Wikipedia:Bak pasir: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Toni a. pito (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Otonius zai (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1:
aq ingin menulis
2.3.1. Rumah Tradisional Nias Utara
Bila kita membicarakan arsitektur tradisional di pulau Nias maka kita tidak bisa terlepas dari apa yang dinamakan rumah tradisional Nias. Rumah tradisional Nias dapat dibedakan atas 3 (tiga) tipe rumah adat sesuai dengan penelitian yang diadakan Oleh Alain M. Viaro Arlette Ziegler yang didasarkan pada bentuk atap dan denah lantai bangunan. Ketiga tipe tersebut adalah :
1. Tipe Nias Utara
Bentuk atap bulat ; bentuk denah oval
2. Tipe Nias Tengah
Bentuk atap bulat ; bentuk denah segi empat
3. Tipe Nias Selatan
Bentuk atap segi emapt ; bentuk denah persegi
 
Berdasarkan judul yang dibahas yaitu Kantor Bupati Nias Utara, maka dalam hal ini ciri arsitektur Nias Utara menjadi unsur arsitektur utama sebagai dasar perancangan.
 
Gambar 3 : Denah Rumah Tradisional Nias Utara
Gambar 4 : Denah Perletakan Kolom Rumah Tradisional Nias Utara
 
Gambar 5 : Potongan Memanjang Rumah Tradisional Nias Utara
 
Gambar 6 : Potongan Melintang Rumah Tradisional Nias Utara
 
Gambar 7 : Tampak Depan Rumah Tradisional Nias Utara
 
Gambar 8 : Tampak Samping Rumah Tradisional Nias Utara
 
Gambar 9 : Tampak Belakang Rumah Tradisional Nias Utara
 
Gambar 10 : Isometri Struktur Rumah Tradisional Nias Utara
2.3.2. Pola Perkampungan
 Pola kampungan Nias Utara
 Bentuk linier (gang)
 Masa bangunan terpisah satu sama lain
 Gerbang tidak begitu jelas
 Halaman terdiri dari tanah yang diperkeras
 
 
 
Gambar 11 : Pola perkampungan Nias Utara
Pada pola kampung tersebut selalu berorientasi ke arah utara – selatan, sedangkan gerbangnya berada pada arah timur – barat. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Nias telah mengetahui cara penempatan bangunan yang baik dengan berpedoman pada cuaca atau iklim. Dalam pengertian mereka bahwa arah terbitnya matahari disebut “raya” dan arah terbenamnya ”you”.
2.3.3. Kosmologi Masyarakat Nias
Dalam masyarakat Nias sebelum masuknya agama menganut kepercayaan akan adanya 3 (tiga) dunia, yakni :
 Dunia atas atau dunia leluhur;
 Dunia manusia dan
 Dunia bawah.
Kosmologi masyarakat Nias ini merupakan gambaran pandangan dari masyarakat tentang asal-usul nenek moyang suku Nias yang berasal dari Teteholi Ana’a (langit) yang diturunkan ke bumi di puncak gunung sekarang di kenal dengan nama Boro Nadu, yang berada di Kecamatan Gmo Kabupaten Nias Selatan.
Pengaruh Kosmologi ini terlihat jelas dalam bentuk arsitektur tradisional Nias, baik itu dalam bentuk rumah adatnya maupun dalam pola perkampungan. Dalam bentuk rumah adat, masyarakat Nias menepatkan bagian atas dari pada bangunannya sebagai tempat yang paling dihormati (disucikan).
Dalam pola perkampungan, semakin tinggi letak kampung berada, semakin dekat dengan dunia atas, yang berarti semakin aman dan sejahtera kampung tersebut.