaan yang pernah bertakhta selama 41 tahun di bumi [[Cekoslowakia]]. Berakhirnya kekuasaan [[komunis]] di [[Cekoslowakia]] adalah anti-klimaks dari sebuah perjalanan panjang partai, yang pada awalnya dalam membangun [[sosialisme]] di [[Cekoslowakia]], mendapat simpati dan dukungan penuh dari mayoritas rakyat [[Ceko]] dan [[Slowakia]]. Rezim ini runtuh sejalan dengan runtuhnya beberapa rezim [[komunisme|komunis]] di negara-negara [[Eropa Tengah]] dan [[Eropa Timur|Timur]] lainnya, pada tahun [[1989]] seperti: Tumbangnya rezim Komunis di Polandia di bawah pimpinan Jenderal Wojciech Jaruzelski oleh seorang tokoh Buruh [[(Solidarność|Solidaritas)]] di bawah pimpinan [[Lech Wałęsa]], [[Runtuhnya Tembok Berlin]], Jatuhnya pemimpin [[Komunisme|Komunis]] [[Bulgaria]] di bawah pimpinan [[Todor Zhivkov]] dan pemimpin [[Komunisme|Komunis]] [[Rumania]] di bawah pimpinan [[Nicolae Ceaușescu]].<ref name="gfsim.blogspot.co.id"/>
 
== Referensi ==