Penyakit newcastle: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Kembangraps (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Kembangraps (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 9:
}}
 
'''Penyakit Newcastle''' ('''''Newcastle Disease''''', '''ND''') adalah [[penyakit]] pada [[unggas]] besar yang fatal (mematikan). Di [[Indonesia]] penyakit ini juga populer sebagai '''tetelo''', diambil dari nama dalam [[bahasa Jawa]], ''thèthèlo''.
 
Penyebabnya adalah serangan virus NDV, suatu [[virus]] [[RNA]] berkas tunggal dengan [[sekuens]] [[antisens]] negatif. Pertama kali virus ini diisolasi dari Newcastle upon Tyne, Inggris, tahun 1926 oleh Doyle. Pada tahun yang sama, Kranefeld berhasil mengisolasi virus dari unggas di Bogor.
 
Serangan pada [[ayam]] adalah yang paling dikenal, dengan gejala klinis seperti terkena [[pilek]] (hidung berair dan tersumbat), mengorok, [[sayap]] turun lemas (terkulai), [[kaki]] terseret, sampai kepala terkulai atau melipat. Pada unggas muda, serangan ini dapat segera berakhir dengan kematian, sedangkan pada unggas dewasa, kematian biasanya terjadi setelah dua sampai tiga hari setelah gejala pertama terlihat.
 
Tetelo juga menyerang [[itik manila]]. Manusia dapat tertular NDV tetapi tidak memberikan gejala yang signifikan, biasa berupa [[konjungtivitis]] (radang selaput mata) atau pilek ringan.
 
Karena disebabkan oleh virus, tidak ada pengobatan yang dapat diberikan kecuali memperkuat kondisi unggas. [[Vaksinasi]] diberikan per oral (lewat mulut) kepada unggas yang sehat, biasanya dicampurkan pada air minum.