Injil Yudas: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
55hans (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Kenrick95Bot (bicara | kontrib)
k Bot melakukan perubahan kosmetika
Baris 14:
'''Injil Yudas''' adalah nama sebuah tulisan kuno yang berisi tentang [[Yudas Iskariot]].<ref name="Kasser"></ref> Yudas Iskariot adalah seorang murid yang telah mengkhianati [[Yesus]] menurut catatan [[Alkitab]].<ref name="Kasser"></ref> Di dalam Injil Yudas, perspektif yang dipakai untuk melihat Yudas Iskariot amat berbeda dari yang selama ini dikenal dari Alkitab.<ref name="Kasser">{{id}}Rodolphe Kasser, et. al. 2006. ''The Gospel of Judas''. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.</ref> Di dalam Injil Yudas, perbuatan Yudas menyerahkan Yesus sehingga Yesus mati di kayu salib tidak dipandang negatif, melainkan justru amat positif.<ref name="Kasser"></ref> Yudas bahkan dipandang sebagai murid yang terutama di antara murid-murid lainnya karena perbuatannya itu.<ref name="Kasser"></ref> Perbedaan tersebut amat wajar sebab Injil Yudas merupakan tulisan dari kelompok Kristen [[Gnostik]].<ref name="Kasser"></ref> Pada awal perkembangan kekristenan abad ke-1 dan ke-2 M, aliran Gnostik merupakan salah satu lawan dari kekristenan.<ref name="Kasser"></ref><ref name="Robinson">{{id}}James M. Robinson. 2006. ''The Secrets of Judas: Menafsir Ulang Peran Yudas''. Jakarta: Ufuk Press.</ref>
 
== Injil Yudas sebagai Injil Gnostik ==
[[Injil]] adalah nama salah satu genre sastra di dalam [[Alkitab]].<ref name="Wahono"></ref> Injil berkisah mengenai sosok Yesus dari perspektif tertentu, dan bukan merupakan biografi seperti yang dipahami orang-orang masa kini.<ref name="Wahono">S. Wismoady Wahono. 1986. ''Di Sini Kutemukan''. Jakarta: BPK Gunung Mulia.</ref> Apa yang dimuat di dalam Injil berfokus pada pengajaran, pekerjaan, serta sikap hidup Yesus, dan bukan menceritakan sejarah hidup Yesus.<ref name="Wahono"></ref> dan di dalam Alkitab Kristen terdapat empat buah tulisan Injil, yaitu [[Injil Markus]], [[Injil Matius]], [[Injil Lukas]], dan [[Injil Yohanes]].<ref>C. Groenen. 1984. Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius.</ref>
 
Selain injil-injil yang terdapat di dalam Alkitab Kristen, masih ada tulisan-tulisan lain bergenre injil yang tidak masuk di dalam [[kanon]].<ref name="Ehrman">{{en}}Bart D. Ehrman. 2004. ''The New Testament: A Historical Introduction to the Early Christian Writings''. New York, Oxford: Oxford University Press.</ref> Salah satu penyebab tulisan-tulisan tersebut tidak diakui sebagai Kitab Suci Kristen adalah isi pengajarannya yang dianggap berbeda dengan gereja yang ortodoks, dan salah satu aliran Kristen yang berbeda dan cukup kuat pada masa awal berkembangnya kekristenan adalah aliran Kristen Gnostik.<ref name="Ehrman"></ref> Beberapa tulisan bergenre injil yang termasuk aliran Gnostik selain Injil Yudas adalah [[Injil Petrus]], [[Kitab Apokrifa Yohanes]], dan [[Kitab Apokrifa Yakobus]]. <ref name="Ehrman"></ref> Kemudian bentuk tulisan Injil Yudas adalah perkataan-perkataan Yesus, dan bukan berupa narasi sebagaimana tulisan injil-injil dalam Alkitab Kristen.<ref name="Ehrman"></ref> Bentuk perkataan ini serupa dengan [[Injil Thomas]] yang berisi 114 perkataan Yesus.<ref name="Ehrman"></ref>