Nurhayati Ali Assegaf: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 12:
| other_names =
| known_for =
| occupation = AnggotaWakil DPRKetua Umum DPP Partai Demokrat (2013-2015)
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI (2012-2014)
Anggota DPR RI Komisi I (2004-2009)
}}
'''Dr. Nurhayati Ali Assegaf, M.Si., MP''' ({{lahirmati||17|7|1963}}) adalah Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat (2013-2015) dan juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat [[Dewan Perwakilan Rakyat]] Republik Indonesia. Ia merupakan anggota Komisi I [[Dewan Perwakilan Rakyat]] periode 2009-2014 dari [[Partai Demokrat]]. IaSebelumnya, jugaia merupakanmenjabat sebagai wakil ketua [[Badan Kerja Sama Antar-Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat|BKSAP]] dan sekaligus delegasi [[Indonesia]] di [[Inter-Parliamentary Union]], [[Women ASEAN Inter-Parliamentary Assembly / WAIPA]] dan [[Parliamentary Union of OIC Member States Council]].
 
Dr. Nurhayati Ali Assegaf,M.Si.,MP. saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat [[Dewan Perwakilan Rakyat]] Republik Indonesia. Menjadimenjadi anggota DPR RI sejak tahun 2004, iadan terpilih kembali pada tahun 2009. Selama jangkaperiode pertama (2004-2009) Dr. Nurhayati Ali Assegaf, M.Si., MP diangkat menjadi Staf Khusus Ibu Negara Republik Indonesia Ibu Ani [[Susilo Bambang Yudhoyono]]. Disamping tugas tersebut, ia juga sebagaikonsen pendukung kuat atasterhadap masalah-masalah pemberdayaan perempuan dan gender. Selain itu, dia juga menjadi pembawa acara dan sutradara "Perspektif Perempuan" padadi programsalah disatu program [[Televisi Republik Indonesia]] (TVRI). Sebelumnya, Dr. Nurhayati Ali Assegaf, M.Si., MP menjadi Managing Director Bisnis dan Konsultan Keuangan (Assegaf & Partners Ltd, 1998-2004) dan Associate Winarto Soemarto & Associates (1993-1998).
 
AktivitasnyaKegiatannya sebagai aktivis organisasi baik sosial maupun politik dimulai di akademisi saat masih sebagai mahasiswa. Keterlibatannya yang kuat dengan isu-isu politik dan sosial serta hubungan internasional mendorong DR. Nurhayati Ali Assegaf untuk menjadi pelindung dan pendiri sejumlah lembaga dan kelompok pemikir menangani isu-isu yang berkaitan dengan pemuda, perempuan dan anak, demokrasi serta pendidikan. Pada tahun 2003, ia bergabung dengan Partai Demokrat, aktif dalam struktur organisasi partai, termasuk sebagai Wakil Sekretaris Jenderal dan Ketua Departemen Luar Negeri.
 
Nurhayati, yang juga presiden [[International ParlemenInter-Parliamentary Union|IPU]] Koordinasiuntuk Komite Parlemen Perempuan, mengakui pergolakan di dalam partainya dengan berbagai kasus yang menyandung kader partai bertekad kuat mengembalikan kejayaan partai besutan bapak [[Susilo Bambang Yudhoyono]] ini sertadan memperbaiki citra partai menuju kemenangan pemilu 2014 mendatang.
 
Baginya, apa yang terjadi dalam partai adalah bagian dari dinamika politik danyang hal itu merupakan kecelakaan politik dan tsunami kecilterjadi di dalam Partai Demokrat yang harus disikapi secara positif dan arif agar kader partai Demokrat menjadi kader yang bersih, cerdas dan santun dalam berpolitk. Dia menyadari betapa buruknya persepsi publik dan media terhadap kinerja anggota DPR ditambah lagi dengan adanya keterlibatan beberapa anggota dalam skandal korupsi.
 
Sejak diberi amanah sebagai ketua Fraksi [[Partai Demokrat]] pada bulan Mei tahun lalu, menggantikan bapak Jafar Hafsah, Ibu Nurhayati, begitu sapaan akrabnya, terus memikirkan bagaimana untuk mendukung program pemerintah. Menurutnya, faksi partai di DPR merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah. Sebagai partai berkuasa, dia akan memastikan monitor Partai Demokrat untuk mendukung terealisasinya program-program pemerintah yang pro rakyat.
Baris 45 ⟶ 47:
 
== Karier Parlemen ==
Dalam perjalanan kegiatankarir berparlemenpolitiknya di parlemen sejak tahun 2004, Nurhayati telah terlibat dalam sejumlahdi komisi diVI [[Dewan Perwakilan Rakyat]] Republik Indonesia, khususnya Komisi VI bidang Perdagangan, Industri, Investasi, Usaha Kecil dan Skala Menengah, BUMN, dan National Standardisasi, dan Komisi I Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informasi.
 
Saat ini, ia adalah Ketua [[Inter-Parliamentary Union]] (IPU-Indonesia) dan KelompokPanitia Kerja untukMDGs (Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs), sertayang sebelumnya juga sebagai Wakil Ketua PanitiaBadan Kerjasama Antar Parlemen. Dia juga bertindak sebagai Focal Point dari [[Dewan Perwakilan Rakyat]] Republik Indonesia untuk Konvensi [[PBB]] dalam Memerangimemerangi Desertifikasi.
 
Nurhayati menyadari bahwa untuk sukses dalam politik, maka harus mandiri secara finansial. Dia memilah dan memilih partai politik yang sesuai dengan tujuan perjuannganya dan akhirnya mata dan hatinya secara mantap tertuju pada Partai Demokrat.
Baris 53 ⟶ 55:
Nurhayati adalah staf khusus ibu Negara yang bertugas untuk menulis pidato-pidato ibu negara. Ia juga memprakarsai koleksi pidato ibu negara karena sebelum bergabung di istana, belum ada koleksi-koleksi pidato ibu negara.
 
Pada saat kongres pertama Partai Demokrat tahun 2005, dia menjadi satu-satunya perempuan yang dinominasikan menjadi kandidat ketua umum Partai Demokrat bersaing dengan bapak Hadi Utomo, adik ipar ibu [[Ani Yudhoyono]] yang terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Dengan berpartisipasi dalam kompetisi ini, dia memotivasi para perempuan bahwa perempuan bisa memainkan peranperanan dalam politik.
 
Pemilu legislatif 2009, Nurhayati kembali ikut meramaikan bursa pencalegan untuk Daerah Pemilihan Jawa Timur V yang meliputii Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu atau Malang Raya. Dengan berbekal kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas untuk kepentingan rakyat, Nurhayati terpilih menjadi anggota legislatif periode 2009-2014.
 
Kefasihannya dalam berbahasa Inggris dan Jepang, serta pengetahuannya tentang bahasa Arab dan Perancis, Nurhayatimenjadikannya memilih duduk di kursi Komisi I DPR yang membawahi urusan luar negeri, pertahanan dan komunikasi. Dengan kemampuannya berkomunikasi dalam berbagai macam bahasa inilah, Nurhayati sering diundang sebagai pembicara, baik dalam skala nasional maupun internasional. Ia juga menjalin hubungan baik dengan para duta besar untukdalam berdiplomasi maupun sharing gagasan dalam membangun hubungan bilateral dan multilateral.
 
==Inter-Parliamentary Union==
Sejak bergabung dengan delegasi Indonesia ke konferensi [[Inter-Parliamentary Union]] (IPU), Dr. Nurhayati Ali Assegaf telah aktif baik sebagai peserta dan ketua dalam pertemuan-pertemuan komite dari [[Inter-Parliamentary Union]](IPU), khususnya sebagai anggota Komite Eksekutif dan Sub-Komite padabagian Keuangan. Saat ini, ia adalah Presiden [[Inter-Parliamentary Union]] (IPU), Komite Koordinasi Parlemen Perempuan.
 
Dr. Nurhayati Ali Assegaf memimpin Delegasi Indonesia ke 124 [[Inter-Parliamentary Union]] (IPU) Majelis dan pertemuan terkait di Panama City, Panama, pada 2011, dan ke 123 IPU Majelis dan pertemuan terkait di Jenewa, Swiss.
 
KepercayaPotensinya yang kuat untukdalam mengembangkan dimensi regional kerjasama parlemen, Dr. Nurhayati Ali Assegaf telah memainkan peran aktif dalam forum regional seperti MajelisPertemuan Parlemen Asia (APA) ; ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA); Forum Asia- Parlemen Pasifik untuk Pendidikan (FASPPED), dan Uni Parlemen Negara Anggota OKI (PUIC).
 
==Kehadiran di Forum Regional dan Internasional==