Monica Melancton: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
Baris 3:
{{06 Mei 2011}}
'''Monica Melancton''' adalah tokoh yang memperjuangkan kedudukan [[perempuan]] India di dalam [[gereja]].<ref name="Asian Women Doing Theology">Asian Women Doing Theology. 1987.'' Asian Women Doing Theology‘’.Jakarta:BPK Gunung mulia. Report From Singapore Conrence: Singapore.184.</ref> Kehadiran [[perempuan]] India di dalam [[gereja]] tidak mendapat "tempat",sebab peran [[perempuan]] dalam [[gereja]] telah menjadi permasalahan dalam masyarakat India.<ref name="Asian Women Doing Theology"></ref> Adanya tradisi budaya yaitu hanya laki-lakilah yang layak menempati kedudukan dalam pelayanan [[gereja]].<ref name="Asian Women Doing Theology"></ref> Kehidupan [[perempuan]] di India secara ekonomi, politik, emosional, dan sosial hanya bergantung pada laki-laki.<ref name="Asian Women Doing Theology"></ref> Peremuan mengalami pengasingan, padahal seharusnya [[perempuan]] memiliki kesempatan untuk berhasil, bersaing, dan peluang berbagi sumber daya.<ref name="Shanthi"> Shanthi, K. 2005.''Women in India: retrospect and prospect‘’.New Delhi:Anmol Publications PVT. LTD. 4.</ref> Melancton memiliki gambaran yang sama dengan [[Aruna Gnanadason]] mengenai kedudukan [[perempuan]] di India.<ref name="Asian Women Doing Theology"></ref>
Melancton memperbandingkan kedudukan [[perempuan]] yang dilihat dari perspektif [[Alkitab]].<ref name="Asian Women Doing Theology"></ref> Dalam [[kitab suci]] tertulis bahwa [[Kristus]] tidak membedakan umat yang ditebus oleh-Nya.<ref name="Asian Women Doing Theology"></ref> [[Kristus]] pernah berinteraksi dengan [[perempuan]] tanpa membedakannya dengan pihak laki-laki, [[Kristus]] memilih [[perempuan]] untuk melayani-Nya serta menjadi saksi pemberitaan akan dirinya.<ref name="Asian Women Doing Theology"></ref> Semua itu menjadi pegangan Melancton dalam menyetarakan kedudukan [[perempuan]] dalam [[gereja]].<ref name="Asian Women Doing Theology"></ref> Melancton berpendapat bahwa bahwa kaum [[perempuan]] tidak boleh dipandang sebelah mata dalam hal pemberitaan Injil, karena [[Kristus]] sanggup menggunakan siapa saja dalam memberitakan Injil.<ref name="Asian Women Doing Theology"></ref>
|