Kintarō: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Robbot (bicara | kontrib)
k bot Menambah: ca, es, fr, it, simple Mengubah: ko
Midori (bicara | kontrib)
ikan mas > koi
Baris 1:
{{kegunaanlain}}
[[Berkas:Kuniyoshi The Giant Carp.jpg|thumb|Kintaro menunggang ikan mas[[koi]], lukisan karya Tsukioka Yoshitoshi]]
{{nihongo|'''Kintaro'''|金太郎|Kintarō}} adalah tokoh [[cerita rakyat Jepang]] berupa anak laki-laki bertenaga superkuat. Ia digambarkan sebagai anak laki-laki sehat yang memakai rompi merah bertuliskan aksara kanji {{lang|ja|金}} ([[emas]]). Di tangannya, Kintaro membawa [[kapak]] (''masakari'') yang disandarkan ke bahu. Ia juga kadang-kadang digambarkan sedang menunggang [[beruang]].
 
Cerita Kintaro dikaitkan dengan perayaan [[Hari Anak-anak (Jepang)|hari anak laki-laki]] di Jepang. Kintaro dijadikan tema boneka bulan lima (''gogatsu ningyō'') yang dipajang untuk merayakan Hari Anak-anak. Orang tua yang memajang boneka Kintaro berharap anak laki-lakinya tumbuh sehat, kuat, dan berani seperti Kintaro. Selain itu, Kintaro sering digambarkan menunggang ikan [[ikan maskoi]] pada bendera [[Koinoborikoinobori]].
 
Cerita Kintaro konon berasal dari kisah masa kecil seorang [[samurai]] bernama {{nihongo|Sakata Kintoki|坂田公時 atau 坂田金時}} dari [[zaman Heian]]. Menurut legenda, ibunya adalah seorang [[Yama-uba]] (wanita dari gunung, atau Yamamba''yamamba'') yang hamil akibat perbuatan dewa petir [[Raijin]]. Kisah lain mengatakan, ibunya melahirkan bayi Kintaro dari hasil hubungannya dengan seekor naga merah.
 
== Legenda ==
[[Berkas:Utamaro Yama-uba and Kintaro.jpg|thumb|Lukisan Kintaro bersama ibunya, lukisan karya [[Kitagawa Utamaro]] ]]
Menurut catatan Kuil Kintaro di kota [[Oyama, Shizuoka]], Kintaro konon lahir bulan 5 tahun [[965]]. Ibunya bernama Yaegiri, putri dari ahli ukir bernama Jūbei yang bekerja di Kyoto. Kintaro adalah anaknya dengan pekerja istana bernama Sakata Kurando. Setelah mengandung, Yaegiri pulang ke kampung halaman untuk melahirkan Kintaro. Namun setelah itu, Yaegiri tidak lagi kembali ke Kyoto karena ayah Kintaro sudah meninggal dunia.
 
Baris 15:
Kintaro bertemu dengan [[Minamoto no Yorimitsu]] di puncak Gunung Ashigara pada 28 April [[976]]. Yorimitsu menjadikan Kintaro sebagai pengikutnya setelah mengetahui kekuatan fisik Kintaro yang luar biasa. Setelah namanya diganti menjadi Sakata Kintoki, ia bertugas di Kyoto, dan menjadi salah satu dari 4 pengawal Yorimitsu yang disebut kelompok Shitennō. Ketiga rekannya yang lain adalah [[Watanabe no Tsuna]], [[Urabe no Suetake]], dan [[Usui Sadamitsu]]. Kelompok Shitennō disebut dalam literatur klasik ''[[Konjaku Monogatari]]'' yang terbit sekitar 100 tahun setelah wafatnya Minamoto no Yorimitsu. Ketiga rekannya bisa dipastikan memang benar pernah ada, tapi Sakata Kintoki tidak pernah bisa dibuktikan keberadaannya.<ref>{{cite web | url=http://iroha-japan.net/iroha/D02_folktale/04_kintaro.html |title=Kintarō | author=| publisher=''Nihon bunka iroha jiten'' |accessdate=6 Januari |accessyear=2008}}</ref>
 
Pada 28 April [[990]], Kintoki berhasil mengusir [[oni (mitologicerita rakyat)|oni]] bernama [[Shuten Dōji]] yang tinggal di [[Gunung Ōe]], [[Provinsi Tamba]] (sekarang kota [[Fukuchiyama, Kyoto|Fukuchiyama]], [[Prefektur Kyoto]]). Shuten Dōji perlu disingkirkan karena masuk ke kota membuat kekacauan. Sewaktu menghadapi Shuten Dōji, Yorimitsu bersama keempat pengawalnya (termasuk Kintoki) menyamar sebagai biksu [[Yamabushi]]. Shuten Dōji ditaklukkan dengan [[sake]] yang dicampur obat tidur.
 
Pada [[11 Januari]] [[1012]], Sakata Kintoki, 55 tahun, meninggal dunia di Mimasaka (sekarang kota [[Shōō, Okayama|Shōō]], [[Prefektur Okayama]]) akibat panas tinggi. Pada waktu itu, Kintoki sedang dalam perjalanan menuju Kyushu untuk menumpas pemberontak. Penduduk setempat menjadikannya panutan, dan mendirikan sebuah kuil untuknya (sekarang disebut Kuil Kurigara).