Unjuk rasa Undang-Undang Cipta Kerja: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Arindashifa (bicara | kontrib)
k Penambahan informasi
Arindashifa (bicara | kontrib)
k Penambahan informasi
Baris 127:
 
Menanggapi rencana protes massal pada 27 Oktober, 6.000 polisi dikerahkan di Jakarta. Jalan [[Medan Merdeka]] Barat juga ditutup sementara. Para pengunjuk rasa diperingatkan oleh [[Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia|Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan]], Mahfud MD, untuk berhati-hati terhadap penyusup.
 
=== Kalimantan ===
Di [[Kota Samarinda|Samarinda]], [[Kalimantan Timur]], Aliansi Kaltim Melawan dan Rakyat Kaltim Untuk Indonesia memblokir ruas jalan menuju gedung DPRD provinsi tersebut dan memaksakan diri untuk masuk ke dalam gedung tersebut, sehingga meningkatkan ketegangan dan pemaksaan. pemerintah daerah akan mengerahkan 30 anggota [[Tentara Nasional Indonesia|TNI]]. Di [[Kalimantan Selatan]], mahasiswa dan buruh berhasil menduduki gedung DPRD. Alhasil, Ketua DPRD Kalimantan Selatan sepakat mendukung tuntutan massa yang menolak RUU tersebut. Di [[Kalimantan Tengah]] dan [[Kalimantan Utara]], protes juga berubah menjadi kekerasan. Di Pontianak saja, 32 orang ditangkap, sedangkan di [[Kota Banjarmasin|Banjarmasin]], seorang pria yang hendak membubarkan massa kedapatan membawa senjata tajam di tangannya di tengah massa.
 
=== Sulawesi ===