Sebelum menjadi pegiat festival musik, orang justru lebih mengenal Bakkar Wibowo sebagai seorangvisual desainer grafis. Ia banyak mendesainmerancang bukudesain didan penerbitansampul buku. Salah satu karya fenomenal yang pernah dibuat Bakkar Wibowodiigarap adalah sejumlah roman dan novel karya [[Pramoedya Ananta Toer]]. Setelah pensiuntidak dariaktif dunialagi desaindalam grafis,dunia iaperbukuan. mulaiBerangkat memilikidari hobi menonton konser.Ratusanatau konserfestival musisimusik baik di dalam negeridan ditontonnyaluar negeri. HinggaPada tahunawal 20112015 iaBakkar Wibowo mulai menontonmerancang konser-konserfestival denganmusik artis mancanegara. Hobinyakhususnya di kemudiandaerah hariyang menginspirasinyadiharapkan untukbisa membuatmemberikan festivalruang musikapresiasi dibagi Indonesiamusisi yangnasional, sustainlokal dan jugainternasional bisadan mampu mendukung tumbuhnyapertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. <ref>{{Cite web|title=VIDEO: Kisah Bakkar Wibowo yang Hobi Nonton Konser dan Berkarir Jadi Promotor|url=https://wartakota.tribunnews.com/2022/07/21/video-kisah-bakkar-wibowo-yang-hobi-nonton-konser-dan-berkarir-jadi-promotor|website=Wartakotalive.com|language=id-ID|access-date=2023-10-11}}</ref> <ref>{{Cite web|date=2023-10-11|title=Bakkar Wibowo: Balkonjazz Festival Dukung Tumbuhnya Ekonomi Masyarakat Lokal|url=https://www.jurnas.com/artikel/117026/Bakkar-Wibowo-Sosok-Penting-Kesuksesan-Balkonjazz-yang-Hidupkan-Ekonomi-Desa/|website=Tribunnews.com|language=id-ID|access-date=2023-10-11}}</ref><ref>{{Cite web|title=Bakkar Wibowo Sosok Penting Kesuksesan Balkonjazz yang Hidupkan Ekonomi Desa|url=https://www.jurnas.com/artikel/117026/Bakkar-Wibowo-Sosok-Penting-Kesuksesan-Balkonjazz-yang-Hidupkan-Ekonomi-Desa/|website=jurnas.com|language=en|access-date=2023-10-11}}</ref>