Haplodiploid: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
Moch. Nachli (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Baris 5:
Sistem penentuan seks ini dapat ditemui dalam semua anggota ordo serangga [[Hymenoptera]] ([[lebah]], [[semut]], dan [[tawon]]),<ref name=Grimaldi>Grimaldi D. and Engel M.S. 2005. ''The evolution of the insects''. Cambridge University Press. ISBN 0-521-82149-5</ref> [[Coccidae]],<ref name=Gullan2007>Gullan, P.J. and Cook, L.G. (2007) [http://www.mapress.com/zootaxa/2007f/zt01668p425.pdf Phylogeny and higher classification of the scale insects] Zootaxa 1668: 413–425</ref> dan [[Thysanoptera]].<ref name=White84>{{Cite journal| doi = 10.1080/11250008409439455| issn = 0373-4137| volume = 51| issue = 1-2| pages = 1–23| last = White| first = Michael J.D.| title = Chromosomal mechanisms in animal reproduction| journal = Bolletino di zoologia| year = 1984|format= free full text}}</ref> Sistem ini juga dapat ditemui dalam beberapa [[Tetranychidae]], [[Homoptera]], [[Coleoptera]], dan [[Rotifera]].
 
Akibat haplodiploiditas, seorangseekor serangga jantan tidakmerupakan memilikitelur ayah danyang tidak dapat memiliki anak laki-laki, namun punya kakek dan dapat memiliki cucu laki-lakidibuahi. Selain itu, keterkaitan antar lebah pekerja (perempuan diploid) di sarang tercatat sebesar 0,75 . Hal ini berarti bahwa para pekerja lebih berhubungan dekat bila dibandingkan dengan saudara dalam sistem penentuan seks lain.<ref>Keterkaitan antar saudara dalam sistem penentuan seks lain biasanya 0,5.</ref> Pertanyaan mengenai apakah haplodiploiditas mendorong evolusi [[eusosialitas]] masih diperdebatkan.<ref name=Hughes>{{cite journal
| author = Hughes W.O.H ''et al''
| title = Ancestral monogamy shows kin selection is key to the evolution of eusociality