Gunung Hibok-Hibok: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Muhammad Anas Sidik (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
Muhammad Anas Sidik (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
Baris 50:
 
===1871 hingga 1875===
Pada tanggal 16 Februari 1871, [[gempa bumi]] dan gemuruh bawah tanah mulai terasa di pulau itu, yang semakin parah hingga tanggal 30 April ketika [[Gunung berapi rekahan|celah vulkanik]] terbuka 400 [[yard]] di barat daya desa Catarman, di sisi barat laut Gunung Berapi Hibok-hibok. Sejak pembukaannya, laharlava terus menerus dikeluarkan dan dibuang ke laut selama empat tahun, serta menghancurkan kota. Pada saat yang sama, lubang tersebut membentuk kerucut yang sekarang dikenal sebagai Gunung Vulcan. Pada tahun 1875, ekspedisi[[Ekspedisi Challenger]] mengunjungi daerah tersebut, dan menggambarkan gunung tersebut sebagai sebuah kubah, setinggi sekitar 1.950 kaki (590 m), tanpa kawah apa pun, tetapi puncaknya masih berasap dan berpijar.<ref name="Becker">Becker, George F. (1901). [https://books.google.com/books?id=Z-9qYLSKtUYC "Report on the Geology of the Philippine Islands"], p.42-43. Washington Government Printing Office, 1901.</ref>
 
Bagian kota yang terdapat kuburan telah tenggelam ke laut dan sekarang ditandai dengan salib putih besar di lepas pantai. Pemukiman tersebut dipindahkan ke tempat yang sekarang menjadi pusat kota Catarman. Sisa-sisa Catarman kuno, termasuk reruntuhan gereja Spanyol kuno, biara dan menara lonceng, sekarang disebut ''Gui-ob''.
 
===1897 hingga 1902===